
Austin segera merapikan barang bawaannya saat kembali ke mansion. Niatnya yang akan memberi Kaylee waktu 3 hari diurungkannya. Baru saja satu hari dan dia tak lagi dapat membiarkan calon istrinya itu lebih lama didekati para nyamuk nakal.
Setelah bersiap, Austin pun berpamitan kepada sang Nenek. Melihat Nick datang bersama Stefi tentu saja membuat Nenek Eliza merasa was-was. Akan tetapi, Austin menenangkannya dan mengatakan jika ia pun akan waspada dan tidak akan membiarkan Stefi menghancurkan hubungannya dengan Kaylee.
Austin, Nick, dan Stefhani pun segera berangkat menuju kota tempat tinggal Kaylee. Sebuah kota pelabuhan yang indah dan menenangkan.
Kaylee mengetuk pintu kamar sang ibu kemudian masuk ke dalam setelah sang ibu menyuruhnya masuk. Kaylee melihay sang ibu sedang merapikan sebuah gaun pernikahan berwarna putih. Meskipun nampak sederhana tetapi gaun itu sangat indah.
" Lihat Kay... Dulu mommy mengenakan gaun ini saat menikah dengan ayahmu " ucap Joana berseri.
Kaylee meraih gaun itu dari tangan sang ibu.
" Coba kau pakai gaun ini ! Sepertinya ini pas di tubuhmu ! " seru Joana lalu meminta Kaylee memakainya.
Kaylee keluar dari walk in closet diiringi decakan kagum dari sang ibu.
" Gaun ini begitu pas untukmu, sweet heart ! Sayangnya, mommy tidak bisa melihatmu memakainya karena Austin pasti bisa memberikan gaun yang lebih baik daripada ini " lirih Joana menghela nafasnya.
" Mommy... Apakah dulu mommy sempat merasa ragu untuk menikah dengan daddy ? " tanya Kaylee.
Joana memandang Kaylee yang tiba-tiba bertanya hal seperti itu.
" Kau ada masalah dengan Austin ? " Joana balik bertanya.
Kaylee tak menjawab pertanyaan sang ibu, ia hanya menautkan jari jemarinya.
Joana mengajak Kaylee untuk duduk di atas ranjang.
" Sayang... Dalam setiap hubungan, pasti akan selalu ada masalah yang datang. Semua penyelesaiannya tergantung pada dirimu sendiri. Tanyakan pada hati kecilmu, apa keinginanmu yang sebenarnya. Jangan sampai kau mengambil keputusan yang salah dan membuatmu kecewa " Joana meraih jemari Kaylee.
" Now, tell me what happened with you and Austin ? " tanya Joana.
Kaylee menggeleng lemah.
" Mom... Jika daddy membohongimu karena takut kehilanganmu apa kau akan memaafkannya ? " Kaylee menatap Joana dengan intens.
Joana meraih Kaylee ke dalam pelukannya, lalu mengelus rambut Kaylee dengan lembut.
" Sayang... Ada kalanya seseorang menutupi kebenaran dengan kebohongan demi kebaikan semua orang. Ya, walaupun kebohongan tidak dapat dibenarkan tetapi jika itu demi kebaikan tidaklah salah. Yang penting, ketika kita berbuat kesalahan kita tidak lari dari tanggung jawab " ucap Joana lagi.
" Jika itu terjadi pada mommy, apa yang akan mommy lakukan ? " tanya Kaylee penasaran.
" Tentu saja mommy akan memaafkan ayahmu. Kenapa ? Tentu saja karena mommy mencintainya dan mommy juga tahu betapa besarnya daddymu mencintai mommy. Ia pasti punya alasan mengapa harus membohongi mommy " jawab Joana.
Kaylee terdiam, ia mengingat kembali alasan Austin membohonginya.
" Kay... Kaylee sayang... " panggil Joana.
" Ah ? Yes mom ? " tanya Kaylee menengadahkan wajahnya menatap sang ibu.
" Sekarang tidurlah, sudah malam. Gaunnya biar mommy rapikan kembali, kau gantilah bajumu " seru Joana.
Kaylee mengangguk patuh, kemudian mengganti bajunya kembali. Tak lama Kaylee kembali ke kamarnya. Kaylee memikirkan ucapan sang ibu.
