Me, My Self And I

Me, My Self And I
Kepergian Andromeda Kali Ini



" Andromeda...!!! " Mike menggedor pintu dan memanggil namanya, sudah lima belas menit Andromeda tidak merespon panggilan Mike. Sementara tadi Aldofan dibawa oleh Pat dan Widy ke rumah sakit.


" Sayang...Aku mohon buka pintunya, dengarkan penjelasan aku dulu....!!" Mike mengantukkan keningnya ke pintu, dia mengkhawatirkan keadaan Andromeda. Akhirnya Mike mendudukkan dirinya dilantai depan pintu kamarnya, dia membenamkan wajahnya dikedua lututnya dan menangis.


Mike menyerah, dia memutuskan untuk menghubungi pihak hotel untuk meminta tolong agar dibukakan pintu kamarnya dengan menggunakan kunci cadangan.


Tak lama mereka setelah mereka datang dan membuka pintu dengan menggunakan kunci cadangan, Mike segera masuk dan mencari keberadaan istrinya. Dia melihat Andromeda sedang duduk dilantai dan menyenderkan tubuhnya ke sisi tempat tidur itu dengan mata yang tertutup.


" Sayang...Kamu tidak apa-apa?" Mike mencoba untuk meraih tubuhnya tetapi tangannya ditepis oleh Andromeda.


" Biarkan aku sendiri..." Andromeda tetap mengarahkan pandangannya keluar jendela, tatapannya kosong.


" Tapi sayang...." ucap Mike lirih


" Diam!!! Tinggalkan aku sendiri!!!" Andromeda berteriak histeris. Mike berdiri dari posisinya, dia memutuskan untuk duduk disamping sang istri untuk menemaninya.


Para staf hotel yang membantu membukakan pintu akhirnya meninggalkan mereka berdua disana setelah Mike meminta nya.


Satu jam berlalu, Andromeda masih tetap di posisinya dengan tatapan kosongnya dan Mike tetap setia menemani disampingnya.


" Aku butuh waktu untuk sendiri..." Akhirnya sang istri membuka suaranya. Mike terkejut dengan apa yang diucapkannya, Mike berfikir tidak mungkin akan membiarkan Andromeda sendirian dalam kondisi seperti ini.


" Tapi sayang...Aku..." Mike menggeser tubuhnya agar berada dihadapan Andromeda.


" Jika kamu benar-benar mencintai ku seperti yang kamu bilang maka berikan waktu untuk ku sendiri " Air mata mulai mengalir dari kedua sudut matanya.


" O..Oke sayang, sementara kamu bisa menempati kamar tamu dirumah. Aku janji gak akan mengganggumu..." Mike menariknya kedalam pelukannya


" Maafkan aku, lagi-lagi aku telah menyakitimu..." Ucap Mike lirih. Kali ini tidak ada sepatah katapun keluar dari mulut istrinya.


Gak apa-apa jika kamu gak mau menjawabnya, aku mengerti saat ini pasti ada banyak pertanyaan di benakmu...Aku akan menjawab semua pertanyaan mu sayang...Yang penting jangan tinggalkan aku....


Mike memutuskan untuk pulang malam itu juga, dia tidak mau mengambil resiko terlalu besar dengan tetap menginap disana. Tidak lupa dia berpesan kepada Pat untuk melakukan yang terbaik untuk Aldo dan meminta maaf karena tidak bisa berada disana untuk mendampingi anaknya seperti saat di Singapura dulu.


Sepanjang perjalanan Andromeda hanya terdiam membisu, sesekali terdengar hembusan nafas kasarnya yang dia buang keudara. Mike hanya bisa sesekali mencuri pandang pada istri nya itu, awalnya dia tidak berani membuka suara.


" Sayang...Apa kamu lapar?" Mike mencoba untuk mengajaknya bicara, tetapi tidak mendapatkan respon apapun dari Andromeda.


" Kalau kamu ingin makan, kita bisa mampir di cafe mu " Entah darimana ide itu datang, Mike hanya berfikir dengan mengajak nya kesana setidaknya Andromeda bisa sedikit menghilangkan kekesalannya. Tetapi lagi-lagi Andromeda tidak merespon nya, dia malah membuang pandangannya ke jendela disampingnya.


Mike memutuskan untuk langsung membawanya pulang. Sesampainya disana Andromeda langsung membukakan pintu mobil untuk dirinya sendiri dan bergegas menuju ke kamar tamu dilantai bawah, sementara Mike hanya bisa melihatnya tanpa bisa mengejar nya.


" Tuan..Apa nyonya...."


