Me, My Self And I

Me, My Self And I
Kehidupan Baru



Awalnya tanpa kehadiran Mike disisi nya terasa berat bagi Andromeda meski dia tinggal bersama dengan uncle Wallace dan aunty Yumiko, tetapi seiring berjalannya waktu wanita itu sudah mulai terbiasa apalagi sekarang diperutnya telah tumbuh sesosok mahluk mungil yang sangat berarti bagi hidupnya.


" Kau harus menjaga bayi dalam kandungan mu sayang, ingat apa kata dokter kau harus banyak beristirahat " Aunty Yumiko memberikan segelas susu untuk ibu hamil kepadanya. Dia melarang Andromeda untuk membantunya mengerjakan pekerjaan rumah sebagaimana biasanya.


" Aunty terlalu khawatir...Aku baik-baik saja aunty " Andromeda tersenyum. Diawal kehamilannya ini dia bahkan tidak menginginkan yang aneh-aneh seperti seorang ibu muda yang tengah hamil kebanyakan. Dia hanya mengalami morning sick, selebihnya dia merasa baik-baik saja.


" Aku hanya ingin kau dan bayimu sehat sayang " Yumiko membelai rambut hitamnya. Andaikan dia bisa hamil pasti dia akan sangat bahagia saat ini. Tapi takdir berkata lain, meski sudah sepuluh tahun lebih mereka menikah mereka belum juga mendapatkan momongan.


" Terimakasih aunty, kalian berdua begitu sayang pada kami .." Andromeda memeluk nya. Andai abah dan ambu nya masih hidup pasti mereka sedang berbahagia saat ini, dan andai Mike ada disini pasti dia akan lebih bahagia lagi.


Ahh... Semoga mereka sudah hidup bahagia saat ini...Kau punya mommy sayang, kau punya grandpa dan grandma Yumiko yang akan selalu ada di sisimu...Biarkan papi mu bahagia dengan keluarganya disana...


" Apa yang sedang kau pikirkan hmm??" Yumiko menyadari perubahan pada wajah istri dari keponakan nya itu.


" Ahh tidak aunty...Aku hanya..." Andromeda mengelus perutnya yang masih terlihat rata.


" Jangan khawatir kan tentang ayahnya, kau cukup pikiran dirimu dan bayimu...Kami akan selalu ada untuk kalian...Ingat itu.." Yumiko mencium kening Andromeda. Dia mengambil gelas yang sudah kosong dan berpamitan kepada Andromeda agar dia bisa melanjutkan istirahat nya.


" Semoga kehamilan nya lancar sayang...Aku sangat khawatir dengan kondisi tubuhnya yang berbeda dengan kita" Wallace menarik tubuh Yumiko kedalam pelukannya, memberikan sedikit kekuatan kepada wanita yang sangat dicintainya itu.


" Kita berdoa bersama Miko, semoga dia bisa melaluinya dengan baik " Pria itu mencium puncak kepala istrinya.


" Apa tindakan kita benar sayang? Maksud ku apa tidak lebih baik Mike mengetahui hal ini, dia berhak...." Yumiko mendongakkan kepalanya, Wallace menghentikan pembicaraan istrinya itu dengan mencium bibirnya.


" Jangan kau pikirkan hal itu, kita cukup fokus kepada Andromeda dan bayinya...Kau tak usah memikirkan keponakan ku itu...."


.


.


.


" Sayang..kamu gak usah turun dari tempat tidur mu, biarkan aunty mu yang akan mengantarkan makanan untuk mu " Pagi-pagi Wallace dikejutkan dengan kehadiran Andromeda dibelakangnya ketika dia sedang menyiapkan sarapan pagi.


" Gak apa-apa uncle, aku hanya bosan dari kemarin dikamar terus..." Andromeda tersenyum, dia lalu menarik kursi makan dan menduduki nya.


" Oke... sebaiknya uncle memindahkan kamarmu ke lantai bawah sini " Wallace memberikan Andromeda sepiring pancake dengan madu dan anggur segar yang dipetik sang istri pagi tadi.


" Lho...Kok kamu disini sayang..?" Yumiko tak kalah kagetnya dengan sang suami ketika melihat Andromeda yang tengah duduk di meja makan sedang menyantap pan cake buatan suaminya. Andromeda memberikan senyuman, dia ingin memberi tahu Yumiko bahwa dia baik-baik saja


" Aku akan memindahkan kamarnya ke kamar diujung sana, suasananya tak kalah indah dengan kamar yang kamu tempati saat ini " Wallace mulai menyuapkan makanan ke mulutnya, dia terlihat lahap memakan pancake buatan nya sendiri.


