Me And My Amnesia CEO

Me And My Amnesia CEO
The Wedding



Kaylee berdiri mematut diri dengan memakai gaun pengantin milik sang ibu yang sedikit dimodifikasi. Di tangan Nyonya Laura, gaun pengantin itu menjadi lebih berkelas dan mewah. Membuat Kaylee terlihat sangat cantik anggun.


" Woow... Nona, anda sangat cantik. Tuan Austin pasti semakin tergila-gila pada anda " puji Rachel dengan tatapan penuh kekaguman.


" Kau juga sangat cantik, Rachel. Kakak Nick pasti terpesona melihatmu " sahut Kaylee membuat wajah Rachel merona karena malu.


Ya, Kaylee sudah menebak jika ada yang tak biasa diantara Rachel dan sahabat dari Austin itu.


Rachel yang juga mengenakan gaun berwarna putih model truffle dengan sentuhan kristal swarovski membuatnya terlihat cantik. Belum lagi kini, Rachel membiarkan rambutnya terurai dan melepas kaca matanya. Membuatnya menjelma menjadi gadis yang tak kalah cantik dari Kaylee.


" Kay... Kau sudah siap ? " tanya sang ibu yang masuk ke dalam kamar Kaylee.


Kaylee mengangguk sambil tersenyum.


" Nona sangat cantik kan Nyonya ? " ucap Rachel.


Joana mengangguk, rasa haru dan bahagia kini menghinggapi dirinya. Joana menghampiri Kaylee lalu memeluk sang putri dengan penuh kasih sayang.


" Seandainya saja daddymu masih hidup, Kay... Dia pasti bahagia melihatmu menikah hari ini " ucap Joana.


" Daddy pasti melihat kita dari sana, mom. Daddy juga pasti merasakan kebahagiaan seperti yang kita rasakan " sahut Kaylee membalas pelukan sang ibu.


" Mommy harap kamu bahagia sweet heart. Setelah kesulitan yang kamu hadapi, Mommy tahu Austin adalah lelaki yang tepat untukmu. Dia pasti akan membuatmu selalu bahagia ! " ucap Joana lalu mengecup kening Kaylee.


" Thank you, mom " jawab Kaylee sambil tersenyum.


" Ayo kita pergi ! Cris sudah menunggu untuk memgantar kita " seru Joana sambil menggandeng tangan Kaylee.


Saat mereka keluar dari kamar Kaylee, Rachel sudah menunggu di depan pintu.


" Maaf Nona... Ada Tuan Edward di depan, katanya ia ingin bicara dengan anda " tutur Rachel.


" Baiklah, suruh dia menunggu di ruang tamu !" seru Kaylee pada Rachel.


" Baik, Nona " Rachel segera menuju keluar dan mempersilakan Edward untuk menunggu.


" Mommy tunggu saja bersama Cris dan Rachel. Aku akan menemui Kakak Edward dulu " ucap Kaylee.


Joana segera menuruti ucapan Kaylee. Sementara Kaylee menuju ruang tamu untuk menemui Edward.


Melihat gadis yang dicintainya datang, Edward segera berdiri. Ia begitu terpana melihat Kaylee yang terlihat begitu cantik.


" Kakak Ed... " ucap Kaylee.


Edward masih tak mengalihkan pandangannya menatap Kaylee dengan penuh kekaguman.


" Kakak Ed... Kau ada perlu denganku ? " tanya Kaylee lagi kini ia sedikit mengeraskan suaranya.


Edward segera sadar.


" Ah iya... Kau terlihat sangat luar biasa. Austin sungguh beruntung bisa mempersuntingmu " jawab Edward yang malah memuji kecantikan Kaylee.


Kaylee menautkan kedua alisnya. Menyadari jika Kaylee mencurigainya, Edward segera memberitahukan keberadaannya saat ini. Ia diminta Austin untuk membawa Kaylee menuju gereja.


" Tapi, aku sudah meminta Cris untuk mengantarku " tolak Kaylee.


" Kau tidak percaya padaku ? Kau bisa menghubungi Nick jika kau tidak percaya " ucap Edward.


Baru saja Edward selesai bicara, Rachel datang memberikan ponselnya pada Kaylee. Ia mengatakan jika Nick ingin bicara dengannya.


" Iya, Kak "


" Kay... Edward sudah datang ? " tanya Nick.


" Iya, Kakak Edward sudah ada disini " jawab Kaylee sambil melirik Edward.


" Biar Edward yang mengantarmu kesini " seru Nick.


" Tapi, Cris sudah datang menjemput " sahut Kaylee.


" Kalau begitu, Cris membawa aunty Joana dan Rachel. Kau pergi bersama Edward ! Jangan khawatir, Austin tidak akan marah. Dia sudah mengetahuinya " jelas Nick yang memahami jika Kaylee khawatir.


