Me, My Self And I

Me, My Self And I
Firasat



Seminggu sebelum mendapatkan kabar duka dari keluarga Andromeda di Bandung.


" Nda...Abah teh kangen sama kamu geulis, kepengen ngaliwet bareng sama keluarga, sama si aa sama di neneng..." Malam itu Andromeda mendapatkan video call dari abahnya, Andromeda merasa aura wajah Abah dan ambu nya semakin bersinar.


" Iya abah... insyaallah hari Minggu besok Nda ke Bandung yah, biar kita bisa liliwetan kayak dulu lagi " Andromeda terkekeh melihat adegan rebutan layar handphone antara Abah dan ambunya.


Semenjak Abah menghubungi nya itu Andromeda selalu merasa rindu pada kedua orangtuanya, ingatannya selalu kembali ke masa dia masih anak-anak dimana Abah selalu paling menyayangi nya bahkan sampai membuat ambu sendiri merasa cemburu.


" Jika nu nanggeuy endog kokonengna ( peribahasa Sunda yang mengistilahkan anak paling disayang ) Abah mah sama si teteh teh, Ambu meni dilupain " Itu kata-kata yang selalu terlontar dari mulut sang istri yang sedang merajuk karena merasa cemburu.


Kedua kakak dan adiknya tidak pernah iri terhadap saudara mereka, karena Andromeda sangat menyayangi dan menghormati keduanya bahkan mereka selalu menganggap lucu jika Ambu sudah merajuk karena cemburu. Rumah menjadi ramai pikir mereka.


" Kenapa sayang? kok senyam senyum sendiri gitu? hayooo lagi mikirin apa??" Mike menggoda sang istri yang sedang asik dalam lamunannya.


" Aku kangen sama abah dan ambu hunny...aku kepengen nengokin mereka..." Memasang wajah memelas berharap sang suami menjadi iba dan mau mengantarkannya ke Bandung.


Bukannya iba, Mike malah suka melihat wajah lucu istrinya dia semakin bersemangat untuk selalu melahap habis Andromeda nya.


" Jangankan ke Bandung sayang, kamu minta pindah ke Bordeaux hari ini pun aku akan mengabulkan nya untuk kamu...Besok mau kesana?" Pertanyaan nya langsung dijawab oleh anggukan kepala antusias sang istri. Dia bahkan langsung menghubungi mereka dihadapan sang suami.


Sabtu pagi mereka pergi ke Bandung untuk menemui kedua orangtua Andromeda, dan seperti kemauan abah mereka mengadakan acara liliwetan bersama. Ambu telah mempersiapkan semua masakan untuk dapat mereka nikmati, Andromeda sangat bahagia bisa berkumpul kembali dengan semua anggota keluarga nya. Tapi sayangnya itu adalah momen paling bahagia terakhir Andromeda bersama dengan Abah dan Ambu tercinta.


Mereka bahkan sampai bergadang saking asiknya mendengar kan abah bercerita tentang masa lalunya, terkadang terlihat raut wajah sedih di wajah mereka saat Abah bercerita bagaimana pahitnya dulu ketika jaman dia dan orangtuanya masih hidup pas pasan dan merasa bangga ketika mendengarkan cerita bagaimana perjuangan mereka hingga menjadi seperti sekarang ini.


" Nanti kalau Abah dan Ambu sudah meninggal, tolong kuburkan kami di sebelah utara kebun kopi biar Abah sama ambu bisa selalu melihat pemandangan dari atas " Kata-kata ini dianggap candaan ringan oleh semuanya terkecuali Andromeda, dia menatap nanar keduanya.


Minggu siang Andromeda dan Mike terpaksa harus pulang kembali ke ibukota karena kesibukan Mike yang memang akhir-akhir ini begitu menyita waktunya, dia bahkan beberapa kali harus pergi mendadak keluar kota.


Andromeda memeluk kedua orangtuanya seakan itu adalah pertemuan terakhir mereka, Andromeda bahkan tak pernah menangis sesedih itu. Ada perasaan lain dihatinya yang dia sendiri tidak mengerti bahkan sulit untuk diungkapkan, yang bisa dia rasakan adalah kerinduan yang sangat mendalam.


.


.


.


