
Author POV
Tiga hari Andromeda mendapatkan penanganan medis, meski awalnya dia menolaknya secara langsung kepada Mike saat mereka membawanya ke rumah sakit, tapi itu tak dihiraukan oleh Mike. Andromeda tahu jika Mike sudah memutuskan sesuatu maka tak ada seorangpun yang dapat membantah nya.
Dhika dengan kata lain dengan sangat terpaksa tidak bisa menemani Mike selama Andromeda dirawat karena dia tidak dapat meninggalkan pekerjaannya terlalu lama. Tetapi Dhika menitipkan Mike pada Petrus dan bude Sum meski awalnya ditolak oleh Mike.
Setiap hari dokter melakukan test lab dan memberikan nya beberapa jenis obat untuk menghilangkan peradangan ditubuhnya juga menyuntikkan obat untuk menghilangkan rasa sakitnya dan untuk menurunkan sel darah putih yang melambung tinggi. Mereka menyebut nya obat dewa, buktinya hanya dalam tiga hari saja kondisi peradangan ( Flare ) di seluruh tubuh Andromeda mereda.
Ini hari ke empat dan Andromeda telah diijinkan untuk pulang.
" Antar aku ke tempat bude Sum dulu yah Mike.." pinta Andromeda setelah suster selesai membuka jarum infus yang menancap di tangannya.
" Buat apa sayang? kamu tidak membutuhkan barang-barang mu yang ada disana, kamu bisa membeli yang baru nanti "
" No Mike...aku mau pamit sama bude dan pakde juga bude Marni dan Petrus "
" Cih ..kenapa harus pamit sama si Petrus itu?" Mike beralih pada handphone nya
" Gimanapun dia udah bantu aku selama disini Mike... berterimakasih kepada orang yang udah bantu kita kan hukumnya wajib "
" Ya ..ya..ya...terserah kamu sayang, kamu memang terlalu baik "
Mike telah membereskan semua barang-barang nya sesaat setelah suster memberikan rincian biaya yang harus dia selesai kan di kasir. Andromeda sekilas melihat total biaya yang tertera disana yang membuatnya hanya bisa menelan saliva tapi itu bukan hal yang sulit bagi Mike untuk mengeluarkan biaya sebanyak itu.
Sesampainya di rumah bude Sum
" Oalah nduk....bude pasti kangen sama kamu cah ayu..." bude tak hentinya memeluk Andromeda
" Jaga dirimu baek-baek yo nduk, pakde doakan kamu sehat terus, jangan lupa makan sehat yo nduk..."
" Andai bude tau kamu sakit nak, bude gak akan ijinkan kamu terlatih terlalu berat " kini giliran bude Marni yang bicara
" Gak apa-apa bude, menari bikin aku senang bude " ujar Andromeda meyakinkan
" Makasih bude Sum, pakde, bude Marni dan kamu sir yang udah mau menerima aku disini sebagai bagian dari keluarga ini.." Andromeda memeluk mereka semua
Mike yang dari tadi melihat aktivitas mereka merasa takjub dengan kedekatan antara wanitanya dengan para penghuni rumah bahkan dengan para pegawai pengolahan jamu disana.
Orang yang tidak mempunyai kebaikan dan ketulusan dalam hatinya tak akan mungkin bisa menjalin hubungan sedekat itu hanya dalam kurun waktu satu tahun. Mike merasa beruntung telah dipertemukan dengan Andromeda, meski pertemuan awal mereka diakuinya kurang baik. Mike yang terlalu memaksakan kehendak waktu itu dan Mike yang tidak jujur dari awal untuk menceritakan kehidupan nya.
Sebagai tanda terima kasih Mike atas kebaikan mereka kepada Andromeda selama ini, dia berjanji akan membuat sebuah sistem pemasaran untuk produk-produk yang mereka buat dan Mike menyarankan Petrus mau mengurus langsung sistem pemasaran tersebut.
Bude Sum membawakan banyak sekali oleh-oleh untuk dibawa oleh mereka, dari mulai produk jamu yang biasa Andromeda seduh sampai bakpia dengan berbagai variant rasa kesukaan Andromeda. Katanya biar nanti di Bandung bisa dibagikan kepada keluarga dan teman-temannya.
