
Andromeda membuka matanya, dia masih tidak percaya dengan kejadian belum lama ini saat dia mengetahui bahwa Mike telah menemukan keberadaan nya. Awalnya Andromeda masih enggan untuk didekati oleh suaminya itu tetapi dengan kegigihan dan kesungguhan yang diperlihatkan kepadanya akhirnya Andromeda luluh juga. Kini pria itu tengah terlelap dalam tidurnya sambil memeluk tubuh nya erat.
Wanita itu mencoba untuk bangkit dari tidurnya karena matahari sudah memperlihatkan sinarnya, biasanya dia akan membantu uncle nya memasak di dapur untuk menyiapkan sarapan pagi untuk mereka bersama.
Baginya sang uncle itu terlihat aneh sekaligus mengagumkan, dia banyak mempunyai pelayan di rumahnya tetapi untuk urusan memasak dia akan turun langsung ke dapur sementara aunty Yumiko lebih senang memakan hasil masakan suaminya ketimbang membuatkannya untuk sang suami.
Perlahan Andromeda mencoba untuk melepaskan pelukan suaminya, tetapi laki-laki itu malah semakin mengeratkan pelukannya.
" Nnggg... Sebentar lagi baby, tidurlah " Ucapnya dengan suara parau nya yang terdengar seksi ditelinga Andromeda.
" Udah siang sayang, aku ingin membantu uncle di dapur " Andromeda mengelus rahang Mike yang terlihat lebih menonjol saat ini.
" Kau harus makan lebih banyak biar tubuhmu itu kembali seperti dulu sayang " Andromeda terkekeh. Sepertinya sepeninggalnya dia ke Paris, suaminya ini tak begitu mengurus dirinya sendiri padahal dulu dia hampir bisa dibilang perfeksionis dengan penampilan nya itu.
Seketika rasa bersalah menghantui dirinya, andaikan dia tidak memutuskan untuk tidak pergi hari itu. Andromeda mengutuki dirinya sendiri.
Bodoh ..bodoh sekali kamu Andromeda, lihat kan karena cemburu buta mu suamimu menjadi sengsara seperti ini...???
" Sayang...Jangan menyalahkan dirimu sendiri, aku yang salah..." Mike seperti tahu jika Istrinya itu sedang mengutuk dirinya sendiri atas keputusannya itu.
" Am sorry baby..." Mike mencium kening istrinya, dia membuka matanya dan menatap netra indah yang telah lama lepas dari pandangan nya.
" Mulai sekarang... Apapun yang ada dibenak mu tolong katakan padaku seburuk apapun itu, bahkan jika kau harus memarahiku sekali pun sayang..." Mike menautkan bibirnya perlahan, memberikan kesempatan kepada Andromeda untuk memberinya akses masuk untuk dirinya menjelajah didalam sana.
Tak lama dia melepaskan tautan nya, membiarkan dirinya dan wanitanya untuk menghela nafas nya sejenak.
" Kau tau baby...Rumah tangga tanpa didasari oleh rasa percaya satu sama lain itu percuma dan menjalin komunikasi yang baik itu adalah salah satu cara untuk membangun rasa percaya itu " Mike memberikan senyuman manis pada sang istri yang terlihat begitu serius mendengarkan perkataan nya.
Mike kembali menautkan bibirnya kali ini diterima baik oleh Andromeda, mereka saling menjelajah disana, saling bertukar saliva dan saling membelit kan lid*h.
Perlahan tangan Mike menjelajahi bagian perut Andromeda, dia bahagia karena telah ada kehidupan disana entah itu Mike junior atau Andromeda junior dia tidak begitu memperdulikan nya, apapun yang diberikan Tuhan padanya dia akan menerima nya dengan suka cita. Tangannya kembali menjelajah kali ini ke bagian dada sang istri yang sontak membuat nya mende**h sempurna saat pria itu memainkan kuncup nya dengan ujung jarinya dengan lembut.
Laki-laki itu melepas tautan bibirnya dan membenamkan wajahnya dibelahan dada wanitanya, perlahan tangannya kembali menjelajah menyentuh setiap inchi kulit mulus wanitanya yang menciptakan desiran aneh para sekujur tubuh wanitanya itu.
Tak lama tangan nakal itu sudah berada dibawah sana, awalnya hanya menyentuh lembut sesuatu dibalik kain tipis yang menutupinya tetapi seketika jari itu sudah merangsak masuk dan bermain disana menciptakan sensasi yang luar biasa pada diri Andromeda.
