Me And My Amnesia CEO

Me And My Amnesia CEO
Curahan hati Cris



Austin dan Kaylee baru saja masuk ke dalam mobil saat Cris dan Stefhani tiba. Stefhani memanggil Austin tetapi suaranya tak terdengar oleh Austin.


" Ayo, ikuti mobil itu ! " seru Stefhani sambil duduk di samping Cris.


Cris mengangkat sebelah alisnya lalu tersenyum miring. Lucu sekali wanita ini, ia berbaik hati mengantarnya namun kini memerintah sesukanya.


" Hei, aku menyuruhmu mengikuti mobil itu ! Mengapa kau diam saja " ketus Stefhani kesal karena Cris tak jua menjalankan kendaraannya.


" Kau pikir siapa dirimu ? Sudah untung aku bersedia mengantarmu ke hotel dan mengantarmu kembali lagi kemari. Kau pikir aku ini supirmu " sahut Cris tak kalah ketus.


" Ck... Aku kan ingin tahu kemana Kak Austin pergi bersama Kaylee " ucap Stefhani berdecak.


" Lagi pula Austin dan Kaylee pergi kemana bukan urusanmu ! Mereka akan segera menikah, lalu apa urusannya denganmu " celetuk Cris.


" Sekarang kau keluar dari mobilku. Jika kau ingin mengikuti mereka, carilah taksi. Aku punya pekerjaan lain. Turunlah !! " usir Cris.


Bukannya turun, Stefhani malah melipat tangan di depan dadanya sambil menyeringai.


" Aku tahu, kau menyukainya. Aku bisa melihat tatapanmu yang berbeda pada Kaylee " oceh Stefhani.


Cris menatap Stefhani dengan tajam.


" Jika benar seperti itu, lalu apa pedulimu ? " tanya Cris kemudian.


" Mungkin kita bisa bekerja sama untuk memisahkan mereka berdua. Bagaimana ? " tanya Stefhani dengan senyuman jahat.


" Begitukah ? Rupanya kau menginginkan Austin, sayangnya dia tak tertarik padamu. Begitu kan ? " jawab Cris dengan senyum mengejek membuat Stefhani merasa geram.


" Heh, aku memberikan penawaran baik padamu. Kau akan menyesal jika melewatkannya " tambah Stefhani.


Cris menatapi Stefhani, dari sikap dan gaya bicaranya saja Cris bisa menarik kesimpulan jika gadis di sampingnya ini adalah gadis yang keras kepala, manja dan sombong.


" Sayangnya, aku tidak tertarik dengan penawaranmu. Jadi pergilah ! " ucap Cris lalu menggerakkan jemarinya meminta Stefhani untuk turun.


Tak patah arang, Stefhani kembali melancarkan tipu dayanya.


" Bagaimana jika aku memberitahumu satu rahasia mengapa Kakak Austin begitu ingin menikahi Kaylee " tawar Stefhani.


" Aku malas mendengar bualanmu... " sahut Cris.


" Aku tidak membual, aku akan menceritakan semuanya asalkan kau menemaniku mengikuti kemana Kak Austin dan Kaylee pergi " ucap Stefhani.


Cris awalnya malas meladeni Stefhani, namun ia juga penasaran dengan apa yang akan Stefhani ceritakan. Oleh karena itu, Cris pun menuruti kemauan Stefhani.


Cris menjalankan mobilnya mencari keberadaan mobil Austin. Beruntung mereka bisa menemukan mobil Austin di tepi pantai. Mereka segera turun dan mencari keberadaan Austin dan Kaylee hingga akhirnya mereka menemukannya di sebuah kedai penjual kelapa muda.


Cris dan Stefhani mengawasi Austin dan Kaylee dari tempat yang tak begitu jauh namun aman dari jangkauan Austin.


" Ceritakan padaku ada madalah apa antara Kaylee dan Austin ? " tanya Cris.


" Ish, kau ini tidak sabaran sekali " gerutu Stefhani sambil melirik ke arah Cris namun kemudian mengamati Austin dan juga Kaylee yang nampak sudah berbaikan kembali.


" Apa kau tahu jika Kakak Austin sudah melakukan one night stand bersama Kaylee dan dia merasa bertanggung jawab pada Kaylee " ungkap Stefhani.


" Apa ? " Cris terperanjat mendengar perkataan Stefhani. Jadi inilah alasan Kaylee tidak bisa bersama dengannya.


" Ya... Dan Kaylee baru saja mengetahui kebenaran itu. Aku pikir mereka akan berakhir tetapi sepertinya aku salah. Kita harus mencari cara untuk memisahkan mereka berdua " ucap Stefhani lagi.


