
" Perutmu sudah mulai terlihat nak " Yumiko melihat perubahan kecil diperut Andromeda saat wanita itu mengantarkan susu untuk ibu hamil pagi ini.
Sebenarnya Andromeda sangat sungkan diperlakukan seperti ini, dia sudah terbiasa hidup mandiri dan melakukan hampir segala hal sendiri sejak dulu. Mike bahkan selalu mengijinkan nya untuk melakukan apa yang dia mau meski dia selalu ada disisinya untuk mengawasi nya saat itu.
" Iya aunty, dia sudah semakin besar " Andromeda tersenyum haru, dia melihat dan mengelus perut kecilnya.
" Aunty bersyukur kehamilan mu lancar hingga saat ini " Yumiko mengelus rambut Andromeda. Dia mengambil gelas yang telah kosong dan pamit meninggalkan Andromeda disana untuk melanjutkan istirahat nya. Yumiko melihat gadis itu sering terlihat mengantuk, mungkin itu pengaruh dari jabang bayinya pikir Yumiko.
" Sayang ..Rumah Mike sudah tidak diperpanjang sewanya?" Yumiko menghampiri sang suami yang tengah menyiapkan sarapan pagi untuk mereka.
" Iya... Anak itu ingin merenovasinya untuk dia tinggali sendiri nantinya, sepertinya dia benar-benar akan pindah kesini nantinya " Wallace membagi makan yang dia masak menjadi dua bagian, lalu meletakkan nya diatas piring. Yumiko membawanya ke atas meja makan untuk mereka santap bersama.
" Bagaimana keadaan Andromeda? " Pria itu mulai menyantap makanannya.
" Dia sering terlihat mengantuk, tapi mungkin itu pengaruh bayinya... Seperti nya kehamilan nya lancar-lancar saja "
" Syukurlah kalau begitu, kita harus menyiapkan sebuah kamar untuk bayinya nanti "
Bisa dibayangkan jika Mike mengetahui tentang kehamilan istrinya ini, betapa bahagianya dia dan betapa paniknya dia setiap kali Andromeda tertidur karena kelelahan. Sudah bisa dipastikan level keposesifan nya akan naik secara drastis! Dia bahkan mungkin bisa memarahi jabang bayinya jika membuat Andromeda sakit.
" Wallace sayang... Kita tetap harus memberi tahu Mike kabar ini, bagaimana pun dia adalah ayah dari anaknya " Yumiko mencoba untuk membujuk kembali suaminya, dia menggenggam erat tangan suaminya itu.
" Entahlah Miko, aku masih sangat kecewa dengan anak bodoh itu... Bagaimana mungkin dia bisa berbuat seperti itu tanpa dia sadari! " Wallace mengeratkan genggaman tangannya
" Dan siapa itu asisten pribadi nya? Mengapa pula dia bisa melakukan hal bodoh seperti itu yang telah membiarkan mereka melakukan nya...Mereka bahkan tidak mengenal nya sama sekali "
" Sudah lah sayang, aku yakin Mike telah menyesali perbuatannya...Dan dia bukan tipe pria yang tidak bertanggung jawab " Yumiko mengelus punggung tangan sang suami.
" Maksudmu dia juga akan menikahi nya?" Wallace mengerutkan keningnya
" Bukan begitu sayang.... Maksud ku dia akan bertanggung jawab terhadap anaknya, apa yang mereka lakukan adalah sebuah kesalahan tapi anaknya tidak salah sama sekali dalam hal ini "Yumiko tersenyum, dia paham akan maksud pertanyaan sang suami.
" Untuk sementara ini biarkan saja dulu, aku ingin tahu sejauh mana dia bisa meyakinkan kita akan kesungguhan nya terhadap Andromeda "
Tanpa mereka sadari, Andromeda tanpa sengaja mendengar pembicaraan mereka saat dia akan pergi ke dapur untuk mengambil buah segar dari dalam lemari pendingin. Dia mengurungkan niatnya untuk itu dan memutuskan untuk tetap mendengarkan percakapan mereka dibalik dinding pembatas antara ruang makan dan ruang keluarga. Andromeda kembali ke kamarnya.
