
Akhirnya Dhika benar-benar berhasil membuat Mike untuk pulang lebih cepat ke Bordeaux, dia tidak ingin melihat penderita pria itu lebih lama lagi.
Bayangkan saja, seharian Mike bisa berkali-kali bolak balik kamar mandi untuk memuntahkan kembali makanan atau minuman yang dia konsumsi. Belum lagi pria itu seperti kesulitan untuk tidur, lingkaran hitam diwajah bule nya semakin terlihat jelas.
" Sorry bro,ane cuma bisa nganter ente sampe bandara, baek-baek yah disana....Kabari ane kalo udah sampe "
Disinilah Mike sekarang, diatas pesawat komersil tujuan bandara internasional Paris dengan hanya beberapa jam lagi saja pesawat itu akan segera mendarat.
Aku datang sayang...Dan kali ini aku tidak akan pernah lagi melepaskan mu...
Tiba di bandara kehadiran Mike telah ditunggu oleh Andromeda, wanita itu terlihat mengembangkan senyumannya ketika pandangan mata mereka bertemu.
Mike sangat bahagia apalagi melihat perut sang istri yang sudah mulai terlihat membesar, seksi sekali pikirnya.
" Apa kabar mu sayang?" Mike memeluk erat tubuh Andromeda
" Aku baik-baik saja, kamu terlihat kurus sayang " Andromeda terlihat begitu khawatir saat memandang wajah pucat suaminya.
" Aku baik-baik saja sayang, jangan khawatirkan aku " Mike mengecup kening Andromeda nya.
Mereka berjalan menuju lobby depan dimana Wallace telah menunggu nya didalam mobil nya.
" Bagaimana penerbangan mu Mike?" Wallace mulai mengarahkan kemudinya keluar dari areal bandara menuju kediaman nya di kota Bordeaux.
" Lancar paman, terimakasih " Mike berusaha untuk tersenyum.
" Kau masih ngidam nak? " Wallace melihat wajah pucat Mike melalui kaca spion depan kemudi.
" Iya uncle, aku baru tahu rasanya seperti ini " Kekeh Mike
" Itu hukuman buat anak kurang ajar seperti mu " Wallace tergelak
" Iya uncle...Dan aku bersyukur karenanya, yang penting Andromeda tidak perlu merasakan nya uncle" Mike meraih pundak sang istri dan mencium keningnya.
" Well, setidaknya sekarang kalian akan hidup satu atap "
" Satu masalah terselesaikan " Wallace tersenyum.
Wallace harus beberapa kali menghentikan laju mobil nya karena Mike harus memuntahkan isi perutnya selama perjalanan.
" Aku sudah meminta Yumiko untuk menyiapkan minuman hangat untukmu Mike, bertahanlah... Sebentar lagi kita akan sampai "
Sesampainya di kediaman Wallace, Mike bergegas memasuki kamat tidurnya, dia sudah tidak tahan dengan rasa pusing di kepala nya apalagi rasa mualnya.
Dia menjatuhkan dirinya diatas ranjang.
" Pusing?" Andromeda mendekati nya, lalu memberikan pijatan ringan dikening suaminya itu sementara Mike hanya menganggukkan kepalanya.
" Tiga bulan lagi sayang " Kekeh Andromeda, dia lalu mencium kening Mike
" Aku gak apa-apa sayang, apalagi sekarang kau di sampingku " Mike membawa Andromeda kedalam pelukannya.
Tak lama kemudian Yumiko memasuki kamar membawakan segelas air rebusan mint hangat untuk Mike.
" Minumlah nak, semoga bisa mengurangi rasa mual mu " Yumiko menghampiri kedua keponakan nya yang telah melepaskan pelukannya.
" Kau tinggallah bersama kami sampai Andromeda melahirkan, melihat kondisi mu aunty tidak yakin kau bisa menjaga Andromeda Mike "
Mike mengangguk, dia memang berniat untuk melakukan hal itu selama kondisi nya belum membaik.
Tak lama setelah menghabiskan minuman hangat yang dibawa Yumiko, Mike bergegas menuju kamar mandi.
" So sweet..." Kekeh Yumiko
.
.
.
Surabaya
" Mike sudah kembali ke Paris?" Widy bertanya kepada Pat ketika mereka sedang bersantap malam bersama. Tidak biasanya dia ingin tahu tentang pria itu.
