Me And My Amnesia CEO

Me And My Amnesia CEO
Masa lalu Rachel



Untuk sementara waktu, Rachel merasa nyaman berada dalam pelukan Nick. Jantungnya berdebar lebih kencang. Bahkan sepertinya, Nick pun bisa merasakan debaran jantungnya yang berdetak tak beraturan.


Tak lama kemudian Rachel melepaskan diri dari pelukan Nick.


" Em... Anda... Saya... "


" Jangan bersedih lagi, rasanya sakit melihatmu menangis " ucap Nick sambil menatap Rachel.


Hah... Ada apa dengannya ? Tadi dia mengerjaiku, sekarang langsung merasa bersalah ?


Pikiran Rachel berkelana.


" Hei, Rachel ! Aku sedang bicara denganmu. Apa kau tidak bisa melihat lawan bicaramu " ucap Nick terdengar ketus.


Rachel mendengus lalu menatap Nick.


" Anda itu sebenarnya kenapa ? Sebentar baik, sebentar ketus. Sebentar perhatian, tak lama kemudian marah... Sepertinya anda punya kepribadian ganda " gerutu Rachel sambil membalik badannya membelakangi Nick.


Nick gelagapan sendiri mendengar ucapan Rachel. Niat hati memperbaiki keadaan, justru malah membuatnya semakin runyam.


Nick memeluk Rachel dari belakang hingga membuat Rachel terperanjat.


" Maaf... ! Jangan menolak ! Aku hanya ingin dekat denganmu tapi aku tak tahu bagaimana caranya " bisik Nick.


" Hah ? "


Nick memutar tubuh Rachel hingga menghadap ke arahnya.


" Rach... Aku tak tahu perasaan apa ini ? Tapi aku menyukaimu karena itu aku mengerjaimu. Dhhhhengan begitu kau akan selalu dekat denganku " ungkap Nick sedikit kaku.


Rachel menatap wajah Nick yang terlihat serius. Tak lama kemudian, Rachel tertawa.


" Astaga Tuan... Anda menyukai saya ? Ini sungguh konyol. Bagaimana mungkin anda menyukai wanita seperti saya ? Saya ini... "


Cup... Sebuah kecupan mendarat di bibir Rachel membuatnya seketika menghentikan ucapannya. Matanya membulat dan wajahnya merona seketika.


" Aku menyukaimu apa adanya. Bagiku kau itu cantik, terlebih lagi matamu sangat indah. Mengingatkanku pada... " Nick menghentikan ucapannya lalu membuka kaca mata Rachel.


Semakin dilihat, semakin mengingatkan Nick pada seseorang. Seorang gadis yang sejak lama berada di dalam hatinya namun kini entah berada dimana.


Rachel mengambil kaca matanya yang ada di tangan Nick. Lantas ia mengenakannya kembali.


" Anda menyukai saya ? Sepertinya saya hanya mengingatkan anda pada seseorang. Jadi lupakan saya. Saya tidak pantas bersama dengan pria seperti anda " seru Rachel dengan senyuman getir.


Ya Tuhan... Bagaimana mungkin seorang upik abu mengharapkan pangeran ? Itu hanya ada di cerita Cinderella bukan ?


" Pergilah Tuan ! Saya sudah memaafkan anda. Lupakan saja apa yang telah terjadi. Anggap saja anda sedang tidak beruntung karena berurusan dengan wanita seperti saya " tutur Rachel lalu melangkahkan kakinya menjauhi Nick yang hanya bisa diam di tempatnya berdiri.


Nick sendiri bingung mengartikan perasaannya pada Rachel. Di satu sisi ia menyukai kesederhanaan dan kepolosannya. Namun di sisi lain, ia melihat bayangan seorang gadis yang telah lama tiada.


Nick tersadar saat Rachel telah berjalan jauh meninggalkannya. Ia berlari untuk mengejar gadis itu hingga ia bisa menyusul Rachel.


" Biar aku mengantarmu pulang ! Tadi Kaylee bilang kau sedang tidak enak badan " Nick mencekal tangan Rachel.


" Ti... Tidak perlu Tuan ! Lagi pula rumah saya sudah dekat. Anda tidak perlu mengantar saya " tolak Rachel.


" Kau menolakku ? Aku sudah sejauh ini mencarimu dan meminta maaf padamu dan kau kini mengusirku ? Dimana rasa terima kasihmu ?" sahut Nick kesal.


Rachel mengerjap-ngerjapkan bulu matanya membuatnya terlihat menggemaskan di mata Nick.


Memangnya siapa suruh dia mengikutiku ? Kenapa sekarang dia yang marah ? Sebenarnya ini siapa yang salah sih ?


Batin Rachel merasa bingung.


" Hei, Rachel... Ayo tunjukkan padaku dimana kau tinggal " perintah Nick sambil membawa Rachel menuju mobilnya.


