
"Ri.. Kamu tau gak, tadi aku ketemu siapa.. " teriak histeris saki, berlari masuk ke dalam kelas.
"Mana aku tau.. " ucapku acuh, sambil membaca novel.
"Ihhh.. Seriusan ini ri" ucap saki geregetan.
"Ya aku serius gak tau saki.. " ucapku menatapnya malas..
"Ri kamu harus liat ini.. " ucap sena yang barusan datang sambil terengah- engah,
"Enggak kalian berdua gak ada kerjaan ya, pagi-pagi udah lari-larian" ucap yuriko heran dengan kefua sahabatnya.
"Heheee.. " saki dan sena meringis.
"Hampir lupa, aku tadi ketemu akira, dia hari ini sekolah, tapi.. " ucapan saki terputus, saat melihat akira masuk kedalam kelas bersama kaori.
"Jleppp.. " hatiku seperti tertusuk belati.
Aku berusaha menenangkan hatiku dan tersenyum simpul.
"Ri kamu gak papa kan" tanya yuriko khawatir.
Aku menggeleng, dan mengalihkan perhatianku ke novel yang sedang ku pegang.
"Akira.. " ucap satoru yang barusan datang bersama sora dan tatsuysa.
"Gimana ra dah baikkan kamu" tanya satoru menrpuk pundak akira.
"Maaf apa kita saling kenal" ucap akira dingin.
"Kamu beneran amnesia ra.. " ucap satoru.
Akira mengangguk.
"Lok gitu kita kenalan lagi aja.. " ucap sora mengulurkan tangannya ke akira.
"Sorry, akira tidak boleh terlalu banyak di kelilingi orang" ucap kaori menepis tangan sora.
"Kenapa begitu.. " tanya sora.
"Jika kalian peduli sama akira, lebih baik kalian jauh-jauh dari akira. " ucap kaori.
"Dasar ular, bilang aja kamu takut akira kembali mengingat semuanya.. " ucap saki sinis.
"Jaga ucapanmu ya.. " teriak kaori menunjuk wajah saki.
"Udah sak, gak usah di ladenin cewek gila ini, yang ada kita ikutan gila" ucap tatsuya.
"hati-hati dengan ucapanmu.. " bentak akira.
"Kenapa, kamu gak terima.. " ucap tatsuya menantang.
Akira berdiri dari tempat duduknya, mencengkram kerah tatsuya.
"Tarik kembali ucapanmu.. " ucap akira menatap tajam tatsuya.
Akira hampir melayangkan tinjunya ke wajah tatsuya.
"Berhentiii... " teriak akari.
"Lepaskann.. " akari menepis tangan akira dari kerah tatsuya.
"Ra aku tau kamu amnesia, dan tidak mengenali kami, tapi aku gak nyangka kamu bisa sekasar seperti ini, kamu benar-benar bukan akira yang ku kenal dulu, akira yang lembut, akira yang begitu peduli dengan teman-temannya" ucapku sambil terisak, menatap dalam mata akira, berharap hatinya akan tersentuh.
Akira menatap akari dalam, dia merasa sesak saat melihat akari menangis. Kaori yang menyadari sikao akira segera menarik akira.
"Ayo ra, kita jangan urusi mereka" kaori menarik akira keluar kelas.
Hari ini pelajaran berjalan begitu lama, membuat akari bosan dan tidak bisa berkonsentrasi. Sesekali dia melirik akira, melihat kaori terus menempel membuat akari panas.. Dia bertekad dalam hatinya, akan berusaha merebut kembali akira.
Keesokkan harinya, akari terus mencari cara untuk mendekati akira, walaupun akira selalu bersikap dingin dan kaori yang terus menghalangi akari tidak putus semangat.
"Akari lihat.. " sena melirik ke arah akira dan kaori.
"Kalian jangan ikut campur, aku akan beraksi" ucap akari berjalan mendekati akira.
"Cayoo.. " ucap sena, saki dan yuriko bersamaan.
"Mau ngapain akari.. " tanya tatsuya.
"Kamu akan tau nanti.. " jawab yuriko.
"Ayo, kita cari tempat yang pas, buat nonton live drama" ucap saki menarik satoru mencari tempat duduk di ikuti yang lain. Semua orang sudah siap di posisi masing-masing.
"Aaa.. "
"Aku bisa makan sendiri kao" tolak akira.
"Kok gitu sih sayang, ayo dong dikit aja" bujuk manja kaori.
" tapi ri, semua orang melihat kita" ucap akira.
"Jangan hiraukan mereka, mereka hanya iri melihat betapa romantisnya kita" ucap kaori.
Akari menyahut gelas berisi air di atas meja,
Dia berjalan mendekati kaori sambil tersenyum jail.
"Byurrr.. "
"Aaa...kamu gak punya mata ya.. " teriak kaori.
"Sory-sory aku tadi kesandung" ucap akari.
"Alahh, kamu pasti sengaja kan.. " ucap kaori.
"Sudah kao, jangan ribut lagi, ayo kita pergi" ucap akira, melerai sambil menarik tangan kaori pergi.