
Stefhani memasuki halaman rumah mansion Austin. Dengan sombongnya ia memasuki rumah itu dan segera mencari keberadaan Kaylee dan Nenek Eliza.
Pada saat itu, Kaylee sedang bersama Nenek Eliza di taman. Mereka sedang merangkai bunga.
" Halo, nek... " sapa Stefhani sambil memeluk dan mencium pipi Nenek Eliza.
" Stefi... Sudah lama kembali tapi kamu baru datang menemui Nenek. Dasar anak nakal... " gerutu Nenek Eliza sambil balas memeluk Stefi.
Stefhani melepaskan pelukannya dari Nenek Eliza, lantas beralih pada Kaylee kendati ia merasa malas berurusan dengan saingannya itu tapi ia harus bersikap manis di hadapan Nenek Eliza.
" Wah, wah... Kau rajin sekali Kay. Bukankah calon pengantin harus melakukan banyak perawatan agar terlihat cantik pada saat menikah nanti ? " ucap Stefi menyindir Kaylee.
" Terlihat cantik bukan karena banyak perawatan, tetapi karena pancaran dari hati yang membuat terlihat cantik " jawab Kaylee santai.
" Betul... Tanpa perawatan pun Kaylee sudah terlihat cantik. Karena itulah, Austin jatuh cinta padanya " bela Nenek Eliza.
Stefhani mengepalkan tangannya karena kesal, namun sebisa mungkin ia menyembunyikannya dengan tersenyum manis.
" Ah, iya betul sekali. Kakak Austin jatuh cinta padamu karena Kay sangat cantik. Tapi siapa yang tahu jika Kakak Austin hanya ingin bertanggung jawab pada Kaylee " sahut Stefhani sengaja mengatakannya di depan Kaylee dan Nenek Eliza.
Deg...
Kaylee sedikit terganggu dengan ucapan yang dilontarkan oleh Stefhani.
" Apa maksudmu bicara seperti itu ? " tanya Kaylee.
Stefhani menyeringai,
" Ya, mungkin saja kan jika Kakak Austin menikahimu karena merasa bertanggung jawab padamu. Bukankah ketika Kak Austin mengalami kecelakaan kau yang merawatnya ? Mungkin karena hal itu dia merasa berhutang budi padamu sehingga berniat menikahimu " jawab Stefhani seolah mengetahui segalanya.
" Stefi... Jangan bicara sembarangan kamu ! " tegur Nenek Eliza.
" Aku tidak bicara sembarangan Nek, aku mendengar Kak Austin dan Kak Nick bicara kemarin di kantor bahwa Kakak Austin merasa bertanggung jawab pada Kaylee " sahut Stefhani mengatakan apa yang didengarnya.
" Ck... Kau itu tidak tahu apapun. Austin benar-benar mencintai Kaylee. Nenek bisa melihatnya " timpal Nenek Eliza.
" Tapi Nenek... Kita jangan menutup mata, jika mereka menikah tanpa adanya cinta bagaimana mungkin mereka akan bahagia " sanggah Stefhani.
" Bahagia atau tidak bukan kamu yang memutuskannya ! Mengapa kamu repot mengurusi Austin dan Kaylee. Sebaiknya kau memikirkan dirimu sendiri ! " gertak Nenek Eliza merasa tak suka dengan apa yang Stefhani ucapkan.
" Nenek... Aku kan hanya mengatakan yang sebenarnya. Aku hanya menginginkan Kak Austin bahagia, aku juga merasa kasihan kepada Kaylee jika itu benar. Bukankah dia akan terluka ? " Stefhani membela diri.
Nenek Eliza melirik ke arah Kaylee yang sejak tadi hanya diam. Ia meraih tangan Kaylee dan menggenggamnya memberikan rasa nyaman pada Kaylee.
" Walau apapun yang terjadi, aku hanya menginginkan Kaylee sebagai pendamping Austin, bukan wanita manapun " tegas Nenek Eliza sambil tersenyum menatap Kaylee membuat Kaylee merasa tenang.
" Nenek... " kesal Stefi sambil menghentakkan kakinya.
" Kalau kau hanya berniat membuat masalah, sebaiknya kau pergi. Kami tidak memerlukan bantuan dan pendapatmu disini ! " seru Nenek Eliza mengusir Stefi.
Stefi berlalu dari hadapan Kaylee dan Nenek Eliza dengan perasaan dongkol. Ia tak menyangka jika Nenek Eliza justru mendukung hubungan Austin dan Kaylee.
Dasar perempuan brengsek... Kamu sudah merebut perhatian semua orang ! Tunggu saja, aku akan membalasnya !
geram Stefhani dalam hatinya.
