Me, My Self And I

Me, My Self And I
Masa Lalu 2



" Kamu mending cari kerja gih! daripada dirumah aja...jadi beban!"


Awalnya Andromeda menolak permintaan Danny karena dia ingat nasehat ambunya bahwa seorang istri lebih baik berada dirumah saja untuk menghindari fitnah. Tetapi karena desakan Danny yang hampir tiap hari menyuruh nya untuk bekerja, akhirnya mau tidak mau dia memutuskan untuk bekerja.


Andromeda tidak mau menceritakan perihal ini kepada orangtuanya karena memang Danny yang mengancamnya dan dia juga tidak mau jika orangtuanya merasa sedih. Malam ketika terakhir kali menginap Andromeda sebenarnya mendengar isak tangis ambunya, dia berfikir mulai saat ini dia tidak akan mau lagi membuat air mata ambunya jatuh kembali karena takut dosa.


Andromeda mulai mencari-cari lowongan pekerjaan bahkan Danny sang suami ikut mencarikan pekerjaan untuknya, hingga pada suatu ketika dia diterima kerja disebuah restoran sebagai seorang kasir.


Manager restoran tersebut sangat kagum akan etos kerja yang dimiliki oleh Andromeda, dia selalu hadir setengah jam sebelum jam kerja dimulai, dia cepat akrab dengan teman-temannya dan dia ramah kepada para pelanggan yang datang, dan yang paling bagus lagi adalah Andromeda adalah seorang pegawai yang cepat tanggap.


" Nda ..bill meja 7 sama 10 yah! " pinta Eddy salah satu rekan kerja Andromeda dari departemen service.


" Nih Dy bill nya " Andromeda menyerahkan dua lembar kertas panjang kepada Eddy yang terkenal playboy dan tengil


" Thank you cantik..." ujarnya memberikan senyuman manis yang tidak pernah digubris sama Andromeda.


Setiap hari restoran itu sangat ramai dikunjungi para pelanggan apalagi jika weekend tiba, jumlahnya bisa dua kali lipatnya dan biasanya Andromeda selalu mendapatkan jatah lembut karena kinerjanya yang cepat dalam menginput data.


Pada satu hari Andromeda dipanggil ke ruangan HRD.


" Nda... setiap enam bulan sekali kami ngasih kesempatan kepada karyawan untuk pindah departemen, kamu sebenarnya bagus banget di kasir, tapi barangkali kamu ada keinginan untuk mencoba pekerjaan lain " ujarnya


Andromeda selalu tertarik melihat Andra temannya yang bekerja di departemen beverage service, dia ingin sekali mencoba untuk meracik minuman dan ini kesempatan bagus untuknya memulai.


" Kebetulan saya ingin menjajal dunia bartending pak, kalo memang boleh saya pindah ke bagian itu " jawabnya


Andromeda sebenarnya suka dengan posisinya saat ini, tetapi dia merasa kurang nyaman dengan teman-teman nya yang selalu saja membicarakan masalah rumah tangga dan uang. Meski tak bisa dibohongi saat ini pun dia merasa rumah tangga nya kurang baik karena perlakuan suami dan mertuanya yang setiap kali Andromeda gajian justru mereka meminta uang padanya. Semenjak Andromeda bekerja justru Danny yang meminta jatah bulanan dengan alasan untuk modal mencari pekerjaan.


Tak lama Andromeda beralih profesi dari seorang kasir menjadi seorang peracik minuman yang membuatnya lebih banyak mendapatkan shift malam.


" Kok kamu sekarang malem terus kerjanya?" tanya Danny ketika Andromeda hendak bersiap-siap untuk pergi bekerja.


" Iya... sekarang dipindahin kerjanya " jawabnya singkat.


" Kamu gak boong kan Nda?" tanya Danny curiga


" Buat apa boong, kalo gak percaya ikutin aja " Andaikan Andromeda tidak mengucapkan kata-kata yang akan dia sesali nanti.


Kenyataannya Danny memang secara diam-diam mengikuti Andromeda, dia mulai menaruh curiga kepada istrinya yang semakin lama semakin bersikap dingin dan tak acuh.


