
Di atas pelaminan Austin dan Kaylee begitu bahagia. Senyuman senantiasa terpancar di wajah keduanya. Kini tiba saatnya Kaylee melemparkan bucket bunga. Semua tamu sudah bersiap di depan pelaminan, mereka berharap jika bucket bunga akan jatuh ke tangan mereka.
1... 2... 3... Kaylee melemparkan bucket bunga dan hap... Bucket bunga itu jatuh di tangan Nick. Kaylee yang melihatnya tersenyum, apalagi saat melihat Rachel tersipu malu saat Nick mendekatinya dan memberikan bucket bunga tersebut kepada Rachel.
" Sepertinya, Kakak Nick akan segera menyusul menikah " bisik Kaylee pada Austin.
" Jangan sok tahu, honey ! " sahut Austin sambil menyentil ujung hidung Kaylee dengan gemas.
" Aku tidak sok tahu, hanya membaca situasi saja" kilah Kaylee mengusap hidungnya.
Austin tersenyum melihat Kaylee yang sudah sah menjadi istrinya.
" Hei, mengapa kau melihatku seperti itu ? " tanya Kaylee salah tingkah.
" Aku tak sabar untuk memakanmu, honey ! " ucap Austin yang langsung membuat Kaylee melebarkan bola matanya.
Astaga... ! Memangnya aku ini makanan ?
Austin terkekeh melihat sang istri yang terlihat bingung sendiri. Sungguh istrinya itu terlihat semakin cantik dan menggemaskan di matanya.
" Selamat, Austin ! Kamu yang berhasil memenangkan hati Kaylee " ucap Cris yang kini berada di hadapan Austin dan Kaylee.
Cris mengulurkan tangannya.
" Terima kasih, Cris ! " sahut Austin menjabat tangan Cris.
" Selamat Kay... Semoga kalian berdua selalu bahagia ! " ucap Cris menatap Kaylee dengan tatapan tak bisa diartikan.
" Terima kasih Cris... Semoga kau segera mendapatkan wanita yang mencintaimu dengan tulus. Aku doakan agar dirimu secepatnya menemukan kebahagiaanmu ! " timpal Kaylee.
" Semoga ! " sahut Cris lalu memeluk Kaylee yang tentu saja membuat Austin cemburu.
Austin dengan segera menarik sang istri dan membuat pelukannya terlepas.
" Ya ampun Aus ! " cebik Kaylee.
" Kau ! Jangan coba-coba mencari kesempatan " tegur Austin memberikan tatapan tajam pada Cris.
Yang ditatap hanya terkekeh melihat perlakuan Austin pada Kaylee.
" Aish, kau ini ! Kaylee sudah menjadi istrimu seharusnya kau tak perlu khawatir. Lagi pula aku cukup tahu diri untuk tidak menjadi perebut istri orang " ucap Cris kemudian segera berlalu.
Austin menghela nafasnya saat Cris sudah menjauhi mereka. Namun ketenangannya hanya sesaat karena kini Edward dan Stefi telah berada di hadapan merela.
" Kakak Aus... Selamat atas pernikahan kalian ! " ucap Stefi mencoba merangkul Austin.
Austin bergerak cepat menghindari Stefi dengan merengkuh pinggang sang istri. Sehingga Stefi pun mengurungkan niatnya. Stefi lantas beralih pada Kaylee.
" Selamat Kay ! Kamu memang pemilik hati Kak Austin. Ku harap kalian selalu bahagia ! " ucap Stefi terdengar tulus. Mungkin karena Stefi sudah menyadari kekeliruannya selama ini.
Kaylee melepaskan tangan Austin dari pinggangnya kemudian memeluk Stefi.
" Terima kasih karena sudah mau menerima kenyataan. Aku juga berharap agar kau segera menemukan pendamping terbaik untukmu " ucap Kaylee tulus.
Stefi membalas pelukan Kaylee.
" Kak Austin sungguh beruntung bisa mendapatkanmu sebagai istrinya " ucap Stefhani sambil berbisik.
Kaylee tersenyum tipis.
" Aku yang sangat beruntung karena sudah dicintai sebegitu besar olehnya " tukas Kaylee sambil melirik ke arah Austin yang tengah memperhatikannya.
Stefi berjalan meninggalkan Austin dan Kaylee. Harus ia akui jika hatinya terluka, namun ia mengingat ucapan Cris jika cinta tak selalu harus memiliki.
Kini Edward yang berjalan mendekati Austin dan Kaylee.
Ya ampun ! Yang lain baru saja pergi, kini raja buaya berada di depan mereka.
