Me And My Amnesia CEO

Me And My Amnesia CEO
Mencari asal usul Rachel



Nick kini berada di apartemennya bersama dengan Rachel. Ia sengaja mengajak Rachel untuk berkunjung ke apartemennya untuk memperlihatkan foto-foto kedekatan mereka dulu.


Rachel mengamati sekeliling ruangan hingga ia melihat beberapa foto Nick saat kecil hingga dewasa.


Sepertinya dia sangat menyukai kenangan...


Rachel tersenyum, pandangan matanya kemudian jatuh pada foto seorang gadis kecil yang terpajang. Rachel mengamatinya lebih dekat.


Mengapa gadis kecil ini mirip sekali denganku saat aku kecil ?


Rachel lantas kembali mengamati foto lainnya yang berada disana. Hingga akhirnya ia menemukan gambar gadis kecil itu mengenakan liontin dengan bentuk huruf V dengan bertaburkan permata.


" Ini... Sama seperti milikku " gumam Rachel, lantas mengeluarkan liontinnya tersebut yang menggantung di lehernya.


" Kenapa hem ? Kamu menemukan sesuatu ? " tanya Nick yang tiba-tiba berada di dekatnya.


Rachel tidak menjawab. Ia hanya memperlihatkan kalung dengan liontin huruf V yang melingkar di lehernya.


" Sepertinya ini kalung yang sama " jelas Rachel sambil menunjuk foto gadis kecil tersebut.


Mata Nick melebar, ternyata dugaannya selama ini tidak salah. Nick lantas memeluk Rachel dengan erat.


" Ternyata benar... Dugaanku benar ! Akhirnya aku menemukanmu ! " ucap Nick tanpa melepas pelukannya.


" Tu... Tuan... Apa yang terjadi ? " tanya Rachel yang justru bingung dengan sikap Nick saat ini.


Rachel mencoba mengurai pelukan Nick, namun Nick semakin erat memeluknya bahkan Rachel bisa tahu jika Nick kini terisak.


" Tuan... Ada apa ? " tanya Rachel lagi sambil mengusap punggung Nick.


" Akhirnya kau kembali, Valeri... " jawab Nick melonggarkan pelukannya.


" Valeri... ? Siapa itu Valeri ? " tanya Rachel bingung.


" Valeri, gadis yang kau lihat dalam foto itu " jawab Nick.


Rachel menatap foto gadis kecil yang terlihat begitu mirip dengannya.


Rachel menggeleng.


" Tidak... Ini tidak mungkin... " gumam Rachel.


" Apa yang tidak mungkin ? Kau itu memang gadis kecil ini... Kau lah Valeriku yang selama ini menghilang " sahut Nick.


" Tidak... Ini pasti salah ! Ini hanya kebetulan " sanggah Rachel lalu bergerak mundur namun lajunya ditahan oleh Nick.


" Liontin ini adalah buktinya ! "


Rachel melihat liontin yang menggantung di kalungnya. Lalu kembali menggelengkan kepala.


" Liontin ini banyak di pasaran. Lagipula mana mungkin keluarga saya mampu membeli liontin mahal seperti itu " kilah Kaylee.


" Liontin ini asli dan hanya ada 1. Karena liontin ini khusus dibuat atas permintaanku sebagai hadiah ulang tahunmu yang ke 10. Sayangnya, setelah hari ulang tahunmu itu, kami kehilangan orang tuamu juga dirimu. Orang tuamu mengalami kecelakaan sementara kau dinyatakan hilang dan dikabarkan telah meninggal meskipun kami tak pernah menemukan jasadmu... " jelas Nick dengan kesedihan begitu dalam.


Sekelebat bayangan datang, bayangan mobil meledak dan dirinya yang sebelumnya melompat dari dalam mobil setelah seorang wanita memintanya untuk keluar dari mobil.


Rachel memegangi kepalanya yang berdenyut nyeri.


" Tidak... Mom... Dad... " teriak Rachel lalu kemudian Rachel tak sadarkan diri.


Nick segera membopong Rachel dan membawanya ke rumah sakit.


Rachel membuka matanya dan melihat Nick yang dengan setia berada di sisinya bahkan menggenggam erat tangannya.


" Kau sudah sadar ? "


" Tuan... Ini dimana ? " lirih Rachel.


" Ini di rumah sakit. Apakah kepalamu masih sakit ? Tadi kau memegangi kepalamu lalu berteriak sebelum akhirnya kau pingsan." tutur Nick.


Rachel menghela nafasnya, ia mengingat kembali bayangan yang selalu mendatanginya, namun iab tak pernah mengatakan pada orang tuanya.


" Rachel... Apa yang kau pikirkan ? " selidik Nick menatapi Rachel.


Rachel mengalihkan pandangannya lalu menggelengkan kepala perlahan.