Hari ini didepan peristirahatan terakhir Abah dan ambunya Andromeda bersimpuh, berdoa kepada yang maha kuasa agar keduanya dilapangkan kuburnya dan diampuni segala dosa-dosanya serta mendapatkan tempat yang indah disisi sang Maha Pencipta.


Sepertinya derai air mata nya tak bisa juga dia bendung, kini tak ada lagi yang akan menasehatinya, tak akan ada lagi belaian lembut kasih sayang keduanya. Andromeda harus merelakan keduanya pergi dengan ikhlas setelah perjuangan terakhir keduanya dimeja operasi.


Abah ...Ambu...Maafin Nda...Tunggu Nda disana...Nda pasti akan pulang...


Mike tak melepaskan genggaman tangannya, sesekali dia memeluk Andromeda tanpa memperdulikan semua orang yang ada disana. Diapun sama sangat kehilangan kedua sosok orang tua yang belum lama dia kenal, orang yang selama ini ikut memberikan nasehat-nasehat kepadanya tentang kehidupan dan bagaimana menjalani nya dengan baik. Orang-orang yang telah menjadi salah satu sosok perubahan pada diri Mike selama ini.


" Sayang...Kita pulang yah, udah sore...Nanti kamu kedinginan " Mike membujuk Andromeda yang masih ingin berada disana meski semua orang sudah meninggal areal peristirahatan terakhir kedua orangtuanya.


" Aku masih merindukan mereka hunny...." Andromeda terisak


" Sayang....Mereka sudah bahagia disana, kita harus merelakan mereka pergi. Aku yakin mereka akan bersedih jika kamu terus menangisi kepergian mereka " Mike mencium kening istrinya. Andromeda akhirnya menyerah pada bujukan Mike untuk pulang.


Sejujurnya Mike lebih khawatir akan kesehatan Andromeda saat ini, karena dia telah menangis dari semenjak kedatangan nya ke Bandung sehari yang lalu. Mike membawa sang istri untuk pulang ke rumah miliknya yang dulu pernah mereka tempati, sengaja Mike melakukan hal ini agar Andromeda tidak terlarut dalam kenangan yang hanya akan membuat nya semakin bersedih jika dia membawanya ke rumah abah dan ambu nya.


Benar saja apa yang Mike khawatir kan, malam harinya Andromeda tak sadarkan diri akibat panas yang tinggi dan terpaksa dia harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.


" Apa kamu yakin kamu baik-baik saja Mike?" Patrick menghubungi nya dari Singapura untuk memastikan keadaan sahabat sekaligus majikan itu setelah dia menerima kabar bahwa Andromeda sekarang berada di rumah sakit.


" Aku baik-baik saja Pat, aku hanya mengkhawatirkan keadaan istriku.... Bagaimana disana?" Mike memijat keningnya, dia sedang duduk di sofa kamar rawat inap Andromeda.


" Aldo perkembangan nya bagus Mike, lusa kami akan pulang, aku akan membawa mereka langsung ke Surabaya " Mike mendengar suara ocehan anak kecil diseberang sana.


" Baguslah...Pastikan mereka mendapatkan semua yang sudah kita bahas tempo hari " Mike menutup sambungan telponnya, dia membuang nafasnya kasar keudara. Rasanya tubuh nya sangat lelah hari ini, tak terasa Mike tertidur disana menemui Andromeda nya di alam mimpi.


" Hubby....Apa kamu sakit? mukamu pucat..." Andromeda yang masih terbaring lemah mengkhawatirkan keadaan pria yang duduk disampingnya.


" Aku gak apa-apa sayang...Hanya kurang tidur, bagaimana kondisimu sekarang?" Mike mencium kening Andromeda nya


" Aku ingin pulang Mike, aku ingin pulang ke Jakarta " Andromeda menggenggam tangan sang suami, dia melihat wajah Mike dan tersenyum.


" Tapi kamu masih sakit sayang...Kamu belum cukup kuat untuk itu " Mike mencium tangan Andromeda yang berada dalam genggamannya.


" Aku kuat Mike...Aku mohon, aku ingin pulang..." Air matanya mengalir. Mike tak akan pernah bisa tega melihat air mata itu mengalir di pipi wanitanya.


" Iya sayang..." Mike kembali mencium tangan Andromeda dan membelai rambutnya lalu pergi dari ruangan itu menuju ruangan dokter nya.


.


.


.


To be continued 😉


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘


Happy Reading 😘