Me And My Amnesia CEO

Me And My Amnesia CEO
Jeremy Thomson



Seusai makan bersama dadakan bersama ibu dan ayah tirinya di rumah Kakek Albert, Nick memutuskan untuk menempatkan Rachel dan keluarga angkatnya di apartemen yang berada di sebelah apartemennya.


Nick ingin memastikan keselamatan Rachel, apalagi setelah ayah tirinya bertemu dengan Rachel di kediaman Kakek Albert. Laki-laki itu pasti akan mencari tahu identitas Rachel.


Seperti dugaan Nick, Tuan Jeremy pun mengerahkan anak buahnya untuk mencari informasi mengenai Rachel. Untunglah Nick sudah bergerak lebih dulu, dengan menutup informasi yang berkaitan dengan Rachel.


Bahkan Nick juga memberikan pengawalan ketat kepada Rachel beserta ibu dan adik angkatnya, serta Kakek Albert.


Nick tidak ingin kehilangan Valeri untuk yang kedua kali. Apalagi saat ini mereka tengah mempersiapkan pernikahan mereka.


Selain memberi pengawalan ketat terhadap Rachel, Nick pun mengawasi ayah tirinya itu. Ia mencari bukti kuat yang dapat menjerat Jeremy ke balik jeruji besi.


Sebenarnya Nick sudah mengantongi bukti kejahatan Jeremy. Nick tahu siapa sebenarnya Jeremy karena ia mendengar sendiri pengakuan Jeremy saat bersama dengan rekannya.


Saat itu, Nick masih kuliah. Ia bersama Austin dan Edward pergi ke Club. Di dalam Club ia melihat Jeremy bersama rekannya sedang mabuk dan ia meracau bahwa ia hanya memanfaatkan ibunya untuk mendapatkan harta dan kekuasaan. Nick sengaja merekam ucapan Jeremy itu, untuk diberikan kepada sang ibu.


Sayangnya, upaya Nick memberi tahu kebenaran urung dikarenakan sang ibu yang ternyata begitu mencintai Jeremy. Tak ingin dekat dengan pria jahat itu dan tak ingin membuat sang ibu terluka, Nick sengaja menjauh dengan hidup terpisah dari sang ibu. Walaupun itu berarti ia membiarkan lelaki itu memanfaatkan ibunya.


Jeremy Thomson, seorang pria dengan sejuta pesona. Ia merupakan kekasih Katrin saat masih duduk di bangku kuliah. Namun karena perbedaan status sosial membuat orang tua Katrin menentang hubungan mereka dan menikahkan Katrin dengan Paul, ayah kandung Nick.


Lama tak bertemu, akhirnya Katrin dan Jeremy bertemu kembali setelah Paul meninggal dunia. Jeremy yang saat itu menjadi manajer di kantor Paul memberanikan diri untuk melamar Katrin. Gayung bersambut, Katrin menerima Jeremy menjadi suaminya dan ayah sambung Nick yang saat itu berusia 7 tahun.


Namun siapa sangka, ternyata Jeremy tak sebaik yang terlihat. Ia manusia yang haus harta dan kekuasaan. Setelah mengambil kendali perusahaan milik Paul, Jeremy pun merencanakan pembunuhan orang tua Valeri. Karena dengan kematian keluarga Tuan Albert, perusahaan yang dipimpinnya akan jatuh ke tangan Katrin dan itu berarti dia jugalah yang akan mengendalikan perusahaan itu.


Jeremy hanya tinggal menyingkirkan Katrin dan juga Tuan Albert untuk menguasai semuanya. Tetapi ia masih harus berhati-hati dengan Nick yang telah waspada jika ia bukanlah orang baik seperti yang terlihat. Selain itu, Nick juga mempunyai rekaman saat ia mengakui hanya memanfaatkan Katrin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Waktu menunjukkan pukul 7 pagi. Hari ini merupakan hari untuk melakukan fitting pakaian pengantin. Setelah persiapan pernikahan yang dilakukan hampir satu bulan lamanya, kini mereka siap melakukan fitting pakaian pengantin.


Satu minggu menjelang pernikahan antara Nick dan Rachel, keduanya begitu bersemangat dan bahagia mempersiapkan acara mereka.


" Baby... Aku ada meeting pagi ini, paling nanti siang baru ku jemput. Kau tidak keberatan kan ? " tanya Nick saat mendatangi calon istrinya di apartemen sebelah.


" Tidak apa, aku akan menunggumu " jawab Rachel tersenyum.


