Love is You

Love is You
Rencana



"Ah kenapa sih udah senin aja, harus balik ke sekolah lagi, padahal udah gak ada pelajaran juga" Keluh Sassya


"Sya idup lu kok banyak ngeluh dah" ejek Rara


"udah buruan kita ke papan mading, liat hasil ujian" ajak ku


"Sayang" suara gerard memanggil pacarnya


lalu sassya berlari ke arah Gerard yang berdiri tepat di depan papan mading yang di kerumuni orang - orang.


"uhh gerard sayang, udah liat hasil ujian? punya gue udah di liat?"


aku dan Rara hanya saling pandang melihat pemandangan yang super lebay itu


"udah dong gue peringkat 115, lu peringkat 100 wah pacar gue emang keren selalu 100 besar"


jumlah Murid di sekolah ku hanya 125 siswa pertingkat nya bahkan tingkat 3 hanya 100 siswa.


"siapa dulu dong sassya" sambil menepuk dadanya lembut tapi sombong


mendengar percakapan Gerard dan Sassya aku dan Rara saling pandang dan menahan tawa.


"Ra" panggil aldy sambil menepuk pundak Rara


"ah dy" jawan Rara


"Lu peringkat 35, gue peringkat 36" ujar aldy


"ahh serius gue peringkat 35 akhir nya bisa masuk 50 besar berkat belajar sama si genius nih" sambil memeluk ku


"Tapi ini gak ada yang liatin punya gue apa?" tanya ku kesal


"cih nama lu udah gak perlu di cari Yu udah ada paling atas paling tebel paling gede tulisan nya" ujar Aldy


aku dan Rara pun melirik ke arah yang di tunjuk Aldy


"ish pasangan idel banget itu cewenya 1 lakinya 2" ujar Rara


aku hanya tersenyum , lalu ada tangan kekar tiba - tiba menggenggap jari jemari ku yang kecil


"ah Brian"


"pagi tuan putri, pagi gais"


yang lain hanya melambai kan tangan saja


"selamat ya Yu"


"selamat juga buat lu ya bri"


"gais ke kantin yuk, lu sama brian musti traktir kita PJ dan traktir karena peringkat teratas" ujar Rara


"Setuju" kompak sassya, aldy, Gerard


"oke, tapi gue cari ibram sama yang lain dulu dulu biar rame" ujar brian


"ya udah kita duluan ke kantin ya" ujar Rara


"sip" jawab brian sambil mengacungkan jempolnya


saat aku akan berjalan mengikuti Rara dan yang lain Brian menarik tangan ku


"hei tuan putri mau kemana?"


"lah ke kantin lah"


"hei lu itu pacar gue, kali gue di tinggal sendiri"


"lah kan nanti ada ibram, eggy sama sam"


"ya bedalah Yu, kali gue mau gandengan sama ibram, bayangin nya aja gue geli"


"HAHAHA ya jangan di bayangin lah, ya udah ayo buruan samperin mereka"


"ya udah berarti ke kelas gue dulu ya"


aku pun mengangguk ,dan kami berjalan bergandengan tangan, sepanjang jalan banyak murid lain yang berbisik - bisik membuat aku dan brian tersenyum. Banyak yang menilai bahwa kami pasangan serasi, sama - sama pintar, populer , cantik dan tampan.


"bram, gy ,sam" teriak brian dari deapn pintu kelas nya memanggil teman - temannya yang asik mengobrol.


"oiii" sambil melambaikan tangan


"kantin yuk, yang lain dah pada nungguin"


"Traktir ya" jawab eggy


"bacot buruan dah lama" ujar brian yang membuat aku refleks menampar mulutnya lembut


"Mulut nya ih"


"ah maaf maaf"


"HAHAHA BUCIN LU" ejek ibram eggy dan sam


"berisik lu semua buruan"


merekapun mengikuti kami


"ish itu tangan lengket banget" ejek ibram sambil mencoba menerobos di antara aku dan brian, hingga genggaman kami terlepas di ikuti eggy dan sam yang akhir nya mereka berada di depan.


Brian hanya menggeleng melihat ketiga temannya dan aku hanya tersenyum.


------------------------------


"woiii disini" teriak Sassya


kami pun menghampiri mereka dan duduk bersama.


Mereka memesan makanan masing - masing tanpa di beri aba - aba oleh ayu atau brian, mereka hari ini terlihat rakus, begitu banyak makanan yang mereka pesan mulai dari makanan berat, minuman, sampai camilan.


Ayu dan brian hanya menggeleng melihat kelakuan teman - teman nya.


Mereka melahap makanan nya sambil berbincang dan tertawa bersama, sungguh pemandangan yang membuat ayu terus mengembangkan senyumannya tanpa henti.


"besok kalian free ngga?" tanya ayu sambil menyedot jus strawberry yang ia pesan


"gue sih free kalo buat lu" jawab brian genit di iringi ejekan temen - temannya


"HUUH BUCIN LU" ejek mereka kompak , dan mereka kembali tertawa melihat ekspresi brian yang melotot.