Merekapun pamit karena jam terbang pesawat yang mereka akan pergunakan sudah mendekati waktunya.
" Apa kamu sedih ?"
Mike melihat Andromeda yang sedari tadi melihat keluar jendela pesawat
" Begitulah Mike..." Andromeda tertunduk
" Kita bisa mengunjungi mereka setiap saat jika ada kesempatan sayang ..kamu gak usah khawatir..."
" Sungguh Mike ??"
Seketika senyuman terlukis diwajah Andromeda
" Dengan satu syarat..." Mike memperlihatkan jari telunjuknya
" Apa itu Mike?
" Jangan pernah tinggalkan aku lagi Andromeda...Aku bisa benar-benar gila jika kamu melakukan hal itu lagi"
" Apapun akan aku lakukan demi kamu, demi kebahagiaan kita..."
" Malu Mike...disini banyak orang "
Andromeda berusaha untuk melepaskan pelukan Mike
Mike tersenyum puas, kini wanitanya sudah kembali dia dapatkan, dia bahkan sudah merencanakan pernikahan dengan Abah dan ambu agar Andromeda bisa tinggal bersamanya.
Andromeda POV
Seperti sebuah mimpi kala itu, Mike datang untuk menjemput ku. Aku kira Petrus yang memasuki kamar tempat aku menginap, tapi dari bayangan dan wangi tubuhnya aku tahu aku tidak sedang bermimpi dan aku tahu itu Mike.
Dia menarik ku kedalam pelukannya dan untuk pertama kali selama aku mengenal Mike, dia menangis... benar-benar menangis seperti seorang anak kecil yang telah menemukan ibunya yang hilang.
" Darimana kamu tau aku ada disini Mike?"
Aku bertanya kepada Mike dan menuntut jawaban dari Dhika dan Petrus yang berdiri disana.
" Aku bahkan sudah tau keberadaan mu dari sejak setahun yang lalu sayang..." jawabnya
" Sorry Nda...ane yang kasih tau ente ada dimana waktu itu " ujar Dhika
Mike lalu membopong tubuhku masuk kedalam mobilnya, dan Dhika pun menceritakan kejadian saat dimana dia terpaksa memberi tahu Mike tentang keberadaan ku dan alasan kenapa selama setahun ini Mike membiarkan aku untuk tinggal disana.
Dan sekarang disini kami, diatas pesawat yang akan membawa kami kembali ke kota kelahiranku untuk berkumpul kembali dengan kedua orangtuaku yang sudah lama aku rindukan.
Aku tak tahu takdir akan membawaku kemana, atau dengan siapa. Apakah aku akan sembuh atau bahkan Tuhan akan menjemput ku pulang dengan kondisi tubuhku yang seperti ini.
Aku bahkan belum tahu apakah aku akan menerima Mike kembali atau bahkan sebaliknya, apakah Mike akan menerimaku dengan kondisi tubuhku yang seperti ini.
Entahlah...
Pesawat yang membawa kami akhirnya tiba ditujuan pada jam 5 sore di bandara internasional Soekarno-Hatta Jakarta. Disana sudah menunggu asisten pribadi Mike yang akan membawa kami pulang ke kota Bandung. Sebelumnya Mike membawa kami ke sebuah restoran untuk menyantap makan malam bersama.
" Untuk sementara ini kamu pesan makanan yang ada disini sebelum nanti dirumah aku pesankan catering khusus untukmu atau kamu buat sendiri makananmu "
Ya... seperti itulah jika Mike sedang berbicara padaku, ambigu antara memberikan pendapatnya atau sedang memutuskan sesuatu.
" Ternyata kamu tidak berubah sama sekali Mike.." aku kesal mendengar perkataan yang keluar dari mulutnya.
" Maksud mu?"
" Aku tak pernah tau apa kamu sedang menanyakan pendapat ku atau kamu sedang memutuskan sesuatu untukku..."
Dan dia tertawa mendengar pernyataan ku
" Ini karena aku sungguh sangat mencintaimu dan akan segera memiliki mu seutuhnya
" Mengapa kamu begitu sangat yakin akan hal itu Mike?"
" Tunggu saja nanti...kamu akan segera tahu "
.
.
.
To be continued 😉
Dukung author dengan like dan komen yah 😘
Terimakasih 🙏🙏