Love is You

Love is You
Hancur



Sepi Sendiri ...


Itu yang aku rasakan saat berada di tempat ini ..


Tempat yang seharusnya akan membuat aku selalu merasa bahagia,merasa hangat, dan nyaman saat mendatanginya ...


Ya, rumah kami !


Rumah aku , ayah , dan ibu, rumah yang penuh dengan kenangan manis dan kebahagiaan kami selama 13 tahun terakhir kini rasa hangat dan nyaman itu hilang tak bersisa setelah ayah dan ibu tiada.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


KEMBALI


Saat itu adalah hari dimana aku merasa hancur, sehancur - hancurnya, fikiranku melayang tak tentu arah, mulut kelu tak dapat berucap, seluruh tulang dan sendi ku lemas saat mengetahui kedua orang tuaku telah tiada.


Dalam hati aku hanya berkata " aku bisa apa tanpa mereka ? apa yang akan aku lakukan ? dimana kebahagiaan ku ? "


Tepat satu bulan setelah mereka pergi dan aku kembali kesana untuk pertama kalinya, setelah menjalanin pengobatan dan terapi untuk kedua kaki ku yang terluka saat kecelakaan itu, mengingat hari naas itu membuat sekujur tubuh ku merinding dan air mata ku tak kuasa mengalir dengan deras nya ...


"bodoh , ini semua salah ku jika saja hari itu aku tak memaksa mereka untuk berlibur, maka semua ini tidak akan terjadi, mereka masih disini bersamaku" umpat ku dalam hati .


Saat memandangi segala sudut ruangan dengan seksama, hati ku benar - benar hancur.


" ayu " terdengar suara lembur yang memanggilku dari belakang , dan aku membalikan badan ku dan berlari kepelukannya.


"bibi, ini semua salah ku, aku yang memaksa mereka untuk pergi liburan naik kereta itu, jika aku -" belum selesai aku berucap dia memegang wajahku dengan lembut dan kasih.


"sssuuuttt, ini bukan salahmu sayang, ini memang sudah takdir dari Tuhan, berhentilah menyalahkan dirimu sendiri"


"tapi bibi nenek pun berkata begitu"


"tidak nenek hanyak merasa kehilangan saja, dengarkan bibi jika kamu terus seperti ini, bibi yakin ayah dan ibu mu akan sedih disana, apa kamu ingin melihat mereka tak tenang disana ?" kata-katanya begitu lembut pelukan nya begitu hangat membuat ku merasa nyaman dan tenang saat itu.


"tidak bibi"


"maka berhentilah menangis dan tersenyumlah, ok" sambil ngenyeka air mataku.


"terima kasih bibi"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Saat malam tiba, dan aku berbaring di kasur kamarku hati ku merasakan kepiluan itu kembali, ingin rasanya dapat memutar waktu.


Di saat itu aku teringat kata - kata bibi , aku tak ingin membuat mereka bersedih disana tapi tetap air mataku mengalir begitu saja, dan aku bersembunyi di balik selimut dan bantal agar suara isak ku sedikit teredam.


"ayu, kamu baik - baik saja bukan ?"


suara bibi mengagetkan ku dan cepat - cepat aku seka air mataku.


"ya bibi" sambil keluar dari persembunyiaan ku.


Lalu bibi Sora menghampiriku dengan senyuman hangatnya, dia duduk di kasurku tepat di sampingku, dan tangan nya menggenggam tanganku yang sedikit gemetar menahan rasa sedih yang mendalam .


"ayu, jika kamu merasa tidak sanggup berada disini, ikutlah dengan bibi ke Korea, mulai lah hidup yang baru disana, bukan kah kamu sangat ingin tinggal disana ?"


Aku pun tersentak dengan perkataan bibi, ya aku sangat senang dan ingin tinggal di Korea karena disana tempat aku di lahir kan dan begitu juga dengan ayah,dan korea adalah tempat dimana ayah dan ibu pertama bertemu dan menikah disana.


Ya aku adalah anak dari orang korea dan indonesia, dulu aku lahir disana dan tinggal di sana selama 3 tahun.


"ayu bagaimana ?" petanyaan bibi membuyarkan lamunanku akan asal usulku,


"tapi bibi, bagaimana sekolahku saat ini ujian tinggal beberapa hari lagi, aku tidak mau mengulang?"


"haha gadis bodoh, kamu tidak harus pergi besok, aku pun harus mengurus segala dokumenmu terlebih dahulu dan mencari sekolah yang tepat untukmu disana, kita akan pergi setelah segalanya siap, apa kamu bisa kuat sampe hari itu ?"


"baik lah bibi, aku akan berusaha"


"gadis pintar, kemari peluk bibimu"


Aku pun memeluknya, dan rasa hangat dan nyaman itu kembali mengalir di seluruh tubuhku ----