
" Mami cantik sekali " Puji Magenta, saat ini gadis itu tengah membantu maminya untuk berpakaian.
Menginjak trimester ketiga Andromeda sudah mulai kesulitan untuk bergerak, dia membutuhkan bantuan dihampir semua aktivitas nya. Dan selain Mike, Magenta lah yang sering kali membantu sang ibu sepulangnya dari sekolah.
" Terimakasih sayang...Maafkan mami merepotkan mu " Andromeda tersenyum.
" Mami gak merepotkan Magenta kok mi, aku sangat bahagia bisa bantu mami " Gadis itu memeluk ibunya erat.
" Uuhhh...Dia bergerak lagi mi " Merasakan pergerakan di perut Andromeda.
" Sepertinya dia sangat menyukai kakaknya " Kekeh Andromeda.
" Hallo Danish cayang, udah gak sabar ketemu kakak yah.." Menirukan suara anak kecil lalu mencium perut sang mami.
" Siapa tadi nama adikmu?" Menyadari Magenta yang sudah memanggil calon adiknya dengan sebuah nama.
" Danish mi, artinya bijak "
" Adikku akan tumbuh menjadi seorang anak yang bijak " Lanjutnya.
Mike sebenarnya sedang mendengarkan percakapan mereka dari balik luar pintu kamar, hatinya sungguh terharu melihat kedekatan Magenta dengan ibunya.
Ya Allah...Kuatkan hamba mu ini....
Diagnosa medis mengenai kesehatan Andromeda masih saja terngiang ditelinga nya, dia sengaja tidak memberitahukan siapapun tentang hal ini.
Saat itu Mike tengah membawa sang istri untuk memeriksa kan kehamilan nya, kondisi janinnya sehat berbanding terbalik dengan kondisi ibunya. Dokternya sangat menyarankan Andromeda untuk melalui prosesor Caesar saat dia melahirkan nanti, itu pun resiko yang dihasilkan akan kurang lebih sama dengan proses kelahiran secara normal.
Siang dan malam Mike berdoa memohon kepada Yang Maha Kuasa untuk kebaikan sang istri dan jabang bayi yang masih berada didalam perutnya, dia masih belum bisa sanggup bila harus kehilangan orang yang sangat dicintainya setelah almarhumah ibu nya itu.
" Apa kalian sudah siap?" Mike memasuki ruangan setelah dia menenangkan dirinya.
" Sudah papi..." Jawab Magenta sambil mendorong kursi roda ibunya.
" Papi...Mami cantik kan ?" Lanjutnya.
" Mami kamu memang wanita paling cantik di dunia sayang " Jawab Mike mencium kening istrinya lalu anak gadisnya.
" Dan kamu adalah gadis yang paling cantik, karena sangat mirip dengan mami mu " Lanjutnya.
Mereka sedang bersiap-siap untuk berangkat ke rumah sakit, hari ini adalah hari dimana Andromeda akan melakukan proses kelahiran anak keduanya dengan cara caesar.
" Papi kamu memang sangat jago merayu mami kak .." Kekeh Andromeda.
" Udah gendut kayak gini aja masih dibilang cantik " Lanjutnya.
.
.
Sesampainya di rumah sakit Andromeda langsung dibawa untuk pemeriksaan tahap awal, hasil yang didapatkan sesuai dengan ekspektasi medis sehingga dokter akan memulai proses kelahiran nya hari itu juga.
" Jaga dirimu baik-baik sayang " Andromeda mengelus pipi anak gadisnya.
" Pasti mami...Jangan khawatir, Magenta akan menunggu mami dan Danish disini " Gadis itu menciumi wajah ibunya.
Tak lama dua orang perawat membawa ranjang dorong yang ditempati oleh Andromeda ke ruang tindakan bersama dengan Mike, Pria itu melihat betapa anak gadisnya berusaha untuk tetap tegar ketika melepas kepergian ibunya.
" Berdoa sayang...Sebut namaNYA " Bisik Mike ditelinga Andromeda saat dokter mulai menyuntikkan obat bius melalui bagian belakang tubuh Andromeda, wanita itu sedikit meringis saat menggenggam erat tangan dirinya.
" Sayang...Aku mencintaimu dan anak-anak kita " Ucap Andromeda, senyuman manisnya mengembang sempurna.
Dokter mulai merebahkan tubuhnya, dan memasang alat-alat medis lalu memulai proses nya.
" Aku lebih mencintaimu Andromeda...Lebih..." Mike mengusap kepala istrinya itu.
