Love is You

Love is You
Part 40



Sudah hampir seminggu akari terus berusaha mendekati akira, tetapi hadilnya nihil. Walaupun akira sudah tidak sekasar saat pertama kali bertemu, tapi akira tetap cuek dan selalu menghindar di setiap akari mendekatinya.


"Akari ikut kakak yuk.. " ajak kak reyka.


" kemana.. " tanya akari.


" belanja bulanan.. " jawab kak reyka.


"Ok, tunggu bentar aku ambil jaket dulu.. " ucap akari berlari ke kamarnya.


"Kakak tunggu di luar" teriak kak reyka.


Kami pergi menggunakan mobil kak reyka.


"Oh ya, ri kakak lusa akan pulang ke inggris, apa kamu baik-baik saja.. " tanya kak reyka.


"Oh iya, aku gak papa kok, aku ngerti kerjaan kakak pasti sudah menumpuk, karena sufah terlalu lama mengurusku disini.. " ucap sedih akari.


"Pekerjaan bukan masalah buat kakak ri, yang terpenting buay kakak adalah kebagiaan kamu, karena hanya kamu keluarga kakak" ucap kak reyka.


"Maaf ya kak, aku udah buat kakak khawatir" ucapku mengusap air mataku yang menerobos keluar.


"Yang terpenting kamu sekarang baik-baik saja, selama kakak pergi kakak akan mengirim orang untuk menjagamu" ucap kak reyka.


"Gak usah kak, kan ada yuriko yan selalu menemaniku" tolak akari.


"Ri yuriko juga butuh waktu untuk mengurus dirinya sendiri, sampai kapan kau akan menempelinya, kasian dia harus selalu menjagamu" ucap kak reyka.


"Hmmmhhh.. Emang siapa orangnya" tanyaku malas.


" kamu akan tahu sendiri nanti.. " ucap kak reyka tersenyum misterius.


Membuatku bergidik ngeri.


Kami pun sampai di supermarket,


"Akarii.. " panggil seseorang.


Akari menoleh..


"Tante.. " ucap akari melambaikan tangan.


"Siapa ri.. " tanya kak erika berbisik.


ibu akira berjalan mendekati kami.


"akari gimana kabar kamu, tante seneng banget bisa ketemu kamu disini.. " ucap ibu akira meneluk akari


"Baik tante, tante sendiri gimana kabarnya " tanya akari.


"Hmhh.. Tante juga baik ri.. " jawab ibu akira tersenyum kecut.


"Oh iya tante, kenalin ini kakak aku kak reyka" ucapku.


"reyka.. " ucap kak reyka mengulurkan tangan.


"Saya yuki, ibunya akira.. " tersenyum gugup.


"Lebih baik kita, mencari tempat untuk mengobrol agar lebih santai.. " ucap kak reyka.


"Iya, baiklah.. " ucap ibu akira.


Kami duduk di sebuah restaurant jepang, masih di area supermarket.


"silahkan di minum" ucap kak reyka mempersilahkan.


"Iya,.. " jawab ibu akira.


"Tante kenapa gugup.. " tanya akari heran dengan tingkah ibu akira.


"Tante merasa tidak enak denganmu dan juga kakakmu ri.. " ucap ibu akulira menunduk sedih.


"Aku baik-baik aja kok tante.. " ucap akari mengelus pundak ibu akira.


"Tante tau selama ini akira kasar terhadapmu, tante juga tau kamu dengan sabar selalu mendekati akira, tante minta maaf mewakili akira.. " ucap ibu akira, menatap sendu.


"Tante aku melakukan semua ini karena aku mencintai akira, aku hanya berjuang demi kekasihku, aku yakin akira suatu saat nanti pasti akan mengingatku, tapi tante ada satu pertanyaan yang selalu mengganggu benakku., selama ini aku belum sempat bertanya.. " ucap akari.


"Tante mengerti, kamu pasti ingin bertanya masalah kaori, tante juga selama inu ingin memberitahu mu. Tetapi selama ini belum ada waktu yang tepat untuk kita bicara, jadi sekarang tante akan memberitahumu.. " ucap ibu akira menggenggam kedua tanganku.


Aku mengangguk.


"Tante tidak tau pasti kapan kaori datang, dan bisa masuk ke dalam ruangan akira, waktu itu om dan tante sedang di ruangan dokter untuk membahas kondisi akira. Dokter bilang akira mengalami amnesia karena benturan keras di kepalanya. Akira tidak boleh memaksakan ingatannya karena itu akan berpengaruh dengan nyawanya. Jadi tante tidak bisa berbuat apa-apa saat akira tidak mengenali mu. Saat tante dan om kembali dari ruang dokter, tante terkejut melihat kaori sudah duduk di samping akira.. " jelas ibu akira.