" Baiklah kalau begitu " sahut Nick lalu mencium kening Rachel.


" Kakak Nick... " pangil Rachel kemudian


" Whats up, baby ? " tanya Nick penasaran.


" Bolehkah aku menemui Nona Kaylee ? Aku ingin bertemu dengannya. Sudah hampir satu bulan kami tidak bertemu, aku merindukannya.


" Baby... Bukankah sudah kukatakan, aku tidak ingin mengambil resiko. Aku sudah pernah kehilanganmu dan aku tak ingin hal itu terulang kembali " kilah Nick menatapi wajah cantik Valeri.


" Please... ! Apa kau tahu, jika Nona Kaylee sedang mengandung ? Dan ia ingin sekali aku temani. Sepertinya dia sedang ngidam " cerita Valeri pada Nick.


" What ? Kaylee hamil ? " gumam Nick bertanya-tanya.


" Kau tidak tahu ? heran Valeri.


Nick menggeleng perlahan. Selama ini, ia memang sibuk mempersiapkan pernikahan.


" Tuan Austin tidak memberi tahumu ? " tanya Valeri pada Nick.


" Sepertinya aku terlalu fokus pada pernikahan kita, baby... " jawab Nick mengambang.


" Ya sudah, mungkin Tuan Austin lupa mengatakannya padamu " tenang Valeri.


" Baiklah, tapi kau tak boleh pergi kemana pun. Hanya menemani Kaylee di rumah saja ! Dan aku sendiri yang akan mengantar dan menjemputmu. Kau mengerti ? " titah Nick yang segera diiyakan oleh Valeri.


" Thanks, hubby ! " ucap Valeri spontan lalu memeluk tubuh Nick.


Nick menahan tangan Valeri yang akan melepaskan pelukannya.


" Say one more time, baby ! " seru Nick membuat Valeri mengernyit heran.


" Say what ? " tanya Valeri bingung.


" You said thanks and... "


Valeri menggigit bibir bawahnya, ia khawatir Nick tidak menyukai ucapannya itu.


" Hu... Hubby " lirih Valeri nyaris tak terdengar.


" Louder, baby ! "


" Hubby... " ucap Valeri kemudian yang langsung dihujani ciuman Nick di seluruh wajahnya.


" Oh my God, hubby... Stop it ! " seru Valeri merasakan geli.


Nick lantas memeluk gadis cantik yang tak lama lagi akan segera menjadi istrinya.


" I love you, baby ! " bisik Nick dengan lembut terdengar di telinga Valeri.


Entah bagaimana rupa Valeri saat ini, namun ia merasakan panas di wajahnya. Pastinya wajahnya merona merah kini.


" Baiklah, ayo kita berangkat ! Aku juga akan pergi bersama Austin " ajak Nick.


Valeri bersiap lebih dulu dan selanjutnya ia pun pergi bersama Nick setelah berpamitan pada ibu dan kedua adiknya.


Mereka kini telah berada di mansion milik Austin. Kedatangan keduanya disambut sendiri oleh Kaylee yang telah mendapatkan kabar dari Rachel bahwa ia akan datang bersama dengan Nick.


" Halo, Rachel... Kakak Nick " sapa Kaylee lalu saling berpelukan dengan Rachel.


" Nona....Selamat atas kehamilan anda " ucap Nick kemudian.


" Terima kasih ... Jadi kau sudah tahu, Kak ? Pasti Rachel yang memberitahumu. Iya kan ?! " tebak Kaylee.


Nick tersenyum simpul, lalu mengangguk.


Tak lama Austin datang menghampiri mereka. Austin meraih pinggang Kaylee, lalu mengelus perut ibu hamil itu.


" Kau sudah minum susu ibu hamil ? " tanya Austin begitu perhatian.


Kaylee mengangguk sambil tersenyum. Austin kemudian berjongkok lalu mencium dan mengelus lembut perut Kaylee yang masih terlihat rata.


" Daddy pergi dulu, sayang ! Jaga mommy baik-baik ! " ucap Austin seolah mengajak sang anak berbicara.


" Oke, take care honey ! " ucap Kaylee sambil mencium pipi Austin.


" Nick, ayo kita pergi ! " sahut Austin sambil berjalan mendahului Nick menuju mobilnya.


" Kay... Aku titip calon istriku ! " seru Nick kemudian.


Kaylee hanya mengangguk sambil terseyum. Kaylee dan Valeri pun melambaikan tangannya melepas kepergian pria yang mereka cintai.