Me, My Self And I

Me, My Self And I
Pindah



Mike memang tak pernah salah telah memilih sahabat terdekat nya Patrick sebagai asisten kepercayaannya, dalam waktu beberapa hari saja dia sudah menemukan sebuah rumah untuk mereka tempati bersama. Mike sengaja meminta Patrick untuk tinggal bersama mereka agar lebih mudah mereka berhubungan.


Patrick berhasil membeli sebuah rumah yang cocok dengan permintaan Mike, dilingkungan yang masih terdapat banyak pohon dengan halaman yang luas dan dua paviliun dimana Patrick akan tinggal disalah satunya.


" Pat... Apakah semua sudah siap?" Mike memastikan semua kesiapan untuk kepindahan mereka ke Jakarta.


" Sudah semua Mike, sebagian asisten rumah tangga bahkan sudah ada disana sejak semalam " Benarkan dia ini asisten yang handal?


" Sisakan beberapa penjaga dan asisten rumah tangga disini, aku tidak mau rumah ini rusak karena kosong tak berpenghuni " Mike memastikan isi tas kerjanya untuk terakhir kalinya


" Sudah aku suruh tiga orang penjaga dan tiga orang pembantu untuk tetap mengurus rumah ini Mike " Rumah ini memang sengaja tidak dijual oleh Mike. Jika sewaktu-waktu mereka sedang ingin berlibur ke kota kembang mereka jadi tidak perlu pusing-pusing untuk mencari hotel untuk menginap.


" Sayang apa kamu sudah siap?" Mike mencari keberadaan sang istri yang sebelumnya dia tinggalkan untuk bertemu dengan Patrick diruang kerjanya.


" Aku sudah siap hunny " Andromeda mengambil tas kecilnya, dia terlihat lebih segar setelah seminggu beristirahat total dirumah.


" Hei...kenapa wajahmu sedih begitu sayang?" Mike menarinya kedalam pelukannya


" Aku pasti akan sangat merindukan orang tuaku..." Membenamkan wajahnya di dada bidang milik Mike.


" Jakarta Bandung dekat sayang, kamu bahkan bisa naik pesawat agar cepat sampai disini " Mike tergelak melihat tingkah lucu Andromeda nya.


" Ayo...Pat sudah menunggu kita dibawah " Andromeda mendongakkan kepalanya memperlihatkan wajah imutnya.


" Jangan seperti itu sayang...Nanti aku kepengen lagi " Andromeda melepaskan pelukannya, dia langsung teringat kejadian semalam dan sebelum mereka bangun pagi ini. Mike seperti sedang kerasukan!


" Assalamualaikum....Ambu " Andromeda memutuskan untuk menghubungi orangtuanya untuk meminta doa restu sebelum mereka berangkat. Tiga hari sebelumnya dia dan Mike telah terlebih dahulu mengunjungi mereka untuk memberikan kabar kepindahan mereka ke Jakarta.


" Waalaikumsallam warahmatullahi wabarakatuh...Atos angkat teh? ( sudah berangkat ka )


" Iya ambu, ini baru jalan...Abah lagi apa? "


" Abah lagi ke kebun, nanti weh ku ambu dibilangin, hati-hati dijalan nya....Ambu doain disana betah, sehat terus semuanya, si encep na tambih nyaah (sayang ) sama Nda " Air mata Andromeda tak bisa terbendung lagi mendengar suara dan doa-doa yang diberikan kepada nya. Mike menarik nya kedalam pelukannya dan mencium puncak kepala nya.


" Apa yang ambu bilang ?" Mike menanyakan hal yang sebenarnya sudah dia dengar sekilas.


" Salam buat kamu katanya " Hanya menyampaikan kalimat terakhir dari ambunya.


Memasuki jalan tol, Andromeda mengedarkan pandangannya melalui kaca samping mobilnya, perasaan nya sudah seperti akan meninggalkan kota kelahiran selamanya, bahkan dia sudah merasakan kerinduan yang mendalam. Mike seperti sudah mengerti apa yang dirasakan oleh sang istri tercintanya.


" Kita bisa sering-sering kesini sayang..." Mike tak melepaskan pelukannya.


