Love is You

Love is You
Tidak Terduga



Hari ini sudah cukup untuk bersengang-senangnya. Kami sudah sangat puas sekali hari ini. Selama kami berjalan pergi menuju depan gerbang, kami terus bercerita waktu bermain tadi, dan berakhir dengan tawa setelah mengingat kekonyolan kami tentang Rumah Hantu dan Rollercoster.


Kupandangi salah satu foto kami waktu fotobox tadi sambil tersenyum. Di foto itu, aku merangkul lehernya dengan senyuman tipis, dan Jimin yang sedang manyun. Ini adalah foto yang kusuka dari yang lainnya. Rasanya seperti memperlihatkan kedekatan kami.


“Aku akan menyimpan foto ini.”


Jimin yang sibuk makan aromanis ikut melihat foto yang kupegang, lalu dia mengangguk.


“Tentu saja, jaga foto itu baik-baik, jangan sampai hilang.”


Kuanggukan kepala lalu melanjutkan makan aromanisnya.


“Hyerin?”


Langkahku terhenti saat melihat Jihyun di depanku. Bagaimana bisa dia di sini? Perlahan dia tersenyum sinis padaku lalu berjalan menghampiriku. Entah mengapa setelah melihatnya aku merasa gugup. Mungkin itu karena ucapannya tentang aku merebut calon semuanya masih teringat jelas di pikiranku.


“Wahh.. kebetulan apa ini? Kita bisa bertemu di sini.”


“Aku juga tidak mengira kau ada di sini.”


Huh, padahal ini adalah hari minggu, dan hari yang sangat menyenangkan bagiku. Tapi, kenapa juga kau harus muncul?


Setelah dia tiba di depanku, tatapannya turun kebawah. Kemudian, smirknya muncul setelah melihat tanganku yang tengah berpegangan dengan Jimin.


“Kalian sedang kencan? Wah Hyerin, kau luar biasa. Setelah kau selingkuh dengan Minju sekarang Jimin?”


Apa katamu?!


“Ohh, kami hanya sahabat. Kami di sini hanya untuk bersenang-senang saja. Bukan untuk berkencan, jadi tolong jaga ucapanmu itu nona Jihyun.”


Cihh dasar wanita gila. Kenapa dia terus mengatakan yang tidak-tidak tentangku?


“Ahhh begitu? Kupikir.. kalian lebih cocok dikatakan sepasang kekasih, di bandingkan dengan sahabat.”


“Jihyun.”


DEG!


Tunggu bukankah itu suara Jungkook?


Kulihat dia sedang berjalan dari arah belakang menghampiri Jihyun. Kenapa dia bisa di sini bersama Jihyun? Bukankah dia bilang sedang berkumpul dengan anak basketnya?


“Apa yang kau lakukan di sini? Ayo kita pergi.”


“Tunggu dulu, apa kau tidak lihat kalau aku sedang berbicara Jungkook? Lihat, apa yang kukatakan benar, Hyerin adalah wanita yang tidak baik untukmu Jungkook. Dia kencan di belakangmu.”


“JIHYUN! Tutup mulutmu!”


Bentak Jimin tidak menerima ucapan Jihyun. Namun ucapan Jihyun juga membuat Jungkook terkejut. Dengan perlahan dia menatap ke depan yang tidak lain adalah aku.


Hahh Jungkook aku tidak percaya kau bisa seperti ini. Aku tidak peduli apa pun yang dikatan Jihyun tentangku dengan Jimin. Karena Jungkook pasti mengerti aku dan Jimin adalah sahabat yang sedang menghabiskan waktu bersama. Tapi, bagaimana denganmu? Bagaimana bisa kau ada di sini? Bahkan di tempat taman bermain ini? apa kau sedang berkencan dengan Jihyun?


“Jungkook.”


Suaraku membuat dia tambah terkejut. Tapi, aku berusaha untuk menahan emosiku saat melihatnya seperti itu. Kenapa dia harus terkejut? Kalau kau terkejut seperti itu artinya kau memang sedang menyembunyikan sesuatu dariku.


Aku pun menatap dingin padanya.


“Dimana anak basketmu? Bukankah kau bilang padaku, kalau kau sedang berkumpul dengan mereka?”


BUGHH!


Tiba-tiba Jimin meninju wajah Jungkook dan membuatnya tersungkur jatuh. Sedangkan aku yang melihatnya terkejut dengan apa yang baru saja Jimin lakukan.


“Jungkook!”


Setelah itu, Jihyun langsung berlari menghampiri Jungkook dan membantunya. Sedangkan aku masih diam syok melihat itu.


