
H-3 pernikahan Nick dan Rachel.
Mommy Katrin datang ke apartemen Nick pagi-pagi. Hari ini ia berencana untuk meminta Nick mengijinkan Valeri ikut bersamanya ke.toko perhiasan karena ia akan memberikan satu set perhiasan kepada Rachel sebagai kado pernikahannya dengan Nick.
Awalnya, Nick tidak mengijinkan. Namun karena Mommy Katrin memaksa, akhirnya Nick mengijinkannya.
Nick memanggil Rachel ke apartemennya.
" Baby... Mommy ingin mengajakmu membeli perhiasan. Apa kau bersedia ? " tanya Nick pada Rachel yang baru saja duduk di samping Mommy Katrin.
Rachel melihat ke arah Mommy Katrin yang begitu berharap lalu melihat ke arah Nick.
" Kalau kau tidak ingin pergi, tidak usah pergi. Aku tidak bisa menemani kalian, karena ada meeting penting hari ini sebelum aku mengajukan cuti mulai besok " ucap Nick lagi.
" Ayolah, sayang... Mommy ingin memberikan hadiah untukmu. Mommy juga ingin lebih dekat dengan calon menantu Mommy " mohon Mom Katrin.
" Baiklah, aku akan pergi bersama Mommy... " Rachel menyetujui permintaan ibu mertuanya itu.
" Are you sure, baby ? " tanya Nick meyakinkan.
Rachel mengangguk mengiyakan.
" Kalau begitu, aku bersiap dulu " ucap Rachel lalu kembali ke apartemennya untuk bersiap-siap.
" Don't worry, my dear... Mommy akan menjaganya untukmu ! " ucap Mommy Rachel menenangkan Nick.
Selang berapa lama, Rachel kembali dan sudah tampil dengan cantik.
" Wow... Menantu mommy sangat cantik... Pantas saja, anak mommy ini sampai tergila-gila padamu " puji Mommy Katrin menatap Rachel.
Wajah Rachel terlihat merona.
" Baby... Bisakah kau tidak terlihat cantik. Aku takut pria-pria di luar sana akan mendekatimu " ucap Nick lalu mendekap Rachel tak peduli ada sang ibu disana.
Rachel terkekeh sementara sang ibu hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Nick yang sudah menjadi budak cinta.
" Sudahlah, sayang... Kalau seperti ini terus, kapan kami berangkat ? Bukankah lebih cepat pergi, maka lebih cepat kembali ? " ucap Rachel, tangannya melepas tangan Nick yang melingkari pinggangnya.
" Aku pergi dulu sayang ! " pamit Rachel mengecup pipi Nick.
Rachel dan Mommy Katrin pun segera berlalu.
" Kalian ikuti ibu dan tunanganku... Lindungi mereka, aku yakin pria itu akan segera bertindak untuk mencelakakan tunanganku " perintah Nick kepada kaki tangannya lewat telpon.
Sebenarnya, Nick sengaja membuka identitas Rachel adalah Valeri kepada sang ibu karena ia tahu ibunya akan memberitahukan kepada Jeremy cepat atau lambat. Dan perkiraan Nick terbukti. Ia yakin ada andil Jeremy, saat sang ibu yang tiba-tiba datang dan ingin membawa Rachel pergi.
Saat ini, yang bisa Nick lakukan hanyalah membiarkan Rachel menjadi umpan untuk menangkap Jeremy sekaligus membuka mata sang ibu, jika orang yang selama ini ia cintai adalah orang jahat.
Tanpa Rachel dan Mom Katrin ketahui, Nick telah memasang penyadap pada ponsel sang ibu juga gps pada ponsel Rachel agar ia selalu mengetahui keberadaan Rachel. Selain itu, untuk melindungi dan menjaga Rachel, Nick juga memberikan pengawalan pada Rachel meskipun Rachel tak mengetahuinya.
Ponsel Nick berdering, Nick segera mengangkat panggilan itu.
" Seperti dugaan anda, Tuan Jeremy sekarang bergerak meninggalkan mansion, Tuan " lapor seseorang.
" Ikuti terus kemana dia pergi, jangan sampai mereka mengetahui pergerakan kita. Dan satu hal lagi biarkan mereka melakukan apapun, selama tidak membahayakan calon istri dan juga ibuku " tukas Nick lalu menutup panggilan telpon.
