
" Kenapa sayang??Kok cemberut gitu?" Mike sedang menatap layar laptopnya, sesekali dia melirik Andromeda yang berbaring di atas sofa ruang kerjanya sambil memainkan handphone nya.
" Aku bosan hunny...Dirumah ini hanya ada pembantu, aku gak ada temen " Andromeda menggulingkan tubuhnya, Mike melihat tingkah sang istri yang menurut nya sangat lucu.
Mike mematikan layar laptopnya, dia beranjak dari kursinya dan menghampiri Andromeda.
" Sini sayang ..." Mike duduk di ujung sofa, dia menepuk pahanya agar Andromeda duduk diatasnya. Andromeda dengan senang hati duduk dipangkuan sang suami dan mengalungkan tangannya dileher Mike
" Sekarang mau nya gimana coba cerita " Mike mencium curuk leher Andromeda dan menciumi wangi lehernya.
" Mmmmm...Aku boleh kerja lagi kah?" Andromeda memanja mencoba membujuk sang suami
" Ngapain kerja sayang ... Kenapa gak bikin cafe sendiri aja coba, kamu bisa bebas berkreasi semau kamu " Mike mulai memainkan jemarinya.
" Boleh??" Mata Andromeda berbinar seketika
" Ada syaratnya " Mike mencium lembut leher Andromeda.
" Kamu gak boleh cape apalagi sampe sakit, kalo kamu cape atau sakit aku akan menutup cafenya langsung " Mike menggigit leher Andromeda lalu mencium nya kembali. Dan adegan seru antara keduanya pun terjadi.
Sebulan kemudian Mike benar-benar mewujudkan keinginan Andromeda untuk membuatkan coffee shop kecil untuknya, cukup untuk dia tetap beraktivitas dan menyalurkan hobi nya untuk meracik kopi.
" Terimakasih hunny...." Andromeda mencium bibir sang suami dan memeluk nya erat ketika akhirnya coffee shop tersebut terbuka untuk umum.
Andromeda menyewa lima orang pegawai untuk membantu nya menjalankan coffee shop tersebut, tiga orang laki-laki dan dua orang perempuan. Mereka pegawai yang lumayan berpengalaman jadi Andromeda tidak begitu sulit untuk mendidik mereka dari awal.
Sonny adalah salah satu pegawai yang dipercaya oleh Andromeda untuk bertanggung jawab di area service membawahi dua orang temannya Wisnu dan Bella sedangkan di bagian produksi makanan dan minuman selain dirinya sendiri Andromeda ditemani oleh Candra dan Intan.
Mereka sangat suka dengan gaya kepemimpinan Andromeda yang terbuka, sehingga mereka bisa menyalurkan ide-idenya setiap saat. Andromeda juga ramah dan baik, dia sangat dekat dengan semua karyawan nya, mereka bahkan bisa bercerita apapun kepadanya.
" Kak Meda, tamu meja 3 ingin dibuatkan cappucinonya langsung sama kaka " Bella karyawan Andromeda yang paling imut menunjuk meja yang dimaksud.
Sang tamu melambaikan tangannya sambil memperlihatkan deretan gigi putihnya, Andromeda sangat mengenalnya. Dia membalas senyumannya dan segera membuat kan pesanan khususnya lalu mengantarkan sendiri minuman yang dipesan oleh pria tersebut.
" Sir...!!! Apa kabarnya???" Dhika menyalaminya dan memeluk nya.
" Heii...! Siapa yang kasih ijin lo buat peluk bini gue??!!" Mike tiba-tiba datang dari arah belakang Andromeda. Dhika tergelak, dia pun menyalami dan memeluk sahabatnya itu.
" Keren Nda!!! Selamet ye...Ente resmi jadi pengusaha sekarang " Dhika menyeruput minuman yang dibuat khusus oleh sang pemilik cafe untuk nya.
Lalu merekapun berbincang lama, masing-masing bercerita tentang aktivitas hariannya selama bekerja juga pengalaman-pengalaman menarik yang mereka alami.
Kedatangan Dhika ke Jakarta adalah atas undangan Mike, dia ingin memberikan kejutan kepada sang istri yang pernah mengeluh jika dia kesepian karena belum mempunyai teman baru.
.
.
.
" Mike...Bisa kita bicara sebentar?" Seorang wanita menghampiri Mike ketika dia sampai dipelataran parkir perusahaan nya.
