
" Sayang...Maafkan aku hari ini aku ada urusan mendadak ke luar kota, aku gak akan menginap nanti sore aku sudah akan kembali " Pagi-pagi Mike sudah bersiap-siap untuk berangkat, Patrick sudah menunggu nya dibawah. Andromeda masih berada di bawah selimut.
" Kok tiba-tiba gini sih sayang ..?" Andromeda mengerejapkan matanya, dan merentangkan tubuhnya, dia masih ngantuk. Mike paling suka melihat wajah bantal Andromeda nya di pagi hari, ingin rasanya dia mengurungkan niatnya untuk pergi.
" Imut banget sih baby ku kalo bangun pagi " Mike menciumi lehernya hingga dia tertawa geli. Dipandanginya wajah cantik wanitanya, wanita yang begitu dicintainya hingga membuat nya rela untuk melakukan segalanya agar dia bahagia. Mike mencium keningnya lembut.
" Ntar kesiangan loh, katanya buru-buru..." Andromeda merubah posisinya, dia duduk dan menyenderkan tubuhnya di senderan tempat tidur.
" Kamu gak boleh cape-cape yah sayang, kalo ke cafe jangan pulang malem-malem dan minta anterin Mamat kemanapun kamu pergi " Seperti biasa sebelum pergi kemanapun Mike akan menghujani nya dengan nasehat-nasehat penting.
" Iya hunny...Iya.... Ayok sana nanti keburu siang " Andromeda memeluk sang suami yang akhir-akhir ini semakin posesif.
Entah kenapa kepergian Mike kali ini agak sedikit berbeda dirasakan oleh Andromeda, dia tahu Mike sangat disiplin dalam pekerjaannya, apapun selalu harus sesuai jadwal dan rencana dan pagi ini dia tiba-tiba harus keluar kota secara mendadak.
Mungkin urusan kali ini benar-benar darurat...
Andromeda sengaja pergi ke cafe lebih siang dari biasanya, tadi di kamar rasanya dia ingin meneruskan tidurnya meski urung dia lakukan. Andromeda memutuskan untuk menghabiskan paginya dengan berolahraga dan membuat bekal untuk dia makan siang di cafe bersama dengan kelima karyawannya.
" Kak Meda tumben bawa bekal banyak " Bella menyambut kedatangan nya.
" Iya...Ini buat kita makan bareng nanti siang, masing-masing satu box yah nanti " Andromeda menyerahkan satu kantong plastik besar berisikan box-box nasi dan lauk pauknya.
Setiap hari Rabu, cafe memang agak sepi pengunjung maka menurut Andromeda hari ini adalah hari yang tepat untuk mereka bisa bersantap siang bersama.
" Waahh...Kak Meda pintar sekali bikin makanan enak!" Sonny dengan lahap menyantap sendok demi sendok makanan kedalam mulutnya.
" Sering-sering yah kak...." Sambung Candra yang langsung mendapatkan sebuah jitakan mesra oleh Wisnu di kepalanya.
" Sakit bego!" Candra mengelus kepalanya, dia memajukan bibirnya beberapa senti.
" Kontrol tuh bibir, ntar gue ***** mau?" Bella mendekatkan wadah sambal ke wajah Candra.
Tiba-tiba gelas yang dipegang oleh Andromeda terjatuh dan pecah disamping kakinya saat dia akan meminum air yang ada didalamnya, ke-lima karyawan nya terkejut.
" Astaghfirullah..." ucap Andromeda tidak sampai berteriak, dia merasakan desiran aneh dijantung nya.
" Kak Meda gak apa-apa??" Wisnu segera mengambil lap untuk mengeringkan tumpahan air yang membasahi kaki majikannya.
" Hati-hati kak, banyak pecahan gelas " Sonny bergegas mengambil sapu dan kain pel untuk membersihkan pecahan kaca yang tercecer disana.
" Wah ka...Kaki kak Meda berdarah kena pecahan beling " Sonny yang sedang menyapu menyadari ada darah mengalir dari betis Andromeda.
" Ambilin kotak P3K Bel " Sebelum Sonny menyelesaikan kalimatnya Bella sudah pergi mengambil kotak itu.
" Sshh...perih Bel...Pelan-pelan " Bella dengan telaten membersihkan luka dan menghentikan pendarahan di kaki Andromeda lalu dia mengoleskan betad**e salep dan membungkus nya dengan kain perban.
