Me And My Amnesia CEO

Me And My Amnesia CEO
Niat Menikahi Rachel



Rachel terisak sambil memeluk kakeknya. Ia tak menyangka jika ternyata kisah hidupnya seperti ini.


Nick menatapi pemandangan di depannya dengan penuh haru. Akhirnya, ia bisa membawa kembali Valeri. Selama ini keyakinannya tentang Valeri yang masih hidup ternyata benar adanya.


" Nick... Kemarilah ! " seru Kakek Albert.


Nick pun segera beranjak menghampiri Kakek Albert dan juga Rachel.


" Valeri... Apa kau tahu siapa dia ? " tanya Kakek Albert.


Rachel mengangguk,


" Dia... Kakak Nick, asisten dari Tuan Austin " jawab Rachel apa adanya.


Kakek Albert terkekeh mendengar jawaban Rachel.


" Jadi kau belum mengingat semua rupanya " ucap Kakek Albert lagi.


Rachel menatap sang kakek dengan tatapan ingin tahu.


" Nick... Dia adalah tunanganmu. Dulu saat ulang tahunmu yang ke 10, kalian berdua sudah ditunangkan. Namun, kejadian itu memisahkan kalian berdua. Takdir telah memisahkan kalian tetapi ternyata suratan takdir pula yang akhirnya mempertemukan kalian kembali " beber Kakek Albert.


Kakek Albert kemudian menyatukan telapak tangan Nick dan Rachel.


" Setelah ini, kalian berdua tak akan terpisahkan lagi ! " ucap Kakek Albert lalu memeluk keduanya.


Saat pelukan mereka terlepas, Nick meminta kepada Kakek Albert untuk menyembunyikan keberadaan Valeri terlebih dahulu. Ia khawatir, Valeri akan berada dalam bahaya jika statusnya diketahui oleh orang banyak.


Kakek Albert menyetujuinya. Ia juga takut kehilangan lagi satu-satunya anggota keluarganya yang tersisa. Ia menyerahkan segala urusan mengenai penyelidikan kasus yang dulu merenggut nyawa anak dan menantunya kepada Nick.


Sepeninggal Kakek Albert, Nick mendekap Rachel dengan erat. Punggung Rachel kini menempel di dadanya. Sementara tangan Nick melingkar di pinggang Rachel. Mereka kini tengah berada di balkon kembali. Memandangi bunga-bunga yang tengah bermekaran.


" Are you happy, baby ? " tanya Nick sambil mengendus aroma harum yang menguar dari rambut dan tubuh Rachel.


Rachel menggeliat menahan rasa geli yang menderanya.


" Kakak Nick... " ucap Rachel dengan deru nafas tertahan saat Nick mengendus lalu mengecupi leher Rachel.


" Kak... " lirih Rachel.


" I love you... Rach ! " ucap Nick berbisik di telinga Rachel.


Nick lantas menangkup wajah Rachel. Dipandanginya wajah cantik gadis di hadapannya itu. Dan tanpa aba-aba, Nick mendaratkan ciuman di bibir Rachel. Ia memagut bibir gadis itu dengan penuh kelembutan.


Tanpa Nick duga, Rachel membalas ciumannya. Hingga kini keduanya saling memagut dengan begitu intim dan mesra.


Nick membawa Rachel menuju tempat tidur lalu membaringkannya. Rachel nampak sangat pasrah terhadap apapun yang dilakukan oleh Nick kepadanya. Nick naik di atas tubuh Rachel dengan menopangkan kedua sikunya pada kasur agar tak menindih Rachel.


Nick menatapi Rachel dengan intens hingga akhirnya ia kembali memagut bibir Rachel. Melepaskan semua kerinduan yang mendalam.


Nick hampir saja melucuti pakaian Rachel, jika saja Rachel tak menahannya.


" Kak..." Rachel menggelengkan kepalanya, membuat Nick menggeram. Ia kemudian turun dari tubuh Rachel lalu duduk di tepi kasur.


Nick mengacak rambutnya hingga membuatnya berantakan.


" Maafkan aku, Rach... Aku tak tahan jika bersamamu terus ! " keluh Nick frustasi.


Rachel mengelus punggung Nick dengan lembut.


" Maaf... " ucap Rachel yang seketika membuat Nick membalik tubuhnya.


" Hei... Kenapa meminta maaf ? " tanya Nick mengangkat wajah Rachel.


" Maaf... Aku hanya ingin kita melakukannya setelah menikah... Akan jauh lebih baik jika kita melakukan hal itu setelah kita menikah " jelas Rachel.


