Love is You

Love is You
Mengungkapkan



Pagi ini tiba - tiba hujan turun, yang membuat ku agak malas untuk beranjak dari tempat tidur, tak terasa sudah hari terakhir ujian.


Sejak bibi Sora menelfon ke kerumah aku belum sempat menelfon balik nya karena fokus ujian, ini ujian terakhirku di sini dan aku ingin mendapatkan nila terbaik sebagai sebuah kenang - kenangan, karena di sekolah ku ini akan memberikan hadiah bagi anak dengan nilai tertinggi 1 angkatan di sekolah.


"Neng, sarapan nya teh udah siap"


"iya bi jah, bentar lagi ayu turun, bi jah tolong bilang pak wanto suruh bawain tas ayu ke mobil ya bi"


"iya neng"


Aku pun turun dari kamar menuju meja makan, sambil mencoba menelfon bibi sora.


Tapi usahaku sia - sia, saat aku melihat jam menunjukan pukul 06.45 yang artinya di korea sekarang jam 08.45 ya perbedaan korea dan indonesia hanya dua jam saja, korea dua jam lebih cepat dari indonesia.


Jam - jam itu sudah mulai sibuk aktifitas menuju kantor "mungkin bibi sora sudah di kantor, atau menuju kantor" gumam ku.


Saat berjalan menuju mobil Hp ku berbunyi tanda ada telfon masuk.


"Bibi sora"


"ayu sayang, maaf bibi tadi sedang berkendara"


"iya gak papa, bibi tempo hari bibi telfon kerumah, maaf ayu baru bisa kabarin bibi, ayu sedang fokus ujian"


"iya sayang bibi faham, bibi hanya ingin bertanya apa kamu sudah memutuskan ingin bersekolah dimana?"


"memang semua berkas ku sudah lengka bi?"


"sepertinya begitu, tempo hari paman mu bertanya, apa kamu sudah memutuskan sekolah disini?"


"Oh begitu ya, sebenarnya aku sudah menemukan satu sekolah yang sesuai dengan minat ku bibi"


"bagus lah kalau begitu, dimana itu ?


"SOPA [School of Performing Arts Seoul], aku ingin mengambil Class Vocal, cita - cita ku ingin menjadi penyanyi bibi, seperti cita - cita ibu"


"baiklah kami akan mengurusnya, tapi itu di Seoul cukup jauh dari rumah bibi dan paman yang berada di Incheon"


"aku bisa tinggal di DORM, selama sekolah di sana"


"apa kamu yakin?"


"iya bibi aku sangat yakin"


"baiklah bibi akanmendiskusikannya dengan paman mu, apa sekarang km menuju sekolah?"


"terimakasih bibi, iya sebentar lagi aku sampai, hari ini hari terakhir ujian, jadi aku memutuskan berangkat lebih pagi agar bisa belajar dulu di sekolah"


"baiklah kamu memang anak rajin, semangat untuk ujiannya ya, bibi tidak sabar ingin bertemu dengan mu"


"terima kasih bibi, aku pun sangat merindukan bibi dan paman"


"kalo begitu bibi tutup telpon nya ya, bye "


"ya bibi ,bye"


-------------------------------------------------------------


Sesampainya di sekolah aku sudah mendapati dua sahabatku sedang mengobrol di kelas sambil tertawa riang,


"pulang sekolah gw harus ngomong sama mereka tentang kepindahan gw, jangan sampai tertunda lagi" gumam ku sambil berjalan menuju mereka yang sedari tadi duduk di meja ku


"emang gak bisa ngegosip nya di meja yang lain apa lu pada ngalangin gw sih, minggir" ketus ku yang hanya pura - pura


"eh tuan putri dah sampe nih" ujar Rara


"Yu, tau gak ?" ujar sassya


"gak tau lah lu aja belum ngomong apa - apa"


"elah nih bocah rese bets dah" dengan nada jengkel yang manja khas sassya


"ya lagian lu pake nanya tau ngak sih,"balas ku di ikuti tau rara yang geli melihat ekspresi sassya


"ah bodo amat, si pangera sekolah itu tadi kesini tau nanyain lu, kaya nya cinta lu gak bertepuk sebelah tangan deh"


"hah lu serius, ngapain dia nyariin gw?"


