
" Saya terima nikahnya Andromeda binti Suganda Wiraatmadja dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan perhiasan mas seberat 15gr dibayar tunai "
" Sah..?" tanya pak penghulu
" Sah !" jawab para saksi
" Selamat yah Dan,lo akhirnya nikah sama si Nda " ujar Nico teman main Andromeda dan dibalas oleh senyuman puas Danny
" Selamat maneh udah menang!" ujar Fathir teman sekelas Danny di SMA sambil tertawa.
Hari itu hari pernikahan antara Andromeda Wiraatmadja dan Danny Agustino yang diselenggarakan mewah oleh kedua orang tua mereka. Suganda sebenarnya merasa keberatan dengan pernikahan anak gadisnya,pasalnya dia baru saja menginjak usia 19 tahun dan Danny baru saja berusia 20 tahun. Tapi mau gimana lagi orang tua Danny sudah berkali-kali mencoba untuk melamar anak gadisnya kepadanya.
Suganda memegang prinsip jika anak gadisnya sudah ada yang melamar, berarti dia harus menikahkan mereka untuk menghindari fitnah dan zinah.
Anak gadisnya sering bercerita padanya jika kakak kelasnya selalu saja mendekati nya disekolah, dia sering mengirimkan bunga, uang, dan makanan untuknya. Bahkan keluarga nya pun sering kali mengirimkan bingkisan- bingkisan untuk Suganda dan keluarganya.
Andromeda adalah anak yang paling dia sayangi dibandingkan kedua kakak dan adiknya, dia adalah anak yang penurut senang sekali membantu dia dan istrinya dirumah. Sifatnya yang manja dan kekanakan meski usianya udah remaja membuat Suganda makin khawatir untuk menikah Andromeda dengan pria yang belum matang usianya.
Sebagai hadiah pernikahan Suganda dan istrinya memberikan satu unit rumah yang tak jauh dari kediamannya lengkap beserta isinya dan satu unit mobil, dia tidak mau anaknya harus mengalami hidup numpang dengan mertua ataupun harus hidup dengan cara mengontrak rumah.
Bulan demi bulan berlalu semenjak dia menikah kan anak kesayangannya, dan setiap kali itu pula dia melihat binar keceriaan di wajah anaknya perlahan memudar. Pernah satu kali dia dan istrinya sengaja berkunjung kerumahnya, karena meski dekat Andromeda jarang sekali mengunjunginya dan mendapati anaknya tengah menangis sendirian dikamarnya.
" Nda....kamu kenapa nak? sakit ?" tanya Fatimah ibunya
" Engga ambu Nda cuma lagi sedih aja, kangen sama abah sama ambu " kilahnya
Hati seorang ibu mana yang sakit mendengar penuturan anaknya seperti itu, karena seorang ibu tahu jika anak yang telah menikah merindukan nya hingga seperti itu berarti suaminya tidak memberikan kebahagiaan dan kenyamanan untuknya.
" Nginep yuk sama ambu...nanti Ambu masakin makanan kesukaan kamu " bujuknya
Tanpa berpikir panjang Andromeda mengiyakan ajakan ibunya, dasar memang anak kesayangan suaminya yang masih manja dia belum tahu dan belum paham hukum-hukum dalam menjalani biduk rumah tangga. Fatimah berniat untuk menasehati anak gadisnya bagaimana menjalankan sebuah rumah tangga yang baik.
Suganda menghubungi sang menantu untuk meminta ijin agar istrinya bisa menginap untuk beberapa hari bersamanya dengan alasan bahwa sang istri sangat merindukan anak gadisnya, awalnya dia menolak untuk memberikan ijinnya tetapi karena bujukan abah akhirnya Danny menginginkan Andromeda untuk menginap satu malam dirumah mertua nya itu.
Sesuai dengan janji Fatimah, dia membuat masakan kesukaan Andromeda, ikan mas goreng kering, sayur sop iga sapi dan sambal goreng kentang. Abah dan ambu merasa prihatin melihat Andromeda makan dengan lahapnya dalam benak mereka bertanya apakah anaknya ini tidak pernah makan makanan seperti itu? Padahal itu termasuk makanan sederhana dan Fatimah tahu jika anak gadisnya ini sudah lihai dalam urusan memasak, dia selalu membantu nya di dapur.
