
" Apa yang terjadi Pat?" Widy tengah berkemas, besok adalah hari kepulangan nya ke Indonesia. Dia melihat Patrick yang tiba-tiba khawatir setelah menerima pesan singkat dari Mike.
" Nona kembali harus dirawat..." Patrick memaksakan senyuman nya kepada Widy, wanita yang akhir-akhir ini membuat dia merasa nyaman saat didekat nya.
" Kok bisa Pat?" Widy sempat mengira Andromeda terlalu lemah, dia juga pernah kehilangan orang-orang yang dicintainya tetapi dia masih bisa berdiri kuat.
" Itulah yang terjadi jika nona mendapatkan tekanan batin yang terlalu berat, nona sebenarnya adalah sosok wanita yang kuat sebelum penyakit itu menggerogoti tubuhnya " Patrick membuang pandangannya ke jendela. Widy menyesali pikiran buruknya, dia paham sekarang kenapa Mike dan dia sangat melindungi nya.
" Jadi...." Ucapan Widy terhenti
" Iya...Ada alasan kuat kenapa Mike dan aku sangat melindungi nona selama ini, dan lihat ini..." Patrick memberikan handphone nya kepada Widy, dia ingin wanita yang ada dihadapannya melihat apa yang sedang Pat coba perlihatkan padanya.
" Ini...Ini siapa Pat? Ini Andromeda? tetapi ini foto lama kan?" Widy mencoba meyakinkan pandangan nya.
" Beliau adalah nyonya besar, ibunda nya Mike, wajahnya memang mirip sekali dengan nona dan beliau sudah meninggal ketika Mike masih remaja " Pat menerima kembali handphone yang diberikan nya kepada Widy.
Pantas saja Mike begitu takut kehilangan istrinya...
" Sekarang kamu mengerti kan dengan sikap Mike yang posesif terhadap nona dan mengapa dia sangat takut kehilangan nona? "
" Bahkan dia tak akan memaafkan siapapun yang menyakiti nona "
Widy terdiam, sekarang dia benar-benar paham atas sikap Mike yang menurut nya sangat berlebihan terhadap Andromeda.
" Tapi Pat...Anak ini butuh kasih sayang ayahnya...Aku..."
" Hentikan pikiran mu untuk terus mencoba meyakinkan kami akan hal itu, Mike hanya akan lebih membencimu...dan itu akan menyulitkan ku untuk bisa menemui kalian. Aku bisa menggantikan posisi Mike sebagai ayahnya " Akhirnya perasaan Pat lega setelah mengatakan hal itu kepada Widy.
Deg
" Apa maksud mu Pat? Kenapa semudah itu kamu berkata ?!" Widy masih belum bisa menerima perkataan pria yang belum lama ini dia kenal, tapi Widy memang mengakui kedekatan Pat bersama Aldo anaknya.
" Apa kamu melakukan nya karena baktimu kepada majikan mu?" Widy mendecih kesal. Dia merasa diperlakukan seperti sebuah benda mati yang bisa berpindah tempat kemanapun.
" Tidak Wid...Apa kamu tidak menyadari kedekatan kita selama ini? Aku pun ragu pada awalnya, tapi aku tak bisa membohongi diriku sendiri " Pat meraih kedua tangan Widy dan menggenggamnya lalu menatap mata indahnya. Widy membuang pandangannya, dia tak bisa berlama-lama memandang Patrick wajahnya akan langsung bersemu.
Patrick meraih dagu wanita yang baru saja membuang pandangan darinya.
" Pandang aku dan katakan bahwa kamu tidak menyukai ku " Tatapan Pat semakin menuntut, jantung nya kini berdebar kencang.
Widy menutup mata dan menarik nafas, dia bermaksud untuk mengumpulkan keberanian nya, tetapi begitu dia membuka matanya, bibirnya sudah bertautan dengan bibir milik pria yang ada dihadapannya. Dia membiarkan Pat melakukan apa yang dia mau pada bibirnya dan anehnya dia menerima dan merasakan kebahagiaan saat mereka melakukan hal itu.
Aktivitas mereka terhenti saat Aldo terbangun dari tidurnya dan memanggil Pat dengan sebutan papi.
Keesokan harinya mereka telah diijinkan untuk meninggalkan rumah sakit, Pat sengaja tidak membawa mereka langsung pulang ke Surabaya. Dia ingin mengajak mereka untuk menghabiskan waktu bersama lebih lama sebelum nanti nya dia kembali kepada aktivitas nya yang tentunya akan sedikit lebih sulit untuk dapat bertemu setiap hari dengan mereka.