"ya mana gw tau emang gw emak nya" maksud hati sassya ingin balas dendam


"ya lu kok bego sih, emang gak lu tanya apa tujuan dia nyari gw kenapa ?" ujar ku di susul tawa Rara yang keras


"Sya lu gak bisa menang kalo lawat anak genius, lomba debat antar sekolah aja gak ada yang bisa ngalahin dia, dia itu The Next nya Rocky Gerung" sambil tertawa puas


"aish bodo amat lah, pokonya intinya dia nyariin lu aja,"


"hemm ya udah sono lu pada balik ke bangku, udah mau bel nih, gara - gara lu gw gak belajar dulu nih"


Mereka pun membubarkan diri dengan kekesalan Sassya dan tawa puas Rara.


"Ngapain Brian nyariin Gw ya, kenapa gw deg deg an ya, apa dia tau kalo gw mau pindah sekolah ya, dia kan Ketua Osis, ah bodo amat gw gak boleg baper" ujar ku dalam hati


------------------------------------------------------------


Selesai ujian Aku ,Rara dan Sassya berjalan menuju arah kantin untuk makan siang seperti biasa.


"ahh akhirnya ujian selesai juga, rasanya otak gw mau meledak belajar mulu" keluh sassya sambil memengang kepalanya


"haha lagian lu punya otak kok kapasitinya di bawah rata - rata dah" ejek Rara, dan aku hanya tersenyum melihat ke dua sahabat ku


"Ribut aja , buruan laper nih, lu pada mau makan apa gw yang teraktir,"


"Hah serius nih, apa aja ya" girang sassya


"pasti ada tapi nya nih .... " ujar Rara sambil mengerutkan jidat


"Hahaha lu emang paling peka Ra, lu pada yang antriin ya, gw yang cari meja, oh iya gw mau bakso, nih duit nya"


"heh bego itu antri nya panjang banget" kesal Rara


"bodo amat" tukas ku sombong


"ah udah udah gw yang antri gw juga mau bakso, yang penting makan bakso gratis, gw dua porsi ah, di tambah sama cakue, terus tambah jus alpukat"


"woy lu laper apa rakus" kaget ku mendengar sassya


"lu jangan nyesel ya duit 200 rb ini bakal abis tak bersisa" kesal Rara yang mengikuti langkah sassya.


aku pun mencari meja kosong, dan melihat kesekeliling kantin yang sangat ramai,


"ish kenapa penuh gini sih" gumam ku kesal


"Ayu, Kim Ayu" dan mendengar nama ku di panggil aku pun mencari asal suara itu, dan aku mendapati Brian yang melambaikan tangan ke arah ku dari sudut kantin yang lumaya jauh dari tempat aku berdiri, dia mengisyaratkan agar aku menghampirinya.


Aku pun tersenyum sambil menghampirinya, dan aku bergumam dalam hati "Gimana dia bisa liat Gw dari pojokan sana"


"Lu lagi cari meja ?" tanya brian dan aku pun mengangguk


"duduk sini aja"


"emang lu sendiri ? genk lupa pada kemana ?"


"Mereka dah cabut duluan biasa latihan band"


"emang lu gak latihan juga, kan lu vokalis nya"


"gw kelaperan jadi makan dulu, tadi pagi gak sarapan sih"


"oh gitu, oh iya Bri, kata Sassya tadi pagi lu nyariin gw kenapa?"


"oh itu, gw dapet kabar dari wakepsek katanya lu mau pindah ke korea ?" dengan raut sedih yg membuat ku bingung.


"ah itu, iya"


"kapan ?"


