Me And My Amnesia CEO

Me And My Amnesia CEO
Nick latihan



Nick masuk ke dalam mansion milik Austin dengan wajah masam. Terlebih lagi, ia juga membawa banyak box es krim.


" Hai, sayang... " ucap Austin saat sang istri menyambutnya di depan pintu.


Austin mengecup pipi Kaylee, lalu memeluk raga sang istri lalu menghirup aromanya yang menjadi candu baginya.


" Aus... Ada Rachel dan Kakak Nick disini " tegur Kaylee tak enak hati karena kelakuan suaminya.


" Biar saja, honey... Mereka tidak merasakan rasanya jadi aku " tukas Austin.


" Something happened ? " tanya Kaylee sambil mengusap punggung Austin naik turun.


" No... Aku hanya... Tersiksa saja tanpa dirimu ! " keluh Austin.


Kaylee yang paham jika sang suami mengalami gangguan couve syndrome hanya bisa menghembus nafasnya.


" Baiklah... Kau berbaring saja di kamar. Aku akan membuatkan minuman hangat untuk mengurangi mualmu " ucap Kaylee lalu membawa sang suami ke kamar.


" Aus... Bagaimana dengan semua es krim ini ? " tanya Nick sebelum Austin dan Kaylee berlalu.


" Kau habiskan es krim itu ! " titah Austin tanpa berdosa.


What... ? Aku sudah mengantri lama untuk membelinya dan dia memintaku menghabiskannya ?


Batin Nick menggerutu.


Austin meninggalkan Nick tanpa perasaan. Ia menuju ke kamarnya ditemani oleh Kaylee. Tak berapa lama, Kaylee kembali menemui Nick dan Rachel.


" Maafkan Austin ya, Kak... Dia begitu karena bawaan bayi. Austin mengalami kehamilan simpatik, jadi maaf kalau banyak merepotkan Kakak Nick " mohon Kaylee.


Nick menghembus kasar nafasnya...


" It's oke, Kay... Aku hanya harus membiasakan diri saja ! " keluh Nick.


" Ini, tadi Austin memintaku membeli ini dengan semua varian rasa " ucap Nick memberikan beberapa box es krim kepada Kaylee.


" Kakak bawa saja ! Kalian bisa memakannya berdua atau kalian simpan saja untuk persediaan di rumah " tukas Kaylee.


" Honey... Honey... " teriak Austin dari dalam kamarnya.


" Maaf ya, Rachel... Kebersamaan kita jadi terganggu. Semoga persiapan pernikahan kalian lancar ! " ucap Kaylee memeluk Rachel.


" Terima kasih, Nona... Kalau begitu, kami permisi dulu " pamit Rachel lalu keduanya segera meninggalkan mansion.


Kaylee kembali ke kamar dengan membawakan secangkir minuman jahe untuk menghilangkan mual pada Austin.


" Honey... Why are you take it so long ? " rengek Austin saat melihat Kaylee datang.


" Oh my god, Aus... You're just like big baby " gerutu Kaylee menyodorkan minuman yang ia buat.


Austin terkekeh setelah meminum minuman yang dibuat oleh Kaylee.


" Yes, I'm your only big baby... " kekeh Austin lalu mengecup bibir sang istri.


" Big baby are going to have babies " tukas Kaylee yang membuat Austin semakin terkekeh lalu mendekap tubuh sang istri.


" I love you, mommy babies... " ucap Austin sambil mengecupi ceruk leher Kaylee.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu, Nick dan Rachel kini dalam perjalanan menuju butik untuk fitting pakaian pengantin.


" Kak... Apa kau baik-baik saja ? " tanya Rachel karena melihat wajah Nick yang sejak tadi ditekuk.


Nick melirik calon istrinya itu sambil menghembus nafasnya kasar.


" Aku hanya kesal saja dengan tingkah Austin. Dia sudah banyak membuang waktuku hari ini. Coba kau bayangkan, meeting harus dijeda hanya karena dia ingin menelpon Kaylee. Belum lagi dia meminta untuk membeli es krim dengan berbagai varian rasa dan aku harus mengantri selama 1 jam lamanya... " gerutu Nick.


" Lalu apa kau tahu yang terjadi setelah aku kembali ? " tanya Nick dan Rachel hanya menggelengkan kepalanya.


" Dengan santainya, ia mengatakan jika sudah tak menginginkannya lagi " geram Nick.