Memasuki gerbang tol Jakarta, udara sudah terasa sangat jauh berbeda. Mungkin jika mobil yang membawa mereka tidak memasang AC selama perjalanan udara panas kota ini akan sangat terasa. Bahkan bulir keringat sudah terlihat memenuhi kening Andromeda, Mike menyapu nya menggunakan tissue basah untuk menghindari agar bulir keringat Andromeda nya tidak sampai menetes.


" Nyari apa sayang ?" Mike melihat Andromeda seperti sedang mencari sesuatu.


" Ikat rambutku hunny...Gak nemu " Bibir mungil nan ranum itu agak maju ke depan membuat Mike ingin sekali menyesap nya.


Tak perduli dengan kehadiran Patrick yang berada dibelakang kemudi, Mike melancarkan aksinya. Dia meraih dagu Andromeda dan merasakan bibir kenyal miliknya sekilas, dia lalu melepaskan tautannya dan melihat wajah imut sang istri sekilas lalu kembali mencium nya.


" Manis...." Mike tersenyum, Andromeda tertunduk malu, dia mengangkat telunjuknya


" Ada Patrick didepan hunny..." Wajah malu-malu nya malah membuat Mike semakin gemas.


" Tidak tuan " penumpang dibelakang yang sedang dimabuk cinta tak melihat senyuman Patrick.


Mike mengambil ikat rambut dari dalam saku celananya dan mengikat rambut coklat sang istri diatas kepala nya.


" Nah...kok kamu punya ikat rambut disana?" Mike melihat leher mulus Andromeda, dia menelan salivanya, ingin rasanya dia cepat-cepat sampai dirumah barunya.


" Buat cadangan, kalo kalo kamu lupa seperti tadi " Mike mengecup leher mulus yang ada dihadapannya.


" Aku berkeringat Mike " Andromeda kesal


" Tetep manis " Mike tergelak.


Memasuki kawasan elit di wilayah selatan ibukota, Andromeda berdecak kagum dilihat nya sepanjang jalan rumah-rumah yang ukurannya sangat besar menurut nya. Dia heran kenapa Mike membeli rumah sebesar itu, padahal mereka hanya akan tinggal bertiga saja, ya mungkin ditambah dengan para asisten rumah tangga dan satpam paling hanya sampai sepuluh orang.


" Apa tambahan asisten rumah tangga baru sudah mulai bekerja Pat?" Mereka sedang berada dihalaman belakang, membiarkan para asisten rumah tangga nya untuk membereskan barang-barang bawaannya.


" Sudah tuan, mereka ada empat orang termasuk tukang kebun " Patrick menyesap kopi panas yang disajikan untuk mereka dengan beberapa jenis camilan.


" Apa kamu sudah memberi tahu jenis makanan apa saja yang boleh dimasak dirumah ini?" Mike memasukan potongan puding buah kedalam mulutnya.


" Aku sudah memberi tahukan semuanya kepada mereka, dan kepala asisten rumah tangga yang dirumah sebelumnya juga membantu mereka semua "


" Bagus ..aku gak mau sampe kecolongan lagi " Mike masih mengingat kejadian di Venice dan dia tidak mau kejadian yang sama terulang kembali.


" Apa jadwalku untuk besok ?" lanjutnya


" Besok kita akan mengadakan rapat direksi untuk memberikan informasi perihal pengalihan kantor cabang yang akan dijadikan kantor pusat "


" Oke Pat, sebaiknya kita beristirahat dulu sebelum makan siang nanti " Mike beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Andromeda yang sedang berada dipinggir kolam renang.


" Hunny... kolam renang nya lebih besar dari yang disana " Terlihat pancaran kebahagiaan dari wajah wanitanya, Mike semakin bahagia.


" Nanti kamu bisa berenang sepuasnya sayang .. Sekarang kita beristirahat dulu " Mike meraih tangan Andromeda dan mengajaknya untuk pergi ke kamar tidur barunya dilantai dua.


Maksud dari kata istirahat ini sangat berbeda diterima oleh telinga keduanya, Mike menarik sudut bibirnya, dia sudah membayangkan apa yang akan dilakukan nya nanti kepada sang istri.


" Waaahhh.... kamar nya juga lebih besar yah hunny " Andromeda sangat senang dengan kamar barunya apalagi dia melihat ukuran jendela yang besar-besar, dia sudah bisa membayangkan sejuknya udara pagi ketika dia membuka jendela itu besok pagi.


Sementara Mike sudah memulai aksinya.


.


.


.


To be continued 😉


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