" Iya sayang, Andromeda tengah hamil sekarang " Pat sengaja tidak memberi tahukan Widy tentang masalah menghilang nya kembali Andromeda selama ini.
" Apa kamu cemburu Wid?" Tanya Pat santai, dia tetap menyantap makanannya.
" Ti...Tidak, maksud ku bagaimana mungkin aku cemburu pada nya " Widy menundukkan kepalanya.
Maksud hati ingin mengetahui keberadaan ayah biologis anaknya tanpa maksud apapun malah membuat situasi makan malam ini menjadi kurang nyaman.
" Sayang...Mike tetap menyayangi Aldo dengan caranya sendiri, dia hanya tidak mencintai mu "
Deg!
Ucapan yang terlontar dari mulut sang suami sangat menusuk di hatinya, rasa bersalah menyeruak seketika.
" Kamu tahu kan Mike menyerahkan perusahaan cabang di Surabaya ini kepada ku untuk masa depan Aldo ?" Pat menyendok makanan dan memasukkan nya kemulutnya, mengunyah lalu menelannya.
" Itu bukti tanggung jawabnya sebagai seorang ayah " Lanjutnya.
Kembali perkataannya begitu menusuk dihati Widy, dia memang salah telah berpikir buruk tentang Mike dan berharap lebih padanya. Terkadang dia ingin Mike selalu ada untuk Aldo, toh dia adalah ayah biologis anak ini hingga dia melupakan Pat yang selama ini lebih pantas untuk menjadi seorang ayah bagi Aldo. Hubungan mereka sangat dekat sekali.
" Maafkan aku Pat, aku tidak bermaksud..." Ucapnya Lirih
" Aku tahu kamu menginginkan Mike agar selalu ada untuk Aldo kan? Apa kamu melupakan aku? Saat ini aku adalah ayah anak itu....Dia anakku Widy, meski tak terlahir dari benih ku " Pat menghela nafasnya.
" Kau tidak tahu apa yang Mike hadapi selama hidup nya, jadi hilangkan lah harapan mu itu sebelum kamu menyesal nantinya " Pat mengakhiri acara makannya meski sisa makanan masih ada di piring nya. Dia beranjak dari kursinya dan meraih tubuh Aldo kedalam pangkuannya.
Seketika Widy menangis, dia telah menyakiti hati pria yang telah mencintainya tanpa syarat. Menerima segala kekurangan dan melengkapi hidupnya serta menjadi suami dan ayah yang baik bagi Aldo anaknya.
Dia akui seringkali dia merasa iri kepada Andromeda yang begitu Mike cintai, dia akan melakukan apapun untuk wanitanya itu. Tapi sisi lain sebenarnya Pat pun melakukan hal yang sama terhadap nya, hanya selama ini pikiran nya selalu saja tertuju kepada Mike seolah dia ingin memiliki Mike seutuhnya.
Ya Tuhan...Apa yang telah aku lakukan selama ini...
Kembali ke Bordeaux
" Sayang...Aku ingin makan buah anggur yang kamu petik " Mike memeluk Andromeda dari arah belakangnya, istrinya sedang menyiapkan camilan untuknya.
" Nanti aku petik dari kebun sayang...Aku sebentar lagi selesai "
" Aku maunya sekarang sayang...." Mike membenamkan wajahnya diceruk leher Andromeda.
" Iya....Iya...Aku ambilkan sekarang..." Andromeda menaruh camilan buatannya keatas piring, lalu melepaskan pelukan suaminya.
" Kenapa kamu melepaskan pelukanku??" Mike mendengus kesal
" Lho...Aku mau petik buah anggur nya, katanya tadi mau " Andromeda bingung sendiri dengan sikap suaminya yang ternyata sangat manja dengan kondisi ngidamnya.
" Aku ikut..." Ucapnya manja
" Ya udah lepasin dulu tangannya, nanti jatuh gimana?"
Mendengar kata jatuh seketika Mike melepaskan pelukannya.
" Aku saja yang petik anggur nya, kamu duduk saja disana yah sayang..." Mike mencium kening Andromeda dan berlalu dari hadapannya.
Tak lama dia kembali dengan sekeranjang kecil buah anggur yang ranum sambil mulutnya dipenuhi dengan buah anggur yang dia makan selagi memetik buah itu. Andromeda hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah lucu suaminya.
*Sesukamu lah sayang....yang penting kamu hepi...
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘
Terimakasih atas dukungannya selalu
Happy reading 🤗
Happy Sunday 🤗🤗*