
" Bi... Istri saya sudah pulang?" Mike baru pulang dari kantornya, seperti biasa akhir-akhir ini dia memang sering pulang terlambat.
" Itu...Anu tuan..." Bi Sari terlihat panik, dia tidak bisa memandang wajah tuannya. Dia merasa sudah lalai dalam menjalankan tugasnya, wanita paruh baya itu meremas ujung pakaian nya.
" Kenapa bi?? Kok panik gitu??" Mike mulai terpancing, firasat nya mengatakan ini ada hubungannya dengan Andromeda.
" Nyonya tuan...Dia belum pulang sampai saat ini " Ucapnya lirih, dia tidak bisa lagi menahan air matanya yang sudah membendung.
" Apa??!!! Kenapa bibi gak telpon saya bi??!" Mike membentaknya, dia tidak bisa menerima kelalaian asisten rumah tangga nya ini. Mike menghubungi nomor telepon istrinya itu, tetapi nomor yang dihubungi nya dalam keadaan tidak aktif.
" Saya sudah telpon tuan dari tadi siang, tapi handphone tuan tidak bisa dihubungi " Bi Sari terisak, andai Mike tahu betapa paniknya dia sejak siang ini mencari keberadaan nyonya nya. Bi Sari bahkan menghubungi karyawan Andromeda di cafe tetapi mereka bilang sang nyonya tidak datang pagi ini.
Mike ingat, seharian ini dia disibukkan dengan rapat bersama klien-klien barunya. Dia bahkan mengatur mode senyap di handphone nya agar dia bisa fokus dengan pekerjaannya, dan ketika dia berada di rumah sakit untuk memantau perkembangan Aldo, diapun tidak menyentuh benda pipih miliknya itu.
" Bibi udah telpon karyawan nyonya di cafe, tapi mereka bilang nyonya tidak datang kesana hari ini " Bi Sari tertunduk, dia pasrah jika sang majikan memecatnya hari ini juga.
Mike membuang nafasnya kasar, dia pun mengacak rambutnya sambil berjalan bolak-balik diruangan keluarga miliknya. Dia memutuskan untuk menghubungi Dhika.
" Hallo Dhik...Sorry gue ganggu " Mike menghela nafasnya, dia berusaha menyembunyikan kepanikannya.
" Apa Nda ada hubungin lo hari ini?" Mike sangat berharap Dhika mengetahui keberadaan Andromeda nya.
" Kagak!! Ane udah dua Mingguan ini kagak terima kabar dari Nda, dia baek-baek aja kan Mike??" Suara nyaring Dhika sampai terdengar ke telinga bi Sari.
" Justru itu Dhik...Lo bisa kesini kan? Besok juga gak apa-apa...Ada yang mau gue omongin sama lo " Mike pasrah, sepertinya Dhika harus tahu kejadian yang sesungguhnya. Siapa tahu dia sebenarnya menyembunyikan kebenaran Andromeda kan?
Apa gue harus hubungin Petrus dan bude Sum juga yah...Siapa tahu Andromeda ada disana...
Mike kembali menekan nomor yang ada di daftar kontak handphone nya, dia memutuskan untuk menghubungi Petrus dan bude Sum. Dia juga pasrah dengan resiko yang akan dia dapat nanti kalau-kalau mereka akan memarahinya.
Petrus belum pernah mendapatkan kabar dari Andromeda sejak sebulan yang lalu, sedangkan bude Sum baru semalam mendapat kabar dari Andromeda. Menurutnya Andromeda terdengar sangat sedih saat menghubunginya lewat sambungan telpon, dia berpesan kepada wanita itu untuk selalu menjada kesehatan nya.
Mike mulai kehilangan akalnya, dilempar nya benda pipih yang ada ditangannya hingga hancur berkeping-keping dan membuat bi Sari kembali menitikkan air matanya.
" Hubungi Patrick bi! Bilang sama dia untuk menemui ku sekarang juga! Aku tidak perduli jika istri atau anaknya menangis sekali pun!!!" Mike bergegas menuju kamarnya, dia membanting pintu nya kasar tak lama terdengar teriakan dari dalam ruangan itu.
Patrick berlari memasuki rumah besar itu segera setelah dia memarkirkan mobilnya, dia melihat bi Sari sedang terisak di sofa ruang keluarga.
