
Surabaya
Sudah hampir satu tahun lebih Mike sejak terakhir kali Mike menginjakkan kakinya dikota ini, terakhir kalinya dia kesini adalah ketika dia mempersiapkan segala sesuatunya untuk Aldo anaknya dari Widy.
" Lo dateng sendiri? Dimana Dhika? " Pat bingung karena biasanya Mike ditemani seorang pria bertubuh tinggi besar yang telah menggantikannya kemanapun dia pergi.
" Gue kasih dia cuti seminggu, kita baru abis balik dari Bordeaux " Mike memasuki mobil yang dikendarai oleh Pat.
" Gimana kondisi Andromeda? Apa dia dan calon bayinya sehat ?" Pat mulai mengendarai mobil nya keluar dari bandara.
" Mereka sehat, tapi gue mesti cepet-cepet balik kesana...Lo tau sendiri lah..."
" Gimana kabar Aldo? " Lanjutnya
" Dia sehat Mike, pertumbuhan nya sangat baik "
" Syukurlah...Lo emang pantes jadi bapaknya Pat "
Pat membawa mereka langsung menuju kantor cabang di pusat kota Surabaya, hari ini Mike akan melakukan proses serah terima kepada Patrick.
.
.
" Sayang...aku bawakan...."
Tiba-tiba Widy datang memasuki ruangan kerja Patrick membawakan makan siang untuknya, disana terlihat Mike sedang berbincang serius dengan suaminya.
Deg...
Entah mengapa jantung Widy selalu saja berdebar saat melihat sosok Mike.
" Maaf aku telah menggangu kalian..." Widy menganggukkan kepalanya kearah Mike. Pria itu terlihat sedikit terkejut melihat perut Widy yang mulai terlihat membesar.
" Gak apa-apa sayang...Sini, kamu bawa apa itu?" Pat menghampiri sang istri.
" Aku bawakan makan siang untuk mu, kamu gak bilang akan ada tamu Pat jadi aku hanya bawa sedikit saja " Widy menyerahkan tas berisi beberapa kotak makanan.
" Aku bisa memesannya diluar nanti.." Mike berusaha untuk tetap bersikap normal.
" Aldofan mana?" Lanjutnya. Mike mengerutkan keningnya, kenapa Aldo tidak terlihat bersama dengan Widy? Apa dia meninggalkan nya dirumah sendirian?
" Aldo sedang bermain diluar bersama dengan baby sitter nya "
" Sorry Mike, gue terpaksa sewa baby sitter untuk menemani Aldo soalnya kehamilan Widy sudah mulai membesar...Ruang gerak nya semakin sedikit "
Ingin rasanya Mike marah kepada Widy, kenapa gak becus ngurus anak? Kenapa harus sewa baby sitter segala? Apa dia gak takut peristiwa dulu terulang kembali?
Tapi urung dia lakukan karena dia melihat kondisi fisik Widy yang memang tidak memungkinkan untuk itu, dia juga berpikir pasti satu saat nanti Andromeda nya pun akan seperti itu jika dia hamil anak kedua atau ketiga nya.
" Itu bagus..." Ucap Mike
" Jangan khawatir gue udah cek latar belakangnya dulu sebelum gue pekerjakan dia " Pat seperti tahu akan kekhawatiran sahabat nya itu.
" Aku pulang dulu Pat, habiskan makanannya ya sayang " Merasa tidak nyaman berada disana, Widy memutuskan untuk pulang.
Ihhh... Menyebalkan sekali pria itu! Kenapa Pat bisa tahan dengan orang angkuh seperti itu?
" Gue anterin dulu Widy ke depan yah Mike..."
Mike menghela nafasnya kasar, dia tidak habis pikir kenapa Pat tidak memberi tahunya perihal kehamilan Widy.
Cih...Untuk apa dia merahasiakan semua itu? Hei apa peduliku tentang semua ini...
" Sorry Mike tadi keganggu, kita lanjut?" Patrick memasuki ruangan kerja nya.
" Lo makan dulu aja Pat, gue lagi nunggu makanan gue dateng..." Mike memutuskan untuk menghubungi Andromeda sementara dia menunggu pesanan nya datang.
" Hallo sayang...Kamu lagi dimana itu?" Terlihat Andromeda sedang berada diluar rumah, berada diantara pohon anggur.