Nick tersenyum mendengar jawaban dari Rachel. Ia bahagia, karena calon istrinya itu, menjunjung tinggi kehormatannya.


" Aku mengerti ! Baiklah persiapkan dirimu karena kita akan segera menikah " titah Nick.


" Hah ? A... Apa ? " tanya Rachel kebingungan.


" Yes baby ... We will be married soon " jawab Nick.


" Tapi... "


" Kenapa sayang ? Kau keberatan ? " selidik Nick.


" Tentu saja tidak... Mengapa aku harus keberatan " tambah Rachel kemudian.


" Lalu mengapa kau seperti orang yang tidak setuju ? " tanya Nick mencari tahu.


Rachel hanya diam,


" Ini hanya sedikit tak masuk akal ! Tiba-tiba kau datang dan semuanya berubah " ucap Rachel bimbang.


" Well baby... Ini sudah suratan takdir. Yang pasti aku bahagia karena wanita yang ku cintai selama ini adalah wanita yang sama yang telah ku cintai sejak lama " sahut Nick lantas memeluk Rachel.


Rachel begitu bahagia mendengar penuturan Nick. Ternyata pria itu sudah menyiapkan segala sesuatunya.


"Apakah kau juga akan mencintaiku sebesar ini jika aku bukanlah Valeri ? " menyelidik Nick.


" Kau Valeri atau bukan, aku akan tetap mencintaimu ! " tegas Nick lalu memeluk Rachel.


" Ayo, kita temui kakek ! Kita harus membicarakan masalah ini kepada Kakek lebih dulu " tambah Nick kemudian yang diikuti oleh anggukan kepala Rachel.


Akhirnya mereka berdua mendatangani Kakek Albert di ruang kerjanya.


" Kakek... Di hadapanmu, aku memohon agar Kakek memberikan restu kepada kami berdua. Karena kami akan segera menikah " mohon Nick.


Kakek Albert terperanjat, hingga ia hampir saja berdiri dari kursinya. Namun kemudian senyuman terbit di wajahnya.


" Kau yakin atas apa yang kau katakan ? Apakah kau benar-benar mencintainya ? " tanya Kakek Albert meminta penjelasan dari Nick.


" Aku sangat mencintainya, Kek ! Dulu, hari ini, bahkan nanti aku akan tetap mencintainya. Jadi kumohon restuilah kami ! " mohon Nick dengan sungguh-sungguh.


" Baiklah... Aku merestui hubungan kalian berdua ! Tapi ingatlah Nick, kau harus menjaga dan melindunginya " titah Tuan Albert


" Benarkah ? Terima kasih Kakek " ucap Nick sambil memeluk Tuan Albert.


Rachel yang sedari tadi diam, bahkan sampai meneteskan air matanya karena begitu terharu.


Kini mereka bertiga telah berada di ruang makan keluarga. Beragam menu kesukaan Valeri telah disiapkan khusus oleh juru masak makanannya.


Saat mereka tengah makan, tiba-tiba ayah tiri dan ibu kandung Nick datang.


" Nick... Apa kabarmu, nak ? " tanya Katrin ramah.


" Baik " jawab Nick singkat.


Katrin lantas mengalihkan pandangan dari Nick ke arah Rachel.


" Lalu kau adalah... "


" Rachel ! Namanya Rachel dan dia akan segera menjadi istriku ! " jawab Nick seperlunya.


Katrin merasa begitu terkejut mendengar perkataan sang putra yang tiba-tiba mengatakan akan segera mempunyai istri. Tapi detik selanjutnya ia bersyukur karena sang putra kini memiliki keinginan mempunyai seorang istri.


" Hai, sayang... Kenalkan Aku Katrin, aku ini calon mertuamu. Jadi kau bisa memanggilku mommy " ucapnya ramah pada Rachel.


" Senang bertemu dengan anda, nyo... "


" Sstt... Jangan panggil saya Nyonya, panggil saya mommy. Kamu mengerti kan sayang ! " seru Katrin menatap wajah calon menantunya itu.


Rachel tersenyum,


" Senang bertemu dengan anda, mommy " ucap Rachel.


" Ternyata kau gadis yang sangat cantik. Pantas saja Nick sampai tegila-gila padamu " kagum Katrin.


Rachel merasa sangat bahagia, tapi tidak dengan seorang pria yang menatapnya tajam.


Siapa kau sebenarnya, Nona ? Aku yakin ini semua ada hubungannya dengan kakek tua itu ! Tunggu saja, aku akan mencari tahu !!