Maple High School Academy Year 3

Maple High School Academy Year 3
Last Chaos in Boneyard - Emgel




Emgel


WILAYAH TERDEKAT DARI Apex adalah Emgel. Tempat tersebut merupakan mansion kediaman keluarga kerajaan cabang. Mungkin karena penerangan yang makin meredup atau dikarenakan topografi Emgel yang terkesan mirip penjara bawah tanah apalagi dengan latar belakang langit yang memancarkan kilat, menambah suramnya wilayah itu. Musim hujan pun sepertinya sedang melanda Darksville.


Mengingat hari yang mulai gelap dan tenaga tim yang terkuras banyak, dengan mengandalkan sisa penjualan ramuan dari Potion Industry, mereka menyewa sepetak kamar untuk menyusun ulang strategi. Terlebih lagi, meskipun banyak tempat di Darksville yang belum mereka kunjungi, ketepatan memilih wilayah dengan elemen kegelapan paling tinggi menjadi prioritas utama. Waktu Aphelion akan dimulai besok malam.


Candra menggambarkan peta wilayah Darksville alakadarnya dari kertas yang tersisa. Sekiranya ada empat wilayah yang beri tanda lingkaran oleh Wizard tersebut. “Ini Emgel yang menjadi tujuan kita esok hari, lalu ada Ragetog dan Garden of Dawn di utara, terakhir ada Boneyard di sebelah tenggara.” Candra kembali menegaskan pada wilayah yang diberi tanda Emgel. “Jika besok kita mendatangi wilayah ini, kita mesti menentukan untuk pergi ke wilayah utara atau tenggara.”


“Jika kita pergi ke wilayah utara, kita juga dihadapkan dengan dua pilihan. Ragetog atau Garden of Dawn, kan? Bagaimana menurutmu, Ketua?” Kali ini Evander kelihatan lebih luwes dalam mengontrol emosinya, mungkin otaknya sudah terlalu mentok untuk memikirkan makanan.


“Selain Emgel, kita harus milih satu wilayah yang tepat. Terlepas di mana pun keberadaannya. Ambil langkah optimal, untuk hasil hasil yang maksimal.” Ashlen memandang adik tingkatnya bergantian, lalu kembali bersuara, “Kita mesti berpikir matang, dengan memperoleh kesepakatan, memperkecil kerugian dan meningkatkan persentase keberhasilan.”


“Wah, Ketua, selain pandai mengomel, ternyata Anda orang yang lihai memperindah kata, ya?” cetus Arion yang mendadak melenceng dari pembahasan.


“Jujur saja, suasana hikmat barusan membuatku tersentuh. Namun, itu mendadak gagal total karena omonganmu barusan.”


Evander ikut andil bersuara, “Kali ini aku satu suara denganmu, Bocah Kurus.”


“Baiklah anak-anak, anggap saja aku telah lelah mengurusi kalian hingga membuatku memerlukan perawatan untuk mengendurkan urat syaraf agar tidak terlihat lebih tua dari Kepala Sekolah. Benar begitu, kan, Perak?” Perkataan sarkas Ashlen itu ditunjukkan kepada seseorang yang kali ini merasa terpojokkan karena dirasa diserang dari berbagai sisi.


“Bolehkah kali ini aku mengibarkan bendera putih?” ungkapnya dengan nelangsa.


 “Baru pertama kali aku melihat kotoran hewan dapat mengeluarkan cahaya secantik ini. Rasanya aku mau menangis saking tidak percaya.” Arion tetap menjadi makhluk yang bibirnya mampu bercakap tanpa henti.


Evander menyesali keputusannya untuk menyetujui usulan Candra. Ia dengan terpaksa harus berjalan sambil menampung kotoran dari hewan Shine yang dapat mengeluarkan cahaya.


“Heh, Bocah Kurus! Apa kau betul-betul tidak bisa menciptakan mantra cahaya?”


Candra mengangguk walau agak ragu. “Mantra cahaya yang berguna di Darksville memiliki level tingkat tinggi. Aku bisa melakukannya, tapi hanya satu kali. Selebihnya, aku akan kehilangan mana akibat mengeluarkan mantra itu.”


Bangsawan Fallen Angel dengan tubuh Elf itu melenguh, lantas mencibir pelan, “Sama saja kali ini kau menjadi beban dalam tim.”