" Tenang Kak... Kau harus tahu jika Tuan Austin itu mengalami couve sindrome atau kehamilan simpatik. Jadi semua yang dirasakan oleh istrinya yang hamil, ia yang mengalaminya " jelas Rachel menenangkan Nick.


Rachel memukul lengan Nick lalu memalingkan wajahnya.


" Ck... Aku tahu karena Nona Kaylee yang menceritakannya tadi. Kau pikir karena apa ? " decak Rachel.


Nick terkikik melihat sikap Rachel.


" Sorry Baby... I know who you are ! " tukas Nick.


Nick meraih tangan Rachel lalu mengecupinya.


" Yah, anggap saja aku sedang latihan saat kau hamil nanti " ucap Nick, membuat Rachel menatapnya.


" Aku serius, baby... Aku akan menantikan saat-saat kau meminta ini dan itu saat kau hamil nanti " tambah Nick sambil tersenyum.


" Benarkah ? Yang ada, nanti kau banyak mengeluh seperti sekarang ini " tukas Rachel.


" Tentu saja tidak, jika yang meminta adalah istriku sendiri " kilah Nick.


" Rasanya tidak sabar menunggu itu terjadi " Nick mengecup kembali tangan Rachel lalu membiarkan tangannya menggenggam tangan calon istrinya itu hingga mereka tiba di butik.


Nick dan Rachel masuk ke dalam butik, kemudian mereka mencoba pakaian pengantin yang khusus dipesan oleh Nick.


Tenggorokan Nick tercekat saat melihat Rachel mengenakan pakaian pengantin yang sangat pas dikenakan oleh Rachel.


" Woow... You are so beautyfull " puji Nick membuat gadis cantik itu tersenyum malu.


" Melihatmu seperti ini, membuatku semakin jatuh dalam pesonamu, Val... " bisik Nick dengan tatapan penuh hasrat.


Rachel tersenyum tipis. Jujur, Ia tak pernah membayangkan jika jalan hidupnya akan berubah 180⁰.


" I love you, Valeri... Dulu, saat ini dan setelahnya ! Only you ! " tegas Nick lalu meraup bibir mungil Rachel.


Tak ada perlawanan dari Rachel. Keduanya justru saling menikmati pertemuan dua benda kenyal yang tidak bertulang itu.


Rachel pada akhirnya melepaskan pagutan mereka dengan nafas yang terengah-engah.


" Kak... " Rachel menggelengkan kepalanya sebagai tanda agar mereka menyudahi perbuatan mereka sebelum mereka benar-benar sah menjadi pasangan suami istri.


Setelah selesai dari butik, Nick mengajak Rachel untuk pergi ke danau. Danau tempat mereka bermain dulu.


Mereka duduk di tepi danau, sambil memperhatikan sekawanan angsa yang berenang bebas di danau.


Kepala Rachel bersandar di dada bidang Nick.


" Kak... Apa kau bahagia menemukanku ? " tanya Rachel.


" Tentu saja aku Bahagia. Sejak kau hilang, aku selalu mengharapkanmu kembali. Tidak ada satu orang wanita pun yang bisa menggantikanmu di hatiku. Kecuali satu orang ... " Nick menghentikan ucapannya seraya menatap gadis yang kini sudah mendongakkan kepala menatapnya.


" Siapa ? " tanya Rachel penasaran.


" Rachel... " jawab Nick sambil mencubit hidung Rachel.


" How could it be ? " tanya Rachel.


" I don't know why... Tapi berada di dekatmu membuatku merasa nyaman dan selalu ingin bersamamu " jawab Nick jujur.


" Mungkin karena kau adalah Valeri " tambah Nick kemudian.


Rachel menghela nafasnya.


" Sedalam itukah perasaanmu ? " tanya Rachel kemudian.


" Hei... Jangan bilang kau meragukanku. Aku cukup kehilangan dirimu sekali, tapi aku takkan pernah menyerah untuk mendapatkanmu." tegas Nick.


" Tentu saja, bahkan kau senang sekali mempermainkan perasaanku " sahut Rachel.


" Siapa yang berani mempermainkan perasaanmu ? Saat itu aku hanya tidak tahu bagaimana cara menyampaikan perasaanku. Dan dengan menjahilimu, aku pikir kau akan selalu dekat denganku. Maafkan aku, baby... " mohon Nick.


" Sudahlah, kita lupakan saja yang telah terjadi. Setelah ini, yang akan kita lewati dan arungi hanyalah kebahagian kita... " sahut Rachel dengan senyuman yang sangat manis.