
Masa lalu yang kelam memang hampir dialami oleh setiap mahluk dimuka bumi ini, ada yang bisa menerima nya sebagai sebuah motivasi untuk bisa hidup lebih baik, ada justru hancur dan tenggelam didalamnya ada juga yang bahkan tidak perduli dengan masa lalunya hingga dia terus menerus berada di roda kehidupan yang sama, mengulang kejadian masa lalu.
Bagi Mike masa lalunya yang dulu sempat dia alami dijadikan nya sebagai sebuah pelajaran hidup yang sangat berarti bagi dirinya. Dulu dia yang tersakiti karena ditinggal pergi oleh orangtuanya yang begitu dia sayangi secara tiba-tiba dan hampir bersamaan, Lalu pengalaman dikhianati oleh mantan istrinya Lucy dan kebohongan-kebohongannya yang sempat membuat Mike menjadi sosok yang pemarah dan berbicara dengan kata-kata pedas menganggap semua wanita adalah sama seperti Lucy.
Dia juga pernah mengalami masa-masa kelam dimana dia merasa putus asa karena bisnisnya diambang kebangkrutan akibat ulahnya sendiri yang ceroboh dalam mengambil keputusan dan masih banyak lagi.
Hidup nya berbalik 180° saat dimana dia dipertemukan dengan seorang wanita bernama Andromeda. Wanita yang bahkan tidak perduli dengan siapa Mike dan berapa banyak kekayaan yang dia punya, wanita yang menolak menyakiti wanita lain yang memperkenalkan diri sebagai istri dari seorang Mike Mahaputra dan memilih untuk pergi agar dia dan Mike bisa hidup bahagia bersama anaknya.
Kini satu lagi masa lalu Mike hadir dalam kehidupan nya, seakan Tuhan tak rela jika dia hidup bahagia hanya dengan wanita yang dicintainya. Dia akui memang dia yang salah karena telah mabuk malam itu hingga dia tidak menyadari perbuatannya, tetapi kesalahan itu tidaklah mutlak milik dia pribadi karena wanita yang mengaku bernama Widy itupun ikut andil didalamnya.
Andaikan saja ada orang yang bisa membuat mesin waktu, dia akan membelinya berapapun harganya untuk memperbaiki masa lalunya. Tetapi semua sudah terlanjur, semua sudah hadir didepan matanya sekarang. Saat ini dia hanya harus menjauhkan Widy beserta anaknya dari Andromeda nya, sungguh dia adalah prioritas utama dalam kehidupan Mike.
Mike lagi-lagi harus meninggalkan Andromeda sendiri untuk mengurus pengobatan anaknya yang dia ketahui bernama Aldofan dan kali ini terpaksa harus meninggalkan nya selama beberapa hari karena Mike harus membawanya ke Singapura untuk mengobati kebocoran jantung nya.
Mike tidak pernah menanyakan kemana saja Widy dan Aldo panggilan Mike pada anak itu selama ini, dia bahkan tidak perduli akan hal itu. Yang dia perduli kan sekarang adalah mengobati Aldo lalu mengirim kan mereka ke kampung halaman Widy di Surabaya dan membelikan sebuah rumah serta usaha agar mereka dapat hidup dengan layak. Terutama agar Andromeda nya tidak pernah mengetahui keberadaan mereka.
" Sayang... Maafkan aku, aku terpaksa harus pergi tanpa kamu, aku hanya gak mau kamu nanti bosan disana, aku hanya pergi selama 3 hari ...Kamu gak apa-apa kan sayang?" Mike mencoba menghilangkan rasa tidak enak hati nya kepada sang istri yang beberapa hari ini sering kepergok melamun di taman.
" Gak apa-apa hunny, sekarang aku ada lima orang karyawan yang akan menemaniku setiap hari, dan dirumah masih ada bi Ipah dan pak Mamat yang juga akan menemaniku, kamu jangan khawatir..." Siapa yang tak akan mencintai wanita sebaik ini? Bahkan karena ucapannya barusan membuat Mike ingin mengurungkan niatnya untuk pergi.
Ingin rasanya dia menyuruh Patrick saja yang mengurus semuanya seperti dia meminta Patrick untuk mewakilinya dalam urusan pekerjaan nya, tapi rasanya semua tidak mungkin kali ini.
