Me And My Amnesia CEO

Me And My Amnesia CEO
Nick & Rachel (1)



Austin dan Kaylee kini berada di dalam mobil tanpa ada satu kata pun mengiringi perjalanan mereka. Austin merasa sangat cemburu hingga ia tak mau mendengar penjelasan dari Kaylee.


Melihat Austin yang diliputi emosi, membuat Kaylee malas harus terus menerus mengulang ucapan bahwa tidak ada hubungan apapun antara dirinya dengan Cris. Dan akhirnya berakhir tanpa ada yang mau mengalah.


Austin menepikan laju kendaraannya di pinggir jalan yang tidqk terlalu ramai. Ia menyadari jika harus ada yang mengalah agar tidak ada lagi kesalahpahaman yang terjadi.


" Honey... I'm sorry... " ucap Austin meraih jemari tangan Kaylee lalu mengecupnya.


" Kita lupakan saja kejadian hari ini, ok ! tambah Austin kini mendekatkan wajahnya ke wajah Kaylee.


Kaylee membuang wajahnya tak ingin menatap Austin.


" Honey... Oke, oke... Aku cemburu melihatmu berpelukan dengannya. Apa itu salah ? Aku hanya tidak ingin kau berpaling pada Cris ! "


" Kau tidak percaya padaku ? Lalu untuk apa kita meneruskan hubungan ini jika tidak saling percaya " ucap Kaylee menahan kekesalannya.


" Honey, maafkan aku ! " mohon Austin.


" Aku berjanji tak akan lagi mempermasalahkan hubunganmu dengan Cris " tambah Austin lagi.


Kaylee meraup kasar wajahnya.


" Austin... Bukankah aku sudah menjadi milikmu seutuhnya... Lalu mengapa kau masih takut jika aku akan berpaling ? " tanya Kaylee kemudian.


" Maaf... Aku sudah katakan jika aku terlalu takut kehilanganmu, Kay " jawab Austin sambil mengelus pipi Kaylee dengan lembut.


" Kita kembali ke mansionku, oke ! Nenek memintaku untuk membawamu dan mommy Joana. Lagipula kita harus mempersiapkan acara pernikahan kita " seru Austin dengan senyum mengembang.


Kaylee menggelengkan kepalanya.


" Aku tidak ingin pergi Aus ! Tidak akan ada pesta pernikahan... "


" Tidak Kay... Jangan bicara seperti itu " potong Austin sambil membekap mulut Kaylee.


"Aku mohon, Kay ! Nenek pasti kecewa jika harus membatalkannya.


" Hei... Siapa bilang aku membatalkan pernikahan ? " tanya Kaylee heran.


" Lalu mengapa kau mengatakan tidak akan ada pesta pernikahan tadi " serobot Austin.


" Austin... Aku... "


" Aku tidak ingin mendengar penolakanmu, Kay " potong Austin lagi sambil menggelengkan kepalanya.


Tak ingin mendengar apapun, Austin menutup telinganya hingga akirnya Kaylee melepaskan tangan Austin dari telinga.


" Austin... Aku tidak mengatakan jika aku bermaksud membatalkan pernikahan kita " ucap Kaylee.


" Aku menginginkan pesta pernikahan kita diadakan disini, di tepi pantai bukan di hotel seperti yang sudah direncanakan " tambah Kaylee.


" Baiklah, kita akan melakukannya sesuai yang kau mau. Apapun itu, asalkan kau berjanji tidak membatalkan pernikahan kita " sahut Austin semangat.


" Satu hal lagi... " ucap Kaylee yang terlihat menjeda ucapannya.


" Ada apa, honey ? Katakan saja ! Tidak perlu ragu begitu " tukas Austin.


" Aku ingin mengenakan gaun pengantin milik mommy... Tidak apa kan ? " tanya Kaylee sambil menatap Austin dengan tatapan memohon.


Austin meraih wajah Kaylee lalu mengelusnya.


" It is fine, honey ! Aku tidak akan melarangmu. Everything i do for you, honey ! " ucap Austin lembut.


" Lalu bagaimana dengan nenek ? Nenek pasti sedih karena aku lebih memilih gaun pernikahan mommy... "


" Tak apa, honey ! Aku yakin nenek akan setuju. Masalah WO, biar nanti aku bicarakan dan meminta mereka untuk membuat rencana pernikahan disini " ucap Austin.


" Thank you, Aus ! I love you " seloroh Kaylee sambil mengalungkan kedua tangannya di leher Austin dengan manja.


" Jangan memancingku, honey ! " bisik Austin yang langsung membuat Kaylee melepaskan tangannya.


Namun tanpa basa-basi, Austin segera mendaratkan ciuman di bibir Kaylee. Memagut dan me*lumatnya dengan lembut.