Andromeda memang disukai oleh teman-temannya karena kebaikannya, dia supel dan ceria juga pintar. Dia seringkali membuat para pelanggan menghabiskan lebih banyak uang untuk membeli lebih banyak menu-menu yang dijual di restoran itu dan sekalinya dia mendapatkan tips dia tak sungkan untuk membagikan nya kepada teman-teman nya.


Malam itu malam yang mujur bagi dia dan teman-temannya karena kedatangan bos besar langganan yang sering kali menghabiskan uang dan waktunya hingga pagi hari, tak kira-kira Andromeda dan teman-temannya berhasil mengumpulkan uang tips sebanyak satu juta! dan pada akhir jam kerjanya mereka akan membagi rata uangnya.


Uang tips ini Andromeda jadikan sebagai uang cadangan untuk keperluan pribadinya karena uang gajinya yang tak bisa lagi dia andalkan.


Seperti biasa karena memang dia dan teman-temannya sudah sangat akrab seperti keluarga, sebelum mereka pulang mereka akan berdoa diikuti saling salam dan peluk untuk menyemangati satu sama lain dan biasanya hal ini dilakukan didalam gedung, tetapi karena ide nya si Eddy yang tengil itu mereka mengadakan sesi briefing dihalaman resto.


" See you Nda! hati-hati pulang nya yah!" ujar Eddy


" Gue pasti kangen sama lo " ujar Miska lebay sambil memeluk Andromeda


Begitu Andromeda melangkahkan kakinya menuju lapangan parkir, sebuah tangan menarik nya dari belakang dan tanpa sempat dia melawan, tubuhnya sudah mendapatkan pukulan demi pukulan. Teriakan Andromeda mendapatkan respon dari teman-teman nya yang kebetulan masih berada tak jauh dari posisi Andromeda saat itu.


" Aaaaaaahhh...!!!!" pekik Andromeda


" Dasar cewek murahan! pelac*r!! pantas aja sering pulang pagi! rupanya ini kelakuanmu!!" hardik Danny sambil terus memukuli Andromeda dan sesekali menarik rambutnya.


" Wooi Anj*nk Lo yah!!! beraninya sama cewek! " teriak Budi yang posisinya lebih dekat dengan Andromeda


" Woi bang! dia baru beres gawe! belom tidur! gila lo yah!" Eddy yang sudah menyangka kalau itu adalah suami dari Andromeda yang sering kali dia sebut bahwa suaminya sangat baik padanya.


" Oh...lo pacarnya??! bentaknya


" Eh anj*ng gue yang pacarnya dia! dasar cowok gak ada akhlak!" teriak Miska pada Danny


" Lepasin dia anj*ng!" pekik Budi yang melihat rambut Andromeda masih ditarik paksa oleh Danny padahal temannya itu sudah dalam keadaan pingsan.


Danny terpaksa kabur karena teman-teman Andromeda berhamburan menghampiri dirinya dan berhasil menghajarnya.


Andromeda dilarikan kerumah sakit karena keadaannya yang penuh luka lebam, Miska menghubungi orang tua Andromeda menggunakan pesawat telepon milik Andromeda.


Suganda sangat murka mendapati keadaan putri kesayangannya dalam keadaan lemah dengan penuh luka lebam diwajahnya sementara Fatimah tak hentinya menangis, dia menyesal karena telah memberikan putrinya kepada pria tak bertanggungjawab.


Selama empat hari Andromeda dirawat dirumah sakit, selama itu pula baik Danny ataupun orangtuanya tidak pernah menjenguk nya. Suganda berniat untuk melaporkan sekaligus menggugat kan perceraian untuk anaknya, menurut nya rumah tangga sang anak sudah tidak bisa lagi diselamatkan.


Suganda membawa Andromeda pulang ke kediamannya, dia tidak mengijinkan Andromeda untuk keluar rumah sebelum dia benar-benar pulih dari kondisi fisik dan mentalnya. Dia pun memerintahkan anak sulungnya untuk memanggil kedua orangtua Danny dan anaknya yang telah tega menganiaya putrinya.


" Panggil mereka kemari! kalo perlu bawa polisi sekalian untuk menyeret mereka!" titahnya


.


.


.


To be continued πŸ˜‰


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah...aku jadi semakin bersemangat untuk update ceritanya tiap hari😘😘😘


Terimakasih πŸ™πŸ™