Patrick berusaha menghalangi wanita itu untuk berbicara dengan Mike, tetapi kali ini sang wanita mengajak seorang anak kecil berjenis kelamin laki-laki. Perkiraan Mike usia anak ini sekitar empat tahunan, wajahnya mengingat kan dia akan seseorang.
" Pat, biarkan dia berbicara " Patrick beralih dari posisinya.
" Bawa mereka ke kantor Pat " Mike berlalu tanpa memperdulikan wanita itu dan anak kecil yang memegang tangannya.
Wanita itu menyerahkan sebuah amplop dengan tulisan sebuah rumah sakit ternama di atas nya, Mike lalu membuka amplop tersebut dan membaca kertas yang dia keluarkan. Mata Mike terbelalak dengan hasil tes yang dia baca, dia lalu meremas keras tersebut dan membuang nya asal.
" Apa maksud mu dengan semua ini?" Suara Mike meninggi.
" Itu...itu hasil test DNA yang kamu minta Mike" Wanita itu sedikit terperanjat mendengar suara Mike
" Apa kamu kira aku akan percaya dengan hal ini? Aku bahkan ragu jika dulu kita pernah melakukan sebuah hubungan hingga sejauh itu!" Mike semakin kesal, kenapa disaat dia sedang merasakan kebahagiaan dengan orang yang sangat dicintainya masalah baru muncul. Dan Mike tahu jika Andromeda sampai mengetahui hal ini dia akan pergi darinya seperti dulu.
" Tapi Mike...Lihat wajahnya! Dia sangat mirip dengan mu! Apa kamu tidak ingat dulu kita pernah melakukan nya?!" Widy nama wanita yang sekarang ini sedang menuntut pertanggungjawaban atas perbuatan Mike terhadap nya lima tahun yang lalu.
" Lalu, kenapa baru sekarang kamu datang kepada ku hah?! Kenapa tidak dari dulu??!" Pertanyaan ini sangat sulit untuk Widy jawab, pasalnya dia telah bertunangan dengan pria lain saat peristiwa itu terjadi.
" Aku....Aku..." Widy tertunduk malu, dia mulai terisak.
" Pat!! Lakukan test DNA ulang! aku tak mau kejadian Siska terulang kembali!" Patrick yang sedang mengajak main anak itu bergegas menghampiri Mike.
" Dan kau, jangan pernah menemui ku sebelum hasilnya aku dapatkan !" Mike beranjak dari duduknya dan keluar dari kantor nya, dia sudah malas untuk bekerja hari ini.
" Dan antarkan dia Pat, aku tak mau melihat mereka!" Mike berjalan menuju Lift dan memutuskan untuk pergi ke menemui sang istri tercinta.
.
.
.
" Mike! Ane udah sampe " Mike membaca isi pesan singkat yang dikirimkan oleh Dhika sahabatnya.
" Tunggu disana, gue jemput!" Mike membalasnya sesaat sebelum dia menyalakan mesin mobilnya. Dia menjemput Dhika di stasiun kereta api.
Sesampainya di stasiun kereta api, Dhika dibawa Mike untuk mengunjungi coffee shop yang belum lama dia buat untuk sang istri tercinta tentunya semua tak lepas dari bantuan jarak jauh yang diberikan oleh Dhika.
Ada ganjalan di hati Mike selama mereka bertiga berbincang, pikiran Mike tertuju pada sang istri tercinta. Sungguh dia tak akan sanggup bila harus hidup tanpa Andromeda nya, dia harus membuat rencana dengan Patrick untuk menyelesaikan masalah ini. Prioritas utama Mike selamanya hanya Andromeda bukan yang lain.
" Hunny...Apa kamu sakit? Kamu melamun dari tadi " Andromeda membuyarkan lamunannya
" Engga sayang...Aku cuma kecapean aja, banyak kerjaan dikantor " Mike tersenyum, lalu merekapun melanjutkan obrolan nya. Dhika yang mulai curiga dengan gelagat Sanga sahabat melihat Mike dengan tatapan yang sulit diartikan.
Sekali lagi ente bikin masalah, ane gak akan tinggal diam Mike...
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak maafkan daku agak telat up nya, besok kita berjumpa lagi yah....
Siap kan tissue yang banyak 😘😘😘🤗