
Nick secepatnya kembali menuju ke toko Kaylee setelah mengantarkan Rachel. Pikirannya berusaha keras menyusun kepingan-kepingan puzzle yang selama ini terlupakan.
" Valeri... Mungkinkah dia adalah Valeri ? " gumam Nick.
Ia harus bergegas kembali ke ibukota untuk menyelidiki semua hal.
" Aus... Aku harus segera kembali. Kau masih akan disini atau ikut pulang bersamaku ? " tanya Nick saat ia sampai di toko Kaylee.
Austin yang ketika itu baru saja selesai beristirahat, langsung terkejut melihat Nick yang seperti terburu-buru.
" Memangnya ada hal apa sampai kau harus segera kembali ? " tanya Austin heran.
" Nanti saja ku ceritakan. Kau ikut denganku ? " tanya Nick lagi.
" Tidak... Aku sebaiknya disini saja. Lagipula pernikahanku dan Kaylee akan dilaksanakan disini. Jadi aku tidak perlu kembali... Kau bawa saja Stefi kembali bersamamu ! " seru Austin.
" Baiklah, kalau begitu sekarang juga aku akan kembali. Aku akan menghubungi Stefi sekarang " sahut Nick.
Baru saja Nick akan keluar dari kamar yang ditempati oleh Austin, Kaylee masuk ke dalam kamar.
" Lho, Kakak Nick mau kemana lagi ? " tanya Kaylee saat melihat Nick yang akan keluar.
" Nick akan kembali ke ibu kota " jawab Austin mewakili Nick.
" Kau tidak ? " tanya Kaylee pada Austin.
" Ck... Kau mengusirku honey ? " tanya Austin sambil menghampiri Kaylee.
" No... Bukan begitu maksudku, hanya saja kau akan membiarkan Kakak Nick pulang sendiri ? " tanya Kaylee lagi.
" Dia tidak sendiri, Stefi akan pulang bersamanya !" seru Austin.
" Kalau begitu aku akan ikut dengan Kakak Nick " ucap Kaylee.
" What ? " ucap Austin dan Nick serempak.
" Are you kidding, honey ? Aku tinggal disini sementara kau ikut bersama Nick ? " tanya Austin tak terima.
" Ada yang harus ku lakukan " jawab Kaylee.
" Memangnya apa yang akan kau lakukan sampai kau ingin kembali ke ibu kota ? Bukankah kemarin kamu sendiri yang ingin kembali ke sini ? " selidik Austin.
" Ish, kau ini curigaan sekali " gerutu Kaylee.
Kaylee berjalan menuju nakas, ia kemudian membuka laci dan mengambil sebuah kartu nama di dalamnya. Kaylee menunjukkan kartu nama tersebut kepada Austin.
" Aku hanya ingin bertemu dengan orang ini. Waktu itu, dialah yang menabrakmu. Tetapi dia bertanggung jawab dengan membawamu ke rumah sakit dan membayar semua biaya pengobatanmu " jelas Kaylee.
" Aku hanya ingin berterima kasih dan mengundangnya untuk hadir di pernikahan kita nanti " sambung Kaylee lagi.
" Kau ingin berterima kasih pada orang yang telah membuatku celaka dan mengundangnya ke pernikahan kita ? " tanya Austin memastikan.
" Ya... Karena jika bukan karena kecelakaan itu, aku tidak akan merawatmu bukan " jawab Kaylee santai.
Austin membaca kartu nama di tangannya lalu memberikannya kepada Kaylee kembali.
" Baiklah Nick, bawa aku dan Kaylee kembali. Aku akan mengantarnya kesana " seru Austin.
" Hah ? Kau akan mengantarku ? " tanya Kaylee terkejut karena tiba-tiba Austin malah mengubah keputusannya.
" Tentu saja, aku tidak akan membiarkan calon istriku pergi dengan lelaki lain lagi... Cukup kemarin saja kau pergi tanpa aku, honey !! " ucap Austin terdengar sebagai peringatan.
" Dasar bucin... " gumam Nick.
" I can hear you, Nick ! " ucap Nick dengan tatapan tajam.
Nick memutar bola matanya dengan malas.
" Kalau begitu, ayo kita pergi ! " ajak Austin sambil menggandeng tangan Kaylee.
" Biarkan saja Cris yang mengantarnya pulang ! Sepertinya mereka berdua cocok " jawab Austin asal.
" Apa maksudmu ? " tanya Nick penasaran.
" Ya, mereka berdua cocok agar tidak menjadi pengganggu hubungan orang " jawab Austin lagi yang membuat Nick dan Kaylee menggeleng-gelengkan kepalanya.