" Kau tau sayang, Magenta memberi nama adiknya Danish... Bagaimana menurut mu?"
" Itu bagus, aku suka...Aku akan menambahkan nama dibelakang namanya nanti "
Tak lama terdengar suara tangisan bayi, salah seorang perawat mengambil bayi itu dari tangan sang dokter lalu mulai membersihkan tubuhnya setelah itu menaruh nya di dada ibunya. Tetapi Mike meraihnya dalam pangkuan nya, laki-laki itu mengadzani bayi mungil itu lalu menaruhnya didada ibunya.
" Lihat sayang...Dia langsung mencari sumber makanannya " Andromeda menitikkan air matanya, rasa bahagia dalam dirinya begitu besar. Tak hentinya dia dan Mike mengucapkan rasa syukur nya kepada Yang Maha Kuasa.
" Dia mirip dengan papi " Magenta mengelus pipi chubby milik adik barunya.
" Menurut mu begitu ?" Tanya Andromeda, dia melihat wajah bayi mungil yang ada dipangkuan anak gadisnya.
Sementara disebuah ruangan yang tidak terlalu luas, Mike sedang menengadah tangannya. Tak hentinya pria itu mengucapkan rasa syukur atas keselamatan istri dan bayi yang baru saja lahir ke bumi.
Alhamdulillah Ya Rab... Engkau telah menyelamatkan istri dan anakku...."
Lalu dia memanjatkan doa-doa untuk semua orang yang hadir dalam hidupnya terutama untuk almarhum kedua orangtuanya juga mertuanya.
.
.
Seminggu berlalu semenjak kelahiran Danish, mereka baru saja kembali dari rumah sakit.
" Selamat datang kembali tuan...." Sambut Gilbert
" Tuan Wallace dan nyonya Yumiko sudah menunggu kedatangan anda didalam " Lanjutnya.
" Selamat sayang.... Sekarang rumah ini akan semakin ramai !" Yumiko memeluk Andromeda yang duduk di kursi rodanya.
" Terimakasih Aunty " Membalas pelukan aunty nya.
" Aku akan membawanya ke kamar aunty, Andromeda belum boleh terlalu lelah "
Mike langsung membawa istrinya itu masuk kedalam kamar lalu memindahkan tubuhnya dengan hati-hati ke atas ranjang.
Ringan...-Mike
" Beristirahat lah sayang, aku akan membawa bayi kita kemari "
" Iya... sepertinya Danish mau mimik "
Diluar kamar aura kebahagiaan terpancar dari wajah semua orang yang menyambut kedatangan anggota keluarga baru di mansion itu, seorang bayi laki-laki yang begitu tampan. Wajahnya Danish mirip dengan Mike, meski sorot matanya mirip dengan Andromeda.
" Papi... Sepertinya Danish mau mimik " Magenta menyerahkan tubuh mungil sang adik ke pangkuan ayahnya.
Mike meraih bayi mungil itu kedalam pangkuannya lalu membawanya masuk ke kamar agar dia bisa mendapat asupan makanan dari ibunya.
" Kemarilah..." Andromeda tersenyum sambil melambaikan tangannya lalu meraih anak yang ada dipangkuan suaminya.
Andromeda mulai menyusui bayinya dengan posisi Mike tetap berada disampingnya, terdengar lantunan sholawat dari bibir mungilnya itu. Tak lama kemudian wanita itu memejamkan matanya, saat itu Mike mengira bahwa sang istri ikut tertidur bersama dengan anaknya. Tetapi saat Mike menyadari hembusan nafas pendek istrinya itu sontak dia langsung mengambil Danish dari pangkuannya dan berteriak.
" Innalilahi sayang....!!! Andromeda....!!" Mike meletakkan tubuh Danish di box bayi yang ada didalam ruangan itu.
" Andromeda bangun...!!" Mike meraih tubuh istrinya itu kedalam pelukannya.
Teriakan Mike membuat semua orang yang berada diruangan tengah berlari menghampiri nya.
" Mami....!!!" Pekik Magenta
" Papi....Kenapa dengan mami..??" Lanjutnya
" Siapkan mobil !!" Teriak Mike, merebahkan tubuh Andromeda dengan sangat hati-hati.
" Magenta...Papi titip Danish dirumah, grandma Yumiko akan menemanimu " Mike menahan tangisnya
" Papi akan kembali ke rumah sakit membawa mami mu sayang....doakan mami mu..." Lanjutnya.
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