" Pergilah hunny, kasian Pat udah nungguin kamu dari tadi " Andromeda memeluk suaminya, dan Mike mengeratkan pelukannya dan mencium kening, hidung, pipi serta bibirnya seakan tak habis-habisnya.
.
.
.
Hari pertama kepergian Mike semuanya baik-baik saja, aktivitas Andromeda setiap pagi ke cafe dan pulang menjelang malam hari semuanya berjalan seperti biasa. Mike menghubungi Andromeda setiap dua jam sekali untuk mengetahui kabar terbaru nya dan baru akan berhenti ketika Mike mendengar dengkuran halus yang menandakan Andromeda nya telah terlelap dalam tidurnya.
Berbeda dengan hari kedua, jam 8 pagi Andromeda mendapatkan kabar duka dari adiknya, Abah terjatuh dari tebing ketika dia sedang di kebun untuk memanen kopi bersama dengan para pegawai kebunnya dan sekarang sedang dalam penanganan medis, kejadian ini juga membuat ambu syok dan terpaksa dilarikan kerumah sakit secara bersamaan.
Sepanjang perjalanan Andromeda hanya menangis, dia takut terjadi hal yang buruk kepada kedua orang yang sangat berarti dalam hidupnya selain suaminya. Pak Mamat berkali-kali menyatakan keprihatinannya atas kejadian yang menimpa kedua orangtua majikannya.
Tak berbeda jauh dari Andromeda, Mike pun mengalami hal yang sama, anaknya tiba-tiba anfal dan harus mendapatkan penanganan intensif sehingga dia lupa untuk memenuhi janjinya yang akan menghubungi Andromeda dua jam setelah terakhir kali dia mendengarkan suara yang dirindukan nya.
Jam 3 sore kondisi kesehatan sang anak sudah mulai tertangani, ada sedikit kelegaan di hati Mike, tetapi tak lama dia mengingat sang istri dan kekhawatiran nya kembali setelah beberapa kali dia menghubungi nya tetapi tidak mendapatkan respon dari Andromeda nya.
" Pat! Apa kamu bisa menghubungi Andromeda ku?!" Terdengar kekhawatiran yang mendalam yang ditangkap oleh telinga Widy, ada rasa cemburu yang menggelitik dihatinya tetapi melihat begitu besarnya cinta Mike untuk Andromeda, Widy menyadari bahwa dia tidak akan pernah punya tempat di hati Mike.
Bahkan setelah sehari semalam lebih dia menghabiskan waktu bersama Mike, dia tidak melihat sedikit pun celah untuknya dan anaknya di hidupnya. Hidup Mike hanya untuk Andromeda nya pikir Widy. Setelah semua urusan di Singapura selesai Widy akan meminta ijin kepada Mike untuk membawa anaknya pulang ke kota kelahiran nya di Surabaya.
" Nona sekarang sedang ada di Bandung Mike, kedua orangtuanya masuk rumah sakit, bi Ipah yang memberi tahu lewat pesan singkat pagi ini, maafkan aku tidak mengecek handphone ku Mike " Patrick tertunduk, tak biasanya dia seperti ini. Keadaan tadi membuat dirinya juga khawatir hingga dia melupakan salah satu tugasnya, memeriksa setiap pesan yang masuk.
" Apa kamu bilang??!!!! Apa kamu sudah gila Pat??!! Kamu melupakan tugas yang paling penting yang aku berikan kepada mu!!" Mike menarik kerah kemeja Patrick, ingin rasanya dia menghajar orang yang ada dihadapannya sekarang ini, nafasnya menderu, jantung nya berdetak kencang.
" Pesankan tiket pesawat tercepat untuk menuju Bandung sekarang Pat! Aku tidak mau tau, kalo perlu sewa pesawat Jet sekalian yang penting aku bisa menemui Andromeda ku saat ini juga! Kau mengerti!!!" Mike melepaskan genggamannya di kerah kemeja Patrick, dan meninggalkan mereka disana untuk menuju hotel tempat Mike menginap.
" Kau tetap disini untuk mengurus semuanya!" Kata-kata terakhir Mike sebelum dia pergi meninggalkan mereka.
Satu lagi bukti yang didapatkan oleh Widy tentang betapa besarnya cinta Mike untuk Andromeda.
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘
Happy Reading 😘