
Air mata terus mengalir dari sudut mata Kaylee. Ia tak pernah menyangka akan mendapatkan kenyataan pahit seperti ini.
Kini jelas sudah jika apa yang selama ini Austin lakukan hanyalah karena rasa bersalah dan tanggung jawab atas perbuatannya yang telah menghancurkan masa depan Kaylee bukan karena tulus mencintainya.
Dasar kau bodoh, Kaylee... ! Bodoh... !
Kaylee merutuki dirinya sendiri yang bisa-bisanya dibodohi oleh Austin. Bahkan Kaylee membenci perasaannya sendiri yang sudah terlanjur jatuh cinta pada Austin.
Kaylee keluar dari lift, lalu berjalan keluar dari gedung perkantoran milik Austin. Kaylee berlari menjauh dengan arah tak tentu. Ia terus berlari dengan air mata yang berderai di pipinya.
Austin berupaya mengejar Kaylee. Ia bisa melihat Kaylee yang berlari menjauh. Austin ikut berlari untuk mengejar calon istrinya itu yang sudah pasti begitu terluka.
Austin bertekad menjelaskan semuanya pada Kaylee tanpa ada yang ditutup-tutupi lagi.
Seharusnya, ia berkata jujur pada Kaylee sejak awal. Tapi ia justru menundanya karena takut Kaylee meninggalkannya. Dan saat ini justru bayang-bayang kehilangan Kaylee mulai tampak di depan matanya.
Maafkan aku, Kay... ! Jangan pernah pergi dariku !
Jerit Austin dalam hati sambil terus mengayunkan kakinya untuk berlari mengejar Kaylee.
" Kay... Honey... Tunggu dulu. Dengarkan penjelasanku ! " mohon Austin saat berhasil menyusul Kaylee.
Austin meraiih tangan Kaylee dan membawanya ke dalam dekapannya. Tak peduli kendati Kaylee menolaknya namun Austin tetap mengeratkan pelukannya.
" Maafkan aku menyembunyikannya selama ini, Kay. Sungguh, aku tak berniat menutupinya. Aku hanya takut kau meninggalkanku saat mengetahuinya. Dan aku tak ingin itu terjadi " tutur Austin.
" Lepas... Lepaskan aku dasar kau laki-laki brengsek ! Aku membencimu ! " maki Kaylee meronta.
" Ya... Benci saja aku, aku memang laki-laki brengsek. Tapi ijinkan aku bersamamu, Kay... Aku mencintaimu !! " ucap Austin tanpa melepaskan dekapannya.
" Kau brengsek ! Aku tidak ingin bersamamu, lepaskan aku ! " perintah Kaylee mencoba mengurai pelukan Austin, sementara air mata terus mengaliri pipinya.
" Kau jahat... Aus ! Kau adalah laki-laki terjahat yang ku kenal. Aku membencimu !! " pekik Kaylee lagi.
Tak lama berselang, Nick datang membawa mobil Austin. Ia meminta Austin untuk membawa Kaylee ke dalam mobil karena mereka sudah mencuri perhatian orang banyak.
Austin membawa Kaylee masuk ke dalam mobil meskipun Kaylee menolak tetapi ia memaksa Kaylee masuk. Austin mengganti posisi Nick di belakang kemudi, sementara Nick keluar dari mobil.
" Selesaikan masalah kalian, jujurlah Aus ! Aku yakin dia akan mengerti " ucap Nick menepuk pundak Austin.
Austin mengunci pintu agar Kaylee tidak bisa keluar. Setelahnya ia memasangkan seat belt di tubuh Kaylee dan seat belt ke tubuhnya sendiri. Tak lama Austin melajukan kendaraannya.
Austin mencuri pandang sesekali pada Kaylee, sementara Kaylee hanya menatap jalanan dengan tatapan kosong. Pikirannya kembali pada malam saat kejadian buruk itu menimpanya.
Kaylee meremat roknya, sesekali ia menghapus air matanya yang terus menerus keluar dari pelupuk matanya. Ia merasa begitu pilu dan nelangsa dengan jalan hidupnya sendiri. Kehilangan kehormatan, lalu kehilangan cinta dan kepercayaan pada pria yang sama.
Rasa sakit, tak hanya menghampiri Kaylee. Austin pun merasakan hal yang sama. Melihat Kaylee terpuruk sungguh menyakitkan bagi Austin. Dan yang lebih menyakitkan adalah dirinya sendiri yang menyebabkan Kaylee terpuruk dan tersakiti seperti itu.
