Me And My Amnesia CEO

Me And My Amnesia CEO
Kebusukan Jeremy terbongkar



" Siapa yang menyuruh kalian menculik kami hah? " tantang Mom Katrin.


" Apa kalian tidak tahu siapa kami ? " tanya Mom Katrin lagi.


Keempat orang bersenjata itu tertawa keras.


" Tentu saja, kami tahu siapa kalian berdua. Yang satu adalah ibu dari pewaris perusahaan minyak dan yang satunya adalah cucu dari pemilik pertambangan batu bara " jawab salah seorang diantara mereka.


" Lepaskan kami ! Atau kalian akan berhadapan dengan keluarga kami. Apa untungnya untuk kalian menculik kami " gertak Mommy Katrin.


" Tentu saja kami akan mendapatkan uang yang banyak. Dan satu hal lagi, keluarga anda yang mana yang akan kami hadapi ? Justru keluarga anda yang memerintahkan kami untuk menculik dan menghabisi kalian... " sahut pemimpin gerombolan itu dengan senyum remeh.


" Keluarga ? Siapa yang kalian maksud keluarga kami ? " tanya Mom Katrin merasa aneh.


" Kau ini benar-benar bodoh, Nyonya... Siapakah diantara keluarga anda yang paling banyak mendapatkan keuntungan jika kalian berdua tiada ? " pria berwajah sangar dengan codetan di pipinya itu bertanya sambil berjongkok menatap wajah Mom Katrin.


Nick... ? Tidak, tidak mungkin Nick melakukan ini. Tapi siapa ? Apa jangan-jangan...


" Heh... Sepertinya kau sudah mendapatkan jawabannya, Nyonya ! " ucap pria tersebut kemudian berdiri dan meninggalkan Mom Katrin yang wajahnya berubah pias.


" Lepaskan kami ! Aku akan memberikan bayaran lebih besar jika kalian membebaskan kami. Dan aku akan jamin keselamatan kalian semua asal kalian melepaskan kami " ucap Rachel mencoba untuk bernegosiasi.


Pria itu lantas terkekeh.


" Kami bekerja profesional, Nona. Seperti saat kami melenyapkan kedua orang tuamu dulu ! " ucapnya yang lantas membuat Rachel membolakan matanya.


" Ja... Jadi kalian yang menyebabkan ayah dan ibuku kecelakaan... " ucap Rachel dengan nafas tercekat.


" Sure... Dan seharusnya kau pun ikut tewas saat itu..Sungguh nasib yang mujur, tapi tidak kali ini. Karena kau akan segera menyusul orang tuamu bersama calon mertuamu ini ! " ejeknya lagi.


" Dasar kalian orang-orang jahat ! Siapa yang memerintahkan kalian, hah ? " teriak Rachel berusaha melepaskan ikatan di tangannya.


" Sebelum kalian pergi ke surga, kalian akan bertemu dengannya. Aku sarankan kalian mempersiapkan diri ! " sahutnya kemudian mereka berempat meninggalkan Rachel dan Mom Katrin.


" Mom... Dad... " lirih Rachel mengeluarkan air matanya.


Nick mendengar semua pembicaraan dari alat penyadap yang dipasangnya pada liontin milik Rachel. Tangan Nick mengepal mendengar tunangannya yang menangis pilu.


Jus wait for a moment baby... Aku berjanji akan segera menyelesaikan masalah ini !


" Tuan, sepertinya itu mobil Tuan Jeremy ! " ucap anak buah Nick menunjuk ke arah gudang.


Nick menggunakan teropong untuk melihat dan ternyata benar. Itu adalah Jeremy, ia baru saja turun dari mobil dan masuk ke dalam gudang.


" Nikmati saja waktumu yang tersisa " gumam Nick menurunkan teropongnya.


Nick segera memerintahkan anak buahnya untuk mengepung gudang tersebut. Ia juga menghubungi Kakek Albert untuk menghubungi polisi. Nick sendiri ikut bergabung bersama anak buahnya mendekat ke arah gudang.


Jeremy berjalan memasuki gudang. Ia bisa melihat sang istri dan juga Rachel. Keduanya duduk terikat di atas kursi dengan tangan dan kaki yang juga terikat.


" Jeremy... Lepaskan kami ! " ucap Mom Katrin saat melihat kehadiran sang suami disana.


" Mereka... Mereka menculik dan ingin menghabisi kami " tambah Mom Katrin saat Jeremy mendekatinya.


" Aku tahu, honey " ucap Jeremy sambil mengelus wajah sang istri.