" Aku akan secepatnya menikahi mu, tunggu lah aku di Surabaya " Pesan terakhir Patrick sebelum mereka meninggalkan Singapura keesokan harinya.
Sesampainya di Surabaya Pat membawa mereka ke sebuah rumah yang sudah lengkap dengan isinya, Widy bahkan terkagum kagum dengan desain interior pilihan Pat untuk rumah ini. Rumah yang sangat nyaman menurut nya dengan bukaan jendela yang besar dan ruangan tanpa sekat yang menambah kesan minimalis modern pada rumah tersebut.
Pat menghabiskan satu malam disana sebelum dia kembali ke Jakarta untuk menyelesaikan semua pekerjaan yang sempat tertinggal olehnya karena semua urusan ini, dan berjanji akan berkunjung sesering mungkin kesana.
.
.
.
" Hubby...Kamu kenapa gak kerja aja sih?" Andromeda tengah menggoda Mike, dia sedang berada di ruang kerja menemani sang suami. Lebih tepatnya karena Mike yang tidak mau sedetikpun melepaskan pandangannya dari sang istri.
" Hhmmmm...Udah berani yah sekarang " Mike meninggalkan laptopnya menyala, dia menghampiri Andromeda dan menggelitik leher nya dengan bibirnya.
Andromeda sudah tidak terlalu bersedih, meski sesekali masih terlihat melamun sendiri dikamar karena masih belum genap 40 hari dari semenjak meninggalnya orang tua mereka.
" Jangan bikin aku khawatir lagi yah sayang... Kamu lihat sendiri kan betapa menyedihkannya seorang Mike Mahaputra jika terjadi sesuatu kepada Andromeda nya ??" Mike menatap wajah cantik wanitanya yang menurut nya semakin hari semakin cantik dan membuat dia tak mau melihat selain melihat Andromeda.
" Iya ..Iya... Maafin aku yah hubby " Andromeda mengecup bibir Mike, tapi Mike tak melepaskan nya begitu saja. Salah sendiri kan membangunkan harimau tidur ( author cengar cengir sendiri ).
Tiga hari berlalu semenjak Mike menjanjikan pada Pat bahwa dia akan kembali bekerja, Mike melihat perubahan drastis pada sang asisten. Semangat kerja nya naik ratusan kali lipat! Dia terlihat lebih bahagia sekarang apalagi setelah selesai menerima panggilan telepon dari seseorang.
Jangan-jangan status jomblo akut nya udah ilang...
" Pat... Bagaimana keadaan di Surabaya?" Meski mereka tinggal berdekatan tapi Mike tak akan se ceroboh itu menanyakan hal ini dirumahnya.
" Mereka baik-baik aja Mike, kamu gak usah khawatir " Terlihat senyuman manis dibibir sang asisten, senyuman yang sudah ratusan tahun tak pernah tersungging di bibirnya.
" Ada sesuatu yang mau kamu bicarakan denganku Pat?" Mike penasaran, dia melihat Patrick dengan tatapan penuh arti.
" Tentang itu Mike..." Mike semakin tak percaya dengan apa yang dia lihat. Patrick cengengesan! Ini kejadian langka saudara-saudara, pasalnya dia sungguh termasuk mahluk yang anti cengengesan!
" Aku...Aku memutuskan untuk menikahi Widy..." Bahkan wajahnya merah merona bak netijen usil yang tiba-tiba di follback sama gebetannya!
" WHAT??!!!! Are you outta your mind Pat??!! Bagaimana mungkin??!" Mike menuntut sebuah jawaban yang patut dipertanggungjawabkan keapsaha nya.
" Kurasa karena pertemuan kami yang semakin intens ketika di Singapura, kamu jangan khawatir tentang Aldo Mike dia akan menjadi anakku sekarang karena aku mencintai ibunya " Lagi-lagi wajahnya berubah menjadi merah seketika dan berani-beraninya dia memperlihatkan deretan gigi ginsulnya!
Tuhan... Ampunilah hamba mu ini....
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘
Happy Reading ,🤗🤗🤗
Oia, besok othor akan fokus di cerita Bodyguard Cantik nya Sultan dulu yah sambil mencari inspirasi untuk meneruskan cerita Gadis Tomboy Kesayangan Sang Baret Merah...
Papay....