" Rachel... Katakan padaku apa yang terjadi ! " seru Nick merasa khawatir pada gadis itu.


" Tuan... Saya tidak tahu apa yang terjadi ? Tapi bayangan iti selalu datang berulang " jawab Rachel.


Nick merangkul Rachel lalu mendekapnya. Membiarkan gadis itu menumpahkan air matanya di dadanya. Nick membelai rambut Rachel.


" Tenanglah ! Aku ada disini... Aku akan selalu melindungimu " tenang Nick.


Rachel kemudian menceritakan jika dia kerap bermimpi hal yang sama. Dirinya melompat dari dalam mobil yang melaju tak terkendali, setelahnya mobil menabrak dan meledak.


" Tuan... Saya takut ! Siapa mereka ? " tanya Rachel.


" Mereka kemungkinan adalah kedua orang tuamu " jawab Nick membuat Rachel tercengang.


" Apa ? Mana mungkin begitu ? Saya sudah mempunyai orang tua " Rachel menolak jawaban dari Nick.


" Rachel... Ayah dan ibumu yang sekarang bukanlah orang tua kandungmu " tambah Nick.


Rachel menggeleng-gelengkan kepala.


" Tidak... Tidak mungkin... Mereka sangat menyayangiku. Mana mungkin aku bukan anak mereka... "


" Kau Valeri... Bukan Rachel ! " seru Nick.


" Tidak... Aku Rachel ! Aku tidak mengenal siapa itu Valeri " sanggah Rachel tak terima lalu melepaskan pelukan Nick.


" Kau itu Valeri... Valeriku yang hilang ! Dan kini kau telah kembali " sahut Nick.


" Tidak... Itu tidak mungkin... "


" Aku akan membuktikannya saat ini juga ! "


Nick memanggil dokter lalu meminta hasil pemeriksaan Rachel. Rachel memiliki golongan darah yang langka sama halnya dengan Valeri. Namun untuk membuktikan lebih lanjut, mereka harus melakukan serangkaian tes yang akan melibatkan Tuan Albert.


" Aku akan membawamu ke tempatmu seharusnya berada " ucap Nick pasti.


Setelah Rachel diperbolehkan pulang, Nick membawanya ke rumah Tuan Albert. Nick ingin Rachel melihat dan mengingat kembali hal-hal tentangnya di masa lalu.


Mereka kini telah sampai di mansion milik Tuan Albert. Sebuah mansion yang megah dan mewah. Rachel begitu terpesona melihatnya.


" Ayo kita masuk ! " ajak Nick.


" Ini rumah siapa Tuan ? " tanya Rachel bingung.


" Bukankah sudah ku katakan untuk tidak memanggilku Tuan... Kau panggil saja aku Kakak, atau kau juga bisa memanggilku sayang... " seru Nick sambil menaik turunkan alisnya.


Wajah Rachel merona mendengar ucapan Nick.


" Tapi... "


" Tidak ada tapi-tapian, baby... " potong Nick sambil menggenggam tangan Rachel membuat Rachel semakin merona.


" Tu... Eh Kakak Nick... Hubungan kita... " Rachel menggantungkan ucapannya. Walau bagaimanapun ia cukup tau diri mengenai siapa dirinya.


" Aku ini tunanganmu tahu ! " ucap Nick menyambar ucapan Rachel yang terhenti.


" Ba... Bagaimana bisa begitu ? " tanya Rachel heran.


" Tentu saja, karena aku dan Valeri bertunangan sejak kecil " jawab Nick asal.


" Tapi... Bagaimana jika aku bukan Valeri... " lirih Rachel.


" Maka aku akan tetap menjadi tunanganmu dan menikah denganmu " tegas Nick membuat mata Rachel berkaca-kaca karena begitu bahagia.


" Sudah... Ayo kita masuk dan temui kakek Albert ! " seru Nick kemudian membawa Rachel masuk.


Tuan Albert kaget melihat kedatangan Nick dan Rachel, tetapi ia juga merasa bahagia karena bisa bertemu dengan Rachel kembali setelah pertemuan mereka di acara pernikahan Austin dan Kaylee.


Rachel mengamati sekeliling ruangan hingga ia menemukan sebuah lukisan besar yang menggambarkan Tuan Albert, anak dan menantunya serta cucunya yang mengenakan liontin yang sama dengan miliknya.


Rachel mengeluarkan kembali liontinnya itu, lalu tergugu saat melihat wajah seorang wanita dan seorang pria dalam lukisan itu.


" Mom... Dad... " gumam Rachel.


" Baby... Ada apa ? " tanya Nick menghampiri Rachel yang terlihat tidak baik-baik saja ditemani oleh Tuan Albert yang juga khawatir melihat Rachel.


" Mereka... Merekalah yang selalu ada dalam mimpiku " tunjuk Rachel ke arah lukisan membuat Tuan Albert begitu terkejut.