Me, My Self And I

Me, My Self And I
Ayam Goreng Magenta



Kita hanya bisa berencana, tetapi tetap Tuhan lah yang menentukan segalanya. Mike berusaha keras untuk menjaga kesehatan tubuh sang istri tentunya dibantu oleh Gilbert dan juga keluarga, bertahun-tahun mereka menjalani pola hidup sehat. Mengkonsumsi makanan sehat dan kaya gizi, berolahraga dan melakukan cek up rutin untuk Andromeda.


Andromeda ingin memberikan adik untuk Magenta, gadis ini sekarang sudah beranjak remaja. Dia tumbuh menjadi seorang gadis yang mandiri, baik dan bijak. Meski Mike berusaha untuk memberikan pengertian kepada istrinya itu, tetap Andromeda tetap dengan keinginannya.


" Sayang... Magenta sudah besar, aku yakin dia senang jika memiliki seorang adik "


" Tapi sayang, aku hanya mengkhawatirkan kondisi kesehatan mu...Aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi kepada kalian berdua nantinya "


" Aku baik-baik saja sayang...Jangan khawatir " Andromeda mengelus pundak suaminya.


Dua bulan kemudian Andromeda benar-benar hamil, Magenta begitu senang ketika mendengar kabar yang menggembirakan ini.


" Mami harus menjaga kesehatan mami, agar adik bayiku lahir dengan sehat juga " Magenta mengelus perut ibunya yang masih terlihat rata.


" Iya sayang....Apa kamu bahagia akan mempunyai seorang adik?" Andromeda mengelus rambut hitam dan tebal miliknya.


" Alhamdulillah...Aku sangat senang mami, terimakasih " Magenta memeluk erat tubuh ibunya.


Beda halnya dengan Mike yang saat ini sedang duduk di kursi samping sopir, hati nya was-was dengan kondisi kehamilan sang istri.


Ya Allah...Ampuni hamba mu ini....-Mike


Sampai dikediaman nya, Mike langsung meminta sang istri untuk beristirahat dikamarnya ditemani oleh Magenta sementara dia memanggil Gilbert untuk menemui nya di ruang pribadi nya.


" Selamat atas kehamilan nyonya tuan " Ucap pria yang sudah tidak muda lagi itu.


" Paman, aku sangat mengkhawatirkan keadaan istriku " Ucapnya lirih.


" Aku bersyukur Alloh telah mengkaruniai kami dengan anak untuk yang kedua kalinya, tetapi kenapa hatiku begitu was-was " Lanjutnya.


" Sabar tuan, bukankah tuan selalu bilang jika Tuhan tidak akan memberikan cobaan diluar kesanggupan hambanya?"


" Saya yakin Tuhan mempunyai maksud besar dibalik semua ini " Lanjutnya.


" Kurasa begitu paman " Mike menghela nafasnya sejenak, pria ini terlihat sedang berpikir.


" Paman, aku butuh bantuan paman dan semua orang dirumah ini untuk membantu ku menjaga istriku..." Lanjut nya.


" Baik tuan muda, saya akan yakinkan mereka "


Sementara didalam kamar Magenta masih memeluk tubuh ibunya.


" Mami...kalau adikku laki-laki aku akan memberinya nama Caesar, kalau adikku perempuan aku akan memberinya nama Ayasha "


" Kamu harus membicarakan nya dengan papi mu sayang, dia pasti ingin juga memberikan nama untuk adikmu "


" Aku akan merayu papi untuk itu " Kekeh Magenta.


" Siapa yang akan merayu papi hhmm..??" Mike memasuki kamar. Sebenarnya sedari tadi dia sudah akan memasuki ruangan itu, tetapi dia ingin mendengarkan pembicaraan antara ibu dan anak gadisnya.


" Aku..." Magenta memperlihatkan deretan gigi putihnya.


Waktu berlalu dengan begitu cepat, Andromeda telah memasuki usia kehamilan trimester kedua. Magenta dengan telaten membantu Mike dan semua orang didalam rumah itu untuk menjaga Andromeda.


Kehamilan Andromeda kali ini cukup lancar, tidak ada lagi drama ngidam pada diri sang suami ataupun dirinya. Bahkan tidak ada kendala sama sekali pada kondisi kesehatan Andromeda, hanya sesekali ibu hamil ini menginginkan makanan yang sudah lama tidak dia santap.


