Me, My Self And I

Me, My Self And I
Peristirahatan Terakhir



" Tolong istriku !!" Pekik Mike saat mereka baru saja sampai di pintu masuk ruangan gawat darurat.


Beberapa orang perawat langsung membawa Andromeda dengan ranjang dorong dan menempatkan nya di ruangan khusus, tak lama seorang dokter menghampiri mereka dan mulai melakukan pemeriksaan.


" Siapkan ruang operasi!" Pintanya


" Apa yang terjadi dengan istriku dokter ?"


" Jantung nya melemah tuan, anda sebaiknya menunggu disini " Pintanya.


Mike langsung mencari musholla saat tim medis membawa sang istri ke ruang operasi, pria itu langsung mengambil wudhu lalu melakukan shalat sunat dua rakaat.


Air matanya tak hentinya mengalir dari kedua kelopak matanya, dia bukan tidak Ridha bukan! Dia hanya ingin berdoa dan meminta agar Tuhan memberikan yang terbaik bagi orang yang sangat dicintainya itu.


Jika memang ini sudah saatnya bagi sang istri untuk kembali, maka dia meminta agar istrinya itu kembali dalam keadaan suci. Khusnul khatimah.


Tetapi bila memang Tuhan masih memanjangkan umur nya, maka dia meminta agar Tuhan memudahkan kesembuhan nya.


Hanya itu yang dia ucapkan dalam doanya untuk Andromeda nya, orang yang selama ini ada disampingnya dalam suka maupun duka. Wanita yang selama ini membuat hidup nya lebih bahagia dan berwarna, wanita yang telah memberinya anak gadis yang cantik dan saleha juga bayi laki-laki yang baru saja dilahirkannya.


Tak lama berselang seorang perawat pria menghampiri nya.


" Maaf tuan Mike, dokter memanggil anda " Pria itu menyentuh pundak Mike. Secepat kilat laki-laki itu bergegas mengikuti sang perawat pria yang telah menghampiri nya.


" Bagaimana kondisi istri saya dok?" Mike melihat raut wajah sang dokter, seketika hatinya terasa begitu sakit.


" Maafkan kami tuan Mike, kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan istri anda, tetapi takdir berkata lain " Dokter itu menepuk pundak Mike, berusaha memberikan kekuatan kepada laki-laki yang ada dihadapannya saat ini.


" Innalilahi wa innailaihi rojiunn..."


" Dimana istri saya dok?" Lanjutnya.


Masuk ke dalam ruang operasi dimana tubuh sang istri sudah terbujur kaku, Mike langsung memeluk nya.


" Maafkan aku sayang, maafkan aku....Aku berjanji akan menjaga anak-anak kita sesuai dengan amanah mu "


" Beristirahat lah sayang... Malaikat akan menjagamu untuk kami " Mike terisak-isak.


" Tunggu aku disana....Tunggu aku sayang..." Mike melantunkan beberapa ayat-ayat suci Al-Qur'an, lalu membenamkan wajahnya ditubuh Andromeda. Seketika tangisnya pecah.


Sekuat-kuatnya pria itu menahan tangisnya akhirnya pecah juga saat dia menyadari bahwa sang istri sudah tidak akan lagi ada disampingnya, seketika bayangan kedua buah hatinya hadir didalam ingatan nya.


Dua jam Mike mengurus proses administrasi rumah sakit untuk membawa tubuh sang istri ke kediamannya untuk dikebumikan, pria itu sudah terlebih dulu menghubungi semua orang yang ada dirumah juga teman dan semua saudara nya.


.


.


" Selama jalan sayang...Aku akan sangat merindukan mu " Mike menaburkan bunga diatas nisan Andromeda.


Sementara Ridwan kakak dari Andromeda dan Ita adik kecilnya hanya bisa melihat prosesi pemakaman Andromeda melalui sambungan video yang dilakukan oleh Gilbert.


" Selamat tinggal Nda, semoga Alloh mempertemukan kita kembali nanti " Ucap Ridwan lirih, sementara Ita tidak bisa berucap sepatah katapun, wanita itu hanya bisa menangis tersedu.


Enam bulan sepeninggal nya Andromeda, Mike masih terlihat berkabung. Satu-satunya penyemangat hidup nya adalah kedua anaknya.


" Papi... Danish ingin menyusu, bisa kah papi menjaganya sementara aku membuatkan susu untuk Danish?" Magenta memasuki ruangan pribadi ayahnya untuk menyerahkan Danish kepangkuan nya.


Mike belum bisa memasuki kamar dimana dulu dia dan Andromeda bersama melalui malam selama berpuluh-puluh tahun, enam bulan ini dia sengaja tidur diruang pribadi yang dia sulap menjadi kamar tidurnya.


" Oke sayang..." Mike meraih tubuh Danish yang sekarang sudah terlihat lebih besar dan montok.


Alloh Maha Besar, sepeninggal sang istri bayi mungil ini begitu tenang. Bahkan Magenta dan dirinya tidak pernah mengalami kesulitan saat mengurusnya selama ini.


Sekilas Mike menatap netra bayi montok yang ada ditangannya.


Andromeda....-Mike


Dirinya seperti sedang ditatap oleh almarhumah sang istri, seketika senyuman nya mengembang.


" Sepertinya aku tidak akan bisa melepaskan diri dari tatapan matamu sayang " Kekeh Mike.


Bayangan saat Andromeda menatapnya dengan pandangan penuh kekesalan hadir didalam benaknya, disaat dia lupa waktu dan pulang terlambat ketika mereka masih tinggal di Indonesia, ketika dia cemburu karena dirinya lebih memilih Aldofan anaknya dari Widy daripada Andromeda dan semua ingatan tentang pandangan mata sang istri hadir seperti potongan-potongan film dalam pikirannya.


" Ahh... Apa kabarnya anak itu sekarang.." Gumam Mike.


" Papi...Apa adikku rewel?" Magenta memasuki ruangan dengan sebotol susu ditangannya.


" Tidak sayang...Dia memang anak yang saleh " Mike mencium kening bayi montok itu.


Mike menyadari kebahagiaan nya saat ini, betapa Tuhan sangat menyayangi dirinya dan keluarganya. Selama ini Tuhan telah memberikan segala-galanya, harta kekayaan dan Wanita yang begitu dia cintai dan saat ini dua insan manusia buah cinta dirinya dengan Andromeda.


" Aku akan menjaga mereka sayang... Seperti yang kau amanah kan..." Gumamnya.


.


.


.


Tamat


Terimakasih atas kunjungan di novel ini, terimakasih atas dukungannya yang luar biasa di cerita ini.


Mohon maaf apabila banyak kesalahan dalam penulisan dan pengejaan kata demi kata didalam novel ini.


Dukung Novel othor yang lainnya yah 🤗🤗🤗