Love is You

Love is You
Will You Marry Me?



Berbagai macam cobaan kini sudah aku lewati semua. Bagaimana rasanya kehilangan seorang Ayah, Ibu, dan Kakak aku sudah merasakan itu semua. Aku juga sudah melewati bagaimana rasanya di khianati. Aku bersyukur bisa melewati ujian itu semua. Dan aku sangat bersyukur bisa memiliki sahabat sebaik Jimin dan Yuju yang selalu menemamiku di saat senang mau pun susah.


Aku yakin, setiap orang pasti memiliki kebahagiaannya masing-masing. Entah dari sebuah keluarga, teman atau seseorang yang mereka sayangi.


Tapi percayalah, tuhan tidak akan memberikan penderitaan yang melampaui batas kita. Karena itu, jangan menyerah dan teruslah berjuang.


Karena itu, aku akan terus mencoba untuk mempercayainya sekali lagi. Karena sekarang aku yakin Jungkooklah takdirku.


“Hyerin.”


Sebuah suara yang memanggil namaku membuatku menoleh menatapnya. Sekarang kami sedang menikmati waktu bersama di Namsan Tower. Rasanya tempat ini seperti sejarahku dengan Jungkook.


Kulihat Jungkook sedang merongoh sesuatu di mantel jas hitamnya. Seketika mataku membulat terkejut melihat dia mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku mantelnya.


Perlahan dia menatap lembut padaku, lalu dia buka kotak kecil itu dan terlihatlah sebuah cincin yang terlihat sangat indah di sana. Membuatku hampir terkejut melihat itu.



Aku langsung menutup mulut saking syoknya.


A-pa aku tidak salah lihat? Apa dia mau melamarku? Melihat tatapan matanya yang sangat serius. Membuatku terdiam tak bisa berkutik.


“Hyerin, apa kau masih ingat? kau akan mengabulkan permintaanku apa pun itu bukan? Jika kau masih mengingatnya, bolehkah aku mengatakannya sekarang?”


Jungkook… kau..


“Menikahlah denganku..”


DEG!


Hatiku langsung berdebar 2x lebih cepat dari biasanya. Rasanya seperti ada kupu-kupu yang bertebaran di perutku. Tidak kusangka inilah permintannya. Pantas saja dia mengulurkan waktu agar dia bisa meminta di waktu yang tepat.


Dengan perlahan, aku anggukkan kepala untuk menjawab pertanyaannya.


Melihatku mengangguk membuatnya langsung tersenyum bahagia. Dia pun segera memasangkan cincinnya di jari manisku. Aku yang melihatnya hanya bisa terdiam syok, masih tidak menyangka dengan apa yang kulihat sekarang.


“Terimakasih.. kau sudah mau mene-“


GREP!


Tanpa berfikir panjang aku langsung memeluknya dengan sangat erat! Rasa-rasanya aku sangat bahagia sekarang. Aku tidak tahu harus berkata apa untuk mengatakan rasa bahagiaku. Perlahan Jungkook pun membalas pelukannya.


“Terimakash, aku sangat mencintaimu.”


“Aku juga mencintaimu Hyerin.”


🌸🌸🌸


Sekarang, hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Aku tak bisa mengotrol jantungku yang terus berdebar kencang. Bagaimana tidak? Hari ini aku akan bertemu dengan Ibunya Jungkook. Terakhir aku bertemu, dia terlihat sangat membenciku. Rasanya aku akan masuk ke dalam neraka sekarang. Apa dia mau menerimaku?


“Tidak apa-apa.”


Jungkook mencoba menenangkanku, dan aku hanya bisa diam pasrah. Tak lama kemudian, dia mulai menarikku masuk ke dalam rumahnya yang sangat besar. Ini bukan rumahnya yang dulu. Ini rumah asli keluarganya Jungkook.


Kami berjalan lurus ke dalam dengan hati yang tidak bisa aku kontrol lagi. Saat tiba di ruang tengah. Aku langsung terdiam kaku melihat Ibu Jungkook yang tengah duduk santai sambil membaca buku di sofa.


“Ibu.”


J..Jungkook? kau memanggilnya? Aku belum siap!


Saat Jungkook memanggilnya. Ibu Jungkook langsung menatap ke arah kami. Melihat Jungkook yang datang bersamaku, membuatnya terlihat sedikit terkejut.


“Jungkook? Siapa wanita yang ada bersamamu sekarang?”


“Ibu, apa Ibu masih ingat? Dia adalah pacarku dulu saat masih SMA. Bukankah aku sering menceritakannya?”