Rachel keluar dari dalam mobil, ia berjalan mendahului Nick. Dan saat ia tiba di depan pintu, kedua adiknya muncul dari balik pintu lalu segera menghambur memeluk Rachel.


" Kakak, kau sudah pulang ? Apa kau membawa roti lagi ? " tanya seorang anak laki-laki berusia 10 tahun.


" Maaf... Hari ini kakak pulang cepat, jadi kakak tidak membawa roti. Besok kakak akan membawakan kalian roti. Nona Kaylee pasti memberikannya untuk kalian asalkan kalian tidak nakal " seru Rachel lembut sambil mengusap pucuk kepala sang adik.


" Kakak... Dia siapa ? " tanya seorang anak perempuan yang juga berusia sama dengan anak laki-laki tersebut.


" Oh... Tuan ini, temannya Nona Kaylee. Namanya Tuan Nick ! Ayo kalian beri hormat kepadanya " seru Rachel lagi.


Keduanya mengangguk lalu menghampiri Nick.


" Halo, Tuan ! Perkenalkan aku Nathan dan ini Nadin, adik kembarku. Kami berdua adik dari Kak Rachel " ucap Nathan memeperkenalkan dirinya dan adiknya.


Nick tersenyum, lalu berjongkok mensejajarkan dirinya dengan kedua anak kembar tersebut.


" Halo... ! Namaku Nick. Kalian boleh memanggilku Kakak Nick " ucap Nick ramah.


" Tapi... Anda sudah tua, tidak pantas dipanggil Kakak. Lebih baik dipanggil Om saja ! Bolehkah Tuan ? " tanya Nadin dengan polosnya.


Nick sedikit kaget mendengar ucapan Nadin namun kemudian ia tersenyum sambil mengacak gemas kepala gadis kecil tersebut.


" Baiklah... Kalian boleh memanggilku Om Nick ! " jawab Nick dengan senyum tulus.


" Rachel... Kau sudah pulang, Nak ? " seorang ibu keluar dari dalam rumah.


" Ibu... Ini ada teman kakak Rachel " ucap Nathan sambil berlari menuju sang ibu.


" Selamat siang, Bu ! Saya Nick, temannya Rachel" ucap Nick mengulurkan tangannya.


" Saya Rosi, nak... Ibunya Rachel ! Silakan masuk, maaf jika merasa kurang nyaman " sahut sang ibu membalas uluran tangan Nick.


Mereka kemudian masuk ke dalam rumah sederhana tersebut. Rachel masuk bersama sang ibu untuk membuatkan minuman untuk Nick. Sementara kedua adik kembar Rachel menemani Nick di ruang tamu.


Mata Nick menyapu sekeliling rumah, hingga kemudian ia berdiri dan melihat lebih dekat ke arah sebuah foto yang memajang seorang gadis berusia 10 tahun. Nick menatap lekat foto gadis kecil itu lalu menyentuhnya.


" Valeri... " gumam Nick.


" Tuan... " panggil Bu Rosi saat melihat Nick sedang menatapi foto kecil Rachel.


Nick menoleh ke arah Bu Rosi.


" Itu foto Rachel saat kami menemukannya " ucap Bu Rosi.


" Menemukannya ? Maksud anda ? " tanya Nick penasaran.


" Dulu, kami menemukan Rachel di kaki bukit dekat pelabuhan. Sepertinya dia mengalami kecelakaan dan kehilangan ingatannya. Karena itu saya dan suami saya merawatnya... Saat itu kami belum memiliki anak dan kami begitu senang bisa merawat Rachel. Suami saya begitu menyayanginya dan kami memberinya nama Rachel karena dia tidak mengingat apapun " jawab Bu Rosi.


" Kalian tidak melaporkannya kepada polisi ? " selidik Nick.


Bu Rosi menggeleng lemah.


" Kami pernah melaporkannya kepada polisi, tetapi mereka justru akan membawanya ke panti asuhan sebelum menemukan keluarganya. Kami tidak ingin berpisah dengannya. Karena itulah, kami memutuskan untuk merawatnya " jelas Bu Rosi.


" Ibu... Jangan mengingatnya lagi ! Aku bahagia bisa bersama dengan ayah dan ibu " ucap Rachel saat mendapati sang ibu dan Nick tengah memandangi foto masa kecilnya.


" Tapi kau berhak mengetahui siapa keluargamu, nak ! " sahut Bu Rosi.


" Tidak... Jika itu hanya akan membuatku kehilangan kalian, lebih baik tidak mengetahui darimana asal keberadaanku ! Aku hanya tidak ingin kehilangan lagi orang yang kusayang karena jati diriku ! Cukup ayah saja yang berkorban " tukas Rachel.


Wah... Wah... Ada apa dengan masa lalu Rachel ? Terus ada hubungan apa antara Rachel, Valeri, dan Nick ?🤔🤔 Ikuti terus cerita mereka ya!! 😉