Kau pikir bisa mengelabuiku ? Tunggu saja kehancuranmu sudah di depan mata. Aku akan membuatmu dibenci seumur hidup oleh ibuku.
Nick pun segera keluar dari apartemen...
Rachel dan Mommy Katrin kini telah sampai di toko perhiasan yang dituju. Setelah memilih, akhirnya Mommy Katrin memilihkan satu set perhiasan yang cocok untuk Kaylee.
Selesai membeli perhiasan, mereka kemudian berkeliling untuk berbelanja. Mommy Katrin sangat bahagia, karena ia bisa dekat dengan arachel Dan ia berharap jika sang anak pun bisa menerima Jeremy.
Disaat selesai berbelanja, Mommy Katrin mengajak Rachel untuk makan di sebuah restoran. Padahal ia sudah memberitahu Jeremy bahwa ia dan Rachel telah selesai berbelanja dan akan makan di sebuah restoran.
Disaat Rachel dan Mommy Katrin tengah menyantap makanan, Jeremy tiba-tiba datang menyapa mereka.
" Hai, sayang... " sapa Jeremy pada Mom Katrin.
" oh, hai honey... " balas Mom Katrin lalu mempersilakan Rachel duduk kembali setelah sebelumnya berdiri menyambut kedatangan Jeremy.
" Rachel sayang... Perkenalkan ini Jeremy, dia adalah suamiku juga ayah sambung dari Nick " Mommy Katrin mengenalkan pria yang berdiri di sampingnya.
" Halo, Tuan... Senang bertemu dengan anda " ucap Rachel mengulurkan tangannya.
Jeremy membalas uluran tangan Rachel sambil mengamati dan menelisik penampilan Rachel.
" Ternyata kau memang begitu mirip dengan Valeri... " ucap Tuan Jeremy membuat Rachel menjadi tidak nyaman.
Menyadari raut wajah Rachel yang mendadak berubah, membuat Jeremy tersenyum kecil.
Kali ini, kau tidak akan selamat ! Kita lihat sampai dimana keberuntunganmu
Ucap Jeremy dalam hati.
Selesai makan, Mommy Katrin dan Rachel bersiap untuk pulang setelah pembicaraan banyak hal yang mereka ceritakan.
Jeremy sengaja pulang lebih dahulu agar Katrin dan Rachel tidak mencurigainya.
Mommy Katrin dan Rachel kini berada di dalam mobil. Mereka berencana untuk pulang. Tidak ada yang mencurigakan selama mereka dalam perjalanan menuju apartemen. Hingga saat mereka tiba di sebuah jalan yang sepi, beberapa mobil mendekati dan menutup jalan.
" Mommy... Siapa mereka ? " tanya Rachel ketakutan saat melihat beberapa orang turun dari mobil dan menggedor paksa mobil Mom Katrin.
" Tenang, sayang ! Coba kau telpon Nick dan katakan yang sedang terjadi " seru Mom Katrin.
Rachel mencoba menghubungi Njck, sayangnya mereka memecahkan kaca dan memaksa Rachel dan Mommy Karin keluar dari dalam mobil. Mereka juga membawa paksa Rachel serta Mom Katrin ke dalam mobil mereka.
" Tuan... Apa yang harus kita lakukan ? " tanya seseorang kepada Nick yang kini berada tak jauh dari tempat Rachel dan sang ibu.
" Biarkan saja mereka ! Lebih baik kita mengikuti secara sembunyi-sembunyi " ucap Nick sambil memegang teropong untuk mengamati sang ibu dan tunangannya yang kini telah dibawa pergi.
" Ayo kita ikuti mereka, jaga posisi kita agar tetap aman dan tidak diketahui ! " seru Nick.
Dari kejauhan, Nick bisa melihat jika mobil yang membawa ibu serta istrinya itu, kini masuk ke sebuah gudang tua yang sudah tidak terpakai.
Rachel dan Mom Katrin kini duduk di kursi dengan tangan dan kaki terikat.
" Lepaskan kami ! Siapa kalian ? " teriak Rachel.
" Jangan harap kalian bisa melarikan diri dari sini" ucap salah seorang dari mereka.
" Apa mau kalian ? " tanya Mom Katrin dengan berteriak pula.
" Yang kami mau ? Yang kami mau adalah kematian kalian berdua "