" Aku tiba-tiba menginginkan ayam goreng buatan almarhumah Ambu sayang .." Ucapnya kepada Mike.


Deg...


Mike mencoba untuk bersikap seperti biasa, padahal jauh didalam hatinya dia merasa sedih dengan keinginan istrinya itu terlebih dia menginginkan sesuatu dari orang yang sudah tidak ada.


" Apa kamu tahu resep nya sayang? Kamu bisa memberi tahu para pelayan jadi mereka bisa membuatnya untukmu " Mike mengelus rambut Andromeda lalu menciumnya.


" Akan sangat berbeda, tapi gak ada salahnya kita coba " Kekeh wanita itu.


" Kenapa harus minta sama pelayan rumah papi, ada aku disini...Papi lupa?" Magenta yang sedari tadi mencuri dengar memutuskan untuk memasuki kamar orangtuanya itu.


" Sudah mami, hari ini tidak ada pelajaran tambahan, jadi aku bisa pulang lebih cepat " Gadis itu mencium punggung tangan kedua orangtuanya.


" Kamu gak main sama temanmu itu, siapa namanya papi lupa "


" Marilyn? Dia akan kemari sore ini papi "


" Mana resepnya mami? " Pinta gadis itu, masih mengingat apa yang sedang diinginkan oleh ibunya.


Andromeda pun mulai menyebutkan satu per satu bahan yang dibutuhkan untuk membuat ayam goreng persis seperti yang sering dibuat oleh almarhumah Ambu nya, dia pun menceritakan proses pembuatannya dengan rinci. Magenta terlihat begitu serius mendengarkan semua perkataan ibunya seakan tidak ingin satupun terlewati olehnya.


" Ayam goreng siap meluncur "


Di dapur gadis ini meminta bantuan kepada pelayan yang bertugas untuk menyiapkan semua bahan.


" Ahh...tidak ada kunyit " Gumamnya


" Kita harus membelinya ke lokal market untuk mendapatkan nya nona, apa anda tetap ingin menggunakan nya?" Ujar Rosa


" Iya bi Rosa, bisakah bibi menyuruh seseorang untuk membelinya?"


" Aku akan menyuruh salah satu pelayan untuk mencarikan nya nona "


" Oke bi...Makasih ya "


Meski sikapnya periang tapi jauh di lubuk hati gadis ini dia tetap mengkhawatirkan keadaan ibunya, ibu yang sangat dia sayangi yang selalu ada untuknya dan selalu memberikan dukungan kepadanya.


Seringkali Magenta menangis tengah malam saat dia tiba-tiba terbangun dari tidurnya dan memimpikan ibunya itu, Magenta tahu benar tentang penyakit Andromeda selama ini. Bahkan gadis ini diam-diam mencari informasi terkait kelainan imun tubuh yang mengidap sang ibu tercinta.


" Aku harus membahagiakan mami..." batin Magenta.


Gadis itu berkutat begitu lama di dapur, dengan telaten dia mengikuti semua arahan yang tadi diberikan oleh ibunya untuk membuat ayam goreng khas almarhum neneknya. Meski Magenta belum pernah bertemu dengan keluarga dari ibunya itu, tetapi dia sangat yakin jika mereka adalah orang-orang yang sangat baik.


" Selesai...!!!" Magenta mencium wangi ayam goreng buatannya yang sudah dia taruh diatas piring.


Gadis itu membawa hasil masakan nya dengan menggunakan nampan untuk diberikan kepada sang ibu, tidak lupa dia tambahkan nasi milet dan berbagai jenis sayuran kukus.


" Waaaahhh....Ini sangat luar biasa sayang " Andromeda melihat isi nampan yang dibawa oleh putrinya, menurut nya itu sangat menggugah selera.


" Ayam goreng ala chef Magenta siap untuk disantap " Ucapnya bangga.


" Papi mau juga? Magenta bikin banyak loh "


" Nanti aja sayang, bisa mami makan dulu masakan mu "


" Ini enak sekali sayang " Andromeda mulai menyantap makanan hasil masakan putrinya itu.


" Kamu harus mencobanya papi " Lanjutnya


Ada rasa bangga dan haru di hati Magenta, setidaknya dia bisa membuat ibunya bahagia saat ini meski tidak seberapa menurutnya.


" I Love you mami..." Batinnya.


.


.


.


To be continued 😉


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘


Happy reading 🤗