Setelah memastikan kesiapan cafe dan kelima karyawannya, dua jam kemudian Andromeda memutuskan untuk pulang. Luka di kaki nya tidak terlalu sakit dia rasakan, tetapi desiran aneh yang dia rasakan tadi menyisakan perasaan yang tidak nyaman maka dari itu dia memutuskan untuk pulang dan beristirahat.
Andromeda menghubungi Mike tetapi handphone nya tidak aktif, lalu dia menghubungi sang asisten tetapi tidak diangkat. Andromeda menepis semua pikiran buruknya tentang Mike sang suami, dia hanya berdoa agar Mike dan Pat dalam keadaan baik-baik saja dan pulang seperti yang dijanjikan nya hari ini.
Sesampainya dirumah Andromeda berpesan pada bi Isah bahwa dia akan langsung beristirahat dikamar dan tidak membangunkan tidur nya. Bi Isah melihat perban di kaki sang majikan, tetapi begitu dia menanyakan hal itu Andromeda menjawab bahwa itu hanya luka kecil dan langsung naik ke kamarnya dilantai dua.
Andromeda melemparkan tas kecilnya, menaruh handphone nya diatas lemari kecil disamping tempat tidur nya dan merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur. Perasaan tidak nyaman dihatinya membuat dia lelah, terlebih sang suami telah menambah level kekhawatiran nya. Dia memandang langit-langit kamarnya dan berharap semua akan baik-baik saja, bulir-bulir air matanya mengalir tak tertahankan, tak terasa diapun terlelap dalam balutan baju yang masih melekat ditubuhnya.
Jam 10 malam Mike baru sampai dikediamannya, dia sudah tidak sabar untuk menemui sang istri yang seharian ini mendominasi pikiran nya, sejak sore dia menghubungi nya untuk memberitahu bahwa dia akan pulang sedikit terlambat. Sampai di depan dirumah bi Isah sudah menunggu dan menyambut nya.
" Belum tidur bi? Istriku ada dimana bi?" Mike memberikan tas kerjanya kepada Patrick, dia membawanya ke ruang kerja Mike.
" Nona sudah pulang dari tadi sore tuan, dia langsung pergi ke kamarnya dan belum turun sampai sekarang " Mike melihat ekspresi bi Isah yang lain, dia menunggu penjelasan dari wanita paruh baya yang ada dihadapannya.
" Dan kaki nona seperti nya terluka " Tanpa menunggu bi Isah menyelesaikan kalimatnya, Mike sudah menghilang dari hadapannya.
Mike berlari ke lantai dua dan langsung membuka pintu kamarnya, dia mengedarkan pandangannya mencari keberadaan sang istri. Netranya menangkap sesosok tubuh mungil yang meringkuk yang masih mengenakan pakaian yang dia kira adalah baju yang sama yang dia kenakan untuk aktivitas nya hari ini. Mike melihat matanya yang sembab akibat menangis juga melihat betis mulus Andromeda yang terdapat balutan kain kasa disana.
Mike menyentuh kakinya perlahan dan mencium pipi dan telinga sang istri, ada penyesalan dibenaknya karena telah meninggalkan nya hari ini. Mike merebahkan tubuhnya disamping sang istri yang tidak terusik dengan kehadirannya, dia memeluk nya erat. Pikiran nya melayang entah kemana.
Maafkan aku sayang.... Maafkan aku....
Flashback on
Dini hari Mike mendapatkan telpon dari Pat sang asisten yang memberi tahu bahwa anak kecil yang dibawa oleh Widy tengah dilarikan kerumah sakit akibat penyakit bawaan yang diderita nya. Mike hanya mendengarkan perkataan Patrick tanpa menjawabnya karena khawatir akan mengganggu sang istri yang tengah tertidur pulas karena telah melayaninya hingga puas semalam.
Mike ragu apakah dia harus menjenguk nya ataukah hanya mengutus Patrick kesana, tapi Mike berpikir bagaimana pun dia adalah darah dagingnya meski dia tidak pernah bisa menerima hal itu. Setelah berperang dengan dirinya sendiri akhirnya Mike memutuskan untuk menjenguk nya dan akan membiayai pengobatan anaknya sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai orangtua.
Flashback off
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘
Happy Reading 😘