Maafkan aku Mike....Tapi aku belum siap untuk semuanya, aku belum bisa memaafkan mu... Maafkan atas keegoisan ku... Saat ini aku hanya ingin hidup untuk diriku dan anakku...
.
.
.
Mike memilih Pat untuk memegang tanggung jawab penuh atas perusahaan nya yang ada di Surabaya, dengan itu dia akan selalu berada dekat dengan keluarga nya dan tentunya agar selalu ada untuk Aldo anak Mike dari Widy.
" Apa kau yakin dengan keputusan mu Mike?" Pat sebenarnya merasa tidak enak meninggalkan Mike sendiri dikantor pusat apalagi dengan keadaannya yang seperti sekarang ini, tanpa adanya Andromeda disisinya.
" Aku sangat yakin Pat, dan aku yakin Andromeda akan menyetujui nya juga " Mike mengantarkan Pat ke bandara pagi ini agar dia bisa segera menjalankan tugas nya untuk memimpin perusahaan milik Mike disana.
" Siapa yang akan menggantikan posisiku Mike? " Pat penasaran
" Aku sedang memilih salah satunya, kau tak usah khawatir akan hal itu Pat. Kau urus saja cabang perusahaan yang di Surabaya, pasti kan omzetnya selalu melebihi target " Mike menyuruh Pat untuk segera memasuki ruang tunggu penumpang, dia sudah ingin kembali ke kantornya karena saat ini seseorang telah menunggu nya disana.
Sesampainya di kantor, sang sekertaris memberitahu jika seseorang telah menunggu nya didalam kantor, sesuai dengan instruksi yang Mike berikan kepadanya.
" Hallo Dhik...Sorry gue agak lama, tadi sedikit susah ngusir si Pat " Mike tergelak. Dia meraih jabatan tangan Dhika.
" Gak apa-apa Mike, ane belum lama nunggu ente... Ngomong-ngomong kantor ente keren juga " Dhika meninju pelan lengan Mike.
" Jadi apa tugas pertama ane Mike?" Dhika mulai berbicara agak serius kali ini.
" Tiga hari lagi kita akan berkeliling Asia Dhik, kita akan mengunjungi semua perusahaan anak cabang dan perusahaan-perusahaan baru disana " Mike menyerahkan satu unit laptop keluaran terbaru dan semua alat yang mungkin akan Dhika perlukan selama dia akan mendampingi Mike menjalankan perusahaan nya.
" Memangnya perusahaan ente berapa banyak Mike???" Dhika masih belum percaya dengan apa yang didengarnya
" Kau akan lihat nanti " Mike tergelak.
Hari itu pun tiba, Mike sebelumnya telah menugaskan seorang general manager untuk mengontrol perusahaan selama dia dan Dhika pergi berkeliling Asia yang direncanakan akan memakan waktu lebih dari sebulan.
" Lo udah siap Dhik?" Saat ini mereka tengah berada di bandara, mereka akan memasuki pesawat komersil dengan tujuan pertama yakni Singapura.
" Let's go Mike..."
Selamat berjuang Mike... Semoga ente bisa dapetin lagi hati Andromeda.
Sementara itu di kota Surabaya.
" Sayang...Aldo menangis, kamu lagi dimana?" Pat mencari-cari keberadaan istrinya, tak biasa nya pagi-pagi wanita itu sudah menghilang.
" Sebentar Pat! Tolong ajak main Al dulu, sebentar lagi aku kesana " Sumber suara mengatakan Widy sedang berada di kamar mandi.
" Kamu lagi ngapain sih sayang dikamar mandi?" Pat sedang mengajak main bocah yang memiliki bola mata yang sama dengan sahabatnya.
" Gak apa-apa Pat, tadi aku hanya ingin memastikan sesuatu.." Widy tersenyum dan memberikan sebuah alat pendeteksi kehamilan dan sudah terdapat dua garis merah disana.
" Kau hamil???" Pat memeluk sang istri, Widy menganggukkan kepalanya
Terimakasih Tuhan....
" Al...Kamu akan menjadi seorang kakak...Jaga mama kamu selama papa bekerja yah, papa akan bekerja lebih giat lagi untuk kalian " Pat memangku bocah itu
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘
Happy reading 🤗
Oia...Malam Minggu pada kemana nih????😁😁😁