“Ji-Jimin! Apa kau gila?! Apa yang kau lakukan?!”


Kutarik lengan Jimin untuk meminta penjelasan. Tapi, tak kusangka saat melihat raut wajahnya. Di terlihat sangat emosi sambil menatap Jungkook. Melihat itu, membuat hatiku bergetar. Apa dia mengerti dengan perasaanku? Karena itu dia memukul Jungkook?


“Dasar brengsek, sudah kuperingatkan jangan membuat Hyerin kecewa. Sekarang apa yang kau lakukan? bukankah kau bilang sudah membatalkan pertunangannya dengan Jihyun? Lalu apa ini sialan? Kenapa kau berjalan bersamanya?!”


“Jimin! Cukup! Apa kau lupa kita masih di Everland?”


Nafas Jimin memburu sambil melihat kesekitar. Beberapa orang yang berlalu di sini mulai melihat ke arah kami. Jimin yang mulai sadar dari emosinya langsung menarik tanganku pergi.


“Kita pulang sekarang.”


Jujur saja, aku terkejut melihat Jimin yang sangat marah sekarang. Bahkan dia sampai meninju Jungkook. Sepertinya dia benar-benar peduli dan menyayangiku.


Dengan terpaksa aku hanya menurutinya. Tapi, saat aku melihat ke belakang, Jungkook tengah terdiam di sana bersama Jihyun. Sorotan matanya terlihat menyesal dengan apa yang baru saja dia lakukan padaku. Melihat itu, rasanya membuat hatiku terasa sakit.


🌸🌸🌸


Ingatan tentang di Everland masih terngiang di kepala. Kenapa Jungkook bersama Jihyun? Bukankah Jungkook sendiri bilang kalau dia sangat membenci Jihyun? Lalu kenapa mereka di sana? di Everland? Entah mengapa yang dipikiranku adalah mereka itu sedang berkencan di sana. Tapi, bagaimana bisa? Kenapa dia tidak memberitahuku terlebih dahulu? Aishhh.. semakin memikirkannya membuat kepalaku terasa sangat pusing sekarang.


“Ini.”


Jimin memberikanku satu kaleng soda dan menyimpannya di meja. Dengan cepat kubuka kaleng itu lalu meneguknya. Hahh rasanya sekarang aku sudah lebih baik.


“Kau tidak apa-apa?”


Pertanyaan Jimin membuatku menoleh padanya. Keningku berkerut melihatnya yang tengah menatap cemas padaku.


“Kenapa kau tadi meninjunya?”


“Kenapa kau bertanya? Tentu saja dia pantas mendapatkannya. Dia sudah berbohong padamu dan berkencan di belakangmu bersama Jihyun. Hey, bukankah kau ini bodoh sekali? Sudah kubilang berapa kali jangan pacaran dengannya kenapa kau masih tidak mengerti?”


Mulutku bungkam mendengar perkataannya. Rasanya sangat sedih mendengar itu. Aku juga tidak tahu Jimin. Kenapa aku begitu bodoh malah menyukainya? Kenapa juga aku harus mencintai pria sepertinya? Padahal aku sudah tahu kalau dia sedang punya masalah tentang pertunangan itu. Kenapa juga aku langsung percaya kalau di sudah membatalkan pertunangannya dengan Jihyun? Katakan padaku. Aku ini kenapa?


“Huhhh… entahlah padahal aku sudah tahu tentang masalah pertunangannya. Tapi kenapa aku masih tetap menyukainya? Sepertinya aku benar-benar sudah gila.”


Ya, aku sudah gila pada Jungkook.


Jimin menghembuskan nafasnya gusar mendengar ucapanku. Sepertinya dia sangat mengerti dengan perasaanku. Namun dia tidak bisa marah padaku. Pada akhirnya kami malah diam dan sibuk dengan pikiran masing-masing.


Kalau begitu, sekarang aku harus bagaimana? Ini sudah malam. Apa aku harus pergi ke rumah Jungkook? Atau tinggal bersama Jimin?


“Hyerin, ini solusiku. Terserah kau mau menurutiku atau tidak. Lebih baik, kau bicarakan baik-baik dengannya. Tapi jika hatimu masih ragu untuk kembali bersamanya. Pulanglah ke rumahku.”


Bicarakan baik-baik... Sepertinya aku pernah membicarakan baik-baik tentang masalah Minju dengan Jungkook dan dengan cara itu kami berbaikan dan kembali bersama. Hmm.. mungkin mencobanya lagi tidak masalah.


“Baiklah, terimakasih.”


🌸🌸🌸