
" Mike...ente pucat, baiknya ente istirahat hari ini, biar ane yang cek renovasi rumah nanti " Ujar Dhika sedikit khawatir. Pagi ini Dhika memutuskan untuk menemui Mike dikamarnya karena sejak semalam pria ini seperti enggan untuk keluar dari sana.
" Gue gak apa-apa Dhik, gue cuma kecapean dikit doang.." Ujar nya. Mike berusaha untuk bangun dari posisi tidurnya, tetapi dia urungkan karena ternyata sakit kepalanya tak bisa dia tahan.
" Ane panggil dokter dulu dah Mike, ente makan dulu aja " Dhika membantunya untuk duduk, dia menyodorkan nampan berisi menu sarapan pagi kepadanya lalu pergi dari hadapan pria itu untuk meminta bantuan kepada Wallace agar dipanggil kan seorang dokter segera.
" Mike sakit Dhika?" Wallace terlihat khawatir
" Sepertinya dia kelelahan uncle, setelah perjalanan bisnis panjang kami selama beberapa bulan terakhir ini " Dhika memutuskan untuk menunggu kedatangan sang dokter diruang keluarga bersama dengan Wallace sementara Yumiko sudah berada di kamar keponakannya.
" Apa kabarmu sayang? Kau terlihat sangat lelah...Lihat tubuhmu itu " Ujarnya khawatir. Yumiko semakin sedih mengingat semua ini adalah karena Mike yang berusaha untuk tetap menemukan keberadaan Andromeda.
" Aku tidak apa-apa Aunty...Aku hanya sedikit kecapean abis perjalanan panjang bisnis bersama Dhika beberapa bulan terakhir ini " Mike berusaha untuk menenangkan Yumiko yang mulai terlihat akan menangis.
" Lihat dirimu Mike, kau tak lagi seperti dulu...Kau terlihat sangat kurus, gimana aunty tidak mengkhawatirkan mu nak?" Yumiko tak lagi bisa menahan air matanya.
Sementara di sayap barat kediaman Wallace, terlihat kesibukan para pelayan mempersiapkan makanan tambahan berupa sup, bubur dan lauk pauknya.
" Untuk siapa semua itu Mila ?" Andromeda mendekati salah satu pelayan yang sedang memasak disana.
" Ini untuk tuan muda nona, tuan muda sedang sakit " Jawab Mila dengan hati-hati. Dia tidak ingin membuat nona nya syok mendengar kabar buruk tentang suaminya.
" A... Apa?? Mike sakit?" Andromeda mulai terlihat panik, dia bergegas menuju kamarnya.
Apa yang harus aku lakukan?? Apa ini semua karena aku?? Apa aku harus kesana?? Ya Tuhan...Apa yang harus aku lakukan??
Andromeda membuka jendela kamarnya, dari sana bisa terlihat Yumiko sedang memberikan kompres di dahi suaminya.
Sepertinya aunty sangat sedih...
Perasaan Andromeda semakin berkecamuk, ingatan akan kejadian waktu Mike menyebut bahwa anak itu adalah anaknya, ketika Mike mulai sering pulang terlambat bahkan tidak menyadari kepergian nya dan kesedihan dirinya karena dia merasa sendiri saat itu.
Perlahan perasaan bersalah mulai menyelimuti hatinya, Andromeda bahkan sudah mulai menyalakan dirinya sendiri atas keegoisannya. Keputusan untuk pergi dari Mike agar dia dapat menenangkan diri nya telah dianggap nya sebagai keputusan yang salah.
Seharusnya aku tak seegois ini, seharusnya aku bertanya lebih dalam tentang semua itu...Tapi aku hanya ingin menenangkan hatiku...Apakah keputusan ku ini salah??
Suara ketukan pintu berubah menjadi suara gedoran pintu, Andromeda tidak menyadari bahwa tadi Mila mengejar nya saat dia berlari memasuki kamarnya. Wanita itu mengkhawatirkan kondisi nona mudanya yang tengah berbadan dua.
Tak juga mendapatkan jawaban dari dalam kamar, Mila memutuskan untuk meminta seorang pelayan pria untuk mendobrak pintu kamar nona mudanya.
" Ya Tuhan nona....!!! Cepat bantu angkat dia keatas tempat tidur !" Pinta Mila panik.