" Enak...masakan ambu mah emang paling top markotop !" puji Andromeda setelah dia selesai menyantap makanan nya.
" Ambu tea atuh..." sambung abah
Malam harinya Andromeda meminta untuk tidur bersama ibunya alasannya karena dia benar-benar merindukan pelukannya. Ini kesempatan bagi Fatimah untuk memberikan beberapa wejangan untuk bekal dia berumahtangga.
" Nda geulis...jadi istri itu harus nurut apa kata suami, gak boleh melawan segala sesuatu nya harus atas ijin suami agar Alloh ridha sama rumah tangga kamu dan suami. Setiap sehabis Shalat, doakan suami agar rejekinya lancar dan berkah, soleh dan sayang sama keluarga..." Fatimah mulai memberikan wejangan-wejangan kepada anak gadisnya.
" Iya ambu...Nda akan turuti nasehat ambu..." jawabnya
" Ambu...kalau suami main terus kita harus ngapain ?" tanyanya polos
Deg...
" Selama itu positif gak apa-apa, kan kita juga perlu meluangkan waktu untuk diri sendiri, termasuk kamu juga, siapa tahu main nya itu memang menunjang usahanya kan bagus jadinya " Fatimah mencoba memberikan masukan positif untuk Andromeda.
Dia tahu usia mereka memang belum matang untuk usia pernikahan, dia jadi ragu dengan keputusan nya untuk menerima pinangan besannya itu.
" Kalo suami gak kasih nafkah dosa gak ambu? kan abah mah kalo kasih uang sama ambu bukan sama mak nini " tanya nya lagi
Deg....
Pukulan telak kedua seakan menghantam jantung Fatimah kali ini.
" Dalam agama memang kewajiban suami itu menafkahi lahir dan batinnya secara utuh, tetapi untuk urusan batin ada hukum-hukumnya, yakni suami menafkahi lahir semampu dan seridhonya dia, contoh jika abah mampu dan ridho nya ngasih uang sama ambu cuma sejuta misalnya padahal gajinya lebih dari itu maka itu adalah hak dan rejeki kita sebagai istri "
Hampir saja air mata Fatimah terjatuh, hatinya sungguh sakit mendapatkan pertanyaan-pertanyaan itu dari anak gadis kesayangan suaminya itu. Untung saja dia melihat jika Andromeda telah terlelap sebelum dia mengakhiri kalimatnya.
Pagi hari Danny sudah berada dikediaman mertuanya untuk menjemput sang istri, ambu berusaha untuk menawarinya sarapan bersama tetapi ditolak secara halus olehnya. Alasannya dia ingin memakan masakan istrinya, dia tidak tahan jika berlama-lama jauh dari sang istri.
Dikediaman Andromeda
" Kamu pasti abis ngadu sama mereka kan?? ayo ngaku!!" bentak Danny sesampainya dirumah
" Engga ka, aku abis dinasehati sama ambu..." ujar Andromeda membela diri
" Baguslah kalo ibumu itu paham kalo anaknya gak becus ngurus rumah tangga " ujarnya
Kata-kata yang Danny lontarkan kepada Andromeda memang selalu pedas, perilaku nya sangat berubah semenjak mereka menikah. Dia tidak sehangat dulu ketika dia mengejar-ngejar Andromeda, dia bahkan tak pernah lagi membelikan Andromeda apapun karena dia hanya memberikan sedikit uang padanya itupun masih harus Andromeda pergunakan untuk keperluan makan sehari-hari.
Ibunya Danny memang selalu rutin mendatangi rumah mereka apalagi jika waktu gajian tiba, padahal gaji Danny tak seberapa jumlah nya yang hanya sebagai pelayan restoran. Bukan sekali dua kali Danny berganti pekerjaan, dia hanya lulusan SMA jadi pekerjaan yang dia dapat hanya sebagai pekerja level dasar.
" Kamu mending cari kerja gih! daripada dirumah terus jadi beban aja !"
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak tolong tinggalkan jejak kalian disini yah 😘
Terimakasih 🙏🙏🙏