
Kaylee terkejut saat mendapati Rachel tengah menangis di dapur.
" Rachel ada apa denganmu ? " tanya Kaylee khawatir melihat Rachel terduduk sambil menangkup wajahnya.
" Nona... Anda sudah kembali " ucap Rachel sambil menghapus air matanya.
" Hei... Are you oke ? " tanya Kaylee lagi, kini ia berjongkok di depan Rachel.
" Saya... Saya baik-baik saja, Nona " jawab Rachel kemudian.
" But you look... " Kaylee menghentikan ucapannya saat melihat Austin masuk ke dapur.
" Honey... What's wrong ? " tanya Austin yang heran melihat Kaylee dan Rachel.
Kaylee segera berdiri lalu berjalan menuju Austin.
" Rachel... Apa kau melihat Nick ? " tanya Austin.
" Dia... Em... Tuan Nick ada di kamar atas, Tuan " jawab Rachel sedikit kikuk.
Austin dan Kaylee saling memandang satu sama lain.
" Aku menemui Nick dulu, honey " ucap Austin lalu mengecup pipi Kaylee.
Kaylee mengangguk lalu menatap Rachel.
" Em, Nona... Bolehkah saya ijin pulang lebih dulu ? " ijin Rachel.
" Kau sakit Rach ? " tanya Kaylee.
Rachel mengangguk pelan.
" Saya merasa sedikit tidak enak badan, Nona... " bohong Rachel menundukkan kepalanya.
Kaylee mengamati Rachel yang menunduk sambil menautkan jemarinya.
" Baiklah, kau boleh pulang. Semoga kau lekas sembuh ya Rach " ucap Kaylee sambil memeluk Rachel.
" Iya, terima kasih Nona. Kalau begitu saya permisi " pamit Rachel lalu meninggalkan Kaylee.
" Rachel... " panggil Kaylee saat Rachel sudah berdiri di pintu masuk dapur.
" Jika kau memerlukan bantuanku, aku selalu ada untuk membantumu. Jadi jangan sungkan mengatakan masalahmu padaku " ingat Kaylee.
Rachel hanya mengangguk kemudian meninggalkan dapur. Sebenarnya Kaylee ingin bertanya lebih banyak. Namun mengingat keadaan Rachel, rasanya ia tak bisa memaksanya untuk banyak bicara.
Kaylee kemudian menunggu di depan untuk melayani pembeli. Tak berselang lama, Austin turun dan menemaninya.
" Kau sendirian ? Dimana Rachel ? " tanya Austin sambil memeluk Kaylee.
" Dia ijin pulang, katanya sedang tidak enak badan " jawab Kaylee lalu melepaskan pelukan Austin.
" Kau sudah menemui Nick ? " tanya Kaylee.
" Hem... Dia sedang tidur, mungkin lelah karena sejak semalam menyetir mobil " jawab Austin.
" Kau tidak lelah ? Apa kau tak ingin beristirahat ?"
" Hem... Lelahku hilang saat bersamamu " ucap Austin lalu kembali memeluk Kaylee dan mengecupi kepalanya.
" Aus... Nanti ada pembeli " ucap Kaylee tak enak hati.
" Biar saja, biar mereka tahu jika pemilik toko ini sudah ada yang punya ! " sahut Austin sambil menciumi pipi Kaylee.
" Ehem... Kalian sudah selesai " suara Nick membuat Kaylee segera melepaskan diri dari Austin.
" Kakak Nick... Kau sudah bangun ? " tanya Kaylee dengan senyum canggung.
" Ish, kau ini mengganggu saja ! " hentak Austin kesal karena kegiatannya bersama Rachel terganggu.
" Ciih... Memangnya siapa yang mau mengganggumu " sinis Nick.
Nick mencari sekeliling ruangan tapi ia tak menemukannya.
" Kau mencari siapa ? " tanya Austin heran.
" Apakah Stefi tidak kembali kemari ? " Nick balik bertanya menyembunyikan keingintahuannya tentang Rachel yang tidak ada di tempat.
" Biarkan saja dia bersama dengan Cris. Supaya mereka tidak menggangguku dan Kaylee " jawab Austin masih merasa kesal sendiri.
" Aus... " Kaylee menggelengkan kepalanya sambil melirik Austin.
Nick hanya mengangkat sebelah alisnya saat raut wajah Austin berubah.
" Ck... Dasar posesif ! " cibir Nick.
" Lalu dimana asistenmu itu Kay ? " tanya Nick kemudian.
