
Aku duduk sendirian di bangku taman, sambil menatap awan mendung.
Cuaca hari ini, sama dengan rasa di hatiku.
Hujan turun rintik-rintik berpadu dengan rintikan air mataku yang menerobos keluar.
"Jgeerrr.. " sambaran kilat sama sekali tidak membuatku goyah, malah membuat hatiku terasa semakin sakit.
"Hikss,, hiksss.. " akubmulai terisak.
Yuriko yang melihatku sedang hujan-hujanan, berlari menghampiriku, diikuti sena dan saki.
"Akari, aku mohon ayo kita pulang.. " ucap yuriko.
"Ri kamu jangan seperti ini" ucap saki ikut terisak
"Iya ri kamu harus kuat.. " ucap sena.
"Tolong tinggalkan aku sendiri.. " ucapku.
"Ri lok kamu seperti ini terus kamu bisa sakit.. " ucap saki.
"Aku tidak peduli.. " ucapku.
"Ri sadarlah, akira pasti akan mengingatmu" ucap sena.
Mendengar nama akira, dadaku terasa sesak yang menyiksa.
"Aku bilang pergiii.. " teriakku sambil mendorong saki.
Kami berdebat di tengah guyuran hujan lebat.
Tatsuya, sora dan satoru hanya bisa menhadi penonton, karena mereka sendiri tudak tau harus berbuat apa.
"Plakkk... " tamparan keras membuat telingaku berdengung.
"Yuri.. " saki dan sena terkejut melihat yuri menamparku.
"Akari kamu harus sadar, ada kami yang akan selalu disisimu, jadi aku mohon akari kamu jangan seperti ini" ucap yuri mengguncang pundakku.
"Yuriii.. Kenapa akira melupakanku.. " isakku menatap pilu.
"Tenanglah, dia hanya amnesia sementara.. " ucap yuri memelukku.
"Iya ri, kita pasti akan bantu kamu agar akira bisa mengingat kamu lagi" ucap saki ikut memeluk.
"Iya ri, kamu harus tetap kuat.. " ucap sena memelukku juga.
Kami berpelukan di tengah hujan badai.
Kami tiba dirumahku dengan keadaan basah kuyub
"Akari.. " ucap kak reyka terkejut melihatku.
"Apa yang terjadi.. " tanya kak reyka sambil mengambilkan handuk untukku.
"yuri apa yang terjadi, kenapa kalian hujan-hujanan seperti ini" tanya kak reyka khawatir.
RUMAH SAKIT..
"Akira mau makan buah, biar aku kupaskan untukmu" tanya kaori.
"Tidak kao, aku masih kenyang" tolak akira.
"Emhh.. Ya udah deh, lok gitu aku pijitin aja ya " uca kaori memijitvkaki akira.
"Kao, apa kamu kenal dengan wanita tadi.. " tanya akira menatap kaori.
"Emmhhh.. Akari maksudmu.. " ucap kaori.
"Jadi namanya akari, apa kamu mengenalnya.. " tanya akira.
"Apa kamu benar-benar tidak mengingat akari" kaori balik bertanya.
"Tidak.. Aku terus berusaha mengingatnya, tapi kepalaku selalu pusing setelah itu.. " ucap akira memegangi kepalanya.
"Akira kamu gak papa" tanya kaori khawatir.
"Aku gak papa, tapi aku ingin mengingatnya karena sepertinya dia begitu terluka karenaku" ucap akira.
"Akan lebih baik untukmu jika kau tidak mengingatnya" ucap kaori.
"Kenapa kamu berkata seperti itu kao" tanya akira.
"Iya karena, percuma aja kamu mengingat dia, karena hanya rasa sakit yang akan kamu dapatkan, akari adalah masa kelammu, dia adalah kenangan pahitmu, karena dia kau jadi seperti ini" jelas kaori.
"Prokk.. Prokk.. Prokkk.. " terdengar seseorang bertepuk tangan, akira dan kaori menatap orang tersebut.
" bagus, hebat sekali actingmu kao, aku ingin melihat akan sampai mana kau meracuni otak akira.. " uca orang tersebut.
"Jaga ucapanmu tatsuya.. " bentak kaori.
"Maaf apa maksudmu berkata seperti itu.. " tanya akira.
"Akira apa kamu juga melupakan aku, aku tatsuya sahabatmu.. " ucap tatsuya.
"Maaf, tapi aku benar-benar tidak mengingatmu.. " ucap akira.
"Ra kamu yakin gak ingat kita, tapu kenapa kamu bisa ingat dengat perempuan busuk ini" ucap satoru menunjuk kaori.
"Maaf aku gak ingat kamu dan tolong kamu jangan hina kaori" ucap tegas akira.
"Ra asal kamu tau, kaori ini perempuan jahat dia ingin kamu dan akari berpisah" ucap sora.
"Apa maksudmu.. " tanya akura tidak mengerti.
"Ra, kamu jangan dengarkan mereka, mereka adalah orang-orang yang selalu membully ku di sekolah, mereka teman-teman akari, wanita yang sudah tega mencelakaimu, karena kamu lebih memilihku" ucap kaori, memasang wajah melas.