" Sekali lagi ku ucapkan selamat pada kalian berdua " ucap Edward lalu memeluk Austin.
Kini Edward beralih menuju Kaylee.
" Tidak perlu memeluknya ! Biar aku saja yang mewakilimu memeluknya " tandas Austin membuat Edward menyeringai.
" Dasar posesif ! " oceh Edward.
" Kay... Jika Austin membuatmu kecewa, aku akan dengan senang hati menerimamu " ucap Edward menatapi Kaylee.
" Heh, itu tak akan pernah terjadi ! Bahkan dalam mimpi pun, aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi " tegas Austin membuat Edward tersenyum tipis.
" Kakak Ed... Aku yakin, Tuhan sedang menyiapkan seorang gadis yang baik untukmu " ucap Kaylee. Edward hanya menganggukkan kepala kemudian berlalu.
Semua tamu undangan bergantian memberikan ucapan selamat kepada pasangan pengantin itu, termasuk juga Tuan Albert yang menghadiri acara pernikahan mereka.
Tuan Albert menemui Nick yang tengah bersanding dengan seorang gadis cantik. Gadis yang sejak tadi mengganggu pikirannya karena begitu mirip dengan Celine, anaknya yang telah meninggal dunia.
" Nick " sapa Tuan Albert.
" Kakek... Kau datang sendiri ? " tanya Nick berbasa basi.
" Hem... Dan kau datang bersama siapa ? Apakah dia kekasihmu ? " tanya Tuan Albert sambil mengamati Rachel.
" Ya, kakek. Perkenalkan dia Rachel dan dia adalah kekasihku " jawab Nick yang membuat wajah Rachel bersemu merah.
" Halo, Nak... Aku Albert. Kau bisa memanggilku Kakek Albert seperti halnya Nick memanggilku " ucap Kakek Albert ramah. Ia mengulurkan tangannya.
Rachel pun menyambut uluran tangan dari Tuan Albert.
" Ah, baiklah Kakek jika itu keinginanmu " jawab Rachel dengan senyuman yang sangat manis.
Terasa ada yang berbeda saat mereka saling berjabat tangan. Sepertinya ada satu ikatan yang entah harus dijelaskan seperti apa.
Hati Tuan Albert menghangat melihat senyuman Rachel. Seolah ia melihat sosok Valeri dalam diri gadis cantik itu.
" Valeri... " gumam Tuan Albert saat melihat Rachel tersenyum.
Nick yang mendengar gumaman dari Tuan Albert hanya tersenyum miring.
Iya, Kakek... Dia adalah Valeri kita yang hilang. Aku berjanji akan membawanya kembali ke sisimu lagi setelah memastikan semuanya berjalan dengan baik. Dan aku akan memastikan orang yang bertanggung jawab atas kejadian ini dihukum seberat-beratnya.
Tekad Nick dalam hati.
Mereka pun larut dalam pesta pernikahan Austin dan Kaylee yang begitu meriah.
Kini Austin dan Kaylee telah berada di dalam kamar mereka. Austin sudah tidak sabar untuk mengulang kebersamaan mereka dulu. Menghabiskan malam panjang berdua, dengan saling memadu kasih.
Austin memeluk punggung Kaylee hingga menempel di dadanya.
" Aus... Lepas ! Aku mau mandi dulu " ucap Kaylee namun Austin sama sekali tak menghiraukan ucapan Kaylee.
Bagi Austin, ia sudah tidak sabar merengkuh indah dan nikmatnya surga dunia bersama Kaylee.
Austin menempelkan bibirnya pada tengkuk Kaylee lalu mengecupi leher Kaylee hingga bahunya, membuat Kaylee menggelinjang kegelian.
" Aus, lepas ! " Kaylee berusaha melepaskan diri dari pelukan Austin, namun justru Austin semakin beringas menyerangnya.
Nafas Austin terdengar memburu, ia segera menggendong Kaylee lalu membaringkannya di tempat tidur.
" Austin... " lirih Kaylee.
" Honey... Aku sudah tidak tahan lagi ! Apa kau tahu beratnya menahan hasrat ini saat berdekatan denganmu ? Dan kini aku bisa memilikimu seutuhnya ! " ucap Austin.
" Bukankah kau sudah memilikiku seutuhnya ? " tukas Kaylee.
" Hem... Tapi itu dalam keadaan kau tidak sadar. Dan sekarang aku ingin kita melakukannya sebagai sepasang suami istri dan secara sadar melakukannya bersama-sama " kilah Austin kemudian memagut bibir sang istri dengan lembut dan begitu dalam.