Me, My Self And I

Me, My Self And I
Duka Mendalam



Mike berlari mencari keberadaan wanita yang sangat dicintainya itu, hatinya bisa merasakan kesedihannya yang mendalam akibat kejadian ini, pikiran nya entah kemana. Sesampainya dia di Bandung dia langsung disambut oleh pak Mamat yang telah mengetahui kabar bahwa sang majikan akan segera sampai di bandara dari asisten pribadi nya Patrick.


Dilihatnya wanita yang dicarinya sedang menangis dalam pelukan seorang wanita berkerudung yang Mike ketahui adalah adik kandung Andromeda. Mike berlari menghampiri nya dan menarik tubuh mungil sang istri kedalam pelukannya.


" Maafkan aku sayang...Maafkan aku yang datang terlambat" Air mata Mike membasahi pipinya ketika tangis Andromeda semakin pecah dalam pelukannya.


Mike memang datang terlambat, Abah sudah menghembuskan nafas terakhirnya sesaat setelah Andromeda datang untuk menemuinya menyisakan kondisi Ambu yang masih dalam penanganan intensif pihak medis.


Pembunuh darah di otak Abah pecah akibat benturan keras dikepala dan tubuhnya saat dia terjatuh pagi ini di kebun, pihak rumah sakit sudah berusaha semaksimal mungkin tetapi takdir berkata lain. Usia Abah yang sudah tidak muda lagi menyulitkan mereka untuk mengambil tindakan yang lebih jauh.


" Aku disini sayang....Aku disini sekarang " Andromeda tidak bisa berkata apapun, hanya tangisan yang terdengar dari bibirnya. Mike hanya bisa berusaha untuk memberikan sedikit ketenangan padanya, dia khawatir akan kesehatan Andromeda jika dia menangis lebih lama.


Sementara di sebuah ruangan di sebuah rumah sakit yang berada di Singapura..


" Apakah dia sangat berarti bagi Mike?" Widy mengelus tangan mungil anak semata wayangnya, saat ini dia ditemani oleh Patrick diruang rawat inap Aldo.


" Sama seperti Aldo bagimu, bahkan mungkin lebih besar lagi " Patrick menjawab pelan, dia tidak ingin membuat wanita yang saat ini memunggunginya tersinggung.


" Tapi dia juga anaknya Pat..." Widy terisak


" Andaikan kamu datang tiga tahun yang lalu Wid, sebelum Mike terlanjur mencintai nya mungkin sekarang kalian lah yang menjadi prioritas utama dalam hidup Mike " Patrick memegang bahu kanan Widy, dia ingin memberikan sedikit dorongan agar dia bisa lebih kuat menghadapi semuanya.


" Aku akan pergi setelah ini Pat, aku akan pulang ke rumah orang tuaku di Surabaya " Widy tertunduk pasrah.


" Percayalah, Mike akan memenuhi kebutuhan hidup kalian, dia bukan orang yang tidak bertanggung jawab atas hidupnya, kalian bisa melanjutkan hidup kalian dengan tenang. Mike hanya tidak bisa menjadi suamimu.." Berkata masalah suami, Patrick jadi tergelitik untuk menanyakan hal yang telah lama dia tahan. Tentang kehidupan Widy selama ini.


" Wid...Boleh aku bertanya sesuatu? Kamu boleh menjawabnya ataupun tidak, itu terserah..." Pat melepaskan tangannya dan melipatnya didada bidangnya. Widi memutar kursinya.


" Apapun Pat..." Widy melihat sorot mata Patrick yang menuntut jawaban jujur darinya.


" Kemana kamu selama ini?" Patrick tak melepaskan pandangannya, dia mencari celah akan kejujuran dari balik netra milik Widy yang menurut nya indah.


" Aku.... Cerita nya panjang Pat " Widy pasrah


" Aku punya banyak waktu untuk mendengarnya " Patrick mendudukkan dirinya di sofa dan meminta Widy untuk mendekat.


Flashback on


" Kita sudah bertunangan Wid, aku tahu kamu belum bisa menerima cintaku, tetapi orang tua kita sudah menjodohkan kita sejak dulu " Roger bingung dengan cara apalagi dia harus meyakinkan wanita yang telah dijodohkan oleh kedua orangtuanya ini.