" Rachel ? Baru saja dia meminta ijin untuk pulang. Dia bilang sedang kurang enak badan tapi sepertinya dia sedang ada masalah " jawab Kaylee apa adanya.
Hah... Sepertinya aku yang membuat masalah untuknya. Aku harus menemuinya dan meminta maaf !
" Aus... Mana kunci mobilmu ? " tanya Nick sambil mendekati Austin.
Austin menyerahkan kunci mobilnya,
" Kau mau kemana ? " tanya Austin.
" Aku mau berkeliling saja. Lagi pula aku hanya jadi obat nyamuk jika diam disini " sahut Nick asal yang membuat Austin seketika tergelak.
" Baguslah kalau kau mengerti itu. Sudah sana jalan, tidak perlu cepat kembali ! " usir Austin.
" Kay... Aku pergi dulu ! Kau suruhlah calon suami posesifmu itu istirahat. Sejak kemarin dia kurang istirahat ! " seru Nick sambil melirik Austin.
" Iya, Kak... Jangan khawatir, aku akan menyuruhnya beristirahat. Kakak Nick hati-hati ! " ucap Kaylee tulus.
Tak lama Nick pun keluar dari toko. Ia berencana mencari Rachel untuk meminta maaf karena telah membuat gadis itu sedih.
Nick mengendarai mobil, ia tak tahu harus menyusul Rachel kemana. Seharusnya tadi ia bertanya lebih dulu kepada Kaylee dimana Rachel tinggal.
Ah, dasar sial !!
Kini ia hanya berputar-putar mengelilingi kota sambil terus berharap jika ia akan menemukan Rachel. Hingga pada akhirnya, ia menemukan Rachel duduk di bawah pohon di taman kota.
Nick hanya mengamati gadis itu dari dalam mobil. Ia belum berani untuk mendekati gadis berkaca mata itu. Sesekali ia lihat Rachel membuka kaca matanya lalu menyeka air mata.
" Sepertinya aku sudah keterlaluan padanya... " gumam Nick.
Ia berniat untuk keluar dari mobil namun niatnya ia urungkan saat melihat Rachel kini bangkit dan berjalan menjauh dari taman. Nick mengikuti arah langkah Rachel sambil menjaga jarak.
Rachel berjalan menuju ke arah pemakaman sebelumnya ia membeli satu buket bunga mawar putih terlebih dahulu di toko bunga yang dilaluinya. Nick terus mengikuti Rachel, kini ia telah berjalan di belakang gadis itu. Nick bersembunyi di balik pohon saat Rachel menundukkan dirinya di sebuah makam, ia menyimpan bunga yang dibelinya disana.
" Ayah... Apa kabar ? Maaf aku baru bisa kemari lagi. Kau tahu, sekarang aku sudah bekerja dan Nonaku sangat baik dan juga sangat cantik. Dia akan segera menikah dan aku yang akan menjadi pengiringnya nanti " ucap Rachel.
" Aku berharap aku bisa menemukan pria yang baik, yang bisa mencintaiku apa adanya. Bukan pria yang suka mempermainkan gadis polos sepertiku. Ayah... Doakan aku agar aku bisa menemukan pria baik itu... " tambah Rachel lalu menyeka air matanya yang kembali membasahi pipinya.
Rachel bangkit, lalu mengusap dan mencium nisan sang ayah dengan penuh cinta.
" Aku pulang yah ! " pamit Rachel lalu berjalan meninggalkan makam.
Nick berjalan mengikuti Rachel kembali setelah sejak tadi hanya memperhatikan gadis itu, kali ini ia akan menemui Rachel dan meminta maaf.
Rachel masih berjalan perlahan keluar dari komplek pemakaman. Hingga ia tersentak kaget saat sebuah tangan besar meraih tangannya.
" Lepaskan tanganku ! " ucap Rachel mencoba melepaskan tangan itu lalu melihat siapa yang sudah berani memegang tangannya.
" Kau... " ucap Rachel ternganga saat melihat Nick berada di hadapannya.
" Sedang apa anda disini ? " tanya Rachel ketus.
" Mengikutimu " jawab Nick enteng.
" Anda mau apa lagi ? Belum puas anda mengerjai saya ? " sinis Rachel.
Nick terkekeh, terlihat menyebalkan di mata Rachel namun sialnya juga terlihat tampan.
" Ck... Anda pikir ini lucu ! Anda... "
Belum sempat Rachel melengkapi kalimatnya, Nick sudah menariknya ke dalam pelukannya.
" Maafkan aku... Rachel. Maaf sudah membuatmu menangis " ucap Nick tulus.
Deg...