"ahh nengokin ponakan lu ya, gak papa sih, pengen jalan lagi aja ama kalian semua, yang lain gimana ?"


semua teman - teman nya ternyata sudah ada rencana masing - masing , ada yang urusan keluarga ada juga yang sudah membuat janji dengan pasangannya.


tiba - tiba Ibram bertanya membuat senua sontak terdiam.


" Lu kapan terbang ke korea ?" sambil menatap nanar mata ayu


"ah gue terbang hari Minggu Pagi" sambil mengalihkan pandangan ke jus nya


Sangat jelas raut kesedihan di wajah cantik Ayu, dan perubahan wajah ayu tertangkap oleh Brian dan Rara.


Rara sendiri bingung, ia juga ingin menemani Ayu tapi dia sudah janji dengan kaka nya dari jauh jauh hari. Saat mereka kembali mengobrol Rara memainkan Hp nya dan mengirim pesan grup pada temen - teman nya kecuali ayu.


Hp brian dan yang lain begetar , tapi hanya brian yang langsung tanggap dengan getaran Hp nya, di layar terlihat jelas siapa pemngirim pesan itu membuat brian mengernyit bingung.


*from : Rara


~ gais hari sabtu kita bikin kejutan buat ayu, kita buat kenangan sebelum dia berangkat, gimana setuju ? *~


isi pesan Rara membuat Brian tersenyum


*from : Brian


~ setuju, besok gue temenin dia sampe hari kejutan, biar dia gak sedih - sedih banget lu pada sibuk ~


from : ibram


~ good, Bri fokus temenin dia aja biar kita yang buat rencana lu tau beres aja, buat kenangan sebanyak - banyak nya sama dia ~


from : brian


~ siap laksanakan ~


from : sassya


~ wah party dong kita , gue setuju ~


from : Rara


~ sya bacot lu harus di jaga ya jangan sampe keceplosan, mulut lu tuh ember ~


from : sassya


~ ih apaan si lu Ra, tenang aman mulut gue tergembok rapat *~


Melihat teman - teman nya memainkan Hp ayu sedikit kesal tapi Ia tidak bergeming.


Semua makanan telah di lahap habis oleh mereka dan mereka membubarkan diri karena hari juga sudah cukup siang dan di kantin semakin panas


" Balik yuk, gue mau packing nih buat besok " ajak Rara


"ah gue juga mau jemput nyokap nih" ujar ibram


di susul alasan anak - anak yang lain


"ya udah lu pada balik duluan sono, gue mau bayar dulu" ujar brind


"Bri, Yu thanks ya kita balik duluan" ujar eggy di ikutin lambaian tangan yang lain nya


Ayu hanya tersenyum ketir,dan terus memandangin punggu teman - teman nya dalam hati dia bergumam "hah sepi lagi"


"Hei orang cantik jangan ngelamun mulu" tepukan tangan brian membuat ayu tersedar


"gue bayar dulu ya yu, lu mau ikut atau tunggu sini"


"ikut biar sekalian jalan"


ayu dan brian beranjak dari kursi mereka menuju kasir, setelah membayar mereka menuju parkiran dimana mobil brian terparkir.


Brian membuka kan pintu untuk ayu.


"silahkan masuk tuan putri" dengan senyum genit nya


"apaan sih lu" jawab ayu sambil tertawa malu


Brian pun menyalakan mesin mobil nya dan melajukan mobil nya tidak terlalu kencang atau pelan, di dalam mobil ayu memdang ke jendela pintu mobil sambil menopang dagunya.


"emang besok mau kemana?" tanya brian dan ayu refleks menoleh ke arah nya


"ah mau jalan aja sih, sebelum terbang ke korea"


"mau jalan berdua sama gue ngga ?" tanya brian sambil menggenggam tangan ayu dan menaruhnya di pahanya.


"hemm , kenapa lu tanya gitu, ya mau lah"


"besok mau kemana, nonton gimana ?"


"terserah"


"wah kata - kata kramat muncul"


"kok kramat ?"


"kalo cewe dah ngomong terserah tuh artinya bukan itu yang dia mau"


"dih sotoy banget HAHAHA" ayu tertawa keras mendengar pernyataan brian sambil memukul paha nya pelan dan menarik tangannya


"Ya udah jawab dong, tuan putri mau kemana?"


"Bandung"


"bandung? serius ?"


ayu pun mengangguk


"gue mau bikin kenangan lain disana selain sama ayah,ibu" brian melirik ayu yang wajah nya sudah mulai menjadi muram


"setiap liburan gue, ayah, ibu pasti pergi ke bandung. Keliling bandung, dan bermalam di Villa selalu penuh dengan kebahagiaan, gue mau mengukir kebahagiaan lain di sana" tambah ayu sambil mengingat kenangan bersama orang tua nya


"oke kita ke bandung besok"


"SERIUS ?" tanya ayu girang , dan brian pun mengangguk dan tersenyum melihat ayu yang kegirangan


"sekarang gue anter lu pulang , supaya bisa prepare"


"oke" ---------------