"hemm abis ujian ini sih, kayanya minggu depan udah berangkat sih"


"kenapa?" sambil menatap dalam ke arah ku


"ikut om tante gw, hemmm apaan sih lu, tumben amat nanya - nanya deh biasa juga kaya gak kenal gw, papasan aja cuma senyum abis itu melengos" ujar ku kesal


"Gw malu dan bingung kalo ketemu lu" aku pun kaget dengan jawaban Brian.


"Malu ? bingung ? emang lu gak pake baju apa ? atau lu bego ampe bingung ketemu gw"


"iya gw bego karena gw suka sama lu tapi gw gak berani ngomong"


Mata ku terbelalak mendengar ucapan Brian


"suka sama gw, kenapa ? dari kapan ?" tanya ku bingung


"iya gw suka sama lu, gak ada alasan kenapa, waktu akhir semester kelas 1 saat lu bantuin nenek - nenek nyebrang padahal lu dah di dalem mobil dan mendadak keluar lagi"


"ah itu dah lama banget"


"iya bego ya gw, pengecut, Yu emang lu harus pindah ke korea, gak bisa lu tinggal di sini aja?"


"gak bisa Bri, semua udah di urus om tante Gw, dan gw mau ngewujudin cita - cita nyokap gw"


"belum"


"lu belum ngomong?"


"rencana hari ini gw mau ngomong, tapi gw takut"


"takut mereka sedih?"


aku pun hanya mengangguk


"itu sih dah pasti, mau gw bantu ngomong?"


aku melihat brian dengan bingung, tiba - tiba Hp ku berdering dan kulihat Rara menelfon ku


"heh Bego lu dimana sih?"


"ish lu ya marah - marah mulu, kaya emak - emak dah , gw di pojokan deken abang ketoprak"


"jir jauh banget sih coba lu berdiri" aku pun berdiri dan melabaikan tangan ke arah mereka , dan mereka pun menghampiriku


"Lah lu kok bisa ada disini Bri ?" tanya Rara begitu sampai meja


"iya tadi gw liat Ayu cari meja jadi gw panggil dia"


"oh, nih bakso lu tuan putri" kesal rara sambil menyodorkan bakso yang aku pesan lengkap tanpa saos dan kecap, dan aku pun hanya tersenyum


"kalian deket banget ya" ujar Brian sambil tersenyum ke arah ku , aku bingung harus merespon apa.


dan kami melanjutkan makan sambil ngobrol ngalor ngidul


"oh iya Bri, tadi pagi lu mau ketemu ayu kenapa?" tanya sassya


"ah itu ...."


"dia nanya gw soal pindah ke korea"


Rara dan Sassya sontak kaget dan melihat ke arah ku


"wah nih bocah bercandanya gak asik ni" ujar sassya


"heh bego kalo mau bercanda tuh yang kreatif dikit kenapa, gak lucu ege" tambah Rara yang hampir menumpahkan minuman di botol nya.


mereka membuat ku takut dan bingung untuk menjelas kan, "Gw harus ngomong apa lagi" dalam hati dengan raut bingung.


"Gw juga berharap itu bercanda, tapi gw dapet kabar dari wakepsek, tadinya gw mau minta ayu buat ikut lomba debat antar sekolah lagi"


Brian meyakinkan mereka, dan aku hanya diam mematung tar berkata apa - apa.


"beneran ,lu ngomong dong yu?" tanya sassya sambil menggoyangkan badan ku cukup kuat


"emmhh, iya gw mau pindah ke korea, om tante gw khawatir kalo gw sendirian disini, dan lu pada kan tau cita - cita gw apa, gw mau ngejar cita - cita gw disana"


"kapan lu pergi?" tanya Rara dingin seolah faham dengan ke adaan ku.