Seandainya saja waktu bisa ia putar kembali, ia akan berterus terang sejak awal ia kembali mendapat ingatannya. Akan tetapi semua terhalang rasa cintanya dan rasa takut kehilangan Kaylee. Dan kini, bayangan kehilangan Kaylee seolah menjadi nyata.
Austin menghela nafasnya berat.
" Kay... Dengarkan penjelasanku, please ! " mohon Austin. Tatapan matanya tak beranjak sedikitpun dari Kaylee yang menatap lurus ke depan tanpa melihatnya sama sekali.
" Kay... " ucap Austin sambil meraih wajah Kaylee yang terlihat lelah dengan mata yang sembab.
" Kay, kita harus membicarakan hal ini ! Aku tidak ingin ke depannya kau meragukanku " ucap Austin menatap lekat wajah Kaylee.
" Tidak ada lagi yang harus dibicarakan karena tidak akan ada masa depan untuk kita berdua " sahut Kaylee tegas.
" No... Honey, please don't say like that ! Aku tak akan pernah mau berpisah denganmu " tukas Austin.
" Tapi aku tak ingin bersamamu. Aku tak ingin bersama pria yang telah menghancurkan hidupku, mengambil kehormatanku lalu membohongiku " timpal Kaylee.
" Tapi aku ingin bertanggung jawab, Kay. Aku mencintaimu, sungguh aku jatuh cinta padamu sejak pertama kali melihatmu " ucap Austin.
Kaylee tersenyum tipis, merasa lucu mendengar ucapan Austin.
" Kau jatuh cinta padaku sejak pertama melihatku ? Bagaimana mungkin orang yang jatuh cinta bisa menghancurkan hidup orang yang dicintainya ? " tanya Kaylee menyindir Austin. Sungguh ia tak mengerti dengan jalan pikiran pria itu.
" Maaf... Saat itu, aku terpaksa melakukannya. Aku dalam pengaruh obat laknat dan kau datang padaku. Aku tak kuasa menahannya " jawab Austin.
" Saat itu, kau tahu jika aku sedang mabuk dan kau memanfaatkannya. Lalu kau berdalih jatuh cinta padaku dan melakukannya, menghancurkan masa depanku ! Itu yang kau sebut cinta Tuan Austin ? " serang Kaylee dengan suara meninggi.
" Dan setelah melakukannya... Kau meninggalkanku. Meninggalkanku yang tidak tahu siapa yang sudah merusak hidupku. Membiarkanku merasa sebagai wanita hina... Itu yang kau sebut cinta ? " tambah Kaylee lagi. Air mata sudah mengalir di pipinya kembali.
" Aku bersalah, Kay... Maafkan aku ! " ucap Austin dengan penyesalan mendalam.
Kaylee tertawa dalam tangis...
" Maaf ? Maaf kau bilang ? Apa kau pantas untuk aku maafkan ? " tanya Kaylee pilu.
" Kay... " Austin berusaha memeluk Kaylee namun Kaylee menolaknya.
" Kay... Aku kembali lagi, tapi kau sudah pergi dari apartemenmu. Aku mencarimu dan berhasil menemukanmu tapi kemudian aku mengalami kecelakaan dan kau tahu sendiri apa yang terjadi selanjutnya... " jelas Austin membela diri.
" Saat ingatanku kembali, aku berniat mengatakannya tapi aku takut kau menolakku. Karena itu, aku bertekad membuatmu jatuh cinta padaku. Dan setelahnya, aku akan berterus terang padamu... Tapi aku terlalu takut kehilangan dirimu, Kay. Aku takut kau justru meninggalkanku setelah mendengar pengakuanku... Jadi aku memutuskan untuk menceritakan semuanya saat kita sudah menikah nanti " tambah Austin memberikan penjelasan, berharap Kaylee meredakan amarahnya dan memaafkannya.
Kaylee menghela nafas dan memalingkan wajahnya dari Austin. Ia memang sudah mencintai pria itu, hanya saja ia kecewa. Begitu kecewa karena Austin menutupi semuanya. Dengan berdalih takut kehilangan seolah semua bisa menguap begitu saja.
" Kay... " panggil Austin saat Kaylee memejamkan matanya.
" Aku ingin pulang ! " seru Kaylee.
" Baiklah, kita akan pulang. Tapi... Katakan padaku jika kau tak akan pergi dariku ! Aku bisa mati jika itu terjadi " ucap Austin terdengar lirih.
" Aku tak ingin menikah denganmu !! "