Love is You

Love is You
Apakah Ini Benar ?



"AYUUU" mendengar namaku di panggil aku pun menghentikan langkahku.


"Lah tante sama om lo kemana?" tanya Rara sambil melihat ke dalam mobil ku yang hanya ada sopir didalamnya.


"hemm, mereka tadi subuh balik ke korea."


"jadi lo dirumah bakal sen-" ucapan Sassya terhenti setelah Rara menyenggol lengannya. Dan aku tau maksud dari sikap itu.


"iya makannya gue ngajakin lo berdua nginep, lo bedua bisa kan ?"


"gue bisa dong, lo bisa kan Sya?"


"yoii, ortu gw juga kebetulan lagi ke singapura, nengok kaka gue lahiran, dari pada gue gabut di rumah"


"oke deh kita seru - seruan di rumah gue kalo gitu" sambil berjalan dan merangkul tangan kedua sahabatku itu, dengan gembira kami berjalan menuju kelas.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jam sekolah telah usai


"eh sebelum kerumah lo, ke mall dulu yuk?" tanya Rara


"wah boleh tuh sekalian maksi sambil ngopi cantik" tambah sassya


"tapi supir gue dah nunggu depan gerbang, gue nunggu lo pada di rumah aja deh"


"ish sekali - kali sih, gak lama janji deh"


rengek Rara sambil mengangkat dua jari yang membentuk V arti berjanji.


"ya udah ayo"


Akhirnya aku setuju karena aku tidak mau membuat teman - teman ku kecewa, kami begitu bersenang - senang di sana yang pada awalnya hanya akan makan bertambah dengan nonton, main game, belanja, dan makan es cream, jujur ini adalah pengalaman pertamaku pergi keluar dengan teman - teman ku, mungkin terdengar aneh tapi begitulah kehidupan remajaku yang jauh dari kehidupan remaja biasanya, mungkin itu semua karena dulu ayah dan ibu ku selalu posesif padaku mereka takut aku kenapa - kenapa.


Dan setiap pulang sekolah selalu menjemputku, agar aku tidak telat pulang kerumah agar bisa makan bersama dengan mereka, menurut mereka saat makan malam bersama adalah waktu yang paling baik untuk berbincang dengan keluarga, dan jujur sebenarnya aku menikmati itu tapi terkadang jengkel juga.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Akhirnya sampe rumah lo juga yu"


"hari ini seru banget gak sih? gue happy banget rasanya perut gue juga full banget ini"


"hahaha gimana gak full perut lo sya, lo makan kaya orang kesetanan tadi" ejek ku sambil memberi kode pada Rara untuk ikut mengejek


"iya beneran kaya orang gak makan seminggu lo, gak takut gendut hah? di tinggal kak irwan tau rasa lo" tambah Rara yang faham dengan kode ku dan kami pun tertawa kecil melihat ekspresi Sassya yang manyun.


"ah elah kalo dia sayang gue mah gak mungkin liat gue gendut atau kurus juga sayang" jawabnya sambil berjalan ke kamar ku yang disusul aku dan Rara.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Ah seger banget abis mandi, sekarang kita belajar gais, keluarin buku lo pada gue mau liat pelajaran apa yang gue tinggalin sebulan ini"


"wah beda ya kalo punya temen terlalu pinter, abis nge mall masih inget belajar" gerutu sassya yang duduk manis di kasur sambil memegang HP nya.


"lah tujuan lo pada nginep kan bantuin gue belajar woii, kenapa lo pada asik chat apa pacar lo sih, gak kasian liat gue yang jomblo hah?"


"ah elah ngomong jomblo padahal yang nembak sekampung, rese lo" aku pun tersenyum mendengar ucapan Rara yang agak kesal.


"buruan sini ngga? atau mau gue jitak lo berdua hah?"


"ish iya iya mamah, bawel banget dah" ejek Sassya sambil menghampiriku.


Kami pun belajaran, sambil di selangi dengan bercanda dan tertawa bersama, sesaat aku berfikir apa keputusan ku tepat untuk pindah ke korea? apa aku akan mendapat teman seperti mereka disana?.


Rasanya hari ini membuat ku sangat bimbang, dengan keputusan ku sendiri.


Saat malam semakin larut, kedua sahabat ku sudah tertidur lelap dan aku masih terjaga,


aku berbicara dalam hati, sambil memandangi langit - langit kamarku.


"Semoga aku tidak menyesal dengan keputusanku, hari ini meraka disini tapi aku gak bisa terus - terusan minta mereka untuk menginap disini. Aku harus bicara pada mereka secepatnya" -----