" Dimana dia bi?" Tanya Patrick dengan nafas terengah
" Beliau ada dikamarnya tuan " jawab wanita itu lirih, dia masih saja menangisi kepergian nyonya nya. Bi Sari takut terjadi hal yang buruk terhadap majikannya yang baik dan ramah itu.
Tok...tok...
" Mike....Aku masuk ya?!" Pat membuka pintu dan mengedarkan pandangannya, dia mendapati sang sahabat yang tengah termenung di balkon kamarnya.
" Mike..." Pat menghampiri nya, dia sangat memahami bos sekaligus sahabatnya itu. Saat ini Mike hanya ingin menemukan Andromeda.
" Kerahkan semua tim untuk mencari keberadaan Andromeda Pat, kamu sudah tahu apa yang harus kamu lakukan " Mike berbicara tanpa menoleh kearah Patrick yang sudah berdiri disampingnya.
" Maafkan aku Mike..." Pat menatap Mike yang masih enggan untuk melihat wajahnya.
" Kau tak perlu minta maaf Pat, seharusnya aku jujur kepada istriku sejak awal. Kau tau kan Pat apa alasan aku merahasiakan semua ini darinya?? Aku hanya mengkhawatirkan nya Pat...Dia terlalu berharga untuk ku..." Mike membuang nafas panjang nya.
" Jangan buang-buang waktu Pat, segera temukan istriku!" Mike meninggalkan Pat disana sendiri, dia memutuskan untuk pergi ke kamar yang ditempati oleh sang istri sebulan terakhir ini.
.
.
.
" Kau terlihat pucat sayang...Apa kau sakit ?" Yumiko menyentuh kening dan leher Andromeda dengan punggung tangannya.
" Aku tidak apa-apa Aunty, aku hanya sedikit lelah...." Andromeda berusaha untuk menyakinkan Yumiko bahwa dirinya baik-baik saja, memang selama tinggal disini Andromeda terkadang sulit untuk memejamkan matanya.
" Apa tidurmu terganggu?" Uncle Wallace melihat lingkaran hitam tipis dimata Andromeda.
" Aku agak sulit tidur beberapa hari ini Uncle, kepalaku sering tiba-tiba pusing dan aku mudah sekali lelah " Andromeda meraih gelas berisi air putih didepannya dan meminumnya hingga habis.
" Sepertinya kita harus memeriksakan mu ke dokter nak, kami mengkhawatirkan kondisi kesehatan mu " Yumiko mengelus rambut Andromeda dan memeluk nya.
" Jangan khawatir sayang...Kami akan selalu ada untukmu "
.
.
.
" Gimana sih masa gitu aja gak becus??!!! Buat apa aku menggaji kalian sebesar itu kalau kinerja kalian sampah seperti ini hah ?!!!" Mike melemparkan tumpukan kertas berisikan data keuangan kepada tiga orang yang berdiri dihadapannya saat ini.
" Ma...Maaf pak Mike, kami akan segera memeriksa nya kembali " Ujar Ridho, pria yang berdiri diantara mereka.
" Jangan serahkan padaku sebelum semuanya benar! Pergi kalian dari hadapanku!"
Mike menjatuhkan dirinya diatas sofa, dia memijat keningnya dan berusaha memejamkan matanya. Sepertinya tidur nyenyak adalah hal yang mustahil semenjak kepergian Andromeda sebulan yang lalu.
" Mike...Kau butuh istirahat! Aku yakin Andromeda gak bakalan suka melihat mu seperti ini " Pat selalu berusaha mengingat kan Mike tetapi tak pernah dihiraukan oleh nya.
" Apa kata Andromeda nanti Mike, begitu dia melihat kondisi mu yang sekarang ini..."
" Kau begitu cerewet Pat! Bagaimana aku bisa tidur kalau Andromeda ku masih diluar sana Pat?? Aku bahkan tidak tahu dia masih hidup atau sudah...."
" Mike!!!! Jaga bicaramu! dulu hampir satu tahun kita mencari keberadaan Andromeda...Ini baru satu bulan Mike, kita masih punya banyak waktu untuk menemukan nya!"
" Dulu dia belum jadi istriku Pat, dulu aku belum berjanji kepada almarhum abah untuk selalu melindungi nya! Lihat sekarang! Apa kau buta Pat hah??? Aku malah menyakiti nya!!"
PRANG!!!!
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘
Happy Reading 🤗