“Evan, tutup mulutmu atau aku akan menyuruhmu untuk diam sepanjang hari!” Ancaman Ashlen memang paling ampuh untuk membisukan omongan timnya.


 Tidak sembarangan orang bisa mengunjungi Emgel. Sekalipun mereka berdalih dengan menunjukkan identitas palsu, yang telah dimodifikasi oleh Candra menggunakan mantra agar bertahan selama proses pengecekan, tim tidak bisa memasuki inti mansion Emgel seperti rencana awal. Akan tetapi, karena sudah tidak terikat dengan festival Humanday dan Beerfest, Ashlen meminjam kekuatan Boss dalam mimikri untuk mengendap-ngendap memasuki ruang inti Emgel.


Hewan kontrak Ashlen memiliki tiga ekor anak yang memiliki keterampilan berbeda. Boss sendiri dapat membuat Ashlen yang digandengnya menjadi tidak terlihat. Si Sulung, yang menggandeng tangan Arion membuat laki-laki berkulit sawo matang itu dapat berjalan diam-diam melalui perantara tanah. Sedangkan si Anak Tengah yang menyertai Evander mampu membuat tampilan sang Elf mirip seperti Penjaga Emgel.


Terakhir, ada si Bungsu, terlihat ragu-ragu ketika hendak bersentuhan dengan Candra. Padahal dari tampilan rupa, wajah Candra yang paling bersahabat. Mungkin karena energi Lucifer dari tubuhnya sehingga anak bungsu Boss ini memegang Candra dengan takut. Ia mampu membuat Candra menduplikat dirinya sebayak tiga bayangan sempurna. Namun, karena kelemahan yang tidak bisa menyembunyikan diri dari pasang mata para Penjaga Emgel, sehingga selain berpasangan dengan si Bungsu, Candra juga berpegangan dengan Ashlen yang mampu membantunya menjadi tidak kasat mata.


Si Bungsu menduplikat serpihan cermin, walaupun tidak sempurna dan membagikannya pada masing-masing pasangan tim. “Walaupun tidak seperti serpihan cermin asli, tapi ketika duplikat itu berada pada elemen kegelapan yang kental, cermin itu pasti akan bereaksi. Selebihnya, kita akan berkumpul di pelataran Emgel pada jam makan siang.” Intruksi Ashlen mengakhiri kebersamaan mereka yang berjalan secara terpisah menyusuri bagian-bagian Emgel secara diam-diam.


 Emgel dipenuhi dengan mitos yang mengatasnamakan bahwa bangunan tersebut terbuat dari tulang-belulang raksasa. Karena mendapatkan hasil dengan tangan kosong, Arion yang tidak percaya dengan mitos tulang Makhluk Raksasa yang sudah lama ada, malah usil dengan menaburkan serbuk holy basil yang  esensinya berlawanan dengan Gloongi sehingga memicu bangkitnya Gigantic Bones  yang tertimbun di bawah Emgel.


Boss sudah menyuruh ketiga anaknya untuk beristirahat karena pencaharian berakhir nihil. Akan tetapi, karena tindakan Arion tersebut, Gigantic Bones yang tertimbun di pelataran Emgel muncul dari permukaan tanah. Getaran kehadirannya mempropagandakan kesigapan Penjaga Emgel. Jika tim melakukan menyerangan pada monster tulang itu, tentu saja hal demikian akan menimbulkan kecurigaan terhadap keluarga bangsawan Menhera. Bahkan, bisa saja mereka akan ditetapkan sebagai buronan kerajaan. Prestasi yang menggiurkan, bukan? Oleh karena itu, mereka hanya bisa melarikan diri tanpa menimbulkan kerusakan parah di Emgel.


Candra membangkitkan Lucifer, satu-satunya roh kegelapan yang mengikat kontrak dengannya. Dengan mengandalkan Lucifer untuk menahan pergerakan monster tulang tersebut, Arion turut memberikan gesekan pada tulang melalui cakarnya yang beracun. Sementara itu, Evander dan Ashlen mempersiapkan jalur kabur. Pasukan Penjaga Emgel berderap cepat ke arah mereka. Karena prioritas Penjaga Emgel mengamankan kediaman kerajaan, aksi kabur tim Ashlen tampak diabaikan. Walaupun demikian, ternyata masih ada pasukan Necromancer khusus yang dilatih oleh kerajaan untuk mengejar pengacau seperti mereka. Gawat!