" Setidaknya kita bisa menjalani nya dulu Wid, apa kamu tidak memperdulikan orangtua kita Wid? Mereka berharap banyak dari pernikahan ini?" Roger memegang kedua bahu Widy dan menatap wajahnya, dia tahu semua ini tidak mudah juga baginya, karena dia pun sudah mempunyai pilihan lain dalam hatinya.


Akhirnya setelah usaha keras Roger untuk meyakinkan dan meluluhkan hati Widy, diapun dengan berat hati menerima perjodohan ini tetapi seminggu sebelum akhirnya mereka menikah Widy memergoki Roger sedang menghabiskan malam bersama dengan seorang wanita yang terakhir dia ketahui sebagai pacar Roger. Mereka telah berhubungan lama tetapi ditentang oleh orang tua Roger karena silsilah keluarga wanita itu.


Hal itu lah yang menjadi awal pertemuan singkat dia dengan Mike, Widy akui dia sudah bukan perawan ketika berhubungan dengan Mike malam itu karena mahkota nya sudah dia berikan kepada Roger sebagai bukti atas kerelaan hati nya untuk menerima Roger sebagai suami yang dipilihkan oleh orangtuanya untuk dirinya.


Pernikahan tetap berlangsung karena semua sudah diatur oleh orang tua kedua belah pihak, juga karena undangan telah tersebar. Mereka harus menyelamatkan harga diri keluarga dan tak lama setelah pernikahan itu Widy dikabarkan tengah mengandung.


Awalnya semua orang bahagia termasuk Roger, tetapi setelah sang bayi lahir Roger mulai meragukan status bayi tersebut karena wajahnya sedikit berbeda dengan nya. Aldo mewarisi warna bola mata Mike yang hijau kebiruan sementara di keluarga mereka baik dari pihak Widy maupun Roger tidak ada yang memiliki warna bola mata yang mereka yakini hanya dimiliki oleh pria bule. Widy mulai menerima perlakuan tidak baik dari Roger dan keluarganya.


Widy berpikir lama setelah kelahiran anaknya, apa saja yang mungkin terjadi malam itu, karena diapun sama seperti Mike yang tidak mengingat adegan percintaan yang hanya terjadi dalam sekali seumur hidup mereka, karena mereka sama-sama mabuk berat! Widy mengingat kartu nama yang masih dia simpan berserta amplop berisi uang sejumlah 10juta didalam tas kecil yang dia sembunyikan didalam lemari brangkas kecilnya.


Awalnya dia tidak akan menghubungi Patrick dan akan mencoba membesar kan Aldo meski Roger telah menceraikannya ketika usia Aldo menginjak 2 tahun karena malu akan cibiran keluarga nya. Tetapi karena kondisi kelainan bawaan lahir yang dialami Aldo, maka dengan berat hati Widy akhirnya menghubungi orang yang tertera di kartu nama itu. Dan disinilah mereka sekarang.


" Simpan cerita ini dari Mike Wid, biarkan hanya aku yang tahu " Patrik menghela nafasnya, dia bisa merasakan betapa beratnya kehidupan Widy sebelum mereka akhirnya bertemu.


" Aku sangat yakin jika sampai nona mengetahui cerita ini sekarang, akan mempengaruhi kondisi kesehatan nya dan itu hanya akan membuat Mike menjadi benci terhadap kalian " Lanjutnya. Pat melihat raut penyesalan di wajah Widy.


" Apa dia sakit Pat?" Widy mencoba mencari tahu kenapa dia dan Mike sangat melindungi Andromeda.


" Terakhir kali nona memaksakan diri untuk mengkonsumsi makanan yang salah, dia menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk dapat pulih kembali dan hal itu membuat Mike sangat frustasi " Patrick mengenang masa dimana dia harus menangani perusahaan seorang diri karena sang majikan yang terpaksa tinggal lebih lama di Venice dan tak lama mereka pun harus memindahkan rumah serta kantor pusat nya ke Jakarta.


" Jadi aku sarankan dan demi kebaikan kalian juga biarkan hanya aku yang mengetahui rahasia ini untuk sementara waktu " Pat menekankan setiap kata di kalimat terakhirnya.


.


.


.


To be continued 😉


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘


Happy Reading 😘