" Baiklah " jawab Kaylee, lalu segera menutup panggilan.


" See... Aku tidak berbohong kan ? Jadi, ayo kita berangkat ! " seru Edward semangat. Ia lalu memberikan tangannya untuk digandeng oleh Kaylee.


Setelah memberitahu Cris, mereka pun berangkat beriringan. Dimana mobil Cris mengikuti mobil Edward.


" Kay... Apa kau bahagia ? " tanya Edward saat mereka dalam perjalanan.


" Tentu saja, Kak... Austin sangat mencintaiku " jawab Kaylee.


" Sure ! Aku mencintainya seperti dia mencintaiku" jawab Kaylee pasti.


" Kay... Aku minta maaf, jika saja bukan karena ulah bodohku, mungkin saja... "


" Kak... Jangan menyalahkan dirimu atas apa yang menimpaku. Semua sudah takdir Tuhan dan aku menerimanya sebagai jalan hidupku " sela Kaylee.


Edward menghembus nafasnya kasar.


" Kay... Jika pria saat itu adalah aku bukan Austin. Apakah kau akan menikah denganku ? " tanya Edward.


Kaylee tertawa kecil, sementara Edward menatap Kaylee dengan heran.


" Seharusnya aku yang bertanya. Jika orang itu adalah kau, apakah kau akan bertanggung jawab ? "


" Kakak Ed... Semua sudah ada yang mengatur. Mungkin Austinlah yang sudah Tuhan takdirkan untukku dengan jalan apapun. Aku yakin, kau akan menemukan wanita yang tepat... Yakinlah jika Tuhan pun sudah menyiapkan jodoh terbaik untukmu bagaimanapun caranya " tambah Kaylee kemudian.


" Jadi begitu... Walaupun aku mengatakan bahwa aku memang mencintaimu, kau pun tak akan pernah menjadi milikku... " lirih Edward.


Kaylee hanya menatap pria tampan itu tanpa ingin mengatakan apapun. Baginya tidak pernah ada perasaan lebih untuk pria itu.


Mobil mereka pun berhenti tepat di depan pintu masuk Gereja. Kaylee keluar dari mobil setelah seorang pegawai Wedding Organizer membukakan pintu untuknya.


Saat Kaylee akan memasuki Gereja, Edward segera berjalan disampingnya.


" Kay... Bolehkah aku mengantarmu hingga depan altar. Aku akan merelakanmu untuk Austin dan menyerahkanmu kepadanya tanpa ada keraguan lagi " pinta Edward memohon.


Kaylee menganggukkan kepalanya, kemudian berjalan memasuki Gereja dengan menggandeng tangan Edward diikuti oleh Rachel dan Cris.


Kaylee berjalan dengan begitu anggun pandangannya tertuju pada pria yang sudah berdiri dengan gagahnya menunggunya di depan altar. Senyuman bahagia terpancar di wajah Kaylee dan Austin.


Begitu sampai di depan Austin, Edward memberikan tangan Kaylee kepada Austin.


" Aku titipkan wanita yang kucintai padamu. Bahagiakan dia selalu, aku percaya kau mampu melakukannya " ucap Edward terdengar lirih.


" Kau tak perlu khawatir. Aku akan selalu melindungi dan membahagiakannya " tegas Austin menggenggam erat tangan Kaylee dan menatapnya dengan penuh cinta. Senyuman mengembang di wajah Kaylee membuatnya semakin terlihat menawan.


Edward kemudian berjalan ke sisi Nick.


" I know you can do it, Ed ! " ucap Nick menyemangati Edward sembari menepuk bahu sahabatnya itu. Edward mengangguk lantas menatap pasangan yang sedang melakukan ikrar pernikahan. Ia menghela nafasnya perlahan.


Semoga kalian berdua selalu bahagia... !


Janji suci pernikahan telah selesai diikrarkan oleh Austin dan juga Kaylee. Mereka kini telah resmi menjadi pasangan suami istri di hadapan Tuhan. Austin memasangkan cincin di jari manis Kaylee begitupun sebaliknya.


Tak henti Austin menatapi wanita yang baru saja resmi menjadi istrinya. Wanita cantik yang akhirnya akan selalu berada di sisinya, menghabiskan waktu bersama menjalani hari-harinya.


" Kaylee... I love you with everything I have. Now and forever we always be together !! Until the death apart us " ucap Austin kemudian mencium bibir Kaylee dengan lembut.


Terdengar alunan musik Beautiful in White mengiringi mereka.


Not sure if you know this But when we first met


I got so nervous I couldn't speak


In that very moment I found the one and


My life had found its missing piece


What we have is timeless My love is endless


And with this ring I say to the world


You're my every reason You're all that I believe in


With all my heart I mean every word


So as long as I live I love you


Will haven and hold you


You look so beautiful in white


And from now till my very last breath


This day I'll cherish


You look so beautiful in white


Tonight