" Hallo hunny...Aku lagi petik anggur bersama dengan Aunty Yumiko " Andromeda memamerkan buah anggur yang berhasil dia petik.
" Lho kok malah ke kebun sih sayang?? Kamu lupa apa yang aku bilang sebelum aku pulang ke Indonesia??" Mike terlihat sangat khawatir
" Aku gak cape-cape kok hunny, cuma metik anggur gak jauh dari halaman rumah "
" Gak gitu sayang...Kamu udah bikin aku khawatir ini "
" Lho...lho...Jangan nangis sayang, aku gak marah kok... Beneran, kamu kalo mau petik anggur boleh kok tapi gak boleh cape-cape yah "
Sementara Patrick yang berada disampingnya hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Dasar bucin akut...
" Pat...Apa wanita hamil kayak gitu yah?" Mike bertanya sesaat setelah dia mengakhiri panggilan telepon seluler nya.
" Gampang nangis, gampang marah... Sensitif gitu " Lanjutnya
" Memang seperti itu Mike, itu lumrah terjadi kepada wanita hamil " Pat berkata sambil mengunyah makanan nya.
" Kata dokter pengaruh dari hormon ibu hamil " Lanjutnya sekenanya. Mike terlihat menganggukkan kepalanya.
Sementara di Bordeaux
" Lho...Kok nangis sayang? Apa yang terjadi?" Yumiko terkejut tiba-tiba Andromeda memeluk nya dari arah belakang.
" Mike aunty, dia marah aku petik anggur " Andromeda terisak, meski tadi Mike sudah marah tapi kesedihan nya tak bisa hilang begitu saja.
" Nanti aunty akan bicara padanya, kamu tenang saja " Yumiko mengelus tangan Andromeda yang melingkar diperut nya
" Kamu masih ingin memetik anggur ?"
" Hemmmhh.."
" Oke...Kita petik anggur lagi sayang " Seketika Andromeda melepaskan pelukannya dan kemudian melanjutkan aktivitas nya memetik anggur.
Sejak kehamilan nya menginjak usia enam bulan, Andromeda memang terlihat lebih sensitif dibandingkan saat awal trimester pertamanya.
Kembali ke Surabaya.
Saat ini Mike tengah menikmati santap siangnya dikantor Patrick, tapi baru beberapa suap saja Mike sudah merasa perutnya begitu mual. Padahal dia memesan banyak jenis makanan tadi.
" Lo sakit Mike?" Patrick terlihat khawatir
" Gak tau Pat, tiba-tiba perutku mual " Mike kembali ke toilet dan mengeluarkan isi perut nya.
" Masuk angin kali Mike.." Pat mengambil minyak angin bermaksud untuk memberikan nya kepada Mike agar dia membalurkan nya di perut dan tengkuknya. Tetapi baru saja Mike mencium bau minyak angin tersebut, perutnya sudah kembali mual
" Jauhkan itu dari gue Pat! Bau sekali! Apa itu?!" Mike menutup hidungnya
" Ini minyak aromaterapi Mike, biar masuk angin nya hilang "
" Singkirkan benda itu Pat! Itu bau banget!"
" Mending gue anter Lo ke dokter deh Mike, ntar Lo sakit lagi..."
Setelah mengalami drama Korea selama perjalanan didalam mobil, akhirnya mereka sampai di dokter langganan Patrick.
" Apa istri anda sedang hamil ?" Tanya dokter kepada Mike.
" Maksud Dokter ?" Mike mengerutkan keningnya
" Terkadang suami ikut ngidam saat istrinya sedang hamil pak Mike " Sang dokter mengembangkan senyumannya
" Maksud Dokter saya ngidam begitu?" Mike masih tidak bisa menerima perkataan dokter yang baru saja memeriksa nya.
" Bisa dibilang seperti itu pak Mike, karena setelah saya periksa kondisi kesehatan pak Mike bagus, tidak ada kendala "
" Saya kasih resep obat untuk mengurangi rasa mualnya yah pak " Dokter lalu menuliskan sejenis obat di kertas resepnya.
Gue musti cepet-cepet pulang ke Bordeaux kalo gini caranya... Apa Andromeda ku ngidam juga yah?? Kasian kamu sayang...Pasti merepotkan kalo kamu seperti ini...
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘
Happy reading 🤗