Cris mengabaikan ucapan Stefhani, ia hanya menatapi Kaylee dari kejauhan. Ia harus bertanya yang sebenarnya pada Kaylee. Tanpa Stefhani sadari, Cris berjalan mendekati Kaylee dan Austin.


" Hei... Cris, apa yang kau lakukan ? " teriak Stefhani saat menyadari Cris kini berjalan menuju Kaylee. Stefhaninpun mengejar Cris, tapi terlambat karena Cris sudah mendekat ke arah mereka berdua.


" Cris... Sedang apa kau disini ? " tanya Kaylee yang begitu terkejut melihat Cris berada di hadapan mereka.


" Mengapa kalian berdua bisa sampai disini ? " tanya Austin heran.


" Aku meminta Cris mengantarku berjalan-jalan tadi " jawab Stefhani gugup karena Austin menatapnya tajam.


" Austin... Bisakah aku berbicara dengan Kaylee sebentar saja " pinta Cris.


" Baiklah, tapi tidak lebih dari 5 menit " sahut Austin.


" 15 menit, Aus ! Aku rasa kau juga ingin menyampaikan sesuatu pada Stefhani " tukas Cris.


Austin melirik Kaylee yang terlihat mengangguk.


" Baiklah... Hanya 15 menit, tidak lebih " ucap Austin mengijinkan Cris berbicara dengan Kaylee.


Cris membawa Kaylee menjauh, berjalan berdua bersama Kaylee menyusuri pasir pantai. Sudah lama ia memimpikannya, namun nyatanya batu terlaksana hari ini.


" Kay... Apa kau yakin menikah dengan Austin ? " tanya Cris membuat Kaylee menoleh.


" Tentu saja, aku yakin " jawab Kaylee.


" Karena kau mencintainya atau karena kau terpaksa ? " tanya Cris lagi.


" Mengapa kau bertanya hal itu Cris ? Tentu saja karena aku mencintainya " jawab Kaylee yakin sambil terus berjalan di depan Cris.


" Karena dia yang merusak masa depanmu ? Dan kau menginginkannya bertanggung jawab atas apa yang menimpamu ? " ucap Cris tanpa basa-basi.


Deg...


Kaylee menghentikan langkahnya kemudian berbalik hingga menghadap Cris.


" Kenapa Kay ? Kau heran bagaimana aku mengetahuinya ? Kay mengapa kau tak jujur padaku ? Kau menolakku karena hal ini kan ? Masih belum terlambat untuk memperbaiki semuanya Kay. Aku bersedia menerimamu apa adanya. Rasa cintaku tak pernah berubah sedikitpun Kay " Cris menggenggam tangan Kaylee.


" Bagaimana kau mengetahui hal itu ? " tanya Kaylee begitu terkejut.


" Tak penting aku mengetahuinya dari mana. Aku hanya ingin kau memikirkan ulang rencana pernikahanmu. Tidak perlu memaksakan dirimu, Kay ! " seru Cris.


Kaylee melepas genggaman tangan Cris. Ia tersenyum sambil menatap Cris yang memandangnya penuh kekhawatiran.


" Cris.. Terima kasih atas perhatianmu. Tapi aku memilihnya karena aku memang mencintainya, bukan karena terpaksa. Sama halnya seperti dirinya yang juga mencintaiku kendati berawal dari suatu kesalahan " tutur Kaylee.


Cris mengacak rambutnya frustasi.


" Tak pernahkah terbersit dalam hatimu untuk mencintaiku Kay. Jika kau tak mengenalnya dan jika hal itu tidak pernah terjadi, akankah kau menerimaku ? " tanya Cris lagi.


" Semua sudah ada yang mengatur Cris. Ada atau tidaknya keberadaan Austin, bukan berarti aku akan menerimamu. Cris percayalah, jodoh itu tak akan pernah tertukar " jawab Kaylee.


Cris tersenyum miris, ia tak menyangka jika ia tetap tak bisa mendapatkan Kaylee.


" Jadi kau menolakku lagi, Kay ? " tanya Cris pasrah.


" Aku tak pernah menolakmu untuk menjadi temanku " jawab Kaylee dengan senyum lembutnya.


" Bolehkah aku memelukmu, Kay ? " tanya Cris kemudian dengan tatapan memohon.


" Sure... " jawab Kaylee lalu berinisiatif memeluk Cris.


Cris segera membalas pelukan Kaylee dengan erat. Merasakan aroma manis Kaylee yang akan segera menjadi milik Austin sepenuhnya. Dan Cris harus rela melepasnya.


" Ehem... Ini sudah 16 menit berlalu dan sepertinya kalian sudah selesai bicara !"


Kaylee segera melepaskan pelukannya saat mendengar suara bariton yang sudah sangat dikenalnya.