Melihat dia mulai berdiri dengan tatapan terkejutnya. Rasanya aku ingin mati sekarang karena takut.


“Calon istriku.”


Mataku membulat terkejut mendengar apa yang di katakan Jungkook.


Heh! apa kau ingin aku mati?!


Tapi di luar ekspetasi. Ku kira Ibu Jungkook akan marah besar padaku. Lalu mengusirku dari rumahnya. Tapi, yang kulihat kenyataannya dia malah tersenyum lebar padaku. Lalu dia segera berjalan menghampiriku dengan raut wajahnya yang senang.


Melihat itu, aku hanya diam seperti orang bodoh. Kenapa Ibu Jungkook berubah drastis? Baru pertama kali dia menyambutku dengan perasaan senang. Bahkan sekarang dia memegang pipiku dengan lembut sambil menatapku tak percaya.


“Kau rupanya!”


Bingung tidak tahu harus jawab apa. Aku hanya bisa tersenyum kikuk.


“Syukurlah kau baik-baik saja selama ini. Aku selalu menunggumu di sini.”


“Y-ya?”


“Sini, apa kau lapar? Kau pasti belum makan siang kan? Hari ini Ibu sudah membuat makanan yang sangat enak!”


D-dia Ibunya Jungkook kan? Kenapa dia sangat baik padaku?


Kulihat Jungkook untuk meminta penjelasan padanya. Tapi, Jungkook malah tersenyum manis sambil mengangguk, menuruhku untuk mengikuti Ibunya.


Ibu Jungkook langsung saja membawaku pergi ke dapur dengan senyumnya yang tak pernah lepas dari wajahnya.


🌸🌸🌸


Kumohon, sungguh aku tidak mengerti dengan situasi sekarang. Dulu, Ibu Jungkook sangat membenciku. Tapi, kenapa sekarang dia sangat baik sekali padaku? Bahkan Jungkook juga ikut tersenyum melihat Ibunya yang memperlakukanku dengan baik. Memikirkan itu lama-lama membuat kepalaku terasa pusing sekarang.


“Bagaimana makanannya?”


Suara Ibu Jungkook menyadarkan lamunanku. Dengan gugup aku mengangguk pelan sambil tersenyum.


"Ini enak sekali."


“Syukurlah kau menyukainya!"


Setelah itu, perlahan tatapan matanya berubah sendu.


“Hyerin, tolong maafkan Ibu. Dulu, Ibu sudah di butai oleh hartanya Jihyun. Dia sengaja memanfaatkan saham agar bisa menikah dengan Jungkook. Saat itu memang kondisi saham kami sangat kritis jadi mau tidak mau. Kami harus menikahkan Jungkook dengan Jihyun. Aku memang Ibu yang jahat. Lebih memilih harta di bandingkan perasaan Jungkook. Kupikir jika menikahkan mereka, semuanya akan kembali berjalan lancar. Kehidupan kami akan terasa lebih bahagia. Tapi ternyata kenyataannnya tidak. Setelah menikahi Jungkook. Sikap Jihyun sudah sangat keterlaluan padaku. Dia tidak menghormatiku sebagai mertuanya. Dia malah memandangku seperti budaknya. Aishhh.. wanita gila itu. Untunglah Jungkook sudah bercerai dengannya. Kalau tidak entah apa yang akan terjadi padaku selanjutnya.”


Mendengar semua ceritanya. Akhirnya aku mengerti mengapa Jungkook bercerai dengan Jihyun. Aku juga bisa mengerti bagaimana situasi Ibu Jungkook saat itu. Memang dari awal Jihyun itu sudah sangat keterlaluan.


Haishhh.. dia benar-benar menyebalkan.


“Apa Hyerin mau memaafkan Ibu?”


Mendengar itu, perlahan aku tersenyum lembut dan mengangguk.


“Ibu, aku sudah memaafkanmu dari dulu. Aku mengerti situasi keluarga Ibu saat itu. Jadi, jangan pernah merasa bersalah lagi padaku.”


Ibu Jungkook tersenyum senang mendengar ucapanku.


“Apa boleh Ibu meminta 1 permintaan padamu?”


“Ya, tentu saja.”


“Menikahlah dengan anakku.”


Jantungku rasanya ingin meledak sekarang. Kemarin anaknya yang melamarku, sekarang Ibunya yang memintaku untuk menikahi anaknya! Ternyata Ibu dan anak sama saja. Dengan semangat aku mengangguk mantap padanya.


“Ya Ibu.”


🌸🌸🌸