" Apa aku harus memafkanmu Aus ? " gumam Kaylee yang kini berbaring di atas kasurnya sambil memandangi cincin yang disematkan oleh Austin di jari manisnya.
Kaylee tak menampik jika ia merasakan cinta yang begitu luar biasa yang diberikan oleh Austin. Hanya saja, ia tak bisa dengan mudahnya melupakan semua yang terjadi. Terlebih lagi Austin merahasiakan hal yang begitu penting dan menyangkut masa depannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Austin, Nick, dan juga Stefhani kini telah berada di depan toko bakery milik Kaylee. Austin sengaja menunggu Kaylee disana. Ia tidak ingin menyusul Kaylee ke rumah karena ia tidak ingin Mommy Joana mengetahui jika mereka tengah ada masalah saat ini.
" Kakak... Bisakah kita ke hotel dulu ? Badanku sudah lelah, perlu istirahat. Apa kalian tidak merasa lelah sedikitpun ? " tanya Stefhani pada Nick dan juga Austin.
" Kalau kau ingin ke hotel, pergilah bersama Nick ! Aku akan menunggu Kaylee disini " jawab Austin.
" Aku juga akan menemani Austin. Kau bisa naik taksi jika ingin pergi ke hotel " sahut Nick.
" Ck... Baiklah, aku akan menunggu bersama kalian " ucap Stefi sambil merengut.
Dasar menyebalkan ! Ini semua gara-gara gadis murahan itu... Lihat saja, aku tidak akan membiarkan Kak Austin membawamu kembali !
Batin Stefhani.
Tak lama kemudian, Rachel datang dan membuka toko. Nick memperhatikan gadis berkaca mata itu. Entah mengapa, rasanya ia merindukan gadis sederhana itu.
Astaga ! Apa yang ku pikirkan ?
Nick mengusap kasar wajahnya, dan itu tak lepas dari perhatian Austin.
" Ada apa denganmu, Nick ? " tanya Austin.
" Tidak ada... Hanya ingin mencuci mukaku saja " elak Nick.
" Kalau begitu pergilah ke toko. Kau lihat, Rachel sudah datang dan kau bisa ikut ke toilet ! " seru Austin.
" Tidak ! Aku akan menunggu sampai Kaylee datang saja " tolak Nick.
Austin hanya melirik Nick, namun tak berkomentar apapun.
Tak berapa lama, mobil Cris berhenti di depan toko. Cris keluar mobil lebih dulu lalu membukakan pintu untuk Kaylee.
Kaylee terlihat cantik dengan mengenakan rok span selutut berbahan jeans dengan atasan hoodie berwarna pink. Ia memakai sepatu sneaker berwarna senada dengan hoodienya. Rambutnya diikat ekor kuda dengan menyisakan sedikit helaian rambutnya dibiarkan tidak terikat.
Ya Tuhan... Baru satu hari Kaylee meninggalkanku, mengapa rasanya ia semakin cantik...
Austin memuji calon istrinya itu dalam hati. Tatapan matanya tak lepas menatap Kaylee dengan penuh kekaguman dari dalam mobil.
Ck... Apa hebatnya wanita itu sampai-sampai Kak Austin memujanya seperti itu !
Batin Stefi merasa iri.
" Lihat Kak, calon istrimu itu ! Kita menunggunya selama ini dan dia malah datang bersama pria lain " ucap Stefi bermaksud membuat Austin kesal.
Austin tak menanggapinya, ia tetap memandangi wanitanya itu. Melihat interaksi yang terjadi antara Kaylee dan Cris. Perlakuan Cris pada Kaylee memang membuat Austin cemburu.
Bagaimana tidak, pria itu memperlakukan Kaylee bak seorang putri. Bahkan kini pria itu mengulurkan tangannya bak seorang pangeran memperlakukan sang putri saat membukakan pintu mobil untuk Kaylee.
Austin berdecak tak suka, lalu segera keluar dari mobil menghampiri Kaylee dan Cris.
" Terima kasih sudah menjaga calon istriku, Cris... Mulai saat ini, aku yang akan menjaganya ! " ucap Austin lalu mengambil alih tangan Kaylee dari telapak tangan Cris.
" Austin... " gumam Kaylee tak percaya jika pria yang sudah membuat hidupnya jungkir balik kini berada di hadapannya.