" Sa...yang "
Bibir Mike sudah mulai menjelajahi seluruh bagian sensitif Andromeda, mulai dari dada, perut hingga tanpa Andromeda sadari seketika Mike sudah berada dibawah sana.
Dengan hari-hari tangannya membuka kaki mulus itu hingga sesuatu yang polos dan indah dapat dia lihat dengan jelas disana, perlahan dia mulai memasuki dan menjelajahi nya hingga tercipta suara-suara yang memenuhi ruangan itu dan terdengar begitu menggair**kan ditelinga laki-laki itu.
" Sa...yang mau pecah..."
" Pecahkan lah baby..."
Semakin terdengar des**an mesra dan er**gan-er**gan itu ditelinga nya semakin gencar dia bermain disana, hingga dia merasakan sesuatu yang basah menyembur dengan sempurna.
Seketika Mike mengubah posisinya mendominasi dan mengungkung tubuh mungil itu dibawah nya, dia kembali menautkan bibirnya dan membiarkan sesuatu dibawah sana memasuki sarangnya perlahan tapi pasti dan semakin lama semakin masuk dengan sempurna.
Andromeda merasakan sesuatu memenuhi bagian bawah tubuhnya, awalnya terasa sakit dan perih..
" Ssshhhhhh..."
" Sorry baby ...Aku akan pelan-pelan "
Tetapi tak seberapa lama kemudian rasa sakit dan perih itu berubah menjadi rasa yang sangat nikmat, Andromeda bahkan meminta dan menuntut Mike untuk memberikan lebih dan lebih lagi.
Sesuatu yang sudah lama sangat diinginkan olehnya, yang sudah begitu lama tak dia dapatkan kini bisa kembali dia rasakan. Luar biasanya rasanya bahkan lebih nikmat dari dulu, hormon ibu hamil? Mungkin, tapi Andromeda tidak perduli. Dia hanya meminta Mike untuk terus memberikan kenikmatan itu padanya bahkan lebih cepat.
" Owh baby...I love you"
Mike melihat mata sayu Andromeda dan mengecup nya mesra, bibirnya tak hentinya menyebut namanya, jemari nya masih setia mencengkeram bagian-bagian tubuh dirinya.
" Bersama "
Mike semakin mempercepat gerakannya hingga akhirnya mereka pergi ke puncak pelepasan bersama.
" Terimakasih baby...I love tou..."
" I love you too hunny "
Seketika Mike menjatuhkan dirinya disamping Andromeda dan membisikkan sesuatu ditelinga nya.
" Kamu semakin nakal baby...."
Jelas itu langsung membuat Andromeda merona, wanita itu menyembunyikan wajahnya diceruk leher suaminya.
" Jangan tinggalkan aku lagi sayang, sungguh aku tak akan sanggup jika kamu melakukan hal itu lagi " Mike mencium puncak kepala Andromeda
Tak lama Andromeda kembali terlelap dalam mimpi nya, Mike menyadari hal itu saat dia merasakan nafas Andromeda yang semakin lama semakin teratur. Dia pun memutuskan untuk pergi ke alam mimpi menyusul sang istri.
.
.
.
" Dimana mereka Dhik ?" Yumiko mencari keberadaan dua keponakan nya yang tidak dia temukan di meja makan saat dia baru kembali dari kebun setelah memetik anggur.
" Sepertinya mereka baru akan turun siang nanti aunty " Dhika memperlihatkan deretan gigi putihnya. Tadi dia tidak sengaja mendengarkan suara-suara aneh saat dia melewati pintu kamar majikan sekaligus sahabatnya itu saat akan menuju ke dapur.
" Owh...i see "
" Apa kau sudah menikah Dhika?" Lanjutnya tiba-tiba
" Belum aunty..."
" Pacar??"
" Sedang berusaha " Dhika terkekeh
" Berhenti menggoda nya sayang, kau ini...." Wallace meraih pundak sang istri dan mencium keningnya serta meletakkan sepiring berisi beef sandwich untuk mereka santap bersama.
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak mohon maaf baru up langsung bikin cerita yang bikin hareudang 😁😁😁😀😆😀
Untuk yang jomblo maafkan daku
Untuk yang bersuami, tarik babang suaminya
Dan semoga Tuhan memaafkan aku karena telah membuat hareudang malam ini.
Happy reading 🤗
Happy weekend 🤗🤗
See you all tomorrow 😘