Samar-samar Mike mendengar keributan yang terjadi dari jendela kamarnya, dia berusaha untuk turun dari tempat tidur nya dan melihat nya melalui balkon kamarnya. Matanya membulat saat dia melihat sesosok tubuh yang diyakininya adalah Andromeda istrinya.
Tanpa menghiraukan teriakan Yumiko, Wallace dan Dhika, Mike berlari keluar kamar menuju sayap barat rumah besar itu.
" Andromeda!!!" Pekik Mike mengejutkan semua pelayan yang ada disana. Pria itu bergegas meraih tubuh sang istri yang telah terbaring diatas ranjangnya.
Netra Mike semakin membulat ketika dia menyadari bahwa Andromeda nya tengah berbadan dua, seketika itu dia menyentuh perut sang istri yang sudah mulai terlihat membesar.
" Ya Tuhan sayang...Kamu sedang hamil " Air mata Mike mengalir deras dari kedua sudut matanya, suara tangisnya bahkan bisa terdengar hingga keluar kamar.
Wallace, Yumiko dan Dhika hanya bisa berdiri diambang pintu saat melihat adegan haru yang tengah terjadi dihadapan mereka.
" Bagaimana kondisi mereka dok?" Dhika ingin memastikan.
" Tuan Mike kekurangan asupan nutrisi dan sedikit dehidrasi, beliau harus beristirahat total selama seminggu ini untuk memulihkan kondisi tubuhnya " Dokter Spencer menghela nafasnya
" Nona muda masih syok tapi kandungan nya baik-baik saja, apa terjadi sesuatu baru-baru ini?" Dokter menatap Dhika penuh tanda tanya saat pria itu memperlihatkan deretan gigi putihnya sambil mengusap tengkuknya.
" Nona hanya syok karena tuan muda sakit dok " Jawab Dhika sekenanya.
" Sepertinya kita semua harus membiarkan keduanya untuk beristirahat tuan-tuan dan nyonya " Dhika tersenyum dan meminta semua orang untuk meninggalkan kamar. Dia mengangguk pelan kepada Mike dan mengisyaratkan agar bersikap hati-hati terhadap Andromeda.
" Sayang...." Mike menggenggam erat tangan Andromeda. Wanita itu tak berani menatap wajah lelakinya. Mereka duduk saling berhadapan diatas ranjang.
" Maafkan aku Mike..." Ucap Andromeda lirih. Entah kenapa ucapan istrinya ini begitu menyayat hati Mike, tapi pria itu malah ingin bersandiwara kepada wanita yang saat ini ada dihadapannya.
" Sudah berapa bulan usia kandungan anak kita?" Mike melepaskan genggamannya, dia menekankan kalimat pertanyaan.
" Li....Lima bulan lebih Mike " Jawabnya tanpa melihat wajah suami yang dikiranya sedang marah kepadanya.
Mike menimbang-nimbang, berarti saat istrinya ini memutuskan untuk pergi darinya, dia sedang dalam keadaan hamil muda.
Mike membuang nafasnya kasar, terlihat reaksi dari tubuh sang istri saat dia melakukan hal itu. Andromeda seperti sedang ketakutan! Mike sebenarnya ingin memeluk wanita nya ini tetapi dia ingin memberikan sebuah pelajaran terlebih dahulu karena telah tega membuatnya sengsara selama itu.
" Apa dokter sudah memberi tahu jenis kelamin bayinya?" Tanya Mike masih melakukan penekanan pada setiap kata-kata nya.
" Be...Belum Mike...Aku "
" Lihat mataku saat aku berbicara pada mu!" Mike terkejut karena ternyata bentakkan nya telah membuat sang istri terperanjat.
" Huaaaaaa ......!!!" Akhirnya tangis Andromeda pecah seketika dan Mike kalang kabut mendengar nya.
" Sayang.... Sayang maafkan aku...." Mike berusaha menenangkan Andromeda
" Kamu jahat Mike!! Kamu jahaaatt!!!" Tangisannya semakin kencang, Akhirnya Mike menariknya kedalam pelukannya.
Menangislah sayang...Bahkan aku merindukan tangisanmu itu...
Tiga orang yang setia berjaga dibelakang pintu masuk yang ditempati oleh Mike dan Andromeda itu menutup mulutnya masing-masing, mereka sedang menahan tawanya akibat kebodohan yang Mike lakukan.
Senjata makan tuan....hahaha
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘
Happy reading 🤗