"minggu depan" aku menjawab dengan menundukan kepala


"heh bego, lu kenapa baru ngomong sekarang sih, kenarin pas kita nginep di rumah lu gak ngomong apa - apa" ujar rara dengan nada tinggi meng isyaratkan kekesalannya


"gw takut ganggu konsentrasi belajar kalian"


"ah bodo amat lah terserah lu, gini cara nya lu gak anggep gw sama Rara sahabat lu percuma selama ini kita temenan" sassya pergi meninggalkan meja kami dengan terus mengumpat


"gw kejar sassya dulu ya, biar gw tenangin dia" ujar Rara sambil mengejar sassya yang sudah didepan


"Makasih ya bri"


"buat?"


"udah bantu gw ngomong"


"seharus nya lu ngomong lebih awal yu"


"rasa takut gw terlalu besar" tiba - tiba air mata ku mengalir dan aku hanya menunduka. kepala, brian beralih duduk di samping ku


"sssttttt udah jangan nangis, gak akan nyelesain masalah kan ? mau gw anter pulang ? "


aku pun mengangguk


kami berjalan ke arah mobil brian , di dalam mobil aku kembali menangis.


Brian menggenggam tangan ku


"udah jangan nangis, lu coba tarik nafas terus buang , lu tenang dulu"


aku pun mengikutin arahan brian, dalam hati aku bergumam " apa gw juga harus ngungkapin perasaan gw ke dia ? tapi kalo dia berharap kan kasian, gw juga mau pindah ke korea"


"udah tenang" tanya brian sambil terus menggenggam tangannku.


"hemm" sambil mengangguk, brian melepas tangan ku dan fokus ke jalan


"lu arahin ya gw kan gak tau rumah lu"


"oke"


seketika hening dan rasa canggung memenuhin aura di dalam mobil


"Bri" tanya ku


"apa?"


"gw juga suka sama lu" brian tiba - tiba mengerem mobil nya mendadak sampai kepalaku membentur dasboard mobil untung di belakan gak ada kendaraan lain, aku sangat kaget.


"apaan sih lu ngerem kok mendadak gitu , otak lu rusak ya, ish sakit banget , bego banget sih lu ah" umpat ku sambil mengelus jidat ku yang sakit.


"ah sorry yu gw refleks"


"refleks apaan sih orang gak ada yg nyebrang juga, wah otak lu gak waras"


"iya otak gw mendadak gak waras, pas lu bilang suka sama gw, coba ngomong seksli lagi" aku pun tersenyum malu mendengar ucapan brian


"gw juga suka sama lu"


" sejak kapan "


"MOS ( Masa Orientasi Siswa )


"Hah serius? kok bisa? kenapa ?"


"apaan sih lu , ya bisa lah , gak ada alasan begitu liat lu suka aja, udah buruan jalan sih mau sampe kapan ni mobil berhanti"


Brian melajukan lagi mobilnya


lalu hp ku ber bunyi


"halo pak wanto"


"neng mau di jemput jam berapa ? di mana ? biar pak wanto siap - siap"


"ahhhh ,gak usah pak wanto ayu di anter temen"


"oh iya iya neng"


menutup telfon


"lu serius kan?"


"apaan sih lu , emang gw keliatan bercanda apa ? tapi bri, gw gak mau lu terlalu berharap sama gw"


"kenapa gak boleh ? itu hak gw kan "


"Tapi Lu tau kan minggu depan gw pindah ke korea?"


"Terus kalo lu pindah emang gw gak boleh berharap ?"


"Bri, LDR itu gak bakalan lancar"


"kenapa lu yakin banget, di coba aja belum ?"


"maksud lu apa ?"


"gw mau lu jadi pacar gw mulai hari ini"


"hah lu serius, bri gw mau pindah bri"


"terus masalahnya dimana?" brian menghentikan mobil nya sekali lagi di jalanan komplek rumah ku


"kita harus LDR bri"


"terus kenapa gw gak keberata. sama sekali, lagian pas liburan panjang gw bisa ke korea, kakak sepupuh gw tinggal disana kalo pun gw mau pindah gampang kan"


"lu yakin ?"


"gw yakin, jadi mulai hari ini kita pacaran"


aku pun hanya mengangguk dan tersenyum -------