Me, My Self And I

Me, My Self And I
Trimester Kedua



Perut Andromeda sudah mulai terlihat membesar, sekarang pergerakan nya pun sudah tidak terlalu gesit seperti dulu. Yumiko sekarang sudah tidak lagi terlalu mengkhawatirkan keadaan Andromeda, karena pada akhirnya wanita itu telah berhasil meyakinkan Yumiko jika dirinya baik-baik saja dan bisa beraktivitas normal seperti biasanya.


Seperti hal nya pagi ini, Andromeda membantu Yumiko di kebun anggur untuk ikut memanen buah anggur.


" Aku tidak mengira memanen buah anggur bisa menyenangkan seperti ini aunty " Dengan lihai Andromeda menggunakan gunting kecil ditangannya untuk memotong dahan kecil tempat anggur-anggur ranum itu tumbuh.


" Kau jangan terlalu lelah nak, kau tetap harus menjaga kandungan mu " Yumiko tersenyum


" Jangan khawatir aunty, aku akan beristirahat jika aku sudah lelah " Dia pun meneruskan kegiatannya memanen buah anggur.


Andromeda hanya sanggup bertahan selama beberapa jam saja disana, dia ikut kembali ke rumah dengan menumpang pada traktor yang mengangkut buah anggur pada kloter pertama.


" Kau telah kembali?" Tanya Wallace, dia melihat keringat sudah membasahi wajah istri keponakan nya itu.


" Iya uncle... Sebenarnya aku masih ingin berada disana, tapi aku sudah lelah..." Andromeda tersenyum, dia menyeka keringatnya menggunakan handuk kecil yang telah dia basahi sebelumnya.


" Istirahatlah nak, makan siang nanti aunty mu akan membangunkan mu " Wallace menyuruhnya untuk kembali ke kamarnya.


Andromeda membersihkan tubuhnya sebelum dia merebahkan dirinya di atas tempat tidur, dielusnya perut yang mulai terlihat membulat itu.


" Nak...Hari ini mami membantu grandma mu untuk memanen anggur, disana sangat menyenangkan... Kau tau mami sangat senang hari ini..." Tak lama Andromeda pun tertidur.


" Uncle...Aku akan ke Bordeaux bulan depan " Mike menghubungi Wallace melalui panggilan telepon, saat ini dia sedang melakukan perjalanan bisnis bersama Dhika asisten pribadi barunya.


" Apa Mike?" Wallace merasa dia salah mendengar informasi yang dikatakan oleh keponakan itu.


" Aku akan ke Bordeaux dua Minggu dari sekarang uncle, rumahku sedang diperbaiki...Aku hanya ingin melihat hasilnya " Mike menjelaskan maksud kedatangan nya.


" Owh...Oke Mike, kami akan menunggu kedatangan mu " Wallace mengakhiri sambungan telponnya.


" Mike menelpon mu?" Yumiko memasuki ruangan keluarga, dia melihat sang suami yang tengah termenung disana.


" Iya..." Jawabnya singkat


" Apa yang dia katakan?"


" Dia akan datang kemari dua Minggu mendatang " jawabnya malas


" Bukankah itu bagus?"


" Sepertinya begitu.... Entahlah " Wallace sedikit merasa cemas, dia tidak tahu bagaimana cara untuk memberi tahu Andromeda tentang kabar ini.


" Aku akan mengatakan kepadanya jika kau tak keberatan sayang .." Yumiko mengelus bahu bidang suaminya


" Jangan sekarang sayang, nanti saja..


Aku tak mau hal buruk terjadi jika Andromeda mengetahui hal ini terlalu cepat..." Wallace mengelus tangan Yumiko yang berada di pundaknya.


Tiga hari sebelum kedatangan Mike Yumiko dan Wallace memutuskan untuk memberitahu kabar perihal kedatangan Mike ke kota Bordeaux kepada Andromeda.


" Sayang....Kami ingin membicarakan sesuatu kepada mu..." Yumiko menggenggam erat kedua tangan Andromeda.


" Ada apa aunty?" Andromeda terlihat gusar, Yumiko menghela nafasnya


" Tiga hari lagi suamimu akan datang kemari..


" Andromeda melepaskan genggaman tangannya dari Yumiko.


" Apa kalian mengatakan kepadanya tentang keberadaan ku?" Andromeda masih tidak menyangka akan kejadian ini.