" Tak perlu mendengarkan ucapan Stefi, dia hanya merasa tersisihkan olehmu. Dia cemburu karena Austin lebih memilihmu, Kay " ucap Nenek Eliza menenangkan Kaylee.
" Bagaimana jika ucapan Stefi benar, Nek ? Austin hanya ingin bertanggung jawab... "
" Ssstt !! Yakinlah jika Austin memang mencintaimu. Nenek bisa melihat jika Austin benar-benar mencintaimu. Jadi, buang jauh semua pikiran buruk. Nenek hanya ingin kau yang menjadi pengantin bagi Austin " potong Nenek Eliza sambil mengangkat dagu Kaylee.
" Kau mengerti kan ? " tanya Nenek Eliza sambil menatap Kaylee.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Austin melangkahkan kakinya menuju ke kamar Kaylee. Belum sempat ia mengetuk pintu kamar Kaylee, Nenek Eliza keluar dari dalam kamar Kaylee.
" Lho, Nenek ? Kaylee baik-baik saja ? " tanya Austin khawatir.
" Kaylee baik-baik saja... " jawab sang nenek.
Austin bergerak untuk masuk, namun Nenek Eliza menahan laju Austin.
" Austin, ada yang ingin Nenek bicarakan denganmu ! " seru Nenek Eliza.
" Nanti saja Nek... Aku ingin menemui Kaylee dahulu " tolak Austin mencoba merangsek masuk ke dalam kamar Kaylee.
Nenek Eliza menahan tangan Austin.
" Tadi Stefi datang "
Austin yang semula akan memasuki kamar Kaylee, kini menghentikan langkahnya. Ia menatap Nenek Eliza.
" Ayo, kita bicara di ruang kerja saja ! " ajak Nenek Eliza.
Dengan patuh, Austin berjalan bersama sang Nenek menuju ruang kerja.
Kini mereka telah duduk di sofa di dalam ruang kerja. Austin pun membuka pembicaraan.
" Untuk apa Stefi datang kemari, Nek ? " tanya Austin penasaran.
" Untuk apa lagi, selain untuk mengacaukan rencana pernikahanmu " jawab Nenek Eliza.
" Dia mengatakan jika kau menikahi Kaylee hanya karena bertanggung jawab dan dia mendengarnya sendiri saat kau dan Nick berbicara di kantormu. Apa itu benar Aus ? " selidik Nenek Eliza.
Austin menyugar rambutnya. Ia tak menyangka jika kemarin Stefi mencuri dengar saat ia dan Nick berbincang mengenai Kaylee.
" Nenek percaya pada ucapan Stefi ? " tanya Austin kemudian.
" Tidak, tapi sepertinya Kaylee sedikit mempercayainya " jawab Nenek Eliza.
" Austin... Katakan sejujurnya pada Nenek. Apakah kau mencintai Kaylee ? Kau tidak akan mengecewakannya kan ? " tanya Nenek Eliza bertubi.
" Aku mencintai Kaylee, Nek... Aku tidak akan pernah mengecewakannya. Aku akan membuatnya selalu bahagia bersamaku " jawab Austin jujur.
" Lalu mengapa Stefi bisa mengatakan kau menikahi Kaylee karena bertanggung jawab padanya ? " heran Nenek Eliza.
" Tentu saja aku bertanggung jawab pada Kaylee karena aku mencintainya, Nek ! " tegas Austin.
" Kau yakin hanya karena itu ? Kau tidak menyembunyikan sesuatu kan, Aus ? " selidik Nenek Eliza lagi.
" Tentu saja, Nek. Aku tidak menyembunyikan apapun. Aku benar-benar mencintai Kaylee dan menginginkannya untuk menjadi pendampingku " tegas Austin.
" Kalau begitu, kau urus Stefi. Jangan sampai ia merusak pernikahanmu dengan Kaylee "
" Aku tidak akan pernah membiarkan siapapun merusak pernikahanku dengan Kaylee, Nek ! Aku sendiri yang akan memastikan jika hanya aku yang bisa memiliki Kaylee, memiliki hati dan raganya "
" Baiklah, Nenek percaya padamu. Jangan pernah kau mengecewakan Nenek dan menyakiti Kaylee ! " pesan sang Nenek.
Maafkan aku, Nek ! Aku tidak bisa berterus terang dengan menceritakan semuanya kepadamu. Aku memang ingin menikahi Kaylee karena aku sudah jatuh cinta padanya, selain itu juga karena rasa tanggung jawab atas apa yang telah kulakukan terhadapnya.
Tapi sumpah demi apapun, aku akan selalu membahagiakannya. Membuatnya tak pernah menyesal jika telah menjadi milikku seutuhnya !!