" Tolong biarkan nyonya beristirahat, apapun yang dia minta berikan saja kepada nya " Mike memotong terpaksa pembicaraan untuk mengurangi rasa ingin tahu dari asisten rumah tangga nya.


" Saya akan ke kamar dulu, beritahukan kepada saya hal sekecil apapun tentang istri saya " pintanya. Mike bergegas menuju kamar nya.


Sebenarnya hati Mike dipenuhi rasa cemas yang teramat sangat. Dia mencemaskan keadaan anaknya yang saat ini tengah berada dirumah sakit, akan tetapi dia lebih mencemaskan kondisi sang istri yang tidak bisa dia prediksi. Dia sangat takut kejadian terakhir dulu akan terulang kembali, saat dia menemukan Andromeda dalam keadaan tak berdaya ketika dia meninggalkan nya dulu.


Tuhan...Apa yang harus aku lakukan...???


Keesokan harinya Mike dikejutkan dengan kabar dari Pat bahwa Aldo harus kembali mendapatkan perawatan intensif setelah semalam tim dokter telah berusaha keras untuk membuatnya kembali stabil, Aldo mengalami kejang karena dia terlalu lama menangis. Mike menuturkan untuk pergi menemui mereka dirumah sakit, dia berfikir Andromeda tidak akan menyadari kepergian nya karena menurut informasi dari asisten rumah tangga nya, sang nyonya belum juga keluar dari kamarnya.


Dia tidak menyadari bahwa ketika tadi Pat menghubungi nya Andromeda ada dibalik pintu kamar, dia bermaksud untuk berbicara dengan suaminya pagi itu. Andromeda bergegas memasuki ruangan disamping kamarnya untuk bersembunyi saat Mike keluar dari kamar itu.


" Bi...Saya akan ke cafe " Ucap Andromeda, dia berpesan untuk memberi tahu Mike saat dia pulang nanti.


.


.


.


Panggilan untuk penumpang dengan jurusan Paris telah terdengar, semua calon penumpang telah mengantri untuk memeriksakan paspor dan tiket untuk kepergian nya.


Saat ini Andromeda telah berada diantara para penumpang pesawat jurusan Paris Perancis setelah seminggu penuh dia berusaha untuk mendapatkan Visa agar dapat tinggal disana.


Flashback on


" Hallo Aunty Yumiko...." Andromeda tidak bisa lagi menahan tangisnya saat wanita itu menerima panggilan telepon darinya.


" Sayang...Apa yang terjadi padamu?? Kenapa kamu menangis??" Terdengar suara panik Yumiko diseberang sana. Andromeda lalu menceritakan kejadian yang dia alami malam itu.


" Aunty...Apa aku bisa tinggal disana untuk sementara waktu?? Tapi aku mohon jangan memberi tahukan Mike tentang hal ini, aku tak mau bertemu dengannya untuk sementara ini " Andromeda masih terisak, dia benar-benar belum bisa menerima hal ini.


" Datang lah sayang, kami akan dengan senang hati menyambut mu disini " Sang paman ternyata yang berbicara.


" Dan jangan khawatirkan tentang si Mike, aku akan pastikan dia tidak akan tahu keberadaan mu " Lanjutnya dengan nada kesal.


Satu Minggu penuh Andromeda bolak balik mendatangi pihak imigrasi untuk mendapatkan Visa tinggal di Paris dengan alasan dia pergi ke Cafe untuk sekedar menenangkan diri nya, sementara Mike menggunakan kesempatan itu untuk memantau kondisi sang anak dirumah sakit.


Flashback off


Sesampainya di bandara internasional Paris kedatangan Andromeda disambut langsung oleh uncle dan Aunty nya, mereka langsung membawanya ke kota Bordeaux kesebuah perkebunan anggur dimana lokasi rumah tinggal mereka berada.


" Tinggallah disini sesukamu sayang, kau akan menempati kamar lain jika tidak mau menempati kamar mu yang dulu " Yumiko ingin memastikan sebelum membawa Andromeda masuk kedalam kamar yang akan ditempati nya selama dia tinggal disana.


" Tidak Aunty...Aku ingin menempati kamar itu jika diperbolehkan " Andromeda berusaha mengembangkan senyumannya.


" Oke sayang, jika itu mau mu... Semoga kenangan indah kalian dapat mengobati luka hatimu saat ini " Yumiko memeluk nya erat. Sebagai seorang wanita dia bisa merasakan sakit hati nya saat dikhianati oleh orang yang sangat dicintai.


.


.


.


To be continued 😉


Hai kakak-kakak terimakasih udah setia membaca novel ini 😘🤗


Happy reading 🤗