Pagi itu Wallace benar-benar melakukan apa yang dia katakan ketika mereka sarapan tadi. Dia meminta tiga orang pegawainya untuk memindahkan barang-barang Andromeda dari kamar yang sekarang dia tempati.


Tak membutuhkan waktu yang lama agar kamar itu segera bisa ditempati oleh Andromeda, dan benar saja ketika wanita itu memasuki nya, matanya sudah dimanjakan dengan pemandangan di indah dari luar jendela kamarnya. Dari sana dia bisa melihat pemandangan danau yang luas dengan banyak pepohonan.


Kamar yang ditempati nya sekarang adalah kamar dimana Mike remaja tidur setiap malam, dia sangat suka dengan kamar itu karena jika teman-teman nya sedang mengunjungi nya mereka bisa menghabiskan waktu ditepi danau itu.


" Istirahat lah sekarang nak, jangan biarkan kami khawatir... Oke ?" Yumiko memeluk nya lagi sebelum mereka meninggal kan kamar itu dan membiarkan Andromeda untuk beristirahat disana.


Sementara diruang kerja Wallace, dia sedang menerima panggilan telepon dari Mike yang menanyakan keberadaan Andromeda.


" Apa kau bilang?? Istrimu pergi??! Kau itu jadi suami yang benar Mike! Jangan mempermalukan keluarga! Tak ada sejarah nya pria di keluarga kita ditinggal pergi oleh istrinya!" Wallace memang belum bisa memaafkan keponakan nya itu semenjak Andromeda memutuskan untuk tinggal disini.


Laki-laki itu merasa tak habis pikir, kenapa baru sekarang Mike menghubungi nya untuk menanyakan keberadaan Andromeda. Ini sudah hampir satu bulan lebih! Kemana saja dia selama itu?


" Cari dia sampai ketemu Mike! Kau tahu kan perasaan istriku jika mengetahui hal ini?? Dia akan merasa sangat kecewa!" Wallace memutuskan hubungan telepon nya secara sepihak, dia tidak mau berlama-lama berbicara dengan keponakannya itu. Wallace khawatir jika dia berbicara lebih lama lagi, Mike akan mencurigai nya.


Sementara jauh dibelahan bumi bagian timur, seorang pria blasteran tengah bersimpuh sambil menangis. Dia sudah sangat berputus asa karena sampai saat ini dia belum juga menemukan titik terang tentang dimana keberadaan Andromeda saat ini. Apalagi ketika dia berusaha mencari nya lewat sang paman yang merupakan harapan terakhir nya, Wallace malah memarahi nya! Padahal pria itu tidak pernah sekalipun memarahi nya.


Ya Tuhan...Bahkan paman Wallace pun kecewa padaku...Apa yang harus aku lakukan???


Dia lalu teringat akan perkataan Dhika saat dia menemuinya di Bandung.


" Bangkit Mike...Hanya itu yang musti ente lakukan sekarang, jangan bikin si Nda kecewa!"


" Tapi bagaimana caranya?? Aku belum bisa berhenti mengkhawatirkan nya!" Mike berbicara pada dirinya sendiri.


" Apa yang akan Andromeda lakukan jika dia berada di posisi ku saat ini?" Mike mulai memikirkan jalan keluar terbaik dari masalah yang hadapi saat ini.


Tekadnya sudah sangat bulat untuk menemukan wanita yang sangat dicintainya, tapi disatu sisi dia dituntut untuk harus selalu berpikir jernih demi masa depan perusahaan nya yang akan menjadi masa depan dia dan Andromeda juga anak-anaknya kelak.


Oke...Gue harus balik ke Jakarta, gue akan bereskan satu per satu.


Tetapi sebelum nya Mike memutuskan untuk menemui seseorang di Surabaya dan dia harus menghubungi sang asisten terlebih dahulu.


.


.


.


To be continued 😉


Hai kakak-kakak terimakasih udah mendukung cerita novel ini. Memang novel ini belum banyak yang tahu so...dibantu ya biar lebih banyak lagi kakak-kakak yang hadir disini menyemarakkan cerita Mike dan Andromeda.


Happy reading 🤗


Terimakasih 😉😉😉