" Aku akan melepaskan kalian berdua, sebentar lagi kalian tidak akan merasakan sakit lagi " sahut Jeremy lalu mendekat ke arah keempat orang penculik itu.


" Lakukan sesuai rencana... Ledakkan gudang ini ! " titah Jeremy.


Mata Mom Katrin membola saat mendengar suami yang sangat ia cintai justru bermaksud mencelakainya.


" KAU ! Jadi kaulah dalang dibalik semua ini ? Kenapa kau melakukan ini Jeremy ? Kenapa ? Aku sangat mencintaimu bahkan aku percaya padamu ! " jerit Mom Katrin menahan amarah serta perih hatinya.


Jeremy menyeringai,


" Kau pikir kenapa ? Tentu saja demi kekayaanmu dan kekayaan suamimu itu ! Dulu kau meninggalkanku karena aku hanyalah orang miskin. Keluargamu tidak menghargai usahaku sama sekali, meskipun aku berusaha sekuat tenaga. Mereka justru menikahkanmu dengan pria itu, pria yang memberikanmu kekayaan seperti sekarang ini... " jelas Jeremy.


" Tapi aku mencintaimu, Jeremy... ! Bukankah kita kemudian menikah, bahkan perusahaan kau yang menjalankannya ! " sanggah Mom Katrin.


" Ya, aku yang menjalankannya tapi aku bukan pemiliknya. Masih ada anakmu yang tidak tahu terima kasih itu yang menghalangi jalanku ! " bentak Jeremy dengan urat-urat yang menonjol di lehernya.


" Lalu, orang tuaku ? Mengapa kau menyingkirkan mereka ? Apa salah kedua orang tuaku padamu sampai kau rela membunuh mereka ? " tanya Rachel dengan air mata mengalir deras di pipinya.


" Tentu saja, karena aku ingin menguasai harta orang tuamu itu. Jika orang tuamu itu tiada, maka tua bangka itu akan memberikan perusahaan kepada istriku ini dan aku akan menguasainya karena Nick yang bodoh itu lebih senang bekerja memajukan perusahaan orang lain daripada perusahaannya sendiri. Dan tentu saja aku yang akan mendapatkan banyak keuntungan ! " beber Jeremy sambil tertawa.


" Kau mengorbankan orang lain yang tidak berdosa hanya demi keuntunganmu sendiri ! Dasar kau penjahat, pembunuh ! " teriak Rachel.


" Diam kau ! " sentak Jeremy.


" Jika saja kau tak kembali lagi, semua akan baik-baik saja ! Tidak akan ada drama seperti ini " tambah Jeremy kembali mendekati Rachel dan Katrin.


" Aku menyesal mencintaimu ! Aku menyesal percaya padamu. Seharusnya aku tahu, penilaian keluargaku tedhadapmu memang benar. Kau memang br*ngsek, b@jing@ !!" pekik Mom Katrin lalu meludahi wajah Jeremy.


Hilang sudah perasaan cintanya selama ini, yang tersisa hanyalah kebencian.


Jeremy mengusap wajahnya menggunakan lap tangan. Ia mencengkram wajah Mom Katrin.


" Cukup !! Sudah cukup Kat ! Aku tidak membutuhkanmu lagi. Setelah seluruh kekayaanmu menjadi milikku, aku akan mengusir anakmu dan menjadikannya gembel jalanan " geram Jeremy lalu melepaskan tangannya.


" Nick tidak akan membiarkanmu ! " ucap Rachel menatap tajam Jeremy.


" Oh ya ? Aku takut sekali... " ejek Jeremy sambil tertawa lepas.


" Dia akan membalas perbuatanmu ! " sahut Rachel lagi.


" Tidak, jika aku melenyapkannya lebih dulu " timpal Jeremy.


" Kau gila Jeremy... !! " pekik Mom Katrin.


" Ya, aku memang gila ! Anggap saja aku begitu... Kau tenanglah, setelah kalian pergi... Aku juga akan segera mengirim anakmu, Nick dan kakekmu, Tuan Albert yang terhormat itu untuk segera menyusul kalian !! Dan kau anak manis, kau akan segera bertemu dengan ayah dan ibumu. Ha...Ha... Ha... " teriak Jeremy sambil tertawa lepas.


" Siram tempat ini dengan bensin, lalu bakar " titah Jeremy kepada keempat anak buahnya itu.


Keempatnya dengan segera menyiramkan bensin ke seluruh penjuru gudang. Sementara Jeremy bergegas meninggalkan gudang tersebut.


Namun baru saja Jeremy melangkahkan kakinya keluar dari pintu, sebuah pistol terarah kepadanya.


" Long time no see, Mr. Jeremy ! "