" Tidak sayang....Dia tidak pernah tahu sebenarnya kau tinggal disini bersama kami selama ini " Wallace mencoba menenangkan nya


" Lalu...Apa tujuan Mike datang kemari uncle?"


" Yang disewakan kepada teman Mike itu paman?"


" Iya sayang....Yang itu " Wallace berusaha menyusun kalimat yang tepat untuk memberi pengertian kepada Andromeda


" Rumah itu sedang diperbaiki oleh Mike selama ini, dia akan kembali ke kota ini....Tapi kami belum tahu kapan persisnya dia akan pindah kemari " Wallace mendekati Andromeda, dia merangkul pundak nya.


" Aku belum siap untuk menemuinya uncle.... Maafkan aku aunty " Andromeda tertunduk, Yumiko memeluk nya. Selama kehamilan ini Andromeda memang sedikit lebih sensitif perasaan nya.


" Tidak apa-apa sayang...Jika kamu belum mau menemui nya, kamu bisa tinggal ruangan sayap barat disana ada banyak pelayan yang akan menemanimu....Suamimu tak akan bisa menemukan mu disana " Wallace memberikan solusi terbaik untuk Andromeda, wanita itu langsung menyetujui nya.


" Sayang... Aku rasa Mike berhak mengetahui hal ini " Yumiko mencoba membujuk kembali suaminya itu, saat ini mereka tengah berada didalam kamarnya.


" Kau dengar sendiri kan apa yang dikatakan Andromeda? " Wallace merebahkan tubuhnya diatas ranjang


" Aku tahu sayang, maksud ku bicarakan baik-baik dengan keponakan mu itu.... Berikan dia pengertian " Yumiko agak memaksakan kehendaknya kali ini, dia melakukan semua ini demi kebaikan mereka bersama.


" Aku akan memikirkannya sayang....Kau tidur sajalah..."


Hari yang di nantikan pun tiba, Mike benar-benar datang bersama dengan asisten baru nya.


" Bagaimana perjalanan kalian?" Wallace mempersilahkan mereka untuk masuk setelah melakukan penyambutan untuk keduanya


" Perjalanan kami lancar uncle...Aku ingin beristirahat dikamarku " Mike langsung menuju kamar yang dulu ditempatinya bersama Andromeda ketika berbulan madu.


" Maafkan keponakan ku itu " Pinta Wallace kepada Dhika.


Untung kamarnya sudah aku kembalikan seperti semula...


" Tidak apa-apa tuan, saya sudah lumayan mengenalnya dengan baik " Dhika menggelengkan kepalanya. Dalam hatinya dia berharap Mike tidak menemukan keberadaan Andromeda disana.


" Mari saya antar ke kamar mu nak " Wallace meminta Dhika untuk mengikuti nya. Meski dia mempunyai banyak pelayan tapi kebiasaan Wallace dalam menyambut tamu-tamu nya patut diacungi jempol.


Dikamar Mike...


Bahkan wangi tubuhmu masih bisa aku cium disini sayang ...Aku sungguh sangat merindukanmu....Maafkan aku Andromeda, andai kamu ada disini saat ini aku akan memeluk mu dan tak akan aku lepaskan apapun yang terjadi...


Air mata Mike mengalir tanpa bisa dibendung nya lagi, berbulan-bulan dia telah berusaha untuk menahan kerinduannya terhadap istri yang sangat dicintainya itu. Mike memeluk photo Andromeda dalam tidurnya.


Malam pun tiba Mike meminta ijin untuk tidak menemani Dhika serta paman dan bibinya untuk bersantap malam bersama, di memilih untuk menikmati cahaya rembulan di balkon kamarnya.


Tanpa dia sadari sepasang bola mata indah sedang memerhatikan nya dari kejauhan dalam gelapnya malam, hatinya sakit melihat pria yang dicintainya berada disana. Tubuhnya tidak lagi se atletis dulu, tubuhnya terlihat lebih kurus.


Kau lihat sayang ...Itu adalah papimu, maafkan mami belum mau mengenalkan mu kepada papimu....


Mike merasa dirinya tengah diawasi oleh seseorang, dia mengedarkan pandangannya siapa tahu orang yang sedang mengawasi nya ada disekitar sana. Menyadari hal itu Andromeda melangkahkan kakinya mundur dari tempatnya saat ini.


Huufttt...Aku terlalu merindukan Andromeda sampai berpikir hal yang aneh-aneh seperti ini...


.


.


.


To be continued 😉


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘


Happy reading 🤗