Me, My Self And I

Me, My Self And I
Kembali Ke Tanah Air



Mike seperti punya semangat baru dalam hidupnya, bukan satu tapi dua sekaligus.


Semangat pertama nya didapat saat dia berhasil menemukan sang istri tercinta kembali, semangat keduanya adalah ketika Mike mengetahui ada kehidupan didalam rahimnya.


Meski pada awalnya dia sempat akan marah kepada Wallace dan Yumiko, tetapi pada akhirnya dia menyadari bahwa mereka justru malah membantu nya.


Dapat dibayangkan bagaimana jika mereka menolak permintaan Andromeda untuk tinggal disana sementara waktu, Mike pasti masih berusaha untuk menemukan keberadaan nya saat ini.


Sayangnya sang istri tidak bisa Mike bawa pulang ke tanah air atas permohonan Yumiko dan Wallace yang mengkhawatirkan kondisi kehamilan nya jika dia harus melakukan perjalanan sejauh itu.


" Kau bisa kembali lagi bulan depan Mike " Wallace memberikan pendapatnya.


.


" Gak apa-apa kan sayang aku tinggal kamu disini?" Mike merebahkan tubuhnya disamping Andromeda.


" Gak apa-apa hunny, itung-itung sambil ngontrol renovasi rumah " Andromeda mendekatkan tubuhnya ke tubuh suaminya, semenjak pertemuan mereka beberapa hari yang lalu wangi tubuh suaminya menjadi candu bagi nya.


" Ingat lho sayang...Kamu gak boleh cape-cape, harus banyak istirahat dan turuti apa kata uncle dan aunty " Mike merapikan helaian rambut Andromeda nya.


" Hemmmhh.." Andromeda mengangguk pelan, aktivitas panasnya tadi telah membuatnya kelelahan.


" Tidurlah sayang..." Mike mencium puncak kepala Andromeda dan menyusul nya ke alam mimpi.


.


.


.


" Apa ente yakin dengan keputusan ente Mike?"


" Gue yakin Dhik, dua bulan lagi gue balik kesini "


Saat ini Mike dan Dhika tengah berada didalam pesawat komersil yang akan membawa mereka ke tanah air.


Pikiran Mike sudah bulat, dia akan menunjuk Dhika untuk mewakilinya mengurus semua perusahaan tetapi tetap bertanggung jawab penuh atas semua keputusan. Dia hanya akan melakukan nya dari jarak jauh nantinya.


Mike berencana akan kembali ke kota Bordeaux dan menetap disana bersama dengan Andromedanya, sepertinya udara kota Bordeaux cocok dengan sang istri.


Satu hal yang masih mengganjal pikiran Mike, tentang Aldo anaknya. Bagaimana pun anak itu merupakan darah dagingnya sendiri, apakah keputusan nya saat ini akan berdampak buruk kepadanya dikemudian hari.


Tapi dia yakin dengan berjalannya waktu, pasti Andromeda akan mempunyai pemikiran lain untuk Aldo. Sekarang ini bahkan Mike tak berani membahas tentang nya dihadapan istrinya itu. Bukan karena Mike takut Andromeda akan membencinya, tapi Mike lebih takut jika hal itu akan berpengaruh terhadap kondisi kesehatan Andromeda terlebih saat ini dia dalam keadaan hamil.


Aku yakin suatu saat nanti keadaan akan berubah menjadi lebih baik...


" Lo gue kasih libur seminggu Dhik, pulanglah dulu dan kasih tau keluarga Lo tentang keputusan gue " Pinta Mike sesaat setelah dia melihat dua sopir pribadi telah menunggu kedatangan mereka.


" Ente yakin Mike? Ente bakal sibuk banget nantinya "


" Lo gak usah khawatir, keadaan sekarang sudah sangat berbeda..." Mike tersenyum


Iya...Aku telah menemukan kembali Andromeda ku Dhika...Dan sekarang dia tengah mengandung buah hati kami...


" Oke Mike...Ente jaga diri baik-baik, kalo ada apa-apa please kasih tau gue " Pintanya sebelum memasuki mobil yang akan membawa nya pulang ke kota Bandung.


" Sayang..Apa kamu sudah tidur? Aku sudah sampai di rumah " Mike mengirimkan pesan singkat kepada sang istri. Tadinya dia akan langsung menelpon nya tetapi urung dia lakukan karena dia takut istri nya itu sudah tertidur.


" Belum....Aku sedang menunggu kabar darimu " Andromeda membalas nya


Mike memutuskan untuk mengganti pesan singkat nya ke panggilan video.


" Hallo sayang...." Mike melihat wajah bantal sang istri yang menurut nya terlihat sangat menggemaskan.