" Maaf, sayang... Tapi melihatmu rasanya aku tak kuat menahannya ! Ini selalu membuatku candu " ucap Austin sambil menyentuh bibir Kaylee menggunakan ibu jarinya.


" I love you more, Kaylee Ace Livington " tegas Austin lalu kembali memagut bibir Kaylee.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu, di toko kue Kaylee.


Nick tengah beristirahat di kamar yang dulu digunakan sebagai kamar Austin. Nick baru saja memejamkan matanya saat Rachel datang menemuinya.


Rachel membawa nampan yang berisi makanan dan minuman untuk Nick. Sebelum memasuki kamar.


" Tuan... Bangunlah ! Aku sudah membawakan makan siang untukmu " ucap Rachel.


Mengetahui jika Nick telah tertidur, Rachel menyimpan nampan di atas nakas.


" Tuan... Bangunlah ! Ayo, anda harus makan dulu ! " seru Rachel sambil mengguncang tubuh Nick.


Tidak ada pergerakan apapun dari Nick hingga akhirnya ia kembali membangunkan Nick.


" Tuan... Bangunlah, makanannya sudah siap. Jika kau tidak bangun juga, jangan salahkan aku jika aku membuangnya " ucap Rachel merasa kesal sendiri.


Rachel bangkit namun tangan Nick meraih tangan Rachel dan menariknya hingga Rachel terhuyung dan jatuh di pelukan Nick.


Nick membuka matanya, lalu menatap sepasang mata berwarna hazel yang berada di balik kaca mata milik Rachel.


Cantik sekali...


Batin Nick menatap Rachel.


Belum puas Nick menikmati pemandangan di hadapannya, Rachel segera bangkit dari atas tubuh Nick.


" Tu... Tuan... Makanannya sudah saya siapkan ! Kalau begitu, saya permisi " ucap Rachel tiba-tiba merasa gugup.


Nick menyandarkan tubuhnya pada head board ranjang, lalu melihat makanan yang ada di atas nampan.


" Tunggu ! Aku tidak suka makanan itu, kau harus menggantinya " seru Nick dengan ekspresi datar.


Astaga... Dia pikir dia siapa bisa seenaknya memerintahku.


batin Rachel


" Hei, mata empat ! Kau tidak mendengarku ya " ucap Nick setengah berteriak.


Rachel mendelik lalu menatap Nick dengan kesal.


" Baiklah, aku akan menggantinya. Memangnya apa yang kau inginkan ? " tanya Rachel ketus.


Nick tersenyum smirk lalu melambaikan tangannya meminta agar Rachel mendekat padanya. Dengan terpaksa Rachel mendekati Nick. Awalnya Rachel merasa tertarik pada Nick. Akan tetapi sikap Nick yang seenaknya dan juga selalu menindasnya membuat rasa yang pernah ada itu menghilang.


" Apa yang kau inginkan Tuan ? " tanya Rachel saat berdiri di samping Nick.


Nick menggerakkan telunjuknya meminta agar Rachel mendekati wajahnya. Rachel mendekatkan wajahnya seperti yang diinginkan oleh Nick. Nick lalu berbisik di telinga Rachel.


" Bagaimana jika aku memakanmu saja " bisik Nick yang tentu saja membuat Rachel membulatkan matanya.


Rachel spontan bergerak menjauh, namun tangan Nick menahannya dan kemudian Nick melahap bibir mungil milik Rachel.


Rachel berontak dengan menggigit bibir Nick hingga Nick melepaskan bibirnya.


Plak... !


Telapak tangan Rachel berhasil mendarat sempurna di pipi Nick.


" Dasar kurang ajar ! Jangan pikir karena anda adalah orang kepercayaan Tuan Austin, anda bebas melakukan apapun... " sentak Rachel yang membuat Nick seketika terhenyak.


" Saya memang orang susah, tidak cantik, tidak menarik... Tapi saya bukan wanita murahan ! Saya pikir anda adalah orang terhormat, rupanya saya salah menduga ! Anda hanyalah pria brengsek yang senang mempermainkan wanita !" pekik Rachel dengan wajah memerah menahan amarah. Matanya terlihat berkaca-kaca hingga kemudian buliran bening jatuh dari pelupuk matanya


Segera Rachel meninggalkan Nick yang masih terdiam. Nick baru menyadari kebodohannya setelah Rachel keluar dari kamar. Entah apa yang membuatnya berlaku seperti tadi, melihat Rachel ia ingin sekali mengganggunya. Nick sendiri tak bisa menginterpretasikan bagaimana perasaannya sendiri. Satu hal yang ia sadari, ia sangat menyesal telah membuat Rachel menangis.