Ketiganya lantas segera kembali ke ibu kota setelah berpamitan pada Mommy Joana. Sementara Stefi diminta untuk pulang dengan diantar oleh Cris. Beruntung, Cris bersedia mengantar Stefi kembali. Sepertinya mereka berdua memang cocok karena keduanya sama-sama tak bisa memiliki orang yang mereka cintai.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kaylee dan Austin kini sudah berada di depan perusahaan milik Tuan Albert. Pria yang memberikan kartu nama kepada Kaylee. Setelah menemui resepsionis, mereka berdua pun akhirnya diantar menuju ruangan Tuan Albert yang merupakan pemilik perusahaan tersebut.
" Selamat siang, Tuan Austin dan Nona Kaylee " sambut Tuan Albert ramah. Sebelumnya Kaylee memang menghubungi Tuan Albert untuk meminta bertemu.
" Selamat siang Tuan " Austin dan Kaylee menjawab serempak.
" Silakan duduk ! " serunya mempersilakan kedua tamunya.
Mereka kemudian duduk di sofa.
" Saya meminta maaf atas yang terjadi pada Tuan. Saat itu, saya sedang tergesa-gesa hingga tak sengaja menabrak Tuan. Sekali lagi saya meminta maaf... " ucapnya penuh penyesalan.
" Tidak apa Tuan... Saya memang mengalami kecelakaan tetapi saya juga mendapatkan berkah atas kejadian itu. Karena dengan adanya kejadian itu membuat saya bisa bersama dengan wanita yang saya cintai " sahut Austin menatap Kaylee sambil menggenggam tangannya.
" Kedatangan kami kesini bermaksud untuk mengundang anda untuk hadir di acara pernikahan kami " ucap Kaylee.
" Begitukah ? Itu suatu kehormatan bagi saya untuk menghadiri upacara pernikahan kalian " jawab Tuan Albert antusias.
" Undangan resminya akan kami kirimkan menyusul. Kalau begitu, kami permisi Tuan... Maaf sudah mengganggu waktu anda " ucap Austin lantas berdiri diikuti oleh Kaylee.
Sebelum meninggalkan ruangan Tuan Albert, Kaylee melihat foto keluarga yang terpampang di ruangannya. Ia menatap lekat ke arah foto seorang wanita bersama dengan suami dan anaknya yang masih kecil.
" Ada masalah dengan foto ini, Nona ? " tanya Tuan Albert pada Kaylee.
" Tidak... Hanya saja, aku seperti pernah melihatnya. Wajahnya mengingatkanku pada seseorang " jawab Kaylee.
" Begitu rupanya... Mereka adalah anak dan cucuku tapi mereka semua kini sudah tiada. Jika masih hidup, cucuku pasti sudah sebesar dirimu " ucap Tuan Albert dengan mata berkaca-kaca.
" Maafkan saya, Tuan... Saya tidak bermaksud membuat anda sedih... " sahut Kaylee tak enak hati.
" Tidak apa, Nona... Lagi pula, semua sudah berlalu " timpalnya dengan senyuman hambar.
" Kalau begitu kami permisi, Tuan... " pamit Austin lalu membawa Kaylee keluar dari ruangan Tuan Albert.
" Kakak Nick " pekik Kaylee saat melihat Nick berada di depan meja resepsionis.
" Austin... Kaylee ? Apa yang kalian berdua lakukan disini ? " tanya Nick merasa heran melihat keduanya berada disana.
" Kami bertemu Tuan Albert. Dulu, orang yang menabrak dan membayar biaya pengobatan Austin adalah beliau. Jadi kami datang untuk mengundangnya ke acara pernikahan kami " jawab Kaylee.
" Lalu kau sendiri ? Sedang apa kau disini ? " selidik Austin karena sepengetahuan Austin, mereka tidak memiliki urusan bisnis dengan Tuan Albert.
" Aku ada urusan dengan Tuan Albert " jawab Nick.
" Tuan Albert ? " Austin mengangkat sebelah alisnya.
" Kau mengenalnya ? " tanya Austin yang heran bagaimana bisa Nick mengenal Tuan Albert.
" Tuan Albert itu kakek dari Valeri " jawab Nick sambil menghela nafasnya.
" Valeri ? Gadis yang selama ini kau yakini masih hidup ? Astaga Nick, kau masih belum bisa merelakannya pergi ? " cecar Austin sambil menggelengkan kepalanya.
Nick tersenyum samar.
" Sepertinya aku sudah menemukannya Aus ! "