" Hallo hunny...Apa kamu sudah sampai dirumah?"


" Sudah baby, ini aku lagi dikamar " Mike mengedarkan kamera handphone nya agar sang istri bisa melihat dimana dia saat ini.


" Maaf tadi aku gak langsung kasih tau kamu pas sampe, handphone nya lobet " Lanjutnya


" Gak apa-apa hunny "


" Kamu kenapa belum bobo sayang? Ini udah malem banget lho disana "


" Kadang emang suka susah tidur nya hunny, mungkin pengaruh kehamilan nya... Perutnya tambah gede " Andromeda terkekeh


" Sabar yah sayang...Dua bulan lagi aku kembali kesana "


" Oke...Kamu bobo dulu yah sayang, aku mau cek beberapa email yang masuk.... Nanti aku telpon lagi...mmmmuuacchh "


Mike menyudahi panggilan videonya, dia berharap Andromeda nya bisa tertidur dengan lelap setelah mendapatkan kabar darinya. Mike mulai menyalakan laptop nya dan memeriksa semua email yang masuk hari itu.


Sementara di Surabaya.


" Kok kamu belum tidur sayang?" Pat mendapati Aldo yang tengah asik bermain di jam tidur siangnya. Tak biasanya siang ini Patrick ingin bersantap siang bersama istrinya dirumah.


" Dimana mama kamu?" Pat menggendong anak itu bermaksud untuk membawa nya ke kamar.


" Itu..." Aldo menunjuk pintu kamar milik dia dan Widy dengan telunjuknya.


" Mama kamu lagi dikamar ?"


Anak itu hanya mengangguk pelan.


Pat memutuskan untuk menghampiri sang istri di dalam kamarnya.


" Sayang..." Pat memanggil sang istri seraya menarik pegangan pintu kamar dengan tangan kanannya dan mendorong nya dengan kakinya, sementara tangan kirinya menahan tubuh anaknya dipangkuan nya.


" Apa yang sedang kamu lakukan ??!" Pekik Pat saat mendapati sang istri yang sedang dalam posisi menungging.


" Aaahhh.... Nikmat nya " Ucapnya tanpa menghiraukan kedatangan sang suami. Wanita itu terlihat memejamkan matanya dan menyunggingkan senyumnya.


" Hei....Kamu lagi ngapain Wid?!"


" Aku lagi meregangkan punggung ku sayang, rasanya pegal dari tadi "


" Memangnya harus dengan posisi seperti itu?? "


Pat tiba-tiba merasakan sesuatu dibawah sana setelah melihat posisi sang istri dan mendengarkan eluhannya.


" Hemmhh..." Lagi-lagi respon sang istri terdengar lain ditelinga Pat.


" Aku kelonin Aldo dulu " Ucap cepat. Tanpa Widy sadari Pat sudah hilang dari pandangan nya membawa sang anak ke kamarnya.


Issshhh...Kemana dia??


Secepat kilat Pat membuat kan segelas susu dan memberikan nya kepada Aldo lalu meminta agar anak itu tidur karena ini sudah jam tidur siangnya.


" Aldo anak pinter, bobo yah " Pat mengusap punggung anak itu hingga dia terlihat akan menutup mata nya.


Widy merasa sesuatu telah menggelitik bagian bawah tubuhnya saat dia sedang terlelap dengan posisi menungging untuk meregangkan otot punggung nya. Awalnya dia berpikir bahwa dia tengah bermimpi sedang bercinta dengan sang suami tercintanya, tetapi lama-kelamaan dia merasa mimpi itu seperti nya nyata saat dia merasakan milik nya menjadi basah karena sesuatu telah menyembur keluar.


" Aaahhh....Sayang "


Saat dirinya akan merubah posisi nya, tiba-tiba sesosok tangan menahannya agar tetap dalam posisi nya.


" Aku masuk sayang..."


Widy mendengar suara Patrick dibelakang nya, dan merasakan sesuatu memenuhi rongga kecil dibawah tubuhnya.


Pat dengan lembut dan penuh kehati-hatian bergerak maju mundur dibelakang sana, dia tidak ingin menyakiti sang istri dan bayi di dalam kandungan nya.


" Aahh...Sayang " Pat lagi-lagi merasakan sesuatu yang hangat keluar dari dalam sana saat sang istri mengeratkan bagian bawahnya, tak lama diapun merasakan sesuatu akan keluar dari dalam milik nya.


" Owh sayang..." Pat membenamkan milik nya lebih dalam saat dia telah mencapai puncak nya.


Tak lama keduanya pun ambruk.


" Terimakasih sayang..." Pat mencium tengkuk sang istri yang terbaring membelakangi nya.


.


.


.


To be continued 😉


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘


Happy reading 🤗