Me, My Self And I

Me, My Self And I
Kembalinya Dhika



" Muka ente pucat Mike, ente sehat kan?" Dhika menatap wajah Mike yang terlihat agak pucat.


" Ente kecapean? Begadang lagi?" Lanjutnya.


" Engga Dhik...Gue baik-baik aja " Mike tersenyum.


" Oia Dhik, sepertinya gue bakal mempercepat kepulangan gue ke Bordeaux " Mike menghela nafasnya, dia mencoba untuk menahan rasa mualnya selama perjalanan mereka menuju ke kantor dari bandara.


" Ada masalah disana? Andromeda baik-baik saja kan Mike ?"


" Gak ada masalah Dhik, justru masalahnya ada di gue..."


Dhika semakin tidak mengerti, tetapi dia mendukung keputusan sahabatnya itu untuk mempercepat kepulangan nya. Kasian Andromeda pikirnya.


Sesampainya di gedung Mahaputra Abadi Mike langsung bergegas menuju kamar mandi, disana dia menuntaskan apa yang dia tahan selama perjalanan tadi.


" Mike...!" Dhika berusaha untuk mengejarnya


Tak beberapa lama kemudian Mike keluar dari toilet pria dengan wajah yang semakin pucat dan keringat dingin mengucur dari dahinya.


" Mending kita ke dokter yah Mike..." Dhika semakin mengkhawatirkan keadaan sahabat nya itu.


" Gak usah Dhik, gue udah dari dokter belum lama ini..."


" Ente kenapa ?" Dhika memapah Mike menuju Lift yang akan mengantarkan mereka ke ruangan kerja Mike yang akan ditempati oleh Dhika nantinya.


" Gue ngidam Dhik..." Mike menarik nafasnya, rasa mualnya kembali menyeruak.


" Ya Salam...Mending ane siapin dari sekarang kepulangan ente ke Paris Mike, ente baru bisa sembuh kalo udah ada disana "


Pintu Lift terbuka, Dhika bergegas memapah Mike memasuki ruangan kerjanya.


Dhika sudah banyak memahami apa saja tanggung jawabnya di perusahaan itu, apa saja yang harus dia lakukan dan kerjakan, sejauh mana pengaruh nya disana hingga keputusan-keputusan terbaik apa yang harus dia ambil untuk menjalankan tugasnya sebagai tangan kanan majikan sekaligus sahabatnya itu.


" Ente gak usah khawatir, insyaallah ane bisa jaga amanah ente untuk jalanin perusahaan ente sebaik-baiknya Mike "


Hari itu Mike lebih banyak tertidur dikantornya sementara Dhika mulai disibukkan dengan berbagai aktivitas nya.


Siang meeting dengan para pemegang saham, setelah itu meeting kembali dengan beberapa calon investor. Mereka sudah mengenal siapa Dhika disana jadi dia bisa dengan mudah meyakinkan klien-kliennya mengenai program-program terbaru yang akan mereka hadirkan di perusahaan tersebut.


" Sorry Dhik, gue gak bisa nemenin Lo..."


Tiba saatnya makan malam, Mike baru ingat dia akan memberikan apartemen miliknya yang dulu dia tempati kepada Dhika saat mereka baru saja sampai di restoran yang makanannya tiba-tiba diinginkan oleh Mike. Iga bakar dengan kentang goreng!


" Sorry bro, gue baru inget malam ini " Mike terkekeh


" Santai Mike, gue bisa pulang ke rumah Lo seandainya Lo gak kasih apartemen itu sama gue " Dhika tergelak


Sudah Dhika duga, Mike hanya menghabiskan sedikit saja makanan yang sudah dia pesan selebihnya dia meminta Dhika untuk menghabiskan nya.


" Mike...kita udah mirip kayak suami istri " Dhika kembali tergelak.


" Sialan lo Dhik!"


" Mike? Kamu Mike Mahaputra kan? Aku Rahma...Apa kabar ?"


Tiba-tiba seorang wanita menghampiri meja yang sedang mereka tempati.


" Rahma mana yah?" Mike mengerutkan keningnya, dia mencoba untuk mengingat nama Rahma di kamus otaknya.


" Aku temen kamu waktu kuliah Mike, kita satu jurusan " Rahma mencoba mengingatkan pria yang sedang ada dihadapannya ini.


"Aku mantannya almarhum Reno " Lanjutnya.


" Reno? Almarhum??" Mata Mike membulat seketika.


" Kapan ?" Lanjutnya


" Tak lama setelah kami menikah Mike, sekitar tiga tahun lalu "


" Maafkan saya, baru mengetahui kabar duka ini " Ucapnya.


" Apa anda akan bergabung bersama kami?" Dhika menyela, terdengar begitu sinis ditelinga Rahma.


" Owh...Maaf saya hampir lupa, kenalin ini Dhika sahabatku "


" Asisten pribadi merangkap sekertaris nya " Dhika mengulurkan tangannya, dengan perasaan ragu Rahma menyambut uluran tangan pria itu.


" Kalian...?" Rahma menunjuk Mike dan Dhika secara bergantian. Wanita itu berpikir terlalu jauh, dia mengira Mike penyuka sesama jenis karena ulah Dhika.


" Maksud kamu apa?!" Mike tersinggung dengan cara Rahma menatap dirinya.


" Ehm...Mike, seperti ini sudah malam, kamu sudah harus beristirahat " Dengan sengaja Dhika memperjelas kesalahpahaman antara mereka.


" Aku...Aku permisi Mike, senang berjumpa kembali dengan mu " Rahma bergegas pergi dari hadapan mereka.


" Maksud wanita itu apa?? Gak jelas banget sih tu cewek!" Mike mendengus kesal. Baru pertama kalinya kembali bertemu, itupun dia harus bekerja keras untuk mengingat siapa wanita itu dan wanita itu seenaknya saja pergi dengan memberikan tatapan aneh sebelumnya terlebih dulu.


Seketika Dhika tertawa terbahak-bahak..


" Lo lagi...Kenapa Lo ketawa?? Lo ngetawain gue hah?!" Mike makin tidak mengerti.


" Dia nyangka kita pacaran Mike " Lagi-lagi Dhika tertawa.


" Sialan lo Dhik! Lo sengaja yah?! Gila lo yah!" Mike menunjuk wajah Dhika.


" Abisnya ane udah liat gelagat-gelagat aneh di wanita itu Mike " Dhika terkekeh


" Mending sedia payung sebelum ujan " Lanjutnya


" Tapi gak gitu juga kali Dhik, ntar reunian muka gue mau ditaro dimana??"


" Reunian ente tinggal ajakin anak bini ente Mike, beres!" Dhika tergelak. Mike terlihat mengusap wajahnya kasar.


Dasar punya asisten gak ada akhlak!


Tapi Mike bersyukur Dhika hadir disampingnya malam ini, jika tidak mungkin dia akan terlibat dalam sebuah percakapan panjang dengan Rahma yang mungkin akan berakhir dalam sebuah kesalahpahaman yang berujung pada penyesalan nantinya.


Tiba-tiba dia merindukan Andromeda dan calon buah hatinya, sedang apa mereka saat ini?


Sesampainya dirumah setelah Dhika mengantarnya, Mike bergegas menuju kamarnya


" Hallo sayang .." Mike melihat wajah Andromeda yang semakin hari semakin bertambah kecantikan nya. Mungkin pengaruh kehamilan seperti yang orang-orang sering bilang padanya.


" Hallo hunny....Apa kamu baik-baik saja? Kamu terlihat pucat " Andromeda terlihat khawatir.


" Aku gak apa-apa sayang..."


" Oia sayang ..Apa selama ini kamu ngidam?" Akhirnya dia memberanikan diri untuk menanyakan hal ini kepada nya.


" Heemmmm....Aku masih mengalami morning sick tetapi selebihnya aku baik-baik saja Mike, gak ada hal yang aneh "


" Kenapa kamu tiba-tiba.menanyakan hal ini?" Andromeda terlihat mengerutkan keningnya


" Engga apa-apa sayang, aku hanya ingin tahu saja "


" Sebentar lagi aku pulang ke Paris, mungkin ada yang kamu inginkan dari sini?" Lanjutnya


" Aku cuma mau kamu hunny..." Andromeda terlihat akan menitikkan air matanya.


" Owh sayang...Aku akan segera pulang, kamu tunggu aku yah..." Mike menyentuh layar handphone nya


" Tapi bagaimana dengan perusahaan mu disana?" wanita itu mulai terisak.


" Ada Dhika dan Pat disini sayang, lagipula aku akan terus memantau nya dari sana "


" Kamu jangan khawatir kan hal itu hhmmm...?"


" Cafe ku bagaimana hunny? Aku udah lama gak berkomunikasi dengan mereka "


" Cafe mu baik-baik saja sayang, ada tim yang dipimpin oleh Dhika untuk mengelola cafe mu itu "


Mike mengakhiri sambungan telponnya setelah dia puas memandangi wajah dan mendengarkan suara istri tercinta nya